
"Memang ada apa sayang? kenapa kamu tiba-tiba mempertanyakan Suster itu dan apa yang kamu pikirkan?" tanya Samuel.
"Aku hanya berpikiran. Jika apa yang di katakan Tante, mengenai Suster itu tidak sesuai dengan apa yang aku lihat," jawab Vio yang jujur apa adanya dengan apa yang memang sebenarnya di lihatnya. Karena kesan pertamanya bertemu dengan Suster itu memang benar-benar tidak sesuai dengan apa yang terjadi.
"Memang kamu mengenalnya?" tanya Samuel.
"Aku sudah bertemu dengannya dan bicara kepadanya. Jadi makanya aku bisa mengatakan penilaian ku kepada wanita itu," jawab Vio yang bicara apa adanya.
"Memang seperti apa Vio, pertemuan kamu dengan dia?" tanya Tantri.
"Dia masuk kekamar Arga sembarang dan aku melihat ada hal aneh darinya. Aku melihat dia ingin menyentuh wajah Arga," jawab Vio batang memang apa adanya dengan penilaiannya pada Suster Devi.
"Vio! Kamu hanya salah paham Vio. Suster Devi memang ke kemar Arga dan hanya mengantarkan makanan dan Tante yang menyuruhnya. Dan Suster Devi juga mengatakan. Jika tadi pintu kamar Arga terbuka dan makanya dia masuk dan juga sudah meminta maaf karena lancang masuk. Suster Devi benar-benar tidak melihat Arga tertidur dan berniat ingin keluar. Dan kamu datang tiba-tiba yang membuatnya kaget," jelas Tantri.
Wajah Vio mengkerut mendengarkan apa yang di katakan Tantri.
"Dia menceritakan semua kepada Tante?" tanya Vio.
"Iya dia mengatakannya dan kamu juga sampai menuduhnya dan membuat keributan di kamar Arga," lanjut Tantri.
Mendengar hal itu membuat Vio mendengus kasar dengan apa yang di dengarnya.
"Astaga! Dia bicara langsung, seolah membela diri," desis Vio yang tidak percaya. Jika Aliyah sampai-sampainya mencari pembelaan dari Tantri. Sebelum Vio menceritakan versi dirinya dan kenyataan yang sebenarnya. Suster Devi sudah menceritakan terlebih dahulu kepada Tantri dan terkesan Vio yang bersalah dalam hal ini.
"Vio, kamu jangan terlalu berpikiran buruk tentang Suster Devi. Dia benar-benar kaget dengan kamu yang menegurnya. Hal itu sangat membuatnya tersinggung Vio dan sebaiknya kamu jangan berbicara terlalu ketus kepada-nya," ucap Tantri yang memperingati Vio. Hal itu benar-benar membuat Vio terkejut. Bisa-bisanya Suster itu mengatakan sesuatu sehingga dirinya yang di salahkan.
"Tante tapi cerita yang sebenarnya bukan seperti itu," sahut Vio yang mencari pembelaan.
"Sudahlah Vio. Jangan membahas masalah Suster Devi lah. Suster Devi orang yang baik dan dia juga sudah minta maaf. Kamu jangan berpikiran negatif kepada-nya. Karena dia di ini