
Setelah berjalan sebentar dari menara keduanya sudah sampai di perkebunan. Xiao Bei pergi untuk menyiapkan makanan untuk mereka di gazebo yang ada di tepi danau. Saat keduanya sampai seorang pria yang merupakan mandor atau pemimpin para pekerja ini menghampiri mereka untuk menyapa mereka.
"Salam Yang Mulia Raja Rui. Selamat datang di perkebunan Bungalow Heaven Lake" Seorang pria muda yang terlihat berwibawa meskipun dengan memakai pakaian sederhana yang ternoda dengan lumpur dan air.
"Bangunlah."
"Hamba bernama Mu Lan Feng. Hamba adalah penanggung jawab di perkebunan ini." Mu Lan Feng memperkenalkan diri.
"Ini adalah Lu Jing Yu. Dialah pemilik tempat ini saat ini. Tetapi karena keadaannya yang tidak memungkinkan untuk datang lebih awal, kami baru bisa datang saat ini."
"Salam Permaisuri Rui." Lu Jing Yu yang dari tadi sibuk memerhatikan kini mulai memperhatikan pemuda di depannya Dan mengangguk.
"Kami mengerti Yang Mulia. Kami sudah mendengar banyak tentang Permaisuri."
"Bagaimana di sini? Apa ada masalah?" Pei Zhang Xi bertanya.
"Secara umum tidak ada masalah. Hanya saja saat ini ia sedang musim panas dan anggur harus sering disiram agar tidak mati. Lalu air danau juga surut seiring dengan panasnya cuaca."
"Kalian sudah berkerja keras akhir-akhir ini."
"Ini semua merupakan tanggung jawab kami. Sudah semestinya kami mengerjakan pekerjaan kami dengan baik."
"Aku selalu mendengar bahwa pekerja di Heaven Lake ini adalah contoh pekerja yang paling baik dan berdedikasi tinggi di kekaisaran. Aku sudah melihatnya sendiri dan memang seperti apa yang telah dikabarkan." Pei Zhang Xi memuji dengan tulus.
"Yang Mulia terlalu memuji. Istana telah memberikan kami segalanya dengan bekerja di sini. Jadi sudah sepantasnya kami juga melakukan hal yang sama. Saat opini meskipun pemilik Heaven Lake telah berubah dan menjadi milik Permaisuri Rui, kami juga tidak akan meninggalkan kebiasaan."
"Bagus bagus."
" Yu'er sangat tertarik dengan perkebunan ini dan ingin melihat-lihat. Bisakah kamu membawa kami berkeliling?"
"Tentu saja Yang mulia. Mari." Mu Lan Feng berjalan di depan. Menunjukkan beberapa tempat penting di perkebunan. Juga menjelaskan asal usul buah anggur di tempat ini serta keunggulannya. Lalu menunjukan tempat pembuatan anggur yang memiliki beberapa perbedaan dengan pembuatan anggur buah pada umumnya.
Setelah berkeliling cukup jauh mereka akhirnya sampai di tepi danau. Tempat yang paling dekat dengan peperkebunan anggur. Mun Lan Feng menghela napas tanpa sadar saat melihat luasnya danau dengan air yang berlimpah di depannya.
Lereng gunung tempat perkebunan anggur ini memiliki tanah dan iklim yang sesuai untuk pertumbuhan anggur. Tetapi tidak memiliki sungai yang dekat untuk membuat irigasi agar memudahkan mengalirkan air. Jadi mereka harus bersusah payah mengangkat air dari danau hingga ke perkebunan. Pekerja yang berkerja di tempat ini kebanyakan sudah berumur. Jadi mengangkat air dari danau adalah pekerjaan yang sulit.
Lu Jing Yu memperhatikan wajah sendu Mu Lan Feng. Ia mengerti apa yang dipikirkannya.
"Aku tahu apa yang bisa dilakukan untuk mempermudah membawa air dari danau ini untuk dialihkan ke perkebunan." Ucap Lu Jingga Yu tiba-tiba dan membuat Pei Zhang Xi serta Mu Lan Feng menoleh tak percaya.
"Mohon maaf Permaisuri, bukannya hamba meragukan Permaisuri. Tetapi Danau ada di bawah. Perkebunan ada di atasnya. Tidak mungkin mengalirkan air dari danau ke perkebunan."
