Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 274. Membongkar Kepolosan Ke Mei Jia


Mendengar analisis Pei Shi Liang yang hampir semuanya tepat, Ke Mei Jia mengepalkan tangannya saat keringat dingin keluar dari pelipis nya. Memang semua ini adalah bagian dari rencananya. Selain fakta bahwa kesehatan Yun Ying yang terganggu akhir-akhir ini, ia juga merengek pada selir Yao untuk meminta Pei Wu Shan membawanya daripada Yun Ying yang sedang tidak enak badan. Karena desakan oleh Selir Yao, Pei Wu Shan akhirnya mengabulkan permintaan nya.


Namun Yun Ying tidak serta menyetujui apa yang diputuskan oleh Pei Wu Shan untuk nya mengingat bagaimana dia dan Ibu Suri pernah dekat sebelumnya.


"Yang Mulia, tolong biarkan aku ikut." Ucap Yun Ying saat Pei Wu Shan datang ke kamarnya untuk memberitahu.


"Tidak. Aku sudah memutuskan untuk mengajak selir Ke. Bukankah ini lah yang kamu inginkan selama ini? Kamu sudah merasa bosan untuk meneman ku makanya memilih untuk berbagi tanggung jawab untuk melayaniku?" Sinis Pei Wu Shan menatap Yun Ying yang diam seribu bahasa. Keinginan untuk membiarkan Pei Wu Shan menikah lagi memang keputusannya, dia bahkan membantu Selir Yao untuk membantu nya membujuk Pei Wu Shan, jadi saat masalah ini diangkat, ia tidak memiliki hal lain menyangkalnya.


"Lagipula, kamu batu saja kehilangan calon bayimu, jangan biarkan nasib buruk menodai kesempurnaan reinkarnasi nenekku." Ucap Pei Wu Shan dengan kejam tanpa memperhatikan jika ucapakan itu pastinya akan menyakiti istrinya yang baru saja kehilangan calon bayi mereka.


Ya, pada saat hari kematian ibu Suri, hari itu juga Yun Ying mengalami pendarahan hebat yang mengakibatkan bayinya tidak dapat diselamatkan. Sebenarnya, setelah Mengetahui jika Yun Ying mengalami pendarahan, pelayan yang diminta untuk berada di kediaman Raja Wei untuk mengawasi nya berniat untuk segera melaporkan kejadian itu pada Lu Jing Yu tetapi Yun Ying yang mengetahui niat itu melarangnya untuk memberi tahu Lu Jing Yu karena ia mengetahui jika pada saat itu Lu Jing Yu pasti sangat sibuk dengan banyak hal dan tidak ingin dirinya menjadi beban untuknya.


"Saya tahu jika saya hanyalah seorang selir saja yang memiliki derajat yang lebih rendah dari Permaisuri Wei, namun kami berdua sama-sama melayani Yang Mulia dengan sepenuh hati. Jika Yang Mulia Raja Wei yang meminta saya untuk menemaninya, apakah ini masih menjadi salah saya karena hanyalah seorang selir?" Ke Mei Jia telah lama belajar menarik ulur hati semua orang. Ia tahu bagaimana menempatkan dirinya dalam keadaan yang akan menguntungkannya. Dengan air mata yang mengalir dan terlihat alami, serta suara isakan tangis yang menyayat hati orang yang akan mendengarnya, ia berhasil menarik perhatian semua orang ke arahnya.


Mereka masih berada tidak jauh dari aula leluhur dan masih banyak orang yang berada di sekitar sehingga dengan cepat keributan yang dibuat menarik perhatian semua orang. Apalagi mereka melihat seorang wanita cantik yang terlihat lemah menangis di antara dua orang wanita lainnya yang berada di lgeka telah mengetahui jika gadis cantik yang lemah itu pasti sedang dibuli oleh dua wanita lainnya. Di tambah lagi, mereka sangat mengenal dua orang wanita yang tengah diduga sedang membuli seorang wanita. Putri Mahkota dan Putri Kesayangan Kaisar sedang membuli wanita lainnya. Ini pasti sebuah pertunjukan yang menarik untuk dilihat.


Ke Mei Jia mengangkat tipis sudut bibirnya saat melihat kerumunan yang mulai mengepung mereka. Bagaimanapun cara mereka melihat, dirinya akan menjadi pemenang nya dalam hal ini. Memangnya kenapa jika mereka adalah putri Mahkota dan Putri ke delapan yang disayangi Kaisar, mereka masih harus menerima pendapat buruk jika semua orang melihat mereka membuli orang lain...


Lu Jing Yu tentu saja mengetahui apa yang direncanakan Ke Mei Jia ini dan tidak akan membiarkan rencana itu berjalan sesuai dengan keinginannya. Terkadang, menjadi tega dibutuhkan untuk memberitahu seseorang dimana tempatnya.


Saat beberapa orang mulai mendekat, mereka langsung mengenali siapa gadis cantik yang sedang menangis dengan sangat menyedihkan ini.


