MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 169 Kesabaran.


Edo terlihat pusing yang duduk di sofa di ruang tamu. Angela yang sudah menidurkan Putri langsung menghampiri Edo dan melihat Edo yang terlihat gelisah dengan pemikiran yang sepertinya sangat berat.


"Mas!" tegur Angela yang menghampiri Edo dan Angela langsung duduk di samping Edo


"Kamu kenapa mas?" tanya Angela dengan mengusap bahu Edo.


"Aku tidak tau apa yang ada di pikiran Tasya," ucap Edo.


"Tasya! memang ada apa dengan Tasya?" tanya Angela bingung.


"Dia ingin menuntut hak asuh Putri," jawab Edo yang membuat Angela kaget.


"Tasya ingin menuntut hak asuh Putri?" tanya Angela sekali lagi.


"Iya kamu benar dan aku tidak tau kenapa tiba-tiba dia melakukan itu," ucap Edo.


"Mas ini sangat aneh dan itu tidak mungkin. kenapa coba tiba-tiba dia punya pikiran untuk mengambil hak asuh Putri dan bukannya selama ini kamu yang merawat Putri kamu yang bertahun-tahun bersama Putri dan dia saja pergi entah kemana," ucap Angela yang pasti shock dan tidak terima dengan apa yang di dengarnya dengan niat buruk Tasya.


"Dia mengatakan aku membatasi pertemuan dia dan Putri dan makanya dia melakukan itu," ucap Edo.


"Tetapi tetap aja nggak bisa seenaknya Tasya melakukan itu. Dia harus sadar selama ini Putri sama kamu dan Putri baik-baik aja sama kamu. Jadi Tasya tidak bisa melakukan hal itu seenaknya dan kamu juga tidak pernah membatasi dia untuk bertemu Putri. Dia saja yang tidak punya batas. Tidak tau kapan harus bertemu," ucap Angela.


"Itu juga aku sampaikan kepadanya. Tetapi dia tetap dengan kata-katanya dan aku tidak tau apa dia benar-benar akan melakukannya atau tidak!" ucap Edo.


"Lalu kamu sendiri bagaimana mas. Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Angela.


"Jika dia melakukan itu maka aku juga akan melakukannya dan pasti aku akan berjuang untuk Putri aku tidak akan membiarkan Tasya atau siapapun mengambil Putri dari ku," jawab Edo dengan yakin.


"Aku mendukungmu dan aku percaya. Jika pun Tasya menuntut hak asuh Putri. Tetapi aku yakin kamu yang akan mendapatkan hak asuh itu," ucap Angela yang memberikan Edo dukungan.


"Makasih ya Angela kamu selalu mendukungku," ucap Edo dengan menatap Angela.


"Kita berjuang sama-sama ya. Jika dia ingin perang kita harus melawannya dan tidak bisa diam saja," ucap Angela.


"Iya kamu benar. Kita akan mendapatkan hak yang seharusnya memang hak kita dan aku akan semakin berjuang dan tidak akan menyerah. Karena kamu juga mendukungku dan memberiku support," ucap Edo.


"Aku pasti selalu ada di sisimu dan aku percaya kamu bisa melewati semua ini," ucap Angela membuat Edo tersenyum dan langsung memeluk Edo memberikan kekasihnya itu semangat.


"Aku yakin Tasya pasti punya rencana buruk sampai ingin mengambil hak asuh Putri. Wanita itu sebenarnya maunya apa sih. Dia benar-benar belum move on dari mantan suaminya. Dasar," umpat Angela di dalam hatinya yang sudah bisa menduga-duga apa yang di rencanakan Tasya.


***********


Arga dan Risya yang berada di dalam kamar dengan Risya yang bermanja-manja di paha Arga. Risya merebahkan dirinya dengan rambutnya dan di elus-elus.


"Jadi karena hal itu kamu yakin seratus persen kalau Syrala suka sama Boy," ucap Arga yang baru saja mendengar curahan istrinya.


"Benar sayang. Aku bisa melihat dari mata Syrala," jawab Risya.


