MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 67 Ulah Risya memang selalu ada.


Pagi hari kembali Risya sedang berada di kamar mandi yang sedang siap-siap sementara Arga sudah mandi terlebih dahulu dan sekarang sedang memakai bathrobe untuk berganti pakaian.


"Di bagian mana bajuku di letakkannya," gumam Arga yang melihat ada 3 koper dan tidak tau di bagian mana pakaiannya karena Risya yang menyiapkan semuanya. Arga menghela napasnya dan akhirnya membuka salah satu koper yang ternyata semua pakaian Risya.


Dan Arga membuka koper yang berikutnya dan ternyata pakaian Risya dengan barang-barang Risya yang pasti barang-barang cewek pasti ada-ada saja.


"Semua saja di bawanya yang tidak penting juga di bawanya," umpat Arga dengan kesal dan membuka koper yang terakhir yang pasti itu pasti satu koper hanya untuk pakaiannya saja.


Namun saat Arga membukanya mata Arga melotot saat melihat pakaian yang ada di dalam koper itu itu ada beberapa sepatu wanita dan juga pakaian Risya.


"Risya!" teriak Arga dengan suara yang menggelegar yang sudah emosian dengan Risya yang pagi-pagi sudah membuat ulah dan di negara orang lagi.


"Iya ada apa," sahut Risya yang kaget dan buru-buru keluar dari kamar mandi. Arga membalikkan tubuhnya dan melihat Risya dengan penuh kekesalan.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Arga menekan suaranya.


"Apa! ya aku tadi baru mandi," jawab Risya dengan santai yang memang baru selesai mandi.


"Lihat ini semua?" tunjuk Arga pada koper-koper itu.


"Kenapa? itu koper-koper kita?" tanya Risya tanpa dosa.


"Koper-koper kita katamu. Kopermu yang adanya dan aku tidak sama sekali!" teriak Arga dengan napasnya yang naik turun dengan ulah Risya yang sangat keterlaluan.


"Apa sih Arga, teriak-teriak bikin sakit telinga aja," sahut Risya dengan menutup telinganya.


"Apa yang kau lakukan Risya. Di mana pakaian ku dan kenapa hanya pakaianmu semuanya?" tanya Arga dengan emosi.


"Siapa bilang, ini pakaian mu," sahut Risya yang langsung menghampiri koper-koper tersebut dan mengeluarkan pakaian Arga dari koper pertama yang tidak terlihat Arga yang tertutupi dengan pakaian Risya.


"Kau itu marah-marah saja. Ini pakaian mu," ucap Risya menegaskan.


"Hanya itu?" tanya Arga yang hanya melihat beberapa stel saja.


"Ya lalu mau sebanyak apa?" sahut Risya yang malah bertanya kembali.


"Kau jangan bercanda Risya kau membawa pakaian dengan begitu banyak dan pakaian ku hanya 1 koper di bagi dua. Kau itu sedang main-main denganku hah!" sahut Arga dengan kesal.


"Arga sudah lah kamu jangan marah-marah. Kopernya tidak muat dan aku hanya bisa membawa dengan sebisaku saja," sahut Risya.


"Bagaimana mau muat. Jika di koper ini semuanya pakaianku?" teriak Arga yang lagi-lagi membuat telinganya Risya bisa rusak.


"Ya maaf. Nanti kalau misalnya kurang. Kita beli di sini. Sudah Arga jangan marah-marah ayo cepat pakai. Kita harus meeting hari ini!" tegas Risya yang tidak mau basa-basi dan langsung mengambil salah satu stel pakaian dan Risya menghampiri Arga dan memberinya pada Arga.


"Ayo di pakai kamu tidak boleh marah-marah seperti itu," ucap Risya dengan lembut yang sekalian membujuk Arga.


"Selalu saja seperti ini kelakukanmu. Awas saja kau," umpat Arga dengan marah-marah yang pasti masih kesal. Risya hanya menghela napas saja yang tidak ingin memancing Arga lagi. Nanti yang adanya mereka semakin ribut dengan Arga semakin sinting dengan ulah Risya.


********.


Akhirnya Arga Risya Novi dan tim yang lainnya melakukan rapat penting dengan beberapa orang-orang terpandang yang pengusaha-pengusaha hebat yang ada di Jepang yang pasti Kanesa papa dari Tony juga ikut dan rapat seperti nya berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apa-apa sama sekali.


