MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Bab 96 Tidak terimah dengan tuduhan itu


Risya berusaha untuk mendekati Arga yang menjelaskan pada Arga dengan memegang tangan Arga.


"Dengarkan aku Arga. Apa yang aku katakan adalah benar, aku tidak tau apa-apa dengan semua ini. Aku menerima semua ini karema aku pikir pemberian dari kamu," jelas Risya dengan matanya yang bergenang.


"Apa yang terjadi di hotel?" tanya Arga tiba-tiba membuat Risya mendengarnya terkejut dengan Arga yang tiba-tiba mengungkit kejadian di hotel.


"Apa maksud kamu?" tanya Risya dengan suaranya yang tertahan.


"Kenapa kau bisa berada di hotel dan Vio bilang aku yang menyuruhmu ke hotel?" tanya Arya.


Kejadian kemarin memang baru ini di tanyakan Arya yang membuat Risya tiba-tiba panik.


"Jangan diam Risya katakan yang sebenarnya!" ucap Arga menekan suaranya dengan sorot matanya yang sangat tajam menatap Risya.


Risya menelan salivanya dengan memencet-mencet jarinya yang kelihatan panik.


Ting.


Tiba-tiba notif pesan di ponsel Risya berbunyi yang terdapat di atas meja. Risya langsung mengambil ponselnya. Namun keduluan pada Arga.


"Arga!" lirih Risya yang mana Arga membaca pesan itu terlebih dahulu.


Tidak tau apa isinya. Wajah Arga langsung terbelalak kaget melihat pesan itu dengan matanya yang melotot dan tangannya yang memegang kuat ponsel itu terlihat amarahnya semakin membuladak.


Risya Yann melihat ekspresi Arga pasti bingung dan Risya langsung mengambil handphone itu dari tangan Arga dan membaca pesan text tersebut.


"Risya sayang hadiah yang aku kirimkan hari ini. Adalah tanda terima kasihku atas malam yang kita lalui. Kau membuatku sangat bahagia saat itu terima kasih Risya untuk semua kenikmatan itu. Kau sangat luar biasa, aku semakin mencintai mu," tulis seseorang dalam pesannya dengan misterius membuat air mata Risya langsung jatuh.


Tangannya bergetar memegang ponsel itu dengan kakinya yang ingin patah yang tidak sanggup berdiri dan tiba-tiba ponselnya di tarik Arga dan di banting dengan kuat yang membuat Risya tersentak kaget dengan kemarahan Arga.


"Berani kau berselingkuh di belakangku Risya. Apa yang kau lakukan Risya kau tidur dengan bajingan itu!" tuduh Arga dengan suara yang mengelegar dan air mata Risya hanya semakin mengalir mendengar dan melihat kemarahan Arga.


"Katakan siapa dia!" teriak Arga yang menggoyangkan ke-2 bahu Risya.


"Aku tidak tau Arga dan semua pesan ini tidak benar. Aku tidak melakukan apa-apa," bantah Risya.


"Jangan berbohong!" bentak Arga, "kau jelas ada di hotel itu dan kau pikir aku buta dan alasanmu kau mengatakan tidak mengetahuinya. Apa kau pikir itu masuk akal. Bagaimana mungkin kau tidak mengetahui pria yang tidur denganmu," bentak Arga.


"Cukup Arga!" Risya ikut membentak, "aku sudah mengatakan tidak terjadi apa-apa seperti yang kau tuduhkan. Aku tidak tidur dengannya," tegas Risya.


"Kau itu masih bisa berbohong. Ohhhh jangan-jangan itu Samuel lagi. Bukannya kau sangat bahagia dia yang akan bercerai dari Vio. Kau mau kembali dengannya dan berusaha untuk melindunginya dengan alasan yang tidak masuk akal kau tidak mengenalinya dan sok-sokan menjadi orang yang sangat misterius," ucap Arga dengan semua tuduhannya pada Risya.


"Dan karena hal ini juga kau tidak mau ku sentuh yang tiba-tiba kau menghindariku iya. Karena kau sudah merasa nyaman dengan semua sentuhan dari pria itu," lanjut Arga.


"Arga cukup!" bentak Risya yang mengepal tangannya yang juga kehabisan kesabaran dengan Arga yang menuduhnya ini itu.


"Apa! kau masih membela dirimu iya. Kau masih ingin membela dirimu, sudah jelas-jelas kau bersenang-senang di saat aku tidak ada, wajahmu yang bahagia itu saat menerima semua hadiah ini dan kau tidur dengannya untuk ucapan terima kasihnya,"


Plakkk.


"Kau terus menuduhku dan mengatakan apa yang aku katakan tidak masuk akal. Aku memang ke hotel karena pesan yang aku pikir darimu dan tidak terjadi apa-apa di sana. Tetapi kau menuduhku dan merendahkanku. Kau seakan menganggap aku semurahan itu Arga," ucap Risya yang menekankan dengan penjelasannya.


