Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 211


Pei Zhang Xi mengerutkan keningnya saat ia tidak mendapati jawaban dari Lu Jing Yu. Istrinya ini seperti mengunci mulutnya rapat-rapat dan menghela napas. Istrinya tidak boleh menderita keluhan sedikitpun. Apalagi di acara penting. Dia tidak akan membiarkan Lu Jing Yu merasa dirugikan.


Mengetahui jika Lu Jing Yu tidak akan berbicara, Pei Zhang Xi memberi isyarat pada Xiao Bei untuk meninggalkan mereka. Xiao Bei mengerti dan dia juga membawa pelayan yang sebelumnya berada di dalam tenda bersamanya.


Setelah hanya Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu yang tersisa di dalam tenda, Pei Zhang Xi menghela napas saat ia menatap istrinya dengan simpati. Ia pun bertanya sambil menatap matanya penuh perhatian.


"Katakan, apakah sesuatu terjadi ketika aku tidak berada di sini?"


"Tidak apa-apa. Sungguh." Lu Jing Yu berkata dengan menundukkan matanya. Ia terlalu malu untuk mengatakan kelemahannya bagaimanapun. Ia juga tidak ingin Pei Zhang Xi merasa cemas untuknya. Namun yang dilupakan Lu Jing Yu adalah bahwa jika seseorang mencintaimu, dia akan mengetahui segalanya tanpa kamu harus mengatakannya.


Pei Zhang Xi memandang Lu Jing Yu tanpa daya. Akhirnya ia menghela napas dan mengangkat wajah Lu Jing Yu. Menatapnya dengan mata yang penuh perhatian yang menegaskan bahwa apapun akan baik-baik saja.


"Yu'er, kamu harus ingat satu hal, apapun yang terjadi kamu tidak boleh merasa bahwa kamu tidak pantas. Meskipun semua orang mengatakannya itu tidak penting. Yang terpenting adalah bahwa aku akan selalu ada di sampingmu. Aku yakin dengan kegihihanmu, kamu mampu. Percayalah, jika masalah ketidakpantasasan, jangankan menjadi seorang putra Mahkota, aku bahkan merasa bahwa aku masih belum layak untukmu. Dan sampai saat ini aku masih berusaha agar aku layak bersanding bersamamu. Untuk itu maukah kamu berjuang bersamaku?" Pei Zhang Xi berkata dengan serius. Ia berusaha memberikan keyakinan pada Lu Jing Yu yang tampaknya berhasil.


"Terima kasih Yang Mulia. Yang Mulia memang benar. Maafkan aku sedikit bimbang sebelumnya. Tapi aku sudah menyadari segalanya."


"Itu bagus. Sekarang bisakah kamu mengangkat kembali wajahmu tinggi-tinggi?" Pei Zhang Xi menyentuh pipi Lu Jing Yu dan bertanya penuh perhatian.


"Hem." Lu Jing Yu mengangguk pasti.


"Baiklah. Sekarang bersiap lah. Aku akan melihat apakah Zhi Hui sudah siap."


Malam hari yang biasanya sangat sunyi di dalam hutan memiliki pemandangan yang begitu kontras hari ini. Langit malam di atas kepala bertaburan dengan indahnya. Bukan sabit juga tidak kehilangan pesonanya. Ditemani oleh suara-suara binatang malam yang hampir tidak terdengar, hiruk-pikuk pelayan dan penjaga bergegas menjalankan tugasnya.


Api unggun besar ditempatkan di tengah lapangan. Menjadi pusat seluruh cahaya yang menyinari area. Lentera-lentera di pasang di setiap sudut, membuat malam yang gelap tampan ramai dan penuh suka cita.


Di udara, aroma daging panggang yang harum menari-nari dan menggoda perut setiap orang hanya dengan aromanya.


Sejak merasakan masakan Lu Jing Yu hari itu, para penjaga dan pelayan yang berasal dari kediaman Raja Rui sering membuat hidangan seperti yang diajarkan oleh Lu Jing Yu. Belum lagi koki mereka juga mengikuti datang ke istana saat Lu Jing Yu harus merawat Ibu Suri dan bertanggung jawab untuk memasak untuk keluarga Pei Zhang Xi.


Dalam sekejap, masakan dari kediaman Raja Rui menjadi terkenal. Jadi untuk menu masakan hari ini, hampir semuanya menggunakan resep yang diberikan Lu Jing Yu.


Karena itulah area terbuka yang akan menjad tempat perjamuan sudah hampir penuh meskipun matahari baru saja menghilang sepenuh nya.


Xian Zi Xuan datang setelah beberapa saat. Xian Mu Xuan mengikuti di belakangnya. Kedatangan keduanya menarik perhatian semua orang. Apalagi melihat penampilan keduanya yang luar biasa. Yang terpenting adalah bahwa mereka semua masih belum memiliki pasangan.


Xian Mu Xuan tampil sangat cantik hari ini. Menggunakan pakaian merah muda, Xian Mu Xuan tampak manis. Jika mereka tidak melihat gadis itu dengan pakaian berburu pada siang sebelumnya, mereka tidak akan percaya jika gadis itu bukan hanya cantik namun memiliki kemampuan.


Berjalan dengan bangga di belakang Xian Zi Xuan, Xian Mu Xuan tersenyum di sudut mulutnya. Dagunya diangkat tinggi saat satu persatu orang menyapa mereka dan memuji betapa baik dan bagusnya ia. Diam-diam ia melirik kakaknya yang tampan dan keras di depannya. Setelah apa yang dilakukannya hari ini, tidak mungkin kakaknya akan tetap mendorongnya ke kediaman pria buruk itu kan?


Memikirkannya, Xian Mu Xuan mengepalkan tangannya dengan erat. Di dalam hatinya yang bergetar, ia berharap agar apa yang dilakukannya hari ini tidak akan sia-sia.


Satu persatu pujian untuk Xian Mu Xuan terdengar di setiap tempat. Setiap orang tidak bisa tidak memuji kebaikan putri dari Kekaisaran Shixian itu. Dan hal ini membuat hati Xian Mu Xuan melambung tinggi.


"Lihatlah aku. Tidak mungkin aku, Xian Mu Xuan akan membiarkan dirinya terjatuh dan tidak bisa bangun. Tinggal satu langkah lagi dan seorang suami yang cakap akan aku dapatkan sehingga aku tidak harus menikah dengan laki-laki aneh itu." Mata Xian Mu Xuan penuh dengan kebencian dan tekad yang me jadi satu. Namun kali ini, setelah peringatan keras dari Xian Zi Xuan, ia tidak berani mengarahkan matanya pada Pei Zhang Xi. Malam ini tidak peduli dengan pria seperti apa, yang paling penting untuk malam ini adalah menemukan pria yang bersedia membantunya.


Xian Zi Xuan juga mendengar apa yang terjadi selama perburuan. Tidak dapat dipungkiri jika ia merasa sedikit bangga. Sama-sama memiliki darah yang sama, tidak mungkin akan mengabaikannya sepenuhnya kan?


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_211🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi , pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