Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
47. Hadiah Dari Warga Desa Luhao


Pei Zhang Xi menikmati waktunya berdua bersama Lu Jing Yu Di dalam kereta. Meskipun Lu Jing Yu masih mengabaikannya, tidak masalah selama ia tidak diusir keluar dari kereta. Pei Zhang Xi baru akan memindahkan tangannya saat kereta tiba-tiba berhenti mendadak dan lengannya tanpa sengaja menabrak dinding kereta. Menyebabkannya meringis.


"Apa yang Mulia baik-baik saja? Lukanya tidak sampai terbuka lagi kan?" Tanya Lu Jing Yu cemas.ia segera melihat kondisi tangan Pei Zhang Xi dan bernapas lega saat melihatnya tampak baik-baik saja.


"Tidak masalah. Ini hanya luka kecil saja." Pei Zhang Xi  melihat rasa cemas pada Lu Jing Yu dan tersenyum senang. Ini artinya Lu Jing Yu masih peduli padanya.


"Ada apa? Kenapa tiba-tiba berhenti?" Pei Zhang Xi duduk dan bertanya pada Mo Han yang menjadi kusir keretanya.


"Maaf yang Mulia. Kereta Di depan sepertinya diberhentikan oleh warga desa. Hamba akan segera mencari tahu" Mo Han segera menjawab sebelum ia turun dan menghampiri kerumunan.


"Warga desa? Apakah itu desa Luhao? Bukankah itu desa terakhir kali?" Lu Jing Yu membuka tirai dan melihat bahwa mereka memang benar adalah warga desa Luhao tapi ada beberapa orang asing yang tidak dikenali Lu Jing Yu. Kenapa mereka menghentikan mereka? Apakah ada masalah lagi di desa ini?


"Kenapa kalian menghalangi jalan?" Mo Han bertanya pada kerumunan.


"Mohon maaf tuan. Apakah ini adalah rombongan dari kamp militer yang akan kembali ke ibukota?" Kepala desa bertanya dengan sopan.


"Benar. Ada apa?"


"Kami ingin mencari tuan Muda Yu. Kami ingin berterima kasih karena atas bantuannya desa kami menjadi lebih aman dan para bandit gunung tidak lagi berani menyerang kami. Selain itu, kami juga telah menyebarkan cara yang disarankan oleh tuan Muda Yu pada desa-desa sekitar. Mereka pun datang dan ingin berterima kasih secara langsung."


"Tuan Muda Yu? Maaf. Tapi ini adalah rombongan Raja Rui dan permaisuri. Tidak ada yang namanya Tuan Muda Yu di sini."


"Maaf membuat kalian salah paham." Suara wanita namun sedikit akrab terdengar dari arah kereta di belakang. Semua orang menoleh dan melihat Lu Jing Yu yang turun dari kereta bersama dengan Pei Zhang Xi. Lalu Wei Qian Nian juga turun dari keretanya untuk melihat situasi.


"Hormat Raja Rui." Seru kepala desa Luhao diikuti semua orang.


"Apakah anda adalah tuan muda Yu?" Kepala desa Luhao tidak bodoh. Meskipun penampilan mereka sangat berbeda tetapi masih bisa melihat kemiripannya.


"Iya. Itu benar. Maaf atas kesalahpahaman ini. Saya sebenarnya adalah seorang wanita. Nama saya adalah Lu Jing Yu."


"Hormat pada Permaisuri Rui. Maafkan kami tidak mengenali anda sebelumnya Yang Mulia." Semua orang mengenali Lu Jing Yu dan segera memberi hormat.


"Tidak perlu seperti itu. Ini semua adalah salahku karena aku telah berbohong pada kalian. Aku datang ke perbatasan dengan menyamar menjadi tuan Muda Yu dan telah membohongi kalian semua. Karena itu, akulah yang harusnya meminta maaf pada kalian semua."


"Yang Mulia tidak pantas meminta maaf pada kami. Kami semua mengerti. Justru kami sangat mengagumi Yang Mulia permaisuri karena telah datang ke tempat yang berbahaya seperti perbatasan yang sedang berperang untuk membantu Yang Mulia Raja Rui. Bahkan masih bisa membantu menyelesaikan masalah kami semua di sini. Atas nama warga desa Luhao dan desa-desa sekitar, kami ingin memberikan hadiah ucapan terima kasih pada Yang Mulia Permaisuri." Kepala desa memberi isyarat pada semua orang untuk mengeluarkan hadiah yang telah mereka siapkan.


