Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 220


Lu Jing Yu menatap Yun Ying. Matanya memancarkan kepercayaan diri yang membuat Yun Ying melihat harapan. Namun saat ia mengingat semua usaha yang dia lakukan untuk kembali hamil selama dua tahun ini, ia kembali ragu. Dia telah menemui banyak bidan dan tabib untuk memeriksanya dan hasilnya adalah bawa kondisi tubuhnya memang kurang baik. Itulah sebabnya ia beberapa kali mengalami keguguran. Hal ini pula lah yang membuat selir Luo memiliki alasan untuk terus mendesak Pei Wu Shan menikah lagi.


"Putri Mahkota, masalah ini tidak mudah. Aku sudah menemui banyak tabib dan bidan. Mereka semua mengatakan bahwa aku tidak cocok untuk hamil lagi. Meskipun aku hamil, karena kondisiku pada akhirnya aku akan keguguran lagi dan lagi. Tidak ada hal yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan ku. Jadi kamu tidak perlu menghabiskan waktu untuk menghiburku. Aku sudah lama menyerah."


"Kakak ipar, jika kakak ipar mempercayaiku sekali saja dalam masalah ini, aku akan melakukan yang terbaik untuk membantumu. Aku memang bukan tabib yang berpengalaman atau bidan yang hebat, tapi aku memiliki sedikit pengetahuan untuk mengatasi kondisi kakak ipar yang mengalami kehamilan yang lemah. Aku yakin sedikit banyak aku dapat membatu. Yang aku butuhkan hanyalah kepercayaan dan waktu, apa kakak ipar mau memberikannya padaku?" Lu Jing Yu memegang tangan Yun Ying. Di kehidupan aslinya ia pernah membantu ibunya menangani pasien yang memiliki masalah yang sama dengan Yun Ying, bahkan isa dikatakan kondisinya bahkan lebih parah dimana pasien itu belum berhasil melahirkan seorang anak setelah mengalami sepuluh kali kehamilan. Jadi untuk kondisi Yun Ying saat ini, ia masih merasa cukup percaya diri.


Yun Ying memandang Lu Jing Yu yang menatapnya untuk memberikan kepercayaan diri. Lalu beralih pada Pei Shi Liang yang menganggukkan kepalanya setuju. Yun Ying pun mengambil napas sambil menutup matanya selagi ia berpikir. Ia memang sudah tidak tahan dengan omelan ibu mertuanya dan bahkan hampir menyerah padanya. Tapi dibandingkan dengan membayangkan jika suaminya harus bermesraan dan membagi kasih sayang dan cinta dengan wanita lainnya, dia masih merasa lebih berat membayangkan poin yang kedua. Jadi jika ada sedikit kesempatan, ia tidak akan ragu untuk mengambilnya.


"Baiklah. Aku akan mencoba percaya. Jadi Putri Mahkota, aku mohon lakukan yang terbaik untuk membantuku." Bolehkah ia sedikit serakah?


"Tentu saja kakak ipar. Kakak ipar serahkan masalah ini padaku. Setelah kita kembali nanti, kakak ipar harus menemuiku secra rutin setiap tiga hari sekali untuk perawatan. Aku juga akan menuliskan apa saja makanan yang dapat membantu mempersiapkan tubuh dan rahim kakak ipar untuk tempat tumbuh bayi nanti." ucap Lu Jing Yu dengan serius.


"Baiklah." Yun Ying mengangguk. Ia telah memutuskan untuk mempercayai Lu Jing Yu, jadi dia harus mengikuti semua pengaturan Lu Jing Yu tanpa ragu.


Hari sibuk segera dimulai. Lu Jing Yu setiap hari akan mengunjungi ibu Suri dua kali setiap hari, pagi dan sore hari untuk melihat perkembangan Ibu Suri. Dan setiap tiga hari sekali, Yun Ying akan datang menemui Lu Jing Yu untuk perawatannya.


Lu Jing Yu menggunakan terapi akupunktur untuk memperkuat rahim Yun Ying. Selama dua tahun belakangan, Yun Ying terlalu banyak mengalami keguguran dan membuat dinding rahimnya menjadi tipis. Jika kondisi ini tidak segera dipulihkan, akibatnya akan sangat fatal bahkan mungkin akan membuat Yun Ying tidak memiliki kesempatan untuk kembali hamil di masa depan.


Namun untuk mengembalikan kondisi rahim Yun Ying yang sudah hampir rusak membutuhkan banyak usaha dan cukup banyak kesabaran. Selain itu banyak pantangan yang harus diperhatikan oleh Yun Ying, terutama saat ia berhubungan intim dengan suaminya, ia harus memastikan tidak akan ada bibit yang masuk ke dalam rahimnya sampai keadaan rahimnya siap menerima pembuahan. Sedangkan jika menggunakan ramuan kontrasepsi yang biasanya digunakan, ramuan itu tidak cocok untuk kondisi Yun Ying. Jadi keduanya hanya bisa berhati-hati dalam melakukan kontrasepsi mandiri.


Hari ini Yun Ying datang lebih awal dari biasanya. Saat itu Lu Jing Yu masih berada di Cun Yang untuk memeriksa kondisi ibu Suri. Daripada menunggu sendirian di istana timur, Yun Ying akhirnya menyusul Lu Jing Yu sekalian untuk memberi salam pada ibu suri yang sudah sangat lama tidak ia lihat karena pengaturan yang melarang semua orang tanpa izin Kaisar Pei An Long untuk datang dengan alasan kesehatan Ibu Suri. Namun saat ini ada Lu Jing Yu, dia berharap bisa melihat ibu suri dengan bantuannya.


