Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 276. Xia Yuan An


Meja kayu Kaisar yang mewah yang biasanya berada di tengah ruangan saat ini telah digeser ke samping dan digantikan dengan meja kayu besar dengan miniatur wilayah kekaisaran Shao yang terlihat dengan jelas.


Tampak di luar perbatasan, pasukan musuh yang diwakili dengan beberapa patung kuda kecil, beberapa patung prajurit yang hanya berbentuk segitiga diletakkan secara teratur seperti penampakan yang sebenarnya di lapangan. Segitiga-segitiga ini memiliki beberapa warna yang berbeda sesuai dengan senjata yang mereka pergunakan selama perang.


Di dalam sebuah pasukan, akan ada pembagian pasukan menjadi beberapa bagian menurut senjata dan tugas mereka. Pasukan berkuda dengan menggunakan pedang menggunakan patung kuda berwarna coklat sedangkan pasukan berkuda yang menggunakan panah menggunakan patung kuda berwarna biru tua.


Banyaknya patung dan besar kecilnya ukuran Patung yang Dipasang juga mewakili jumlah pasukan itu sendiri. Biasanya, setiap satu patung baik patung kuda maupun segitiga mewakili seribu pasukan untuk patung berukuran besar dan seratus pasukan yang diwakili oleh satu buah patung kecil. Aturan berlaku pada warna segitiga yang ada. Warna Coklat mewakili pedang, warna biru mewakili panah. Selain itu ada juga patung dengan warna hijau yang menandakan jika mereka adalah tabib.


Di atas tembok perbatasan yang angkuh, beberapa segitiga kecil ditempatkan di sana. Sedangkan di balik tembok perbatasan, beberapa segitiga besar berjajar dengan rapi. Mereka terlihat jika mereka akan langsung berlari ketika mendapatkan sebuah perintah ssja. Beberapa segitiga lainnya berada di beberapa tempat yang diberi nama di dalam miniatur yang merupakan banyaknya pasukan yang berada di bawah pengawasan seseorang.


"Pasukan musuh memiliki jumlah yang sangat besar. Takutnya bahkan jika kita mengerahkan semua pasukan yang ada di Kekaisaran, mereka masih tidak dapat mengimbangi tentara musuh." Jenderal Yuan berbicara setelah ia selesai menganalisis kedaan.


"Tapi menurutku kita tidak bisa mengerahkan semua pasukan ke sana atau istana akan kosong. Dengan istana kosong akan memberikan kesempatan emas untuk para pemberontak untuk beraksi." Pei Qin Yang memberikan pendapatnya.


"Hamba setuju dengan perkataan Raja Yuan. Ibukota tidak boleh kosong sama sekali. Keamanan ibukota harus kita prioritaskan terlebih dahulu."


"Namun bagaimana kita bisa mensiasati menang dengan hanya menggunakan pasukan kecil?" Jenderal Lie mengangguk kan kepalanya.


"Aku tahu." Pei Zhang Xi meletakan beberapa segitiga berwarna biru tua yang melambangkan pasukan dengan panah ke atas tembok perbatasan. Menandakan jika ia mengusulkan untuk menempatkan para pemanah di atas tembok.


"Itu bisa dilakukan. Tapi untuk setidaknya dapat melumpuhkan sepertiga pasukan mereka, pasukan besar pemanah akan dibutuhkan karena sebuah panah saja kemungkinan besar tidak dapat membunuh seorang prajurit secara langsung."


"Hamba tahu. Bagaimana jika kita meminta bantuan dari seseorang yang dapat membuat sejenis racun yang dapat membantu kita merobihkan pasukan lawan. Dan aku tahu siapa yang bisa membantu kita." Jenderal Yuan berkata dengan senyum misterius di bibirnya.


"Siapa?"


Jenderal Yuan tidak langsung menjawab tetapi meminta izin untuk undur diri dan memanggil orang yang dia maksudkan.


Berdiri dengan menundukkan kepalanya, Xia Yuan An memberi hormat pada Kaisar Pei An Long dan yang lainnya. Xia Yuan An masih memakai pakaian seragam prajurit sampai saat ini. Sejak kejadian memilukan yang ia alami yang merenggut nyawa adik dan juga telah merenggut kehormatannya dalam waktu yang bersamaan, Xia Yuan An memilih untuk membuang masa lalunya. Karena itulah ia memilih untuk menyamar menjadi seorang pria dan memakai nama adiknya, Xia Chen. Hanya jenderal Yuan yang telah menolongnya saat itu lah yang mengetahui identitas aslinya.


"Hamba Xia Chen siap menjalankan tugas. Meskipun hamba hanya mengerti beberapa jenis racun saja, namun hamba mengetahui jenis racun yang sesuai digunakan pada saat perang. Racun jenis ini memiliki resep yang termasuk sangat umum dan murah namun mengenai keampuhan nya tidak perlu diragukan lagi." Xia Yuan An mengangkat wajahnya ketika ia menjelaskan. Matanya yang tampak tegas menjelaskan bahwa rasa percaya dirinya cukup tinggi. Membuat semua orang di dalam ruangan tanpa sadar percaya pada apa yang dikatakannya.


"Baiklah. Karena Jenderal Yuan sepertinya sangat percaya pada kemampuanmu, aku juga akan percaya padamu. Tapi sebelumnya katakan bagaimana racun ini bekerja nantinya?" Pei Zhang Xi mengangguk paham sebelum ia berkata pada Xia Yuan An.


"Racun yang berbahan herbal berbentuk pasta dan dilumuri pada ujung panah. Seorang prajurit bahkan kuda yang terkena racun ini meskipun hanya sedikit akan mengalami mati rasa karena racun ini menyerang sendi. Efek racun ini meskipun tidak berbahaya sampai merenggut nyawa namun racun ini dapat menahan para prajurit ini di dalam medan perang." Jelas Xia Yuan An dengan jelas.


"Bagus. Ha-ha-ha-ha. Bagus sekali. Dengan cara ini meskipun pasukan kita sedikit, kita akan dapat menang dengan mudah. Prajurit Xia, pada perang kali ini tugasmu adalah memastikan racun tersedia dalam jumlah banyak. Kamu tidak perlu ikut perang di Medan perang secara langsung. Dan setelah perang ini selesai nantinya, aku secara pribadi akan meningkatkan pangkatmu." Kaisar Pei An Long tertawa senang mendengar penjelasan Xia Yuan An.


"Terima Kasih Yang Mulia. Hamba sangat beruntung dapat bekerja untuk Kekaisaran Shao dan khususnya Yang Mulia."


"Baik baik. Kalau begitu lakukan saja seperti yang kuta rencanakan. Semua orang segera mengerjakan bagian tugas masing-masing." Kaisar Pei An Long memberi perintah. Pasukan musuh sudah semakin mendekat ke Kekaisaran Shao. Mereka tidak bisa mengukur waktu lebih lama lagi.


*


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_276🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


***