
Merasakan keamanan yang menyelimuti, Lu Jing Yu tidak menahan lagi tangis ketidakberdayaan yang sejak tadi ia pendam sendiri. Ia menumpahkan keluh kesahnya pada Pei Zhang Xi yang dengan sabar menepuk punggungnya dengan lembut.
"Sudah. Sudah. Jangan menangis lagi. Bukankah sekarang sudah aman?" Ucap Pei Zhang Xi pelan sambil mengusap kepalanya.
"Aku sangat takut Yang Mulia. Mereka sangat banyak. Mereka memegang pedang mereka. Mereka... Mereka... Hiks hiks hiks." Lu Jing Yu tidak dapat menyelesaikan kalimatnya dan menangis. Seluruh kalimatnya tercekat di tenggorokan.
"Tidak apa. Aku di sini sekarang. Tidak ada yang akan menyakitimu lagi. Hm?" Pei Zhang Xi berusaha menghibur Lu Jing Yu, namun wanita itu masih tidak berhenti menangis.
"Hei, bukankah Yu'er ku yang memimpin semua pasukan kita dengan gagah berani? Kemana perginya dia tadi? Kenapa dia jadi berubah cengeng dan menjadi anak kecil heum?"
Mendengar ucapan Pei Zhang Xi, Lu Jing Yu tidak bisa tidak merasa malu. Bagaiaman dia bisa menangis dengan begitu menyedihkan setelah semuanya di hadapan semua orang? Ini memalukan. Tetapi dia tidak terus larut dalam perasaanya dan segera mengingat hal yang sangat penting setelah ia sadar dari ketakutannya.
"Yang Mulia, bagaimana keadaan saat ini?" Tanya Lu Jing Yu dengan serius. Matanya mulai menjelajah ke sekitar dan menemukan bahwa pasukan musuh telah berhasil dilumpuhkan.
"Ini semua berkat kamu. Jika bukan karena semua hal ini, ibukota mungkin sudah jatuh ke tangan musuh dan memaksa Kekaisaran Shao ini untuk takluk pada Kekaisaran Zhao." Puji Pei Zhang Xi dengan tulus.
"Yang Mulia salah. Semua ini berkat semua orang yang telah mempercayai aku meskipun mereka semua sebetulnya tidak yakin. Namun mereka masih memilih percaya dan membantu ku melakukan hal-hal yang mungkin terlihat aneh." Jawab Lu Jing Yu. Ia tidak berani menerima pujian seorang diri. Jika tidak ada orang-orang yang bersedia membantunya, semua ide yang ada di dalam kepalanya hanya akan menjadi angan-angan saja.
"Tapi Yang Mulia Putra Mahkota memang benar. Jika Yang Mulia Putri Mahkota tidak datang dengan ide dan membuat kamu semua percaya, Kekaisaran Shao saat ini pasti telah tiada." Jenderal Qin yang merupakan salah pemimpin pasukan bantuan dari seorang menteri berbicara menuju Lu Jing Yu dengan tulus.
"Benar. Pasukan musuh sangat lah besar dan pasukan kamu bahkan tidak sampai seperempat dari mereka. Namun pada akhirnya, dengan pasukan yang sangat kecil itu dapat mempertahankan ibukota sampai begitu lama adalah pencapaian yang hebat." Puji jenderal lainnya. Para jenderal ini sebelumnya akan meremehkan kekuatan para wanita yang sangat terbatas. Namun ketika mereka melihat bagaimana Lu Jing Yu membawa mereka mengalahkan musuh, mereka benar-benar membuka mata mereka.
"Sudahlah. Yang terpenting saat ini adalah semuanya telah selesai. Pauskan musuh juga dapat dikalahkan." Pei Zhang Xi memandang Lu Jing Yu penuh arti. Lalu kembali teringat bahwa luka di pipi dan tubuh Lu Jing Yu belum diobati sama sekali.
"Kalian semua bereskan semua kekacauan. Aku akan membawa Putri Mahkota untuk mengobati dirinya." Pei Zhang Xi memberi isyarat pada Pengawal Lin Dan yang lainnya yang segera mengangguk mengakui perintah.
