Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 303. Penculikan Pei Zhi Hui Part 2


Pei Zhong Min bersembunyi di balik tirai kamar mandi dan melihat sebuah nampan berisi aroma terapi di atas meja. Dengan sengaja, ia menjatuhkan nampan itu sehingga menimbulkan suara nyaring yang menyita perhatian di dalam ruangan yang sepi. Setelah menjatuhkan nampan itu, Pei Zhong Min kembali bersembunyi menunggu ikannya menangkap umpan.


"Suara apa itu?" Bibi pelayan bertanya pada Xiao Bei setelah mendengar suara nyaring dari bilik mandi.


"Sepertinya itu dari bilik mandi. Pasti seekor kucing yang masuk dan menjatuhkan sesuatu." Jawab Xiao Bei sambil menatap bilik mandi tidak jauh dari mereka. "Aku akan pergi melihatnya. Jangan sampai kucing liar itu merusakkan barang-barang nanti." Lanjutnya sambil berdiri dan berjalan langsung ke arah bilik mandi tanpa menunggu persetujuan.


Sampai di bilik mandi, Xiao Bei melihat aroma terapi yang tumpah berantakan di atas lantai. Xiao Bei bergegas masuk sambil menggerutu. Namun saat ia sedang membungkuk membereskan barang-barang yang berserakan di bawah lantai, belakang punggung nya dipukul oleh Pei Zhong Min hingga pingsan.


"Ah!" Xiao Bei berteriak singkat sebelum ia benar-benar tidak sadar.


Bibi pengasuh mendengar suara teriakan Xiao Bei pergi segera curiga. Ia segera memanggil Xiao Bei namun gadis pelayan itu tidak menjawab sama sekali. Bibi pengasuh segera berdiri dan masuk ke dalam bilik mandi untuk melihat Xiao Bei. Namun saat ia masuk ke dalam bilik mandi, ia melihat jika Xiao Bei diserang oleh seorang pria.


Pei Zhong Min melihat bibi pengasuh datang dan segera menghampirinya. Namun bibi pengasuh itu ternyata tidak mudah dikalahkan. Butuh beberapa waktu sampai Pei Zhong Min berhasil menendang perut bibi pengasuh hingga wanita itu terjatuh dan pingsan.


Setelah berhasil melumpuhkan Xiao Bei dan bibi pengasuh, Pei Zhong Min tidak membuang waktu dan segera keluar untuk mengambil Pei Zhi Hui yang sedang tidur. Pei Zhong Min memandang anak laki-laki yang sedang tidur itu sambil menyeringai puas. Penuh kebencian. Tunggu saja pembalasan darinya yang akan lebih menyakitkan dari pada mati. Agar anak itu tidak menangis saat ia bawa, Pei Zhong Min membius anak itu.


Setelah memastikan jika Pei Zhi Hui yang sudah ia bius tetap tidur meskipun ia sudah menggoncang nya berkali-kali, Pei Zhong Min segera mengambil kain yang ada di ruangan itu dan membungkus anak laki-laki itu dengan rapat sebelum ia membawanya dengan satu tangan dan keluar dari ruangan dengan hati-hati.


Pei Zhong Min tidak menyadari bahwa di salah saru sudut di ruangan itu, seorang wanita muda tengah memeluk anak kecil dengan erat. Wanita itu gemetar ketakutan setelah melihat apa yang terjadi. Wanita itu adalah Xia Xi Lin yang datang sesaat setelah bibi pengasuh masuk ke dalam bilik mandi. Wanita itu menyadari ada yang salah.


Lu Jing Yu dan Pei Zhong Min kembali setelah luka Lu Jing Yu diobati. Peperangan telah usai dengan kemenangan di pihak mereka. Baik di luar perbatasan maupun di ibukota, pasukan mereka berhasil mengalahkan pihak musuh. Pasukan musuh yang tersisa segera ditangkap dan ditahan di dalam penjara. Sedangkan mayat Long Wei Xuan, Pei Zhang Xi memerintahkan orang untuk mengirimnya ke Kekaisaran Zhao sebagai peringatan.


Setelah sampai di istana, keduanya langsung menuju ke istana selir Su untuk menemui Pei Zhi Hui. Bagaimanapun, setelah melalui bahaya, mereka hanya ingin melihat Pei Zhi Hui untuk mengobati semua luka. Namun betapa terkejutnya mereka saat melihat istana dalam keadaan kacau.


"Katakan apa yang terjadi?" Pei Zhang Xi menghentikan seorang penjaga yang sedang berjalan dengan terburu-buru bahkan sepertinya penjaga itu tidak melihat Pei Zhang Xi maupun Lu Jing Yu.