"Eh bukankah itu nona muda Ke?"


"Iya. Aku dengar nona muda Ke baru saja masuk ke kediaman Raja Wei untuk memandu selir."


"Ya ya. Semua orang tahu jika hubungan antara Yang Mulia Putri Mahkota, Putri ke delapan dan juga Permaisuri Wei sangat dekat. Hari ini Raja Wei membawa Selir Ke menghadiri upacara pemakaman Ibu Suri. Mungkinkah karena hal inilah Yang Mulia Putri Mahkota dan Putri ke delapan membuat masalah untuk selir Ke?"


"Itu bisa saja. Bagaimanapun, seorang selir masihlah seorang selir. Dimanapun dia berada, apapun yang dia lakukan akan salah di bandingkan dengan istri sah."


Pei Shu Liang hanya melirik orang-orang ini sekilas sebelum kembali menatap Ke Mei Jia. "Kamu bicara yang jelas. Katakan padaku perkataan mana dari ucapanku yang menghinamu menjadi seorang selir?" Pei Shi Liang jelas tidak mempermasalahkan apa yang dikatakan sekumpulan orang yang tidak penting ini.


"Ini... Bukankah tadi Yang Mulia tidak mempercayai saya saat mengatakan jika Yang Mulia sendiri yang memintaku untuk menemaninya... Hiks hiks." Ke Mei Jia kembali menangis tersedu-sedu hingga membuat ujung hidungnya memerah. Penampilan nya berhasil menarik perhatian lagi.


"Benar sekali apa yang dikatakan oleh putri ke delapan. Apalagi dari dulu hubungan antara Yang Mulia raja Wei dan permaisuri Wei sangat baik. Tiba-tiba tidak mengajaknya begitu saja bukankah ada masalah?"


"Huh! Seorang selir selalu saja seperti itu, bersembunyi di balik topeng wanita lemah sebelum dia menunjukan bagaimana wajah aslinya." Seorang wanita menyilangkan tangannya di depan dada. Bagaimanapun, hampir semua wanita yang akan dipilih untuk menemani suaminya masuk ke dalam istana adalah istri sah yang memang memiliki latar belakang yang lebih baik dari pada selir. Anita seperti ini lah yang dapat membantu karir suaminya di mata semua orang. Jadi semua wanita ini memiliki pendapat yang sama terhadap seorang selir.


"Heum. Dia pasti mengunakan cara yang licik dengan wajahnya yang cantik dan tubuhnya yang masih muda untuk menggoda Raja Wei dan berhasil menempati tempatnya saat ini. Kalau tidak begitu, bagaimana dia bisa berada di antara raja Wei dan permaisuri Wei yang saling mencintai. Sudah begitu, tahu dirinya hanyalah selir masih berani memfitnah Yang Mulia Putri Mahkota. Benar-benar tidak tahu malu."


Ke Mei Jia tidak menyangka jika keadaan akan dengan cepat berbalik menyerangnya. Wanita itu sangat ingin berteriak di depan semua orang dan memarahi mereka semua. Hei, dialah yang sekarang ini sedang menangis dengan menyedihkan. Tidak bisakah kalian merasa kasihan padanya?


"Itu tidak benar sama sekali. Tolong jangan menyebarkan berita buruk mengenai Selir Ke. Selir Ke jelas-jelas dipilih sendiri oleh Selir Yao untuk menjadi istri Raja Wei dengan harapan akan segera memberikan keturunan laki-laki untuk Raja Wei. Jadi tolong jangan membuat rumor yang dapat merusak nama baik selir Ke. Hari ini Raja Wei meminta selir Ke untuk menemaninya datang ke istana untuk menghadiri upacara pemakaman Ibu Suri juga bukan tanpa alasan." Pelayan Niang segera maju dan berbicara untuk Ke Mei Jia. Namun ia juga tidak bisa membiarkan nama Pei Wu Shan menjadi tercemar jika semua orang mengetahui jika Pei Wu Shan lebih memilih seorang selir daripada istri sahnya sendiri, jadi dia harus mengarahkan semua orang untuk mengalihkan perhatian semua orang.


"Oh jadi seperti itu. Dapat dipahami jika selir Yao mengirimkan selir pada raja Wei. Raja Wei memang masih belum memiliki seorang putra untuk meneruskan keluarga nya." Mendengar penjelasan pelayan Niang, semua orang dengan segera berubah haluan.


Keadaan kembali terkendali. Ke Mei Jia melirik pelayan Niang dengan ucapan terima kasih. Dia dengan cepat mendapatkan kembali kepercayaan dirinya. Dia kembali mengangkat wajahnya dengan bangga.


"Tadi kamu bilang jika Raja Wei tidak mungkin memilih selir Ke menemaninya tanpa alasan. Seorang bisakah kamu memberitahu pada kami, alasan apa itu sebenarnya?" Lu Jing Yu yang sejak tadi hanya diam tiba-tiba berbicara. Matanya menyipit menatap Pelayan Niang.


*


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_274🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


***