"Karena tidak mengetahui caranya bukan berarti tidak ada cara. Karena aku mengatakan ada caranya, itu artinya aku memang memiliki cara untuk mewujudkan seperti itu."
"Hamba yang tidak memiliki pengetahuan meminta pencerahan."
"Kincir air?" Kedua orang pria itu tidak mengerti apa yang fiaktakan Lu Jing Yu sedikitpun.
"Kincir adalah sebuah alat yang dapat berputar. Nah kalau Kincir air itu artinya alat ini digunakan di air. Dengan menggunakan Kincir air ini, nantinya para pekerja tidak harus membawa air dari danau ke perkebunan karena air akan secara otomatis dialirkan ke sana." Jelas Lu Jing Yu sederhana.
"Aku tidak pernah mendengar alat semacam itu sebelumnya. Bagaimana bentuknya? Dan bagaimana cara kerjanya?"
"Ini memang belum pernah ada sebelumnya di sini. Aku akan menjelaskannya lagi nanti. Yang Mulia, Sekarang Aku lapar. Bisakah kita makan dulu?" Lu Jing Yu sudah mengatasi rasa penasarannya dan sekarang rasa lapar baru ia rasakan. Ia mengelus perut menonjolkan dengan sedih.
"Tadi aku sudah memintaku istirahat dan makan kamu tidak mau dan berkeras untuk datang ke perkebunan. Sekarang Aku sudah kamu buat penasaran dan kamu malah ingin makan."
"Tadi aku kan penasaran. Sekarang aku sudah tidak lagi penasaran. Jadi aku lapar. Yang Mulia, ayo makan." Lu Jing Yu menarik ujung baju Pei Zhang Xi saat ia memohon.
"Hemmmm. Baiklah. Aku memang harus selalu mengalah di depanmu."
"Hehehehe. Semua orang tahu ibu hamil adalah ratu dunia."
***
Jenderal Wang mengerang kesakitan saat sebuah gunting menancap di dadanya dengan darah segar yang keluar dari sana. Tangan Wei Qian Nian yang baru saja ia gunakan untuk menusuk Jenderal Wang penuh dengan darah. Setelah menusuk Jenderal Wang dengan gunting yang ia curi dari seorang tukang kebun yang tidak sengaja meninggalkan gunting itu di taman sehari sebelumnya.
Siang ini Jenderal Wang baru pulang dari istana untuk melaporkan bahwa ia siap berangkat ke perbatasan kembali. Untuk itulah ia berniat untuk memuaskan hasratnya terlebih dahulu sebelum ia akan berangkat sungguh kemudian.
Sebenarnya hari ini seperti biasa Wei Qian Nian diikat tangan dan kakinya. Tetapi Wei Qian Nian berkata bahwa ia sedang bersemangat dan ingin mengambil alih permainan. Jenderal Wang adalah maniak. Jadi dia menuruti Wei Qian Nian tanpa curiga dan melepaskan tangan dan kakinya.
Awalnya Wei Qian Nian memang melakukannya dengan baik. Tetapi dapat JENDERAL Wang terlena, ia mendapat kesempatan untuk mengambil gunting dan menusukkannya ke dada Jenderal Wang.
"Wanita Ja-lang! Aku akan membunuhmu!" Teriak Jenderal Wang dengan marah. Seluruh orang akan menjauh dari halaman dimana Jenderal Wang berada bersama dengan para wanitanya. Jadi tidak ada yang mendengar teriakan Jenderal Wang yang lemah.
"Kamu pantas mendapatkannya pria be-reng-sek!" Wei Qian Nian mengangkat kursi dan menusukkannya ke kepala JENDERAL Wang yang akan bangun. Jenderal Wang jatuh kembali. Wei Qian Nian memukulinya beberapa kali hingga sangat jenderal kehilangan kesadaran.
Setelah melihat Jenderal Wang pingsan, Wei Qian Nian segera memakai baju pelayan yang juga dicurinya dan melarikan diri dari kediaman Jenderal Wang melalui jalur yang ia temukan setelah mengelilingi kediaman besar itu.
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_93♡
*
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .