
Suasana ketika menjadi hening dengan apa yang di katakan Bram. Edo juga kelihatan tampak serius.
"Maksud kamu apa ya bicara seperti itu?" tanya Edo yang mulai terpancing. Angela dan Tasya yang malah panik dengan situasi yang mulai menegangkan itu.
"Ahhh sudahlah," sahut Tasya yang coba mencairkan suasana agar tidak terjadi hal yang lebih panjang lagi.
"Hmmmm. Kita jangan membahas masalah itu lagi. Mas Edo aku minta maaf dengan kejadian ini dan ini hanya salah paham. Aku berharap kita semua tidak memperpanjang hal ini," ucap Tasya yang mencegah keributan yang hampir terjadi.
"Mas Edo sudahlah!" sahut Angela yang mencoba untuk menenangkan Edo yang tersinggung dengan kata-kata Bram.
"Mah boleh tidak kalau Putri jalan dengan papa dan mama Angela. Soalnya Putri bosan di rumah dan semenjak kita di Indonesia Putri terus di rumah saja dan tidak pernah pergi ke mana-mana. Mama yang terus pergi. Putri juga bosan mah," sahut Putri yang tiba-tiba mengeluhkan keadaannya dan ingin pergi. Mendengar hal itu membuat Edo semakin merasa ada yang tidak beres.
Edo terus memperhatikan Tasya yang mendadak panik dan juga takut-takut.
"Ya ampun Putri kenapa sih kamu harus mengatakan hal seperti itu. Kamu itu membuat masalah semakin panjang saja," batin Tasya panik.
"Mama boleh apa tidak?" tanya Putri.
"Hmmmm," Tasya kebingungan yang bergantian melihat Bram dan juga Edo.
"Biarkan saja Putri pergi bersama mereka. Aku juga mau istirahat di sini," sahut Bram dengan dingin.
"Oh begitu. Ya sudah Putri tidak apa-apa," sahut Tasya tersenyum.
"Tetapi Putri jangan lama-lama pulangnya ya," ucap Tasya.
"Iya mah," sahut Putri.
"Ya sudah ayo mama bantu siap-siap!" ajak Tasya yang memegang tangan Putri. Putri pamit pada Edo dan Angela. Lalu langsung pergi bersama Tasya untuk siap-siap.
"CK," Bram berdecak kesal dan tiba-tiba langsung selonjoran di sofa seperti tidak menganggap ada orang di tempat itu yang membuat Edo dan Angela lama-lama terpancing dengan Bram yang semakin menunjukkan watak aslinya.
***********
Edo, Angela dan Putri jalan-jalan ke taman bermain. Hari libur seperti ini taman lumayan ramai. Karena banyak juga yang datang quality time dengan keluarga mereka, memanfaatkan hari libur yang singkat.
Putri tampak Happy dengan bermain-main bersama Angela. Dia merindukan hal-hal seperti ini dan Putri sangat bahagia bisa bersama Edo dan Angela. Mungkin seperti apa yang di katakan Putri sebelumnya. Jika dia bosa di rumah. Tasya terus yang pergi dan Putri seperti di kurung.
Hanya Putri dan Angela yang bermain-main bersama tidak dengan Edo. Edo hanya duduk murung di salah satu kursi yang matanya terus fokus ke arah Putri dan Angela yang terus tertawa.
Sampai tawa Angela tiba-tiba hilang ketika melihat ke arah Edo dan Edo masih saja melamun.
"Mah tangkap bolanya!" panggil Putri yang melihat Angela ikut-ikutan melamun.
"Oke!" sahut Angela yang cepat menangkap bola yang hampir mengenai wajahnya. Karena Angela juga sibuk melamun.
"Yeeeee hampir saja mama terkena," sahut Putri.
"Iya Putri benar, hampir saja," sahut Angela membuang napasnya perlahan ke depan.
"Putri mama samperin papa bentar ya. Putri tidak apa-apa kan main sendirian?" ucap Angela.
"Baiklah mah!" sahut Putri dengan menganggukkan kepalanya.
Angela tersenyum dan langsung menghampiri Edo suaminya itu dengan duduk di sampaikan Edo.