Di bawah tatapan mata semua orang, Pei Zhang Xi menggendong Lu Jing Yu dengan mudah dan membawanya masuk ke dalam ruangan utama gerbang kota untuk diobati.
Selain para prajurit, Tabib adalah orang yang akan selalu ada dalam setiap peperangan. Namun untuk merawat anggota keluarga kerajaan, tidak sembarang tabib dapat melakukan nya. Tabib Fang, segera dipanggil untuk mengobati Lu Jing Yu.
Di sisi lain, di dalam istana Selir Su, Selir Su sibuk berdoa di dalam kuil dan membiarkan pelayan menjaga Pei Zhi Hui sementara waktu. Pei Zhi Hui adalah anak yang aktif yang tidak bisa diam. Bibi pelayan membawanya ke taman untuk bermain. Namun mereka tidak menyadari bahwa ada seorang pria yang telah menargetkan anak yang sedang berada di dalam penjagaan mereka.
Anak itu, Pei Zhi Hui memakai pakaian berwarna kuning hari ini. Kakinya yang kecil melangkah dengan perlahan saat ia mengejar para pelayan di sekitar nya. Namun karena mereka berada cukup jauh, Pei Zhong Min tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Namun melihat dia berada di dalam istana selir Su dan dijaga dengan begitu ketat, itu pasti memang Pei Zhi Hui, putra Pei Zhang Xi yang dia benci.
"Aduh! Perutku sakit sekali. Aku harus pergi ke kamar mandi sekarang." Teriak seorang penjaga yang sedang berpatroli dengan penjaga yang lain. Tepat pada saat itu, Pei Zhong Min sedang berjalan seorang diri dan segera dipanggil.
"Eh kamu berhenti di sana!" Teriak penjaga itu melihat Pei Zhong Min yang berjalan sendirian dengan tergesa-gesa. Pei Zhong Min tidak menyangka dia akan dipanggil dan khawatir jika seseorang mengenalinya.
"Hei! Apakah kamu tidak punya telinga heh!?" Teriak penjaga itu sekali lagi dengan marah. Apakah ia harus menjemputnya baru ia akan datang saat dipanggil?
"Ma-maaf. Aku tadi tidak melihat kalian karena terlalu terburu-buru." Jawab Pei Zhong Min sealami mungkin. Ia tidak bisa membiarkan orang mengetahui identitasnya saat ini.
"Ada apa kamu terburu-buru?"
"Yang Mulia Kaisar memiliki pesan untuk disampaikan pada Selir Su. Jadi aku harus bergegas pergi." Pei Zhong Min menemukan alasan yang bagus dengan cepat. Dengan menggunakan alasan ini, ia tidak hanya selamat dari pengecekan juga berhasil masuk ke dalam istana selir Su dengan tanpa hambatan. Sepertinya hari ini adalah hari keberuntungannya. Dewa bahkan membiakkan jalan untuk nya.
"Oh seperti itu. Kalau begitu kami tidak akan menundamu lagi. Cepat masuk dan sampaikan pesan Yang Mulia pada Selir Su."
Pei Zhong Min tidak menjawab lagi melainkan hanya mengangguk ringan sebelum ia bergegas masuk ke melewati gerbang istan selir Su dengan mudah.
Setelah sampai di dalam istana selir Su, Pei Zhong Min tidak menuju bangunan utama untuk menemui Selir Su melainkan pergi ke taman yang ada di samping bangunan utama karena ia melihat Pei Zhi Hui berada di sana terakhir kali.
Mendengar suara tawa anak kecil dan para gadis yang bahagia, Pei Zhong Min bersembunyi di balik dinding dan memperhatikan sekeliling. Pei Zhong Min menyadari bahwa pengamanan di dalam istana Su sangat lah ketat hari ini. Para penjaga berseliweran di beberapa tempat bahkan di tempat yang terpencil. Mungkin menculik Pei Zhi Hui saat ini pasti adalah sesuatu yang sangat sulit, tetapi para penjaga rendahan itu tidak akan dapat menahan nya apalagi menghalangi niatnya.
