Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 304. Penculikan Pei Zhi Hui Part 3


Istana Selir Su bahkan lebih kacau lagi. Tangisan selir Su sudah terdengar bahkan sesaat setelah Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu memasuki pintu gerbang. Penjaga dan pelayan di tempat ini juga lebih banyak yang berkeliaran. Mereka mencari di setiap sudut dan semak-semak. Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu segera masuk untuk menemui Selir Su yang sedang ditenangkan oleh Kaisar Pei An Long. Paduka Kaisar dan ratu Zhu juga berada di tempat itu. Mereka semua datang setelah mendengar kabar hilangnya Pei Zhi Hui. Satu-satunya cucu laki-laki yang lahir di istana.


Melihat Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu yang memasuki ruangan. Semua orang menoleh dengan tatapan yang rumit. Selir Su yang sedang ditenangkan mendorong kaisar Pei An Long dan berlari menghampiri anak dan menantunya. Tanpa ada yang menduga sebelumnya, Selir Su tiba-tiba berlutut di depan Lu Jing Yu.


"Ini salahku. Ini salahku hingga Hui'er hilang dari pengawasanku. Hukumlah aku. Aku rela melakukan apapun untuk menebus kesalahan ku." Ucap Selir Su berbicara sambil membenturkan kepalanya pada lantai.


"Ibu. Ibu bangunlah ibu. Jangan seperti ini. Ini bukan salah ibu. Tolong jangan menyalahkan diri ibu seperti ini." Lu Jing Yu membantu Selir Su bangun dengan susah payah karena ibu mertuanya itu tidak mau bangun sama sekali. Pei Zhang Xi bahkan ikut membantu untuk mengangkat ibunya.


"Tidak Yu'er. Ini salahku. Jika aku tidak pergi ke aula leluhur dan meninggalkan Hui'er dengan para pelayan, Hui'er tidak akan diculik." Selir Su tidak berhenti menangis sama sekali.


"Ibu, tolong katakan bagaimana kejadiannya agar kami bisa mencari putra kami." Pei Zhang Xi membantu Selir Su duduk dan bertanya dengan tenang.


"Ibu hanya bermain sebentar dengan Hui'er sebelum ibu akhirnya memutuskan untuk pergi ke ula leluhur untuk berdoa setelah mendengar kekacauan yang terjadi di luar sana." Jelas Selir Su. Semua orang mendengar nya dengan seksama. Sejak mereka datang, Selir Su terus saja menangis dan tidak mau berbicara selain menyalahkan dirinya terus menerus.


"Lalu bersama siapa Hui'er ketika ibu meninggalkannya?"


"Xiao Bei dan bibi pengasuh nya. Para pelayan juga bersama dengan mereka. Saat terakhir aku melihat nya, Hui'er sedang bermain di taman siang tadi."


"Lalu dengan siapa Hui'er terakhir kali?"


"Menurut para pelayan, Hui'er pergi tidur dengan ditemai oleh Xiao Bei dan bibi pengasuh. Lalu ketika pelayan datang mengantarkan makanan, mereka tidak mendengar jawaban dari Xiao Bei maupun bibi pengasuh setelah mereka memanggilnya berulang kali. Lalu pelayan itu masuk ke dalam ruangan dan menemukan Xiao Bei dan bibi pengasuh pingsan di dalam bilik mandi."


Saat selir Su selesai berbicara, seorang penjaga datang dengan membawa Xia Xi Lin yang masih gemetar ketakutan. Ekspresi wajahnya terlihat sangat rumit. Ia dibawa bertemu dengan Pei Zhang Xi karena penjaga menemukannya sednag bersembunyi di salah satu ruangan dengan mencurigakan. Tetapi karena para penjaga mengetahui jika wanita ini dibawa secara langsung oleh Lu Jing Yu, mereka tidak berani macam-macam.


"Ada apa ini?" Tanya Pei Zhang Xi saat melihat penjaga itu membawa Xia Xi Lin yang tampak ketakutan.


"Yang Mulia, kami menemukan nyonya Xia bersembunyi di salah satu ruangan. Kami membawanya kemari karena perilaku nyonya Xia sangat aneh." Jelas penjaga yang membawa Xia Xi Lin dengan jujur. Mendengar perkataan penjaga, alis Pei Zhang Xi menyipit. Ia memang melihat ekspresi aneh Xia Xi Lin Dan tahu jika pasti ada yang salah dengan wanita ini.


"Nyonya Xia, tolong katakan sesuatu. Apakah kamu mengetahui siapa yang menculik Hui'er?" Lu Jing Yu memandang Xia Xi Lin dengan penuh harapan. Melihat wajah Xia Xi Lin, sepertinya wanita ini mengetahui sesuatu mengenai penculikan putranya.


"Yang Mulia Putri Mahkota, mohon maafkan hamba karena lancang." Saat mengatakan permintaan maafnya, Xia Xi Lin menunjukkan wajah anak yang ada di dalam pelukannya. Setelah melihat wajah anak di dalam pelukan Xia Xi Lin, semua orang tidak bisa tidak terkejut. Bukankah itu adalah Pei Zhi Hui? Kenapa bukan Bai Mu Yue?


Flash Back On...


Xia Xi Lin lewat di samping kamar Pei Zhi Hui saat ia akan menidurkan putrinya yang juga sedang tidur. Ia ingin membawa putrinya tidur di dalam kamar yang tidak jauh dari kamar Pei Zhi Hui karena saat Lu Jing Yu menitipkan Pei Zhi Hui pagi ini, Lu Jing Yu juga mengajaknya ikut karena Pei Zhi Hui sangat menyukai bermain dengan Bai Mu Yue, ia takut jika putranya akan sedih jika tidak dapat bermain dengan Bai Mu Yue.


Namun saat melewati samping kamar Pei Zhi Hui, ia tidak sengaja melihat laki-laki mencurigakan yang berada di dalam kamar dari balik jendela. Ia tidak berani bergerak tetapi terus memperhatikan setiap gerakan laki-laki itu. Dia semakin ketakutan saat melihat bagaimana pria itu memukul Xiao Bei dan membuatnya pingsan. Ia pun menyadari jika laki-laki itu memiliki niat tidak baik pada Pei Zhi Hui. Lalu saat ia melihat bibi pengasuh masuk ke dalam bilik mandi, ia segera masuk ke dalam ruangan. Ia berniat untuk menyelamatkan Pei Zhi Hui. Namun ia tidak tahu harus berbuat apa.


Dalam keadaan panik sekaligus bingung, Xia Xi Lin akhirnya memiliki ide yang gila. Ia akan menukar putrinya sendiri dengan Pei Zhi Hui. Lagipula ia telah berjanji jika ia akan mengabdikan diri pada Lu Jing Yu bagaimanapun caranya bahkan jika dia harus kehilangan nyawanya. Terlebih lagi, putrinya pasti sudah lama tiada jika Lu Jing Yu tidak membantunya. Jadi jika sekarang ini, meskipun harus dengan menggunakan nyawa putrinya sendiri, ia pasti tidak akan ragu untuk melakukan nya.


Beruntung kedua anak itu sudah tidur lelap sehingga saat ia menggantikan baju mereka berdua, keduanya smaa sekali tidak terganggu maupun bangun sama sekali. Setelah ia selesai mengganti baju keduanya, ia segera bersembunyi di sudut ruangan agar penjahat itu tidak menemukan nya dan Pei Zhi Hui.


Mendengar penjelasan Xia Xi Lin, Lu Jing Yu tidak dapat menahan keterkejutan nya. Menutuo mukutnya yang terbuka dengan tidak percaya.


"Yang Mulia. Nyawa Yue'er tidak ada apa-apanya dibandingkan dnegan nyawa pangeran. Apalagi Yue'er memang sudah tiada jika Yang Mulia tidak menyelamatkan nya. Sekarang ini dapat membalas kebaikan Yang Mulia, Yue'er pasti sangat beruntung." Jawab Xia Xi Lin dengan tenang. Seperti Bai Mu Yue bukannya berada di dalam cengkeraman penculik melainkan sedang berjalan-jalan.


"Nyonya Xia, aku sangat berterima kasih atas bantuanmu. Tetapi kamu tidak bisa memperlakukan nyawa seseorang seperti ini. Apalagi itu adalah putrimu sendiri. Kamu tidak harus memberikan nyawa demi nyawa lain. Bukannya kamu bisa pergi mencari bantuan daripada melakukan hal ini?" Lu Jing Yu menghela napas.


"Ini.... Hamba benar-benar panik sebelumnya dan tidak bisa berpikir lain selain menyelamatkan pangeran kecil."


"Hah... Sudahlah. Lagipula sekarang semuanya sudah terjadi. Lalu katakan, apakah kamu tahu siapa yang menculik Yue'er? Dia telah salah menculik orang. Saat ia sadar nanti, dia pasti akan marah dan kita tidak akan tahu apa yang akan penculik itu lakukan. Jadi tolong katakan agar kita bisa menyelamatkan Yue'er."


"Hamba tidak mengenal laki-laki itu. Tetapi hamba melihat wajahnya dan masih mengingatnya. Laki-laki itu memiliki wajah yang hampir mirip dengan Yang Mulia Putra Mahkota. Namun alisnya tidak tebal dan terlihat hangat. Ada ta-hi lalat di bagian bawah matanya."


"Pei Zhong Min!"


*


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_304🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


***


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Sembilan🍃...


...🌸Pada malam ke Sembilan, seolah-olah dia beribadah kepada Allah Ta'ala seperti ibadahnya Nabi Muhammad SAW🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...