"Tapi kan Syrala tidak mengatakan dengan jelas. Bahwa dia menyukai Boy," ucap Arga.


"Ya ampun sayang kamu kayak nggak tau aja Syrala. Dia pasti gengsi lah," sahut Risya.


"Tapi aku bisa melihat dengan jelas," sahut Risya yakin.


"Boy sendiri bagaimana?" tanya Arga


"Dan itu dia aku yang tidak tau. Sayang aku hanya tidak ingin kejadian Boy menyukai Angela diam-diam terjadi pada Syrala yang akhirnya apa pasti akan kecewa sama seperti Boy. Ya walau kita tau Boy tidak pernah bilang dia kecewa. Tetapi kita bisa melihat dengan jelas. Kalau Boy kecewa dengan Angela dan itu bukan kesalahan Angela. Karena Boy memang tidak pernah mengakui perasaannya pada Angela," ucap Risya.


"Iya sih dan padahal jelas sekali Boy itu ada rasa pada Angela," sahut Arga yang pasti sangat mengenal sahabatnya itu.


"Nah itu dia sayang," sahut Risya.


"Lalu intinya kamu mau apa untuk Syrala dan Boy?" tanya Arga.


"Aku memang tidak bisa mengatakan dan atau ikut campur. Tetapi aku juga tidak ingin cinta Syrala nantinya bertepuk sebelah tangan. Jadi ada sebaiknya Boy tau perasaan Syarla. Karena jika kita menunggu Syarla untuk jujur itu tidak mungkin," jawab Risya.


"Bagaimana caranya Boy harus tau?" tanya Arga.


"Sayang ya kamu dong yang beri kode pada Boy," jawab Risya.


"Tapi kamu juga tau. Kalau Boy itu orang yang sangat sulit untuk peka," sahut Arga.


"Iya aku tau makanya aku ingin kamu yang bergerak untuk hal itu," sahut Risya.


"Baiklah nanti kalau ada waktu aku akan bicara dengan Boy dan semoga saja semuanya bisa sesuai dengan keinginan kamu," ucap Arga.


"Makasih sayang. Suamiku yang selalu ada untukku dan selalu memahami apa yang aku pikirkan," ucap Risya membuat Arga tersenyum.


"Ya sudah sekarang kita sebaiknya istirahat. Bukannya kamu sangat lelah," ucap Arga.


"Mau langsung tidur. Memang kamu tidak ingin menjalankan hukuman yang tadi kamu katakan?" tanya Risya mengungkit hal itu.


"Sayang aku tau kamu masih belum sepenuhnya pulih dan lagian kamu juga belum bersih dan aku tidak ingin melakukan suatu hal yang justru menyakiti kamu," ucap Arga yang membuat Risya tersenyum.


"Kenapa ya suami ku semakin lama semakin penyabar," ucap Risya.


"Aku hanya sabar karena kamu saja," sahut Arga.


"Kalau begini aku akan semakin mencintaimu," ucap Risya.


"Aku juga semakin mencintai mu," sahut Arga.


Risya duduk dari pangkuan Arga dan langsung memeluk Arga dengan erat.


"Makasih sayang sudah menjadi bagian cerita yang berharga dalam hidupku. Terima kasih untuk kamu yang memahamiku dan selalu menguatkan ku dalam hal apapun. Aku benar-benar sangat bahagia dengan kesempatan di berikan waktu untuk mengenal kamu," ucap Risya dengan tulus.


"Kamu tidak perlu berterima kasih karena aku sama kamu sama-sama di takdirkan untuk bersama, untuk kita saling melengkapi, saling mengerti dan pasti karena kita saling mencintai," ucap Arga yang mencium pucuk kepala Risya.


Meski Arga sangat menunggu-nunggu untuk berhubungan dengan istrinya. Tetapi dia juga tidak ingin buru-buru. Karena Risya juga masih nifas. Karena baru keguguran dan itu juga bisa membahayakan Risya. Arga akan bersabar sampai sang istri benar-benar pulih total.


Bersambung