
Pergelumutan panas itu tidak tau selesai jam berapa dan keduanya terlihat sama-sama lelah dengan tubuh mereka yang berkeringat dengan Arga yang menghempaskan tubuhnya di samping Risya dengan napas Arga dan Risya yang sama-sama naik turun dengan ke-2nya sama-sama saling melihat. Arga tersenyum dan membawa Risya kedalam pelukannya dengan mencium kening Risya.
"Terima kasih Risya," ucap Arga yang begitu bahagia. Risya tidak mampu berbicara lagi. Dia juga sangat terharu yang akhirnya bisa memberikan hak Arga kepadanya. Keduanya memejamkan mata mereka dengan perlahan dan ingin beristirahat sebentar.
Pasti Arga benar-benar sudah sembuh sekarang. Karena obatnya sudah di terimanya dan untung Risya tidak berulah lagi dengan banyak drama yang seperti biasanya. Risya itu memang kadang-kadang aneh dan untuk saja hari ini akhirnya berhasil.
**********
Risya membuka matanya yang tubuhnya berada sangat remuk. Jangan tanya sakit di area sensitifnya dan memang sangat sakit, merasa tubuhnya semakin berat karena memang lengan Arga berada di atas perutnya. Risya benar-benar hanya ingin di pijat agar tubuhnya itu tidak pegal.
Risya meraba nakas dan mengambil ponselnya melihat sudah pukul 4 sore. Bukan hanya satu kali dia melakukannya dengan Arga setelah selesai Arga masih mengulanginya dan bagaimana Risya tidak pegal-pegal dan sekarang sudah pukul 4 sore dan semua karena Arga.
Dengan perlahan Risya menyinggirkan tangan Arga dari pelukannya dan mencoba untuk duduk. Namun tiba-tiba tangannya di pegang membuat Risya menoleh ke arah Arga.
"Kamu mau kemana?" tanya Arga dengan suara seraknya.
"Mau bersih-bersih, ini sudah sore," jawab Arga. Arga bukannya melepas tangan Risya malah menariknya dan menjatuhkan Risya yang membuat Risya mendarat di dada bidangnya dengan wajah mereka yang saling berdekatan.
"Arga!" pekik Risya dengan kesal dengan memukul manja dada Arga.
"Bukannya aku sudah mengatakan. Hari ini akan menjadi hariku dan kamu tidak boleh turun dari tempat tidur," ucap Arga membuat Risya mengkerutkan dahinya.
"Apa maksudnya. Jangan bilang kamu ingin lagi melakukannya?" tanya Risya.
"Jika memang iya kenapa? apa tidak boleh aku melakukannya?" tanya Arga yang membalikkan posisi tubuh mereka. Yang sekarang Arga sudah berada di atas tubuh Risya.
"Arga apa maksud kamu. Bukannya sudah lebih dari satu kali," ucap Risya pelan.
"Apa kamu tidak menikmatinya?" tanya Arga dengan menaikkan 1 alisnya.
"Ya menikmatinya. Tetapikan aku juga cape dan juga masih sakit," ucap Risya pelan dengan memegang ke-2 bahu Arga.
"Tetapi aku masih menginginkannya Risya," ucap Arga.
"Apa tidak bisa nanti saja?" tanya Risya.
Arga menggelengkan kepalanya.
"Issss kamu jangan seperti itu Arga, jangan seenaknya denganku. Kau mau mandi pokoknya dan kamu minggir," ucap Risya dengan tegas.
"Aku tidak mau," jawab Arga.
"Arga kam...mpt," mulut Risya langsung di bungkam oleh Arga membuat Risya melotot dan Arga langsung melepasnya.
"Issss kamu," geram Risya. Dan Risya kembali kaget yang ternyata di bawah sana Arga sudah berulah.
"Arga," geram Risya dengan kesal. Dia ingin marah dan merosos namun tidak bisa karena Arga kembali membungkam mulutnya dengan ciuman panas dan apa lagi yang di lakukan mereka jika tidak kembali berhubungan panas.