Perlahan, hari beranjak siang dan alarm alami anak-anak untuk segera pergi tidur. Melihat Pei Zhi Hui menguap beberapa kali, bibi pelayan segera membawa Pei Zhi Hui ke dalam kamar di samping bangunan utama untuk ditidurkan. Mengerti jika pangeran kecil akan pergi tidur, satu persatu pelayan dan penjaga kekaisaran menjauh dari ruangan dimana Pei Zhi Hui pergi tidur karena takut akan mengganggu tidur anak laki-laki itu.
Pei Zhi Hui sudah lelah dan mengantuk setelah ia bersenang-senang seharian dan segera tidur setelah kepalanya menyentuh bantal yang lembut dan hangat. Setelah melihat Pei Zhi Hui yang sudah tertidur nyenyak, bibi pelayan segera bergabung dengan Xiao Bei yang juga berada di dalam ruangan dan sedang menyulam di meja tidak jauh dari ranjang Pei Zhi Hui. Namun ketiganya sama sekali tidak menyadari bahwa mereka telah diintai sejak awal. Pei Zhong Min secara alami mengetahui pada saat ini lah kesempatan yang paling tepat untuk menculik anak kecil itu.
Saat ini, penghalang untuk melancarkan aksinya adalah adanya dua orang pelayan yang menjaga Pei Zhi Hui. Tetapi bagi Pei Zhong Min, keduanya tidaklah menjadi masalah sama sekali. Demi menghindari keributan dan kecurigaan, Pei Zhong Min harus melakukan nya dengan sangat teliti dan juga tenang.
Pei Zhong Min bersembunyi di balik tirai kamar mandi dan melihat sebuah nampan berisi aroma terapi di atas meja. Dengan sengaja, ia menjatuhkan nampan itu sehingga menimbulkan suara nyaring yang menyita perhatian di dalam ruangan yang sepi. Setelah menjatuhkan nampan itu, Pei Zhong Min kembali bersembunyi menunggu ikannya menangkap umpan.
"Suara apa itu?" Bibi pelayan bertanya pada Xiao Bei setelah mendengar suara nyaring dari bilik mandi.
"Sepertinya itu dari bilik mandi. Pasti seekor kucing yang masuk dan menjatuhkan sesuatu." Jawab Xiao Bei sambil menatap bilik mandi tidak jauh dari mereka. "Aku akan pergi melihatnya. Jangan sampai kucing liar itu merusakkan barang-barang nanti." Lanjutnya sambil berdiri dan berjalan langsung ke arah bilik mandi tanpa menunggu persetujuan.
Sampai di bilik mandi, Xiao Bei melihat aroma terapi yang tumpah berantakan di atas lantai. Xiao Bei bergegas masuk sambil menggerutu. Namun saat ia sedang membungkuk membereskan barang-barang yang berserakan di bawah lantai, belakang punggung nya dipukul oleh Pei Zhong Min hingga pingsan.
"Ah!" Xiao Bei berteriak singkat sebelum ia benar-benar tidak sadar.
Bibi pengasuh mendengar suara teriakan Xiao Bei pergi segera curiga. Ia segera memanggil Xiao Bei namun gadis pelayan itu tidak menjawab sama sekali. Bibi pengasuh segera berdiri dan masuk ke dalam bilik mandi untuk melihat Xiao Bei. Namun saat ia masuk ke dalam bilik mandi, ia melihat jika Xiao Bei diserang oleh seorang pria.
Pei Zhong Min melihat bibi pengasuh datang dan segera menghampirinya. Namun bibi pengasuh itu ternyata tidak mudah dikalahkan. Butuh beberapa waktu sampai Pei Zhong Min berhasil menendang perut bibi pengasuh hingga wanita itu terjatuh dan pingsan.
Setelah berhasil melumpuhkan Xiao Bei dan bibi pengasuh, Pei Zhong Min tidak membuang waktu dan segera keluar untuk mengambil Pei Zhi Hui yang sedang tidur. Pei Zhong Min memandang anak laki-laki yang sedang tidur itu sambil menyeringai puas. Penuh kebencian. Tunggu saja pembalasan darinya yang akan lebih menyakitkan dari pada mati. Agar anak itu tidak menangis saat ia bawa, Pei Zhong Min membius anak itu.
*
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_302🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
***
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Sembilan🍃...
...🌸Pada malam ke Sembilan, seolah-olah dia beribadah kepada Allah Ta'ala seperti ibadahnya Nabi Muhammad SAW🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...