"Apa kau lupa ini yang terjadi dulu di antara kita hah! dulu kau juga menuduhku dan pergi begitu saja dan lihat tidak ada yang aku lakukan. Aku tidak berselingkuh sama sekali!"


"Kau mengungkit masalah itu," sahut Arga dengan menekan suaranya.


"Walau masalah itu sudah lewat. Tetapi apa kau pikir kau pernah mengakui kau yang bersalah atau meminta maaf kepadaku dengan semua tuduhan palsu mu, dengan hinaanmu itu kepadaku. Tidak Arga. Kau tidak punya pikiran untuk melakukan hal itu dan ketika aku mendapat bunga pertama kali dengan kalung itu. Dengan kartu permintaan maaf, aku sangat bahagia dan mengira semua itu darimu...."


"Dan karena itu kau datang keruanganku dan mengajakku melakukannya," sahut Arga yang memotong pembicaraan Risya, "Itu sama saja kau itu hanya melampiaskan semuanya kepadaku dan di pikiranmu hanya orang lain...."


"Cukup Arga!" bentak Risya, "kau jangan lagi menuduhku yang tidak-tidak," tegas Risya.


"Aku tidak menuduhmu. Tetapi semua ini sudah kenyataan dan lihat semua di depanmu!" teriak Arga dan berjalan menuju bunga-bunga itu dan langsung menghancurkannya.


"Kau lihat semua ini dari selingkuhan mu itu, kau bahagia mendapatkannya dan menyimpannya dengan baik!" Arga yang semakin marah mengacak-acak ruangan Risya tanpa ampunan.


Risya hanya diam yang melihat luapan emosi kemarahan Arga dengan semua yang terjadi yang membuat Risya hanya berdiri dalam tangisannya yang tidak dapat melakukan apa-apa.


Karena tidak kuat dengan kemarahan Arga Risya pun keluar dari ruangan itu dan pasti keributan itu sudah terdengar di luar, beberapa karyawan yang kepo langsung kembali pada tempatnya masing-masing ketika Risya keluar dari ruangan itu. Risya melihat di sekelilingnya yang melihat semua orang yang terlihat penasaran dengan apa yang terjadi. Risya langsung pergi meninggalkan tempat itu.


Mungkin ini yang terparah pertengkarana Risya dan Arga. Jika sebelumnya Risya dan Arga bertengkar hanya suara dan ini terdengar bentak sana dan bentak sini dengan suara barang-barang yang berjatuhan.


Bahkan sekarang terdengar suara Arga yang berteriak di ruangan Risya yang membuat karyawan penasaran saja entah apa lagi yang terjadi.


**********


Malam hari mobil Arga berhenti di depan rumahnya dan Arga langsung memasuki rumah.


"Apa yang terjadi Arga!" langkah Arga terhenti di ruang tamu ketika pertanyaan yang terdengar dari suara mamanya. Arga membelikan tubuhnya dan melihat ke belakang. Bukan hanya mamanya ada juga papanya.


"Kamu bertengkar sama Risya di kantor dan begitu heboh sampai ruangan Risya sudah seperti kapal pecah," ucap Dehway yang ternyata mendengar keributan itu dan setelah Arga keluar dari ruangan Risya dia juga melihat ruangan Risya yang hancur seperti kapal pecah.


"Ini urusan rumah tanggaku," jawab Arga singkat yang kembali ingin pergi, "Tante Tantri barusan saja menelpon. Katanya Risya pulang kerumah mereka," ucap Salmah yang baru mendapatkan kabar.


"Risya tidak pulang!" ucap Salmah yang membuat Arga tidak jadi pergi.


"Itu urusannya dan dia juga punya orang tua. Jadi terserah dia mau kemana," ucap Arga.


"Arga kamu itu ya," geram Salmah yang kesal dengan jawaban Arga yang santai dan tidak ada khawatir -khawatirnya dengan istrinya.


"Kamu itu sudah menikah. Dan kalau ada masalah kamu selesaikan dan seharusnya kamu menjemput Risya. Bukan malah menjawab ini dan itu. Kamu itu benar-benar tidak ada dewasanya sama sekali," ucap Salmah.


"Mah cukup dan tolong jangan ikut campur lagi dengan urusan Arga dan Risya. Kami punya urusan masing-masing dan pernikahan kami adalah keputusan kami. Mama sama papa tidak perlu ikut campur. Arga sudah pusing dengan semua masalah dan jika Arga bercerita pada mama dan papa yang adanya kalian akan membelanya," tegas Arga yang langsung pergi dari hadapan mama dan papanya.


"Arga!" panggil Salmah dan Arga tidak peduli dan tetap melanjutkan langkahnya.


Bersambung