Ini baru sore dan belum nanti malam. Arga kalau sudah di beri kesempatan memang tidak tanggung-tanggung. Risya harus sabar-sabar menghadapi Arga dan sudah melewati beberapa ronde dengan Arga dan sebenarnya Risya mau-mau aja. Walau dia mengeluh ini dan itu. Tetapi ujung-ujungnya dia juga menikmatinya dan bahkan menginginkan- menginginkan lagi.
*********
Setelah saling memiliki membuat ke-2nya ingin jalan-jalan ketempat yang di sukai Risya dan Arga pasti mengabulkannya dengan perjalanan romantis seperti sekarang ini.
Arga mengejar Risya dan tidak mudah bagi Arga yang langsung mendapatkan Risya dengan memeluk pinggang Risya dari belakang dan mengangkatnya memutarkan tubuh Risya.
"Arga!" suara Risya yang tertawa-tawa yang sangat bahagia dengan apa yang di terimanya.
Arga juga sangat bahagia yang bisa memberikan Risya kebahagiaan, saling bercanda, benar-benar ngambek itu yang di lakukan pasangan yang sekarang sudah saling berhadapan berdiri di pinggir jembatan dengan tangan Arga memebelai-belai anak rambut Risya.
"Kamu bahagia?" tanya Arga. Syiria menganggukkan kepalanya. Arga mencium lembut kening Risya dan Risya mengalungkan tangannya di leher Arga dengan ke-2 tangan Arga berada di pinggang Risya dan dahi mereka ber-2 saling bersentuhan.
"Katakan sesuatu kepadaku," ucap Risya dengan suara lembutnya.
"Apa yang harus aku katakan?" tanya Arga.
"Apa yang aku inginkan, apa yang ingin aku dengarkan," jawab Risya.
"Apa itu?" tanya Arga. Risya mendekatkan mulutnya pada telinga Arga.
"Ungkapan cintai," bisik Risya. Arga mendengus tersenyum mendengarnya dan melihat Risya dengan 1 alis yang terangkat.
"Ungkapan cinta hanya untuk orang yang mencintai saja dan aku belum tentu," ucap Arga membuat eksperesi wajah Risya jadi manyun.
"Kamu mengatakannya saat itu," ucap Risya.
"Kapan?" tanya Arga.
"Isss jangan bohong. Kamu berbisik kepadaku dan bilang kamu itu mencintaiku," ucap Risya dengan kesal.
"Itu hanya pendengaran kamu saja. Mungkin itu dulu," ucap Arga dengan senyum-senyum.
"Issss menyebalkan," ucap Risya kesal yang mendorong Arga menjauh darinya dan Risya langsung berbalik badan membuat Arga tersenyum yang paling suka membuat Risya ngambek.
Arga pun langsung memeluk Risya dari belakang dengan dagunya yang menempel pada Risya dan Risya tadinya ingin memberontak. Namun pelukan Arga sangat erat membuatnya pasrah.
"Kau itu menyebalkan sekali, sudah menikmati ku berkali-kali. Bilang cinta aja tidak mau," umpat Risya dengan kesalnya yang merocos karena Arga.
"Aku mencintaimu," ucap Arga membuat mulut Risya berhenti berbicara. Dia tersenyum. Namun senyumnya langsung di sembunyikannya. Karena gengsi dengan Arga.
"Aku tidak percaya," ucap Risya dengan ketus.
Arga membalikkan tubuhnya dan membuat mereka saling berhadapan dengan mereka yang saling melihat dengan dan Arga memegang pipi Risya dan kembali mencium Risya lagi.
"Tidak percaya?" tanya Arga. Risya menganggukkan kepalanya.
"Apa yang aku lakukan kepadamu sampai berkali itu bukan cinta?" tanya Arga.
"Aku tidak bisa percaya. Tadi kamu sudah mengatakan di awal tidak dan aku tidak akan percaya selanjutkan dan ingat aku tidak akan mengijinkan mu kembali menyentuhku. Itu pelajaran untukmu," tegas Risya dengan mode galak membuat Arga geleng-geleng. Istrinya itu memang berubah-ubah sifatnya dan itu yang di sukainya.
Bersambung