Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 149


Li Zhi Jin mencintai selir Yue bagaimana pun. Dia memilih hidup sendiri tanpa menikah dan bersedia hanya menjadi kekasih gelap bukan karena apapun selain rasa cintanya yang mendalam terhadap wabut milik kaisar itu. Melihat wanita yang dicintainya sepanjang hidupnya ditampar seperti itu membuatnya tidak dapat mempertahankan kesabarannya dan mulai memberontak. Namun kedua tangannya ditahan oleh dua penjaga.


Melihat Li Zhi Jin memberontak, Lu Jing Yu memneri isyarat pada penjga untuk melepaskan pria itu. Itu perlu dilakukan agar selir Yue tidak lagi mengelak. Lagipula Chu Fei sudah menampar selir Yue lebih dari sepuluh kali.


"Hentikan!" Li Zhi Jin yang sudah terlepas segera berlari menyelamatkan selir Yue yang langsung jatuh ke tanah begitu Chu Fei mengendurkan cengkeraman nya. Ia memeluk selir Yue meskipun wanita itu mendorongnya menjauh.


"Aku mengakui. Aku memang ayah biologis Pei Yu Chen. Tidak. Yang benar adalah Li Yu Chen. Sebagai ayhnya, tentu saja Aku menginginkan tahta untuk putraku. Itulah mengapa aku membunuh permaisuri Yuan dan mengarahkan kejahatan pada Putri Mahkota. Menurut kabar jika putra mahkota mencintai putri mahkota, dia tidak akan diam saja jika istrinya dipersalahkan lalu dia akan melawan. Dengan begitu posisi putra mahkota akan dipertimbangkan lagi. Ini semua adalah rencanaku. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan Lan'er." Li Zhi Jin menjelaskan dengan tergesa-gesa hingga ia terengah-engah saat ia selesai.


"Tidak. Apa yang kamu katakan? Aku tidak mengenalmu. Kita tidak saling mengenal. Putraku adalah putra Kaisar!" Selir Yue berteriak keras sambil berusaha melepaskan diri dari Li Zhi Jin. Lu Jing Yu tidak akan membiarkan wanita itu kembali lolos. Dia segera mengeluarkan sebuah pil yang didapatkan dari tabib Fang sebelum ia berangkat dan memasukkan nya dengan paksa ke dalam mulut Selir Yue dengan bantuan pelayan yang membuka paksa mulutnya.


"Apa... Apa yang kau berikan padaku? Kamu berani meracuniku di depan semua orang! Dasar wanita terku-tuk!"


"Heh! Kau akan tahu sebentar lagi." Lu Jing Yu tersenyum miring sebelum ia kembali ke tempat duduknya di samping Pei Zhang Xi.


"Selir Yue, katakan padaku apa hubungan mu dengan tuan Li?" Lu Jing Yu bertanya setelah satu menit berlalu.


"Aku...hep." selir Yue menutup mulutnya saat ia merasa apa yang akan ia katakan tidak sesuai dengan apa yang dia ingin katakan. Pil yang diberikan pada selir Yue adalah pil kejujuran yang diciptakan oleh tabib Fang.


"Kenapa? Apa kamu akhirnya akan mengakuinya?" Lu Jing Yu tersenyum licik menatap mencemooh wanita itu.


"Tidak. Aku tidak. Li Zhi Jin adalah kekasihku."


Selir Yue kembali menutup mulutnya. Namun tanpa ia dapat ia kendalikan mulutnya dengan lancar mengatakan apapun yang berusaha ia tutupi termasuk bagaimana ia mendapatkan seorang anak dari Li Zhi Jin yang kala itu memang sudah berjanji untuk bertemu satu sama lainnya. Namun mereka tanpa sadar melakukan itu saat ketiga kali mereka bertemu di kuil pada saat selir Yue berkunjung ke sana saat ia masih muda dan belum lama masuk ke istana menjadi seorang selir. Namun setelah ketidaksengajaan itu, keduanya malah semakin terikat dan rutin bertemu di kuil setiap tahunnya.


Semua yang keluar dari mulut Selir Yue membuat semua orang terkejut mendengar betapa dalam hubungan keduanya dan berapa lama mereka telah berhubungan di balik punggung seorang kaisar suatu kekaisaran. Mereka semua hampir kehilangan kesadaran mereka hingga mereka semua tidak menyadari ada orang lain yang juga mendengarkan semua itu dengan wajah yang gelap.


"Kaisar tiba." Suara kasim yang keras membuat semua orang mengalihkan perhatian mereka dan menoleh ke arah yang sama dimana Kaisar Pei An Long datang bersama dengan rombongan pelayan dan kasimnya. Ratu Zhu juga berada di antara mereka. Wajah kedua penguasa Kekaisaran Shao itu terlihat tidak baik.


"Kami memberi hormat kepada Yang Mulia kaisar dan ratu." Semua orang segera memberi hormat.


"Bangun." Kaisar Pei An Long melambaikan tangannya saat pandangan matanya menangkap selir Yue yang berada di dalam pelukan Li Zhi Jin.