"Mayoritas dari kami adalah petani dan peternak. Sehingga kami hanya bisa menyiapkan semua ini sebagai hadiah. Mohon Yang Mulia Permaisuri menerimanya. Jika kami tahu sebelumnya jika itu adalah permaisuri, kami akan menyiapkan hadiah yang lain." Kepala desa sedikit malu melihat tumpukan sayur dan juga beberapa ekor ternak yang mereka siapkan dengan hati-hati. Semua ini mereka meriahnya secara tulus dan penuh kasih. Tapi, apakah semua benda-benda ini layak untuk seorang Permaisuri?


"Sungguh merepotkan kalian. Aku hanya kebetulan lewat dan mengerti bagaimana mengatasi masalah kalian. Aku sangat senang dengan semua hadiah yang kalian berikan ini. Tetapi desa kalian baru saja pulih. Aku tidak bisa mengambil terlalu banyak. Karena itu aku akan mengambil sebagian dan kalian bisa menggunakan sebagian lagi untuk kebutuhan kalian. Aku harap kalian tidak salah sangka padaku." Lu Jing Yu sangat menyukai hadiah-hadiah ini meskipun semuanya adalah benda sederhana.


"Tidak Yang Mulia. Kami tidak berani. Yang Mulia Permaisuri sangat bijaksana dan memperhatikan kami. Atas kemurahan hati Yang Mulia, kami ucapkan terima kasih."


"Aku juga berterima kasih atas semua hadiahnya. Aku sangat menyukainya."


"Untuk binatang ternak, aku rasa aku tidak bisa menerimanya. Kalian lebih membutuhkannya di sini. Lagipula Jika aku membawanya juga terlalu repot. Kalau boleh, apakah aku bisa membawa anak anjing ini sebagai perwakilan dari semuanya?" Lu Jing Yu mengambil seekor anak anjing yang juga disiapkan oleh warga desa.


"Tentu saja tidak maslaah Permaisuri."


"Baiklah. Semua hadiah sudah aku terima. Aku ucapkan terima kasih pada semuanya. Kalau begitu kami pamit dulu."


"Baik Permaisuri. Jika Permaisuri berkenan, Kami akan sangat senang jika permaisuri akan berkunjung ke desa kami lagi lain kali."


"Terima kasih kepala desa." Lu Jing Yu menganggukkan kepalanya sebelum ia pergi dengan anak anjing di tangannya dan masuk kembali ke dalam kereta bersama dengan Pei Zhang Xi.


"Sepertinya penggemarmu lebih banyak dari pada penggemarku." Pei Zhang Xi melirik tidak senang pada anak anjing di pangkuan Lu Jing Yu.


"Kenapa? Apa anda cemburu Yang Mulia?"


"Iya aku cemburu. Singkirkan anak anjing bau itu!" Tangan Pei Zhang Xi dipukul saat ia merentangkan tangannya untuk menjangkau anak anjing berwarna hitam putih di pangkuan Lu Jing Yu.


"Jangan macam-macam Yang Mulia. Ini adalah hadiahku. Jangan mengganggunya." Sinis Lu Jing Yu menatap Pei Zhang Xi memperingatkan.


"Tapi itu adalah tempatku. Mana bisa anjing bau itu menempatinya?"


"Sejak kapan ini menjadi tempat yang Mulia?"


"...."


Kedua orang di dalam kereta masih berdebat masalah anjing kecil yang menatap keduanya dengan heran. Mereka tidak tahu bahwa popularitas Lu Jing Yu sebagai penyelamat desa Luhao dan sekitarnya telah menyebar hingga sampai di ibukota.


Semua orang di ibukota terlalu akrab dengan karakter Lu Jing Yu yang tidak bisa melakukan apapun selain membuat ulah. pada akhirnya mereka semua tidak percaya pada kabar yang beredar. Bagaimana bisa gadis tidak berguna mampu menyelamatkan desa dari para bandit gunung yang terkenal?


~○○○~


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_47♡


*


*


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .