
Jepang.
Akhirnya mereka semua tiba juga di jepang dengan perjalanan yang cukup jauh dan mereka semua langsung di jemput oleh supir yang sudah di siapkan dan langsung di bawa pergi.
"Kita mau kemana setelah ini?" tanya Risya.
"Aku juga tidak tau. Novi yang tau,"jawan Arga apa adanya yang memang tidak tau apa-apa dan Risya hanya mengangguk saja dan melihat ponselnya menscroll TikTok untuk melepas kejenuhannya.
Tidak lama akhirnya mereka tiba di mansion mewah dan langsung di sambut beberapa pelayan.
"Novi kita akan menginap di sini," tanya Arga.
"Iya pak Arga," jawab Novi.
"Kenapa tidak di hotel saja. Kenapa harus di sini?" tanya Arga, sementara Risya melihat-lihat di sekitarnya melihat dengan kepala berkeliling melihat luasnya tempat itu.
"Tapi ini sebagian dari sambutan dari tuan Kanesa," jawab Novi.
"Kenapa hanya berdiri saja. Ayo silahkan masuk!" sahut Tony dengan ramah, "semoga tempat ini nyaman untuk tuan Sean selama beberapa hari kedepan dan untuk tim tuan Sean akan tinggal di tempat berbeda. Karena mansion mewah ini hanya khusus untuk pimpinan perusahaan Ruby saja," ucap Tony.
"Benar Sean. Aku juga sudah menyiapkan kamar yang bagus dan sangat nyaman untuk kamu dan mari aku akan mengantarmu," sahut Rachel yang mempersilahkan Sean.
"Namun kamar ini hanya untuk kamu. Untuk Bu Risya dan yang lainnya akan berada di lantai berikutnya," ucap Rachel dengan tersenyum miring pada Risya.
"Maaf tuan Tony kami ini datang berbentuk tim. Jika tidak bisa menyiapkan dalam bentuk tim untuk kamar atau kenyamanan kamu semua. Maka jangan di lakukan. Kami akan menyewa rumah atau hotel untuk kamu bisa nyaman. Karena jika tim kami di pisah. Maka hanya akan menyulitkan kami saja. Jadi mohon maaf," sahut Arga dengan tegas.
Risya tersenyum miring mendengarnya yang gantian dengan Rachel dan sekarang Rachel yang jadi kesal sendiri.
"Novi kamu siapakah beberapa kamar untuk tim kita!" titah Arga.
"Baik pak Arga," sahut Novi.
"Jangan merendahkan kami dengan kalian menolak tawaran kami," sahut Tony, "tuan Arga papa saya akan sangat marah jika Tidka menyambut kalian dengan baik. Jadi jika kalian memang ingin kamar dan tempat yang bagus untuk seluruhnya bisa berbicara tanpa bertindak terlebih dahulu," sahut Tony yang kelihatannya sangat tersinggung dengan tindakan Arga.
"Maaf tuan Tony soalnya kami tidak bisa basa-basi dan jika masih ingin di hargai dalam jamuan yang special ini. Maka siapakan secepatnya karena kaki kamu dan tubuh kaki sakit dan harus secepatnya beristrihat," ucap Sean dengan datar.
Tony mengepal tangannya mendengar perkataan Sean dan Reval melihat semua para pelayannya.
"Kalian siapakan kamarnya untuk mereka semua!" titah Tony.
"Baik tuan," sahut salah seorang pelayan.
"Yang bagus ya dan terutama untuk saya dan istri saya," sahut Arga.
"Baik tuan," sahut pelayan itu. Mendengar hal itu membuat Risya tampaknya kembali happy dan Rachel pasti semakin kesal.
"Risya benar-benar selalu menang dari ku dan Arga sekarang benar-benar sangat memihak kepada-nya," batin Rachel yang tidak mudah untuk menerima hal itu.
Sama dengan Tony yang sebenarnya dari perkataan Arga. Dia telah di rendahkan oleh Arga. Dia belum tau saja siapa Arga dan Arga memang orang yang tidak suka dengan basa-basi.
********
"Yang lain sibuk bekerja dan kau malah di sini," tiba-tiba terdengar suara yang membuat Risya menoleh kebelakang yang siapa lagi yang ternyata Arga.
"Siapa juga yang mau bekerja malam-malam ini itu sudah malam. Waktunya bersantai dan mereka aja yang pada kesibukan dan itu juga karena kamu yang terlalu memaksakan mereka untuk bekerja," ucap Risya.
"Inilah pertimbanganku dalam mengajakmu kemari. Ini yang aku lihat. Kamu sama sekali hanya main-main dan sangat menyusahkan yang hanya bersantai-santai saja," sahut Arga dengan kesalnya.
"Arga kamu itu jangan berlebihan deh. Siapa juga yang bersantai -santai. Ini itu sudah malam dan aku hanya ingin istirahat," ucap Risya yang pasti punya beribu alasan.
"Kalau istirahat itu di kamar bukan di sini!" tegas Arga.
"Nona ini makanannya," tiba-tiba pelayan datang yang membawakan makanan untuk Risya.
"Karena aku ingin makan," sahut Risya dengan tersenyum dan duduk di bangku yang ada di pinggir kolam renang. Bangku santai yang cocok untuk rebahan.
"Mari letakkan di sini!" ucap Risya dan pelayan itu meletakkan di atas meja yang ada di samping Risya.
"Makasih ini pasti sangat nikmat," sahut Risya. Pelayan itu mengangguk dan setelah urusannya selesai dia langsung pergi dengan menundukkan kepalanya dengan sopan.
"Kamu tidak mau makan Arga?" tanya Risya yang padahal hanya ada sepiring makanan dan satu gelas minuman yang di bawakan pelayan untuknya. Karena memang hanya untuk satu orang saja.
Arga mengenal napas dan duduk di samping Risya dan Risya mengubah posisi duduknya dengan bersilah kaki dan berhadapan dengan Arga yang duduk satu bangku dengannya.
"Katanya mereka itu chefnya orang Indonesia dan makanannya enak-enak. Makanya aku ingin mencobanya dan perutku juga sudah keroncongan," jelas Risya.
"Kau berani sekali memakannya. Apa kau tidak takut jika di racuni?" tanya Arga.
"Kalau begitu kamu harus mencobanya terlebih dahulu," sahut Risya yang menyodorkan pada Arga untuk suapkan pertamanya dan Arga hanya melihat Risya saja dengan makanan yang ada di depan mulutnya.
"Cobalah," sahut Risya. Arga membuka mulutnya dan mau-mau saja menjadi bahan percobaan dari Risya dan Risya pasti tersenyum tipis melihatnya dan senyum Risya bukan mengarah pada Arga. Namun mengarah pada yang lain yang berada tidak jauh dari mereka dan ternyata itu Rachel yang mengintip kemesraan mereka dan Risya kelihatannya sengaja membuat Rachel panas.
"Ini sangat aman sepertinya dan aku tidak apa-apa sama sekali," sahut Arga.
"Benarkah, kalau begitu aku akan memakannya," sahut Risya dengan menyunggingkan senyumnya.
"Apa yang kau lihat?" tanya Arga yang melihat eksperesi wajah Risya yang seperti ada yang di sembunyikan.
"Tidak apa-apa memang kenapa?" tanya Risya.
"Jangan membohongiku!" sahut Arga yang melihat dari besi yang ada di dekat Risya dan melihat bayangan Rachel yang mengintip di sana.
"Apa yang harus di bohongi," sahut Risya yang ingin makan. Namun Arga menghentikannya yang membuat Risya kaget.
"Kau harus makan dari apa yang sudah kau berikan," ucap Arga yang langsung membungkam mulut Risya dengan bibirnya yang mencium Risya dan membuat Risya kaget dengan Arga yang tiba-tiba saja melakukannya dan Risya pasti belum siap.
Awalnya Risya ingin memberontak karena paling kesal jika Arga menciumnya terlihat memburu dan tiba-tiba. Namun karena Rachel masih ada di sana. Jadi mau tidak mau Risya menerimanya dan memejamkan matanya dengan membuka sedikit mulutnya untuk memberikan Arga ruang menciumnya lebih dalam lagi yang sekalian Risya pasti ingin memanas-manasi Rachel supaya Rachel kapok dan tidak suka mengintip lagi.
Bersambung