Merasakan tatapan yang mematikan ke arahnya, tanpa sadar Li Zhi Jin melepaskan pelukannya dan membuat Selir Yue yang da di pelukannya segera berlari dan menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan Kaisar demi mendapatkan dirinya didorong keras oleh pria itu.


"Yang Mulia..." Selir Yue terjatuh dengan memalukan. Wajahnya penuh keluhan memandang Kaisar dengan menyedihkan.


"Yang Mulia tolong dengarkan penjelasan selirmu ini."


"Jadi kamu masih mengingat jika kamu adalah selirku hah? Bagus. Bagus sekali. Aku benar-benar tidak menyangka telah berada dalam kegelapan selama belasan tahun lamanya."


"Tidak Yang Mulia. Semuanya tidak seperti yang Anda dengar. Semuanya adalah jebakan Lu Jing Yu. Iya. Lu Jing Yu memberiku pil yang akan membuatku mengatakan sesuai yang dia inginkan. Ini bukan kemauanku. Selirmu ini tidak akan melakukan tindakan bodoh itu. Bagaimana mungkin selirmu ini akan begitu bodoh untuk memilih rakyat jelata dibandingkan dengan Yang mulia yang agung." Selir Yue berdiri dengan susah payah dan mencoba menjelaskan dirinya.


"Ratuku, selir Yue adalah bawahanmu, masalah Harem bukanlah kekuasaanku. Aku serahkan masalah ini untuk kau selesaikan." Kaisar menoleh pada ratu Zhu yang ada di sampingnya.


"Saya mengerti Yang mulia. Say akan mengambil alih masalah dari sini." Ratu Zhu menganggukkan kepalanya sebelum menoleh ke belakang. "Bibi Liu, bawa selir Yue kembali ke istana. Tanpa izin dariku tidak ada seorangpun yang dapat keluar masuk paviliun Rongyu dengan bebas."


"Hamba mengerti Yang Mulia." Bibi Liu segera membawa penjaga untuk membawa selir Yue pergi dari sana. Pengadilan untuk selir Yue akan dilakukan di lingkungan Harem untuk menjaga nama baik Kaisar.


"Tidak yang Mulia. Tolong jangan lakukan ini padaku. Hamba tidak bersalah. Hamba tidak mengenalnya sama sekali. Tolong percaya padaku Yang Mulia." Suara selir Yue berangsur-angsur menghilang setelah dirinya dibawa pergi dari halaman.


"Yang Mulia, Mohon beri keadilan terhadap Cucu hamba Yang Mulia." Zhu Yao Yan menangkupkan tangannya di depan dadanya dengan tubuh yang membungkuk.


"Tuan Tua Zhu, pelaku pembunuhan sudah ditemukan. Tuan tua Zhu adalah orang yang telah berjasa pada Kekaisaran ini, jadi aku akan berusaha membuat tuan tua Zhu merasa puas."


"Terima kasih atas berkah Yang Mulia. Yang Mulia sangat beruntung memiliki penerus yang sangat kompeten seperti Putra Mahkota."


"Tuan Tua Zhu terlalu memuji. Jika bukan karena bantuan Tuan, aku yakin tidak akan dapat menemukan Li Zhi Jin dengan cepat." Pei Zhang Xi maju menjelaskan.


"Baiklah. Pemakaman nona Zhu tidak dapat ditunda lagi. Li Zhi Jin telah berdosa melakukan pembunuhan dengan tujuan pemberontakan. Hukuman yang paling layak baginya adalah hukuman mati yang akan dilaksanakan tiga hari ke depan di alun-alun kota dengan disaksikan oleh masyarakat umum." Kaisar Pei An Long berbicara dengan suara lantang.


"Terima kasih atas keadilan Yang Mulia." Semua orang membungkuk memberi hormat.


Li Zhi Jin segera dibawa pergi oleh para penjaga meskipun pria itu terus memberontak ingin melepaskan diri.


"Yang Mulia putra mahkota, tolong terima dekrit Kaisar." Kasim Song maju dua langkah dan membacakan dekrit Kaisar. Pei Zhang Xi segera berlutut di depan Kasim Song.


"Sekali lagi putra Mahkota telah menunjukkan kelayakannya untuk menjadi seorang pemimpin. Namun, karena posisinya saat ini sebagai putra mahkota, mulai hari ini, putra Mahkota tidak akan lagi menjadi kepala biro Yunguang. Untuk pemimpin biro Yunguang akan segera dibicarakan."


"Hamba Putra Mahkota Kekaisaran Shao, Pei Zhang Xi menerima keputusan Yang Mulia."


"Hidup Yang Mulia Kaisar. Hidup Yang Mulia Putra Mahkota."


Setela menyelesaikan masalah di kediaman Pei Qin Yang, rombongan Kaisar kembali ke istana tanpa menunggu proses pemakaman Zhu Man Xie yang diadakan segera setelah Kaisar pergi dari tempat itu.


*


*


~#Permaisuri Tidak Ingin Mati_149#~


Please like, share, vote and comment 😊