"Yang Mulia! Yang Mulia putra Mahkota... Pengeran... Pangeran kecil. Pangeran diculik." Jawab penjaga itu menjawab dengan terbata-bata.


"Apa?!" Pekik Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu secara bersamaan. Keduanya melebarkan mata tidak percaya.


"Katakan dengan jelas. Jangan macam-macam." Pei Zhang Xi memelototi penjaga itu dengan tajam.


"Ini Pangeran kecil. Pangeran kecil diculik dan sekarang semua orang diperintahkan untuk menangkap penculik yang diperkirakan belum pergi jauh." Jawab Penjaga itu dengan jelas.


"Baik. Aku mengerti. Lanjutkan tugas mu dengan baik." Pei Zhang Xi mengangguk paham. Ia telah memenangkan dirinya. Menoleh pada Lu Jing Yu yang terpaku di sampingnya.


"Yu'er, kita harus tenang. Dengan begitu kita bisa menyelamatkan Hui'er." Pei Zhang Xi menyentuh kedua bahu Lu Jing Yu dengan tangannya untuk menguatkannya. Matanya tampak tegar saat menatap mata Lu Jing Yu yang tampak kosong.


"Semua ini salahku hingga Hui'er diculik. Jika aku tidak keras kepala dan berpikir jika aku bisa mengatasinya sendiri, Hui'er pasti masih berada di sisi kita." Ucap Lu Jing Yu lirih. Nada bicaranya penuh dengan penyesalan. Semua ini memang kesalahannya.


"Tidak. Ini bukan salahmu. Berhentilah menyalahkan diri sendiri. Meskipun kita berada di sisinya, juga bukannya tidak mungkin kejadian ini terjadi. Jadi jangan pernah menyalahkan dirimu seperti ini, oke?" Pei Zhang Xi menatap mata Lu Jing Yu dalam. Ia tidak mengerti kenapa sejak tadi, Lu Jing Yu selalu saja menyalahkan dirinya yang keras kepala. Namun melihat wajah Lu Jing Yu yang terlihat sangat sedih, ia merasa hatinya sangat sakit.


"Lebih baik kita pergi ke istana ibu untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Siapa tahu ada petunjuk siapa yang telah menculik Hui'er. Itu lebih baik daripada terus menyalahkan diri sendiri seperti ini." Lanjut Pei Zhang Xi saat ia melihat jika Lu Jing Yu masih larut dalam rasa bersalahnya yang dalam.


Istana Selir Su bahkan lebih kacau lagi. Tangisan selir Su sudah terdengar bahkan sesaat setelah Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu memasuki pintu gerbang. Penjaga dan pelayan di tempat ini juga lebih banyak yang berkeliaran. Mereka mencari di setiap sudut dan semak-semak. Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu segera masuk untuk menemui Selir Su yang sedang ditenangkan oleh Kaisar Pei An Long. Paduka Kaisar dan ratu Zhu juga berada di tempat itu. Mereka semua datang setelah mendengar kabar hilangnya Pei Zhi Hui. Satu-satunya cucu laki-laki yang lahir di istana.


Melihat Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu yang memasuki ruangan. Semua orang menoleh dengan tatapan yang rumit. Selir Su yang sedang ditenangkan mendorong kaisar Pei An Long dan berlari menghampiri anak dan menantunya. Tanpa ada yang menduga sebelumnya, Selir Su tiba-tiba berlutut di depan Lu Jing Yu.


"Ini salahku. Ini salahku hingga Hui'er hilang dari pengawasanku. Hukumlah aku. Aku rela melakukan apapun untuk menebus kesalahan ku." Ucap Selir Su berbicara sambil membenturkan kepalanya pada lantai.


"Ibu. Ibu bangunlah ibu. Jangan seperti ini. Ini bukan salah ibu. Tolong jangan menyalahkan diri ibu seperti ini." Lu Jing Yu membantu Selir Su bangun dengan susah payah karena ibu mertuanya itu tidak mau bangun sama sekali. Pei Zhang Xi bahkan ikut membantu untuk mengangkat ibunya.


"Tidak Yu'er. Ini salahku. Jika aku tidak pergi ke aula leluhur dan meninggalkan Hui'er dengan para pelayan, Hui'er tidak akan diculik." Selir Su tidak berhenti menangis sama sekali.


"Ibu, tolong katakan bagaimana kejadiannya agar kami bisa mencari putra kami." Pei Zhang Xi membantu Selir Su duduk dan bertanya dengan tenang.


*


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_303🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


***


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Sembilan🍃...


...🌸Pada malam ke Sembilan, seolah-olah dia beribadah kepada Allah Ta'ala seperti ibadahnya Nabi Muhammad SAW🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...