MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 115 Malam yang berbeda.


Setelah makan malam mereka selesai Arga dan Risya kembali pulang yang sekarang mereka sedang berada di dalam mobil yang melewati hujan deras.


"Kenapa sih sekarang lagi musim hujan," ucap Risya.


"Ya memang lagi seperti itu cuacanya mau bagaimana lagi," sahut Arga.


Risya dan Arga melewati pinggir pantai yang membuat Risya tersenyum dengan melihat pantai yang gelap di sana.


"Arga kita ke pantai sebentar yuk!" ajak Risya.


"Untuk apa. Lagian juga hujan?" tanya Arga heran.


"Ya pengen aja kepantai, lagian baru juga jam brapa kan tidak ada salahnya kepantai sebentar," ucap Risya.


"Baiklah," sahut Arga yang tidak masalah sama sekali. Ya demi menuruti Risya harus di lakukannya dari pada Risya marah kan bisa berabe.


Sesampainya mereka berdua di pinggir pantai yang mobil itu menghadap pantai yang bisa melihat ombak. Karena ada cahaya dari lampu-lampu jalanan.


"Sayangnya hujan. Jika tidak pasti bisa lebih dekat ke sana," gumam Risya dengan matanya yang terus melihat ke arah pantai.


"Risya kalau mau kepantai, besok-besok kita juga bisa pergi. Bagaimana jika besok pagi kita kemari lagi," ucap Arga.


"Memang kamu tidak keberatan?" tanya Risya.


"Kenapa harus keberatan. Memang apa yang salah?" Arga kembali bertanya.


"Arga aku perhatikan, kenapa sih kamu itu selalu menuruti apa yang aku mau, dari hal kecil sampai hal besar. Kamu selalu ada untukku, dari kita bersama, kita pacaran bahkan saat kita putus kamu tetap ada untukku dan walau kita sering bertengkar. Tetapi jika aku dalam suatu hal yang sulit kamu tetap ada di sampingku. Kenapa kamu selalu melakukan hal itu kepadaku?" tanya Risya.


Arga tersenyum dan menghadap Risya. Arga memegang tangan Risya dengan menatap dalam-dalam istrinya itu.


"Kamu tau jawabannya dan jawabannya adalah cinta. Walau kita putus tetapi di hatiku kamu tetap ada. Kamu tidak tergantikan sekarang atau selamanya. Namun yang seperti yang kamu katakan cinta itu hanya perkataan saja. Aku tidak mengerti dengan sepenuhnya," ucap Arga yang membuat Risya terdiam.


"Jadi Risya aku juga ingin sama-sama belajar untuk mendalami cinta kita," ucap Arga dengan penuh ketulusan.


"Maafkan aku Risya aku sudah menuduhmu berselingkuh 4 tahun lalu. Aku meninggalkanmu dan menjadi orang pertama yang tidak percaya kepadamu. Aku sangat bodoh, aku menghancurkan perasaan mu dan bahkan saat kita putus. Saat kita ada cekcok aku selalu mengungkit hal itu tanpa peduli perasaan mu aku menjadikan semua becandaan tanpa aku sadari jika aku sudah menyakitimu,"


"Kita memutuskan menikah, dengan mudahnya aku menganggap masalah itu selesai. Tanpa aku pernah mengakuinya dan meminta maaf kepadamu. Aku mengakui mencintai. Tetapi tidak bisa memahami. Kamu sangat bahagia dengan pemberian mawar yang kamu anggap dariku. Aku menyadari bahagianya kamu bukan karena mawar itu. Tetapi karena kata-kata maaf yang sangat kamu harapkan,"


"Dan selama ini aku tidak pernah peka dengan hal itu. Aku hanya menganggap semuanya sangat simple, aku menganggap kita kita sudah berhubungan suami istri maka masalah itu selesai. Tetapi aku tidak sadar jika aku sangat egois yang tidak menyelesaikan satu-satu. Atau seharusnya aku minta maaf dulu kepada kamu baru menyentuhmu. Namun ke egoisanku melupakan hati kamu," ucap Arga dengan bicara penuh ketulusan yang terus menatap Risya dengan semua masalah yang di akuinya.


"Aku sangat berdosa Risya! aku sangat bersalah aku sangat jahat. Aku benar-benar minta maaf Risya untuk semua ini," ucap Arga dengan matanya yang bergenang.


"Aku ingin mendapatkan hukuman yang lebih berat dari perasaan kamu sudah aku hancurkan berkali-kali. Kamu jangan bilang aku selalu ada untukmu. Karena kenyataannya tidak seperti itu," ucap Arga.


"Hukum aku lebih berat Risya!" ucap Arga dengan penuh penyesalan.


"Hukum aku! Hukum aku!"


"Jangan mengatakan apa-apa lagi dengan kamu yang meminta maaf seperti ini sangat membuatku bahagia. Kamu benar Arga apa yang kamu katakan ini adalah hal yang aku tunggu-tunggu. Aku memang sangat menunggu kata maaf dari kamu. Dan aku sempat berpikiran jika kamu hanya menganggap semuanya sangat simple. Seakan tidak pernah terjadi apa-apa di antara kita. Tapi aku berusaha menjadi orang yang lebih dewasa dan menerima semuanya dan iya aku mengira tulisan itu dari kamu dan membuatku begitu bahagia," ucap Risya dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Kita sudah saling memaafkan dan sudah saling memahami. Kita bertahan selama ini karena masih ada cinta di antar kita berdua. Tidak tau siapa yang memiliki cinta yang lebih besar. Apa itu kamu atau aku. Tidak ada yang tau Arga. Namun jika kamu juga ingin belajar untuk memahami cinta, maka aku juga ingin belajar yang lebih lagi," ucap Risya dengan air matanya yang jatuh membuat Arga langsung mengusap lembut air mata itu dengan jarinya.


"Jika begitu mari kita sama-sama belajar untuk cinta yang sudah ada dan kita sama-sama memperbesar cinta itu," ucap Arga.


Risya menganggukkan kepalanya yang setuju dengan Arga.


"Jadi sekarang apa kamu sudah memaafkan ku?" tanya Arga yang masih ingin kejelasan.


"Jika sudah meminta maaf. Maka tidak ada alasan untuk tidak memaafkan karena kita berdua sama-sama ingin belajar untuk menjadi yang lebih baik," ucap Risya.


Arga mendengarnya tersenyum dan mencium lembut kening Citra. Dan Citra tidak menolak sama sekali.


Dahi mereka sama-sama menempel dengan tangan Arga memegang pipi Risya dengan keduanya yang saling menatap.


"Apa aku boleh menciummu?" tanya Arga yang tumben-tumbenan nya minta izin biasanya langsung sambar saja.


Risya memberikan jawaban melalui matanya sehingga Arga langsung melahap bibir Risya yang sangat di rindukannya walau mereka sempat berciuman saat bertengkar di Apartemen Arga.


Ciuman itu semakin dalam dengan Risya yang membuka mulutnya yang memberikan akses lebih besar untuk Arga. Dengan mata yang terpejam yang menikmati ciuman panas dari suaminya di tengah hujan deras.


Karena begitu merindukan Risya Arga pasti tidak bisa menahan dirinya dan bukan hanya permainan pada mulutnya dan dia yang sudah berada pangkuannya Risya dengan tubuh yang saling berhadapan. Arga memundurkan jok mobil untuk memperluas dirinya menguasainya Risya dan sekarang tubuhnya yang menindih tubuh Risya dengan ciuman yang semakin panas.


Tangan Arga yang sudah bermain di balik baju yang di kenakan Risya yang menyentuh hal-hal yang sensitif Risya yang membuat Risya pasti hanyut dalam sentuhan itu.


Sampai beberapa menit saling menikmati dan pasti sama-sama ingin melakukan hal lebih. Namun Arga memberhentikan hal itu dengan menatap mata Risya yang ke-2nya sama-sama mengatur napas yang naik turun.


"Kamu menginginkannya?" tanya Arga yang menguji Risya.


"Aku hanya ingin memberikannya," jawab Risya.


"Aku ingin melakukannya Risya. Tapi demam berdarah ku belum sepenuhnya sembuh dan kamu bisa tertular dan kamu bisa sakit," ucap Arga dengan suara seraknya yang terlihat menahan gairah.


"Tapi kita akan sama-sama sakit jika kita tidak melanjutkannya," sahut Risya meraih bibir Arga dan percumam panas itu di mulai.


Ternyata tidak ada yang peduli dengan demam berdarah Arga yang sebelumnya Dokter mengingatkan untuk tidak melakukan hubungan suami istri sama-sama jaim.Eh ternyata sekarang sama-sama tidak tahan


Di tengah hujan deras di dalam mobil di pinggir pantai itu. Pasangan suami istri itu bisa-bisanya make in love dengan mobil yang pasti bergerak-gerak.


Mungkin sensasinya berbeda jadi terasa lebih beda dan Risya lebih agresif dalam permainan itu yang sekarang dia yang berada di pangkuan Arga yang menguasai permainan dengan ke-2nya yang tanpa busana.


Pasangan itu kalau sudah berurusan dengan hal seperti itu. Tidak akan mengenal tempat. Ya paling tidak mereka itu sudah halal. Jadi Tidka ada masalah.


Bersambung.