
Lu Jing Yu kembali dengan hati yang buruk. a. Xiao Bei dan Chu Fei mengikuti Lu Jing Yu sejak awal dan mengatahui jika suasana hati Lu Jing Yu sedang buruk dan tidak berani mengganggu. Mereka hanya melakukan sesuatu yang diperintahkan oleh majikan wanita mereka ini. Sebagai sesama perempuan, mereka mengetahui betul jika seorang wanita yang sedang dalam kondisi marah tidak akan mudah diajak bicara. Mencari aman, mereka hanya diam sepanjang waktu. Namun apakah dengan diam akan membuat Merkea luput dari pelampiasan amarah Lu Jing Yu?
Tidak! Jawabannya adalah tidak. Mereka berdua yang sangat tenang justru membuat Lu Jing Yu tidak nyaman.
Sama seperti saat mereka membantu Lu Jing Yu menyiapkan air hangat untuknya mandi, Chu Fei dan Xiao Bei dengan patuh melakukan tugas mereka seperti biasa. Namun tidak seperti mereka biasanya, terutama Xiao Bei yang akan mengatakan banyak hal ini itu padanya, kedua gadis itu sangat diam kali ini.
"Kalian kenapa? Apa menurut kalian aku juga salah?" Lu Jing Yu melirik keduanya dengan tatapan menyipit tidak senang.
"Bu.. bukan seperti itu Yang Mulia." Jawab Xiao gagap. Chu Fei juga menggelengkan kepalanya dengan cepat. Namun dia masih sedikit ragu di dalam hatinya. Karena dia yakin jika Pei Zhang Xi tidak akan melakukan sesuatu tanpa alasan. Namun yang tidak dia mengerti adalah alasan apa yang sampai membuat Pei Zhang Xi menentang keinginan Lu Jing Yu yang sangat penting dan mendesak itu?
"Lalu kenapa kalian berdua sangat aneh hari ini?" Lu Jing Yu mendnegar jawaban Xiao Bei dan memicingkan matanya.
"Ini.... Kami...." Xiao Bei tidak mungkin mengatakan jika dia takut menjadi sasaran kemarahan Lu Jing Yu kan? Dan parahnya, dia tidak menemukan alasan yang cukup baik untuk menghibur Lu Jing Yu. Xiao Bei melirik ke kanan kiri untuk mencari bantuan dan berakhir pada Chu Fei yang merupakan satu-satunya pelayan yang ada di sana selain dirinya. Setelah melihat Chu Fei yang seperti nya memiliki ide bagus, Xiao Bei menghela napas lega sebelum dia hampir memuntahkan darah karen terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Chu Fei setelahnya.
"Bukan seperti itu Yang Mulia. Kami hanya berpikir jika Yang Mulia Putra Mahkota tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa alasan." Ucap Chu Fei membuat Xiao Bei menelan ludahnya kasar. Apakah ini cara menenangkan Lu Jing Yu atau cara menambahkan minyak ke dalam api?
"Benar kan Xiao Bei?" Chu Fei bahkan dengan senyum menoleh dan meminta persetujuan dari Xiao Bei yang ketakutan setengah mati.
Namun Xiao Bei juga tidak memiliki cara lain. Meskipun ia masih takut jika perkataan Chu Fei akan memancing amarah Lu Jing Yu pada mereka, ia masih harus mencoba untuk mengikuti ide Chu Fei. "Be benar Yang Mulia. Hamba juga berpikir sama dengan Chu Fei." Jawab Xiao Bei ragu. Ia menggigit bibir bawahnya seraya berdoa di dalam hati.
Lu Jing Yu memandang Xiao Bei dan Chu Fei bergantian saat ia memikirkan kata-kata Chu Fei. Apakah ada alasan untuk mengabaikan masalah Yun Ying pada saat ini? Dia telah mengenal Pei Zhang Xi lama dan mengetahui bagaimana sifat suaminya ini yang tidak akan mengabaikan masalah yang tepat berada di depan matanya. Tapi kenapa?
"Sekarang kalian keluarlah dulu. Aku ingin menenangkan diri sebentar." Lu Jing Yu melambaikan tangannya. Sebelum ia memegang tali hanfu **********.
"Baik Yang Mulia." Xiao Bei dan Chu Fei menjawab dengan serentak sebelum merek berjalan perlahan dan keluar dari bilik mandi. Meninggalkan Lu Jing Yu sendiri seperti biasanya. Sudah sekian lama Lu Jing Yu menyeberang ke tempat ini dan hampir menjadi Lu Jing Yu sepenuhnya, namun ia masih saja tidak terbiasa dilayani saat ia mandi pada hari biasa. Hal ini masih sangat memalukan untuknya.