"Salam Ibu Suri, salam Putri Mahkota, di luar ada Permaisuri Wei meminta untuk diizinkan masuk." pelayan di istana Cun Yang berkata setelah melihat Lu Jing Yu selesai memeriksa nadi Ibu Suri.


"Biarkan dia masuk. Aku sudah lama tidak melihat gadis itu." Mata Ibu Suri berfluktuasi. Meskipun ia tinggal di dalam istana Cun Yang untuk waktu yang lama dan menghabiskan hampir seluruh waktunya di atas tempat tidur, ia mendengar banyak hal yang terjadi di luar seperti desakan Selir Luo yang terus meminta Pei Wu Shan untuk menikah kembali.


Pelayan itu mengakui perintah dan segera berbalik keluar dari dalam kamar dan kembali lagi dengan membawa Yun Ying yang saat ini tampak lebih segar dari biasanya.


"Salam nenek. Semoga nenek selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang." Yun Ying segera menekuk kaki kanannya dan memberi hormat.


"Bangunlah. Datang kemari biarkan aku melihatmu." Ibu Suri melambaikan tangannya meminta Yun Ying mendekat. Lu Jing Yu segera membentu Ibu Suri untuk duduk sebelum bergeser untuk memberikan jalan bagi Yun Ying.


"Cucu menantu ini sangat senang melihat ibu Suri baik-baik saja. Setiap hari cucu menantu ini selalu mendoakan kesehatan nenek." Yun Ying berkata sambil mendekat dan berdiri di sisi ranjang Ibu Suri.


Keguguran, bagi orang lain mungkin adalah hal sepele, namun bagi seorang ibu, keguguran adalah sebuah hal yang sangat buruk. Bagaimana pun, janin yang telah gugur adalah darah daging mereka. Yang kedatangan nya selalu dinantikan. Lagipula tidak semua wanita memiliki kesempatan untuk hamil. Jadi ketika seorang ibu mengalami keguguran, itu sama saja dengan mengalami kesedihan seperti kehilangan seorang anak. Dan yang terjadi pada Yun Ying bahkan sepuluh kali keguguran.


Belum lagi perasaan kehilangan dan kesedihan yang harus dirasakannya, bahkan rasa sakit yang harus ditanggung saat keguguran bahkan lebih menyakitkan dari pada saat bertaruh nyawa untuk melahirkan. Setiap kali seorang wanita keguguran, rahimnya harus dibersihkan agar darah kotor yang tersisa tidak mengendap dan menjadi penyakit. Dan pada prosesnya, rasa sakit yang ditimbulkan dalam prosesnya bahkan mengalahkan rasa sakit untuk melahirkan.


Ibu Suri pernah mengalami keguguran sekali dan pernah merasakan sakitnya. Hanya satu kali dan dia hampir tidak tahan. Bagaimana dengan Yun Ying yang mengalami hingga sepuluh kali dalam kurun waktu dua tahun saja? Jika hanya dengan rasa sakit bisa membunuh orang, Yun Ying pasti telah kehilangan nyawanya beberapa kali!


"Terima kasih atas perhatian nenek. Cucu menantu ini sangat menghargai kasih sayang yang nenek berikan. Tapi nenek tidak perlu khawatir, sekarang ada Putri Mahkota yang membantu, dapat diyakinkan jika nenek akan segera mendapatkan buyut dari Wu Shan dan aku." Mata Yun Ying terlihat bahagia.


"Yu'er, kamu tidak pernah berkata jika kamu juga memperlakukan Ying'er?" Ibu suri memandang Lu Jing Yu dengan alis mengkerut.


"Maafkan cucu menantu ini nenek. Itu karena cucu menantu ini belum memiliki keyakinan seratus persen untuk mengobati kakak ipar. Ini masih beberapa hari dan belum banyak menunjukkan kemajuan. Cucu menantu ini tidak berani sombong." Lu Jing Yu merasa sedikit bersalah. Ia hanya tidak ingin ibu suri merasa kecewa jika pengobatan yang dia berikan pada Yun Ying gagal pada akhirnya. Jadi dia masih belum berani menceritakan hal ini pada wanita tua itu.


"Hah... lupakan saja. Yang terpenting saat ini aku sudah tahu. Sekarang ada Yu'er yang membantu, aku yakin kamu akan segera kembali melahirkan seorang bayi." Ibu Suri memandnag Lu Jing Yu dan Yung Ying yang terlihat dnagat dekat dengan senang. "Kamu harus mematuhi perkataan nya meskipun dia suka sekali mengomel." Ibu Suri melirik Lu Jing Yu yang melotot mendengar nya. Ia memang terkadang sering mengomel saat melihat ibu Suri melakukan sesuatu yang menjadi pantangannya atau saat ibu suri tidak mau meminum obatnya. Selama ini Ibu Suri hanya diam saja meskipun ia sellau menggerutu pada akhirnya. Tapi ia tidak menyangka kelakuannya ini akhirnya diekspos di hadapan Yun Ying.


Melihat reaksi Lu Jing Yun Ying tertawa ringan dan membenarkan. Hanya beberapa hari ia dirawat oleh Lu Jing Yu dan memang dia mendapati sisi cerewet Lu Jing Yu dalam mode on mertua yang suka sekali mengomel pada menantunya.


Lu Jing Yu semakin memelototkan matanya. Kedua orang ini....! Diam-diam pasti sering merutuknya di dalam hatinya kan?!


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_220🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