Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 249. Mulai Menyerang


Meskipun rencana ya g dibuat Pei Zhang Xi dan Raja Nan dapat dibilang sempurna, namun selalu ada celah dalam setiap kesempurnaan. Bagaimanapun, Lu Jing Yu masih merasa cemas. Dia masih tidak berhasil tidur setelah beberapa lama meskipun Pei Zhang Xi terus memeluknya.


"Yu'er, apakah aku harus memaksamu untuk tidur?" Pei Zhang Xi mengetahui jika Lu Jing Yu belum juga tidur dan mengeratkan pelukannya di pinggang Lu Jing Yu.


"Tapi aku benar-benar tidak mengantuk Yang Mulia." Lu Jing Yu tahu dia telah ketahuan dan membalik tubuhnya menghadap Pei Zhang Xi.


Memang, mata Lu Jing Yu masih terbuka tanpa tanda-tanda mengantuk sedikit pun. Tetapi cahaya mata itu jelas menunjukkan jika pemiliknya harus segera mengistirahatkan dirinya.


"Kamu yakin?" Pei Zhang Xi berbicara dengan serius.


"Ya. Aku benar-benar tidak mengantuk sekarang." Jawab Lu Jing Yu tanpa ragu. Ia memang tidak mengantuk sama sekali.


"Mau aku bantu?" Pei Zhang Xi bertanya dengan serius.


"Memangnya Yang Mulia bisa membantuku tidur?" Lu Jing Yu mengerutkan alisnya.


"Ya. Tapi itu tergantung apakah kamu mau." Jawab Pei Zhang Xi dengan senyum di bibirnya.


"Aku mau. Aku sudah lelah. Tapi mataku benar-benar tidak bisa diajak berkompromi." Lu Jing Yu menjawab tanpa ragu sedikitpun.


"Karena kamu sudah memutuskan, jangan menyesal." Lu Jing Yu baru merasa ada yang aneh saat melihat senyum Pei Zhang Xi yang sangat ia kenali. Namun saat ia sadar apa yang mungkin akan dilakukan oleh Pei Zhang Xi untuk memaksanya tidur, sudah terlambat baginya untuk menarik kembali kata-katanya. Tangan Pei Zhang Xi secara lihai telah menelusup ke dalam pakaian tidurnya. Pun, bibir pria itu sudah membungkam mulutnya. Segera, Lu Jing Yu tidak ingat apa-apa setelah itu karena ia sudah larut dalam permainan Pei Zhang Xi yang selalu dapat memanjakannya. Dan saat Lu Jing Yu bangun keesokan harinya, Hari sudah siang. Matahari telah bersinar terang di luar ruangan.


Lu Jing Yu membuka matanya yang terasa berat. Pei Zhang Xi mengampuninya malam tadi karena ia tahu jika Lu Jing Yu sudah terlalu lelah. Setelah melihat Lu Jing Yu sudah tidak bisa membuka mata lagi, ia menghentikan kegiatannya.


Dengan mata yang masih berat, ia menyentuh tempat kosong di sampingnya sna menyadari jika tempat itu telah dingin yang menandakan jika Pei Zhang Xi sudah meninggalkan ranjang mereka sejak lama.


"Xiao Bei, datang dan siapkan air untuk aku mandi." Lu Jing Yu memanggil Xiao Bei setelah memakai jubah luarnya.


Xiao Bei memang sudah menunggu Lu Jing Yu bangun. Sebelum pergi, Pei Zhang Xi juga melarang Xiao Bei untuk membangunkan Lu Jing Yu dan membiarkan Lu Jing Yu untuk tidur lebih lama. Lagipula tadi malam bukan malam yang mudah untuk Lu Jing Yu. Jadi saat Lu Jing Yu memanggilnya, ia segera masuk dan bersiap membantunya.


Air yang disiapkan untuk Lu Jing Yu mandi telah dipanaskan lagi dan lagi. Di istana timur tidak ada kolam air panas alami seperti yang ada di kediaman Raja Rui.


"Yang Mulia, apa yang bisa hamba bantu?" Xiao Bei segera menarik tirai sebelum bertanya.


"Apa Yang Mulia sudah berangkat?"


