
Sudah satu bulan keadaan di istana menjadi sangat suram. Itu karena kesehatan Ibu Suri yang memburuk dari waktu ke waktu. Perut Ibu Suri membesar seperti wanita hamil yang tidak diketahui karena apa. Sebelum perutnya membesar, dalam beberapa bulan terakhir IBU suri sering mengalami sesak napas parah di malam hari. Rumor yang beredar di dalam istana di antara para pelayan adalah bahwa ibu suri telah diserang dengan menggunakan ilmu hitam.
Keadaannya semakin menurun dalam seminggu ini. Kesadaran ibu suri sudah hampir tidak dapat dipertahankan dan tabib mengatakan bahwa tidak ada harapan bagi ibu suri untuk bertahan lebih dari satu bulan. Hal ini membuat semua orang di istana bersedih. Terutama Kaisar Pei An Long.
Hari ini Kaisar Pei An Long memanggil semua putra dan menantunya untuk datang menemui Ibu Suri. Berharap ibu Suri akan memiliki harapan untuk hidup setelah melihat cucunya berkumpul.
Pei Zang Xi datang bersama dengan Lu Jing Yu. Pei Zang Xi menuntun Lu Jing Yu dengan hati-hati. Saat mereka datang, para pangeran kecuali Pei Zhong Min sudah berkumpul. Bahkan Pei Qin Yang dan Zhu Man Xie juga sudah datang.
"Para Raja yang lain sudah datang sejak tadi. Kenapa Raja Rui baru saja datang? Apa karena Permaisuri Rui sedang hamil dan berharap diistimewakan? Permaisuri Xuan juga sedang hamil saat ini dan dia bahkan datang lebih awal dari siapapun. Dia memang seorang menantu yang berbakti." Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu mendapat sambutan sarkastis dari Istri Pei Zhong Min yang sudah lama tidak menyukai Pasangan itu.
Namun sayangnya provokasi kecil seperti itu tidak akan mempan untukembuat masalah bagi pasangan itu. Keduanya mengacuhkannya dan berjalan maju untuk menunggu giliran menemui Ibu Suri.
"Kakek." Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu menyapa Pensiunan Kaisar yang duduk dengan tenang di depan kamar Ibu Suri.
"Hem. Kalian sudah datang?"
"Ya. Terjadi masalah mendesak di Biro Yunguang yang harus segera aku atasi tepat sebelum kami berangkat. Jadi mohon maaf jika kami terlambat datang." Pei ZHANG Xi tidak berbohong.
Kasus pembunuhan berantai itu akhirnya selesai diperiksa dan akhirnya menemukan titik terang penyebab kematian para pelayan dan Shi Wen Hua yang memang saling berhubungan. Masalah ini telah menyita banyak waktu dan tenaganya. Demi mengungkapkan masalah ini, ia harus rela pergi ketika pagi-pagi sekali bahkan seringkali sebelum Lu Jing Yu bangun dan baru bisa kembali setelah larut malam.
Pagi ini ketika ia akan berangkat ke istana, pejabat dari biro Yunguang dari bagian investigasi akhirnya menemukan persamaan antara para pelayan dan meminta Pei Zhang Xi untuk segera datang dan melihatnya. Itulah kenapa ia menunda keberangkatannya ke istana dan pergi ke biro Yunguang terlebih dahulu.
"Tidak apa-apa. Kalian sudah datang juga sudah lebih dari cukup. Masuklah sekarang. Wanita tua itu pasti akan senang melihat kalian datang." Pensiunan Kaisar menghela napas saat memandang pasangan itu. Lalu ia memerintahkan Kasim untuk membawa keduanya untuk masuk.
Di atas ranjang yang lembut, tubuh tua yang terlihat jauh lebih tua sejak terakhir kali Lu Jing Yu dan Pei Zhang Xi bertemu dengan wanita tua itu. Tubuhnya yang biasanya tampak tegak hari ini terlihat lemah dan tak berdaya. Tulang-tulangnya seolah dapat terlihat di balik kulitnya yang keriput. Matanya yang cekung berbanding terbalik dengan perutnya yang membuncit sebesar seorang wanita yang sedang hamil tujuh bulan.
"Kalian datang." Suara lemah ibu suri terdengar. Tangannya bergerak meminta pelayan untuk membantunya duduk. Namun dengan sigap Pei Zhang Xi yang sejak tadi memegang Lu Jing Yu dengan cepat melupakan istrinya untuk menghentikan usaha keras ibu suri yang ingin bangun. Lu Jing Yu yang tiba-tiba dilepaskan juga tidak masalah. Lagipula ia bisa berjalan sendiri tanpa bantuan siapapun.
"Nenek berbaring saja. Kesehatan nenek masih buruk." Ucap Pei Zhang Xi. Tabib yang dari awal sigap berjaga di sisi ibu Suri juga sudah takut saat melihat ibu Suri hendak bangun. Untung saja Pei Zhang Xi menghalanginya.
"Aku sudah tua. Melihat cucu-cucuku tumbuh dewasa dan memiliki kehidupan yang baik sudah cukup bagiku. Jika aku harus pergi sekarang aku juga sudah siap."
"Nenek tidak boleh berkata seperti itu. Nenek belum melihat cicit nenek dariku. Apa nenek rela untuk meninggalkannya?"
Mata Ibu Suri bersinar saat ia mengulurkan tangannya untuk mengelus perut buncit Lu Jing Yu yang sudah memasuki bulan kesembilan.
"Bayinya bergerak." Senyum samar Ibu Suri membingkai wajahnya yang tanpa daya. Jejak semangat langsung trimakasih dari matanya yang berkilau.
"Dia mengetahui jika nenek buyutnya yang ingin bertemu dan akhirnya berinisiatif menyapa nenek buyutnya." Ibu Suri tidak mengatakan apapun. Ia masih mengelus perut Lu Jing Yu yang hari ini bergerak dengan sangat aktif. Apalagi usia kandungan yang memasuki usia sembilan bulan akan memperlihatkan gerakan yang sangat kuat.
"Tabib bilang nenek tidak mau meminum obat. Kenapa nenek menjadi pemberontak begini?"
"Obatnya sangat pahit. Entah terbuat dari apa obat itu hingga menjadi sangat pahit. Nenek tidak mau."
"Jika nenek tidak minum obat dengan benar bagaimana bisa nenek sembuh. Apa nenek mau saat buyut nenek lahir ke dunia ini nenek buyutnya malah pergi?"
"Kalau aku meminum obat dengan teratur, apa kalian bisa berjanji untuk sering-sering mengunjungiku?"
"Tentu saja nenek. Aku berjanji jika nenek mau meminum obatnya, kami akan berusaha untuk sering mengunjungi nenek."
"Baiklah kalau begitu. Tabib berikan obatnya. Aku akan meminumnya sekarang juga." Ibu Suri melambaikan tangannya memberi isyarat pada tabib istana.
"Baik Ibu Suri." Tabib itu mengangguk sebelum ia mengambil mangkuk berisi ramuan yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Tabib istana memberikan nampan berisi mangkuk obat beserta dengan manisan jujube sebagai penawar dari rasa pahit obatnya. Lu Jing Yu menyingkir untuk memberi jalan bagi pelayan untuk memberikan obat pada ibu suri.
"Tunggu! Jangan diminum!" Mangkuk berisi obat itu jatuh berantakan di atas lantai setelah Lu Jing Yu dengan keras mendorongnya. Semua orang di dalam ruangan sangat terkejut dan syok. Mau apa sebenarnya wanita ini?
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_122♡
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..