Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 157


Ibukota Kekaisaran selalu menjadi tempat yang tidak pernah sepi. Jalan-jalan utama di ibukota bahkan lebih mirip menjadi pasar dengan toko dan penginapan berjajar di sepanjang jalan. Beberapa rumah hijau juga tersedia tidak hanya di malam hari namun juga menyediakan pelayanan di siang hari.


Sedangkan di jalan-jalan tertentu, pasar yang sesungguhnya berada. Para pedagang akan membuka kios mereka di sisi kanan dan kiri jalan yang lebar. Beberapa dari mereka bahkan berjalan-jalan membawa barang dagangan mereka untuk menawarkan barang dagangan nya. Setiap pedagang akan memiliki ciri khas mereka baik itu dari gaya penataan kios mereka agar terlihat lebih menonjol dari yang lain maupun dari cara mereka memanggil para pelanggan mereka.


Untuk mengetahui kemakmuran suatu Kekaisaran, pergilah untuk melihat bagaimana pasar di ibukota nya. Dan untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di kekaisaran, pergilah ke dalam rumah makan untuk mengetahui apa yang paling banyak dibicarakan di sana.


Jadi ke sanalah Xian Zi Xuan pergi. Dengan memakai pakaian bangsawan biasa dengan kipas lipat di tangannya, ia berjalan-jalan di sekitar dan berbaur dengan masyarakat. Namun meskipun 8a terlihat seperti putra bangsawan yang sering mereka lihat pada hari biasa, namun penampilan dan keanggunannya jelas tidak dapat diabaikan.


Tentu saja rakyat jelata seperti mereka tidak akan mampu mengatasi dominasi sang pangeran Mahkota yang telah memiliki keangungan bahkan sejak ia dilahirkan. Bagaimanapun ia memang dilahirkan untuk menjadi putra Mahkota yang akan menjadi pemimpin suatu kekaisaran. Meskipun mereka semua tertarik sekaligus penasaran padanya, namun tidak ada yang benar-benar berani melihatnya. Mereka hanya mencuri pandang dari kejauhan dari waktu ke waktu.


Xian Zi Xuan hanya pergi bersama dengan seorang penjaga yang paling dipercayanya, Bei Yin saat ia keluar agar tidak menarik perhatian yang berlebihan. Mereka berjalan dengan santai dengan telinga yang terus mereka pasang di sepanjang jalan. Saat mereka menemukan sebuah restoran dengan pelanggan yang paling banyak di sepanjang jalan, mereka memutuskan untuk berhenti dan masuk ke dalam.


"Pelanggan yang terhormat, apakah ada yang dapat saya lakukan untuk anda?" Seorang pemuda berpakaian pelayan menghampiri keduanya saat keduanya baru saja masuk.


"Penjaga toko, Beri kami kursi terbaik yang dapat melihat pemandangan di sini." Xian Zi Xuan berkata sambil memberikan kantong hitam berisi koin emas. Harga agar ia mendapat apa yang ia inginkan.


"Baiklah pelanggan Yang terhormat. Saya dapat yakinkan anda akan tidak akan mengeluh atas pelayanan kami." Pelayan itu tersenyum dengan pantas. Ia segera tahu apa yang harus ia lakukan untuk menyenangkan tamunya yang telah memberinya banyak uang.


"Hemp." Xian Zi Xuan mencibir. Di setiap tempat, cara bekerja semua orang tidak pernah berbeda dimana uang yang akan berbicara.


Namun pelayan yang sudah sangat bahagia setelah menerima kemurahan hati pelanggannya, ia tidak menyadari pamsnagan jijik dari Xian Zi Xuan dan terus membawa kedua tamunya menuju tempat yang tepat berada di sisi meja yang dipenuhi oleh para bangsawan yang sedang berkumpul.


"Apakah ada yang lain yang bisa saya lakukan tuan muda?" Pelayan itu bertanya kembali setelah ia mengantarkan tamunya ke mejanya.


"Bawakan kemari makanan yang paling enak di sini."


"Tentu saja tuan muda. Apakah anda menginginkan tambahan arak buah sebagai pendamping makan? Arak kami adalah arak yang didatangkan dari Heaven Lake. Saya belum pernah melihat kalian berdua di sekitar sebelumnya. Saya yakin anda berdua pasti belum pernah mencicipi arak buah yang dibuat di sana. Sejak Yang Mulia Putri Mahkota mengambil alih Heaven Lake, sebuah keajaiban arak mengejutkan semua orang. Biasanya arak buah hanya akan diminum oleh seorang wanita atau orang yang tidak tahan mabuk. Namun Arak buah dari Heaven Lake sangat istimewa. Arak buah dari Heaven Lake sangat sesuai diminum setelah makan karena rasanya yang ringan dan berbau harum."


"Putri Mahkota?"


"Benar Tuan Muda. Heaven Lake awalnya dikelola oleh kekaisaran. Namun beberapa bulan yang lalu Heaven Lake telah dihadiahkan oekh Kaisar pada Putri Mahkota yang saat itu masih seorang Permaisuri."


"Menarik. Bawakan arak itu kalau begitu. Aku sangat penasaran apa yang bisa membuat arak buah menjadi begitu istimewa."


"Tuan muda. Sepertinya kita datang ke tempat yang tepat." Bei Yin berkata setelah ia mendengar beberapa bangsawan yang sednsg mengobrol di meja di samping mereka ketika ia menuangkan teh ke dalam cangkir tuannya.


"Hemp. Aku sudah mengeluarkan banyak uang. Jika itu tidak bekerja bukankah akan sia-sia?" Xian Zi Xuan mengangguk. Ia menyesap tehnya dengan elegan.


"Semoga saja kondisi ibu Suri segera membaik sebelum acara penobatan tiga hari lagi."


"Aku mendengar jika ibu Suri berada di bawah perawatan Putri Mahkota. Apakah itu benar?"


"Aku tidak yakin. Bagaimana mungkin putri Mahkota yang bahkan tidak pandai membaca dapat mengobati seseorang? Terlebih untuk menyakit ibu Suri."


"Kamu tahu apa? Apa kamu tidak kapok selalu menilai rendah Putri Mahkota? Bukankah dia selalu bisa membalikkan situasi setiap kita semua meragukannya? Dia selalu membuktikan diri dengan menakjubkan."


"Namun aku masih tidak percaya semua itu nyata. Aku rasa semua itu adalah keberuntungan."


"Jika semua yang terjadi selama yang dilakukan Putri Mahkota adalah sebuah keberuntungan. Itu artinya keberuntungan Putri Mahkota sangat baik."


Secara kebetulan orang yang duduk di meja di samping meja Xian Zi Xuan adalah meja tempat para pejabat yang sedang makan siang. Dia tidak menyia-nyiakan waktu untuk mendengarkan apa yang mereka perbincangkan. Namun yang membuat Xian Zi Xuan merasa aneh dari waktu ke waktu adalah bahwa pembicaraan mereka tidak pernah jauh dari membahas Putri Mahkota yang mereka katakan selalu membuat mereka terkejut dengan segala kemampuan menakjubkannya yang tidak terduga.


"Tuan Muda, seperinya Putri Mahkota dari kekaisaran Shao tidak sesederhana yang kita duga." Bei Yin berkata setelah mereka menguping pembicaraan tetangga meja mereka.


"Kamu benar. Jika tidak, tidak akan mungkin jika para pejabat akan membicarakannya tanpa henti sejak awal. Mereka bahkan tidak membahas topik lain selain itu."


*


*


~🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_157🍀~


Terima kasih sudah mampir 😘


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like 👍 komentar 📝 vote 🌟