Lu Jing Yu banyak berpikir ketika ia dibiarkan sendirian. Setelah beberapa waktu, pikirannya sudah tenang. Ia berencana untuk meminta Quan Yuan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Karena ia yakin pasti ada sesuatu yang sangat penting terjadi sekarang ini. Namun ketika ia selesai mandi dan berganti pakaian, Xiao Bei dan Chu Fei yang datang untuk membantunya untuk merias diri mengatakan bahwa penjaga Lin datang membawa berita dan perintah dari Pei Zhang Xi untuk nya.
"Mm. Aku akan menemuinya."
Lu Jing Yu menemui penjaga Lin setelah ia selesai bersiap. Laki-laki itu menunggu di halaman depan sambil terus berdiri. Dari wajahnya, semua orang dapat melihat jika hal yang akan disampaikan olehnya adalah sesuatu yang sangat penting.
"Salam Yang Mulia Putri Mahkota." Penjaga Lin segera memberi hormat dengan membungkukkan tubuhnya.
"Yang Mulia mengirim hamba untuk menyampaikan surat ini pada Yang Mulia." Penjaga Lin mengeluarkan gulungan dari lengan bajunya dan segera diberikan pada Lu Jing Yu.
Dua kerajaan tidak akan pernah berperang tanpa ada alasan atau tujuan apapun. Peperangan terjadi karena satu kerajaan memiliki dend pribadi pada kerajaan lainnya atau kerajaan tersebut memang ingin memperluas kekuasaan mereka dengan menyerang dan memaksa kerajaan lainnya tunduk pada mereka.
Beberapa peraturan yang harus dipatuhi oleh setiap kerajaan pada setiap perang. Dan peraturan yang paling penting adalah bawa sebelum berperang, mereka harus mengirimkan utusan mereka yang datang untuk memberikan kabar kepada kerajaan yang akan mereka ajak berperang. Mengajukan permintaan atapun tuntutan yang mereka inginkan. Lalu memberikan kesempatan kepada kerajaan itu untuk memilih antara menyetujui permintaan dan tuntutan dari mereka atau justru menyetujui terjadinya perang karena mereka tidak mau memenuhi keinginan kerajaan lawan.
Tepat setelah Pei Zhang Xi keluar dari istana setelah mengikuti upacara pemakaman Ibu Suri. Utusan yang menyampaikan pengajuan perang sampai di istana. Utusan itu menyampaikan jika kerajaan mereka menginginkan beberapa daerah yang merupakan wilayah Kekaisaran Shao menjadi milik mereka. Hal ini bertujuan untuk memperbesar kekaisaran mereka dan menekan Kekaisaran Shao. Selain itu, mereka ingin menjadikan putri mereka menjadi putri Mahkota di Kekaisaran Shao. Artinya, putri mereka menghentikan posisi Lu Jing Yu menjadi putri Mahkota sedangkan Lu Jing Yu akan diturunakn sebagai selir. Dengan menempatkam putri mereka menjadi Putri Mahkota di Kekaisaran Shao, mereka akan dapat mengendalikan Kekaisaran Shao dan mengawasinya melalui putri mereka.
Intinya, jika Kekaisaran Shao berada di bawah kekuasaan mereka.
Tuntutan mereka sangatlah berani! Maka dari itu mereka telah mempersiapkan perang ini dengan mengerahkan seluruh kemampuan mereka. Jika hanya mengunakan kekuatan kekaisaran Zhao saja, tidak akan mampu menang melawan kekaisaran Shao. Maka dari itu, sebelum mereka menyatakan perang pada Kekaisaran Shao, mereka terlebih dulu mengirimkan utusan mereka pada kekaisaran lainnya. Mereka juga akan memberi pilihan pada mereka untuk ikut bergabung yanag berarti mengaku tunduk pada mereka atau mereka memilih perang. Tentu saja kebanyakan kekaisaran ini akan memilih untuk tunduk karena Kekaisaran Zhao lebih besar dari mereka. Sebagain lainnya yang tidak bersedia tunduk memilih melawan dan mencari bantuan dari kekaisaran lainnya.
Setelah Pei Zhang Xi menerima kabar bahwa utusan dari kekaisaran Zhao telah sampai, ia segera kembali ke istana. Dan mendapati bahwa semua jenderal dan juga para menteri telah berada di istana setelah dipanggil oleh Kaisar Pei An Long.
Setelah menyampaikan pesannya. Utusan perang tidak segera pulang tetapi menunggu keputusan dari Kaisar Pei An Long karena mereka memiliki keyakinan besar bahwa melihat besarnya kekuatan yang mereka miliki, Kekaisaran Shao pasti tidak akan berani mengacungkan senjata pada mereka. Pada saat ini, mereka menunggu di tempat peristirahatan dan bersantai di sana.
Di aula Pengadilan saat ini suasana sangat tegang. Para pejabat mulai berdebat mengenai keputusan mereka untuk memilih menyetujui permintaan musuh dan menjadi kekaisaran yang berada di bawah kendali kekuasan Kekaisaran Zhao atau mereka akan berperang melawan Kekaisaran Zhao untuk mempertahankan kedaulatan mereka.
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_284🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
***