"Ya Yang Mulia. Yang Mulia sudah berangkat sejak pagi buta. Yang Mulia dan tuan Mo Han serta tuan Mo Ting berangkat sebelum matahari terbit." Jawab Xiao Bei. Saat itu ia juga maish tidur dan dibangunkan oleh pelayan yang diperintah oleh Pei Zhang Xi.


"Sudah Yang Mulia." Xiao Bei segera membantu Lu Jing Yu turun dari ranjangnya.


"Yang Mulia, sebelum Yang Mulia Putra Mahkota pergi pagi ini, Yang Mulia meminta hamba untuk menyampaikan pada Yang Mulia jika hari ini Pangeran kecil akan berada di istana Kedamaian untuk menemani Paduka Kaisar." Ucap Xiao Bei saat ia membantu melepaskan jubah luar Lu Jing Yu.


"Ya. Aku mengerti Xiao Bei." Lu Jing Yu mengangguk. Ia tahu betul alasan mengapa Pei Zhang Xi mengirim putra mereka ke istana Kedamaian. Jika ada tempat yang paling aman di istana ini jawabannya tentu saja Istana Kedamaian tempat Paduka Kaisar menghabiskan sebagian besar waktunya. Selain pengaja Istana, istana Kedamaian juga dijaga oleh pasukan Paduka Kaisar yang hanya setia pada Paduka Kaisar. Sebelum Paduka Kaisar meninggal dunia, mereka tidak akan pernah mengakui tuan lain. Jadi meskipun para pasukan ini ada di sekitar, mereka tidak akan bergerak jika tidak ada hubungannya dengan Paduka Kaisar kecuali jika ada perintah langsung dari nya.


Selain itu, tidak akan ada yang menyangka jika Pei Zhi Hui ada di sana. Para pemberontak itu pasti berpikir jika Pei Zhi Hui ada di istana timur atau paviliun milik Selir Su seperti cara yang terakhir dilakukan.


Sementara Lu Jing Yu sedang mempersiapkan dirinya untuk menghadapi hal buruk yang mungkin akan terjadi, pasukan yang dipimpin oleh Jenderal Yuan yang merupakan anak buah Pei Zhong Min telah bergerak. Pei Zhong Min juga berada di dalam pasukan ini. Namun ia berada di bagian yang sedikit di belakang. Dia hanya kan muncul di saat pasukannya akan menang dan menekan Kaisar Pei An Long sampai ke titik bawah.


Pasukan besar jenderal Yuan berjalan di jalan utama ibukota. Sedang kan para rakyat yang sebelumnya sedang menjalankan aktifitas mereka segera mundur. Mereka dengan cepat diarahkan untuk masuk ke dalam rumah mereka oleh para pasukan Raja Nan yang menyamar. Mereka lebih mirip seperti sedang membersihkan jalan bagi para pemberontak ini.


Dengan jalan yang lengang dan tanpa hambatan yang menghadang, mereka sampai di istana dengan cepat. Merobohkan para penjaga yang berjaga di depan pintu gerbang dengan mudah. Lalu masuk dan menyebar di seluruh istana untuk mengambil alih situasi. Pada saat ini Kaisar Pei An Lonh, para Raja dan juga para menteri sedang melakukan pengadilan pagi di dalam aula utama. Dan kesanalah pasukan utama para pemberontak ini menuju.


Sebuah istana, selalu memiliki penjaga mereka yang tidak sedikit. Di setiap jalan, para penjaga akan terus bergerak mengawasi keadaan. Jika para pemberontak ini ingin pergi ke aula utama, mereka tentu saja harus mengalahkan para penjaga ini.


Hanya dalam waktu satu jam, akhirnya mereka sampai juga di depan aula utama. Pei Zhong Min yang melihat keadaan ini dengan pandangan puas.


Tinggal selangkah lagi. Dia akan menjadi orang nomor satu di Kekaisaran dan dialah yang akan duduk di tempat paling tinggi di tempat di depannya dan menerima hormat dari semua orang. Di saat itu, ia akan melihat siapa yang berani melawan dan tidak mematuhi perintahnya. Membayangkan saat itu akan segera terjadi, senyum di wajahnya semakin lebar.


*


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_249🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