"Kamu memikirkan apa yang terjadi tadi?" tebak Angela. Edo menganggukkan kepalanya. Memang pikiran itu tidak lepas dari otaknya.
"Jelas-jelas dia sudah menunjukkan siapa dirinya. Tetapi kamu lihat Tasya dia seakan menutup mata dengan apa yang terjadi. Apa dia tidak memikirkan nasib Putri. Jika dia tetep melanjutkan hubungan dengan pria itu," ucap Edo dengan rasa khawatirnya.
"Aku mengerti apa yang menjadi ke khawatiran kamu mas dan memang tadi sudah sangat jelas. Seperti apa Bram. Tapi kita juga tidak bisa mas mencegah keputusan Tasya. Tasya punya pilihan hidupnya sendiri. Dan jika ini alasannya juga karena Putri. Kita juga tidak punya hak. Aku takut, jika nanti kita terlalu ikut campur dengan alasan Putri. Kejadian dulu akan terulang dan mungkin Tasya tidak akan mengijinkan kamu bertemu Putri lagi," ucap Angela dengan semua yang dapat di pikirkannya.
Apa yang di katakan Angela mungkin memang benar. Putri bukan anak kandung Edo dan Edo tidak punya hak seperti itu. Mungkin jika Edo ayah biologis Putri. Pasti saat melihat hal itu Edo bisa bertindak dan mungkin Putri bisa bersamanya.
Namun kali ini Edo tidak punya pilihan lain dan apa yang di kataka Angela seolah itu adalah pernyataan. Jika Edo tidak akan bisa berbuat apa-apa.
"Aku khawatir pada nasib Putri," ucap Edo.
"Kita doakan saja semoga Tasya bisa mengubah keputusannya untuk tidak melanjutkan hubungannya dengan Bram. Dia bisa memikirkan nasib Putri. Karena aku lihat Bram memang tidak menyukai Putri. Begitu juga sebaliknya Putri," sahut Angela.
"Tapi kalau melihat sangat tidak mungkin Tasya melepas hubungannya dengan Edo. Melihat apa yang terjadi. Kamu bisa melihat sendiri di sini Tasya yang terlalu mencintai Bram," sahut Edo yang memang melihat dari beberapa segi. Bagaimana Tasya yang lebih bucin pada Bram.
"Kamu benar juga sih," sahut Angela yang juga harus mengakui hal itu.
"Papa! Mama!" tiba-tiba Putri datang menghampiri Angela dan Edo.
"Iya Putri ada apa?" tanya Angela.
"Ayo makan! Perut Putri lapar," ucap Putri.
"Oh udah lapar ternyata. Memang mau makan apa sayang?" tanya Angela.
"Makan yang banyak," sahut Putri menggerakkan tangannya membuat Edo tersenyum.
"Baiklah kalau begitu kita makan sekarang ya. Papa juga lapar," sahut Edo.
"Baik pah," sahut Putri mengangguk dengan kesenangan.
*********
Edo, Angela dan Putri sudah berada di salah satu Restaurant dan mereka mulai menikmati makanan yang mereka pesan. Putri makan begitu lahap membuat Edo dan Angela sangat senang melihatnya.
"Papa Putri boleh tidak tinggal sama mama dan papa!" ucap Putri tiba-tiba yang membuat Angela dan Edo saling melihat.
"Putri kalau hanya sendirian di rumah. Apa gunanya. Jadi Putri ingin tinggal sama mama dan papa aja," ucap Putri dengan wajah lesuhnya.
"Memang Putri tidak suka dengan Om Bram?" tanya Edo. Putri menggelengkan kepalanya.
"Putri mau sama mama dan papa aja. Mama Tasya sering tidak di rumah. Ini mumpung Putri berada di Indonesia kalau di Luar Negri. Putri mana bisa lagi bersama mama dan juga papa," ucap Putri.
Angela dan Edo semakin yakin. Jika Putri memang tidak nyaman tinggal bersama Tasya. Mungkin karena Tasya sudah membagi fokusnya ke pada Edo.
"Ya sudah Putri. Nanti kita bicarakan pada mama kamu," sahut Angela.
Putri menganggukkan kepalanya dengan Putri yang tersenyum mengangguk dengan Putri yang benar-benar sangat bahagia.
Bersambung