Risya pasti sangat berguna dalam jalannya rapat hari ini sangat membantu dan tidak membuat Arga kesal dan mungkin kesalnya Arga tadi pagi sudah terbayarkan dengan kemampuan Risya di meja rapat dan Arga harus mengakui tidak sia-sia untuk membawa istrinya itu.


Risya kekamar mandi untuk memperbaiki riasannya atau sekedar merapikan diri saja. Namun tidak lama Rachel juga berada di kamar mandi yang sama dan bahkan berdiri di samping Risya yang membuat Risya melirik saja tanpa ingin menegur Rachel.


Tiba-tiba Risya melihat tangan Rachel yang membuka keran air yang mana melihat pergelangan tangan itu yang penuh dengan merah-merah dan bekas cengkraman.


"Semua ini karena ulahmu," ucap Rachel tiba-tiba yang membuat Risya melihat ke arah Rachel dan Rachel juga melihat kearahnya.


Risya juga melihat luka di bagian mata Rachel yang tadi di tutupi dengan kaca mata dan juga dari Rachel yang membiru dan tadi di tutupi dengan poni Rachel.


"Apa maksudmu menunjukkan luka-luka itu kepadaku?" tanya Risya yang memang kelihatan Rachel sengaja memperlihatkannya.


"Supaya kau sadar semua yang terjadi kepadaku. Karena perbuatanmu yang membuatku menikah dengan Tony dan mendapatkan semua ini," ucap Rachel.


Risya mendengarnya menyunggingkan senyumnya, "kau itu lucu sekali Rachel. Kau menyalahkanku tetapi tidak sadar dengan perbuatanmu. Eh Rachel seharusnya kau itu sadar. Suamimu melakukan semua itu karena pasti kau itu keganjenan dengan suami orang. Sudah tau suami orang punya istri. Tetapi kau malah mendekatinya dan itu yang membuat kau mendapatkan semua ini. Jadi berhenti menyalahkanku," ucap Risya dengan menegaskan.


"Arga itu adalah cinta pertamaku dan aku yang mengenalnya terlebih dahulu dan aku menikah dengan Tony itu semua gara-gara mu dan semua yang terjadi karena asal mulanya dari mu," tegas Rachel.


"Udah ya Rachel jangan mengulang kata-kata yang sama lagi. Hal itu sangat tidak penting bagiku dan hanya membuat telingaku sakit. Jadi stop bicara kepadaku. Seharunya kau itu menjadikan semua ini sebagai pelajaran," ucap Risya dengan tersenyum miring yang masa bodo dengan Rachel.


Dan Risya ingin pergi. Namun Rachel menahannya dan bahkan mendorong Risya sampai membuat Risya terduduk.


"Rachel kau!" geram Risya yang ingin berdiri namun Rachel mengeluarkan parfum dari dalam tasnya dan langsung menyemprotkan ke mata Risya membuat Risya menutup matanya dan pasti keperihan.


"Rachel apa yang kau lakukan? apa kau gila Rachel!" teriak Risya.


"Syukurin emang enak. Itu pelajaran untuk wanita seperti mu dan semoga matamu buta," umpat Rachel yang puas melakukannya pada Risya dan Rachel langsung pergi meninggalkan kamar mandi itu.


"Tolong! tolong!" Risya yang kepedihan dengan menutup matanya dengan ke-2 tangannya hanya meminta tolong. Tidak tau juga apa ada yang mendengarnya atau mungkin karena dia bahasa Indonesianya jadi tidak ada yang tau dan tidak mengerti dengan apa yang di katakannya.


Sementara Rachel sudah keluar dari kamar mandi dan bahkan sudah jauh dari tempat itu.


"Mampus kau memang enak," batin Rachel yang merasa puas yang mencelakakai Risya.


"Gara-gara kau tadi malam aku menjadi sasaran Tony dan aku tidak akan membiarkan kau itu hidup bahagia terus dengan Arga. Jadi rasakan semuanya," batin Rachel yang begitu puasnya yang menyakiti Risya dan bahkan tidak peduli dengan efek yang terjadi pada Risya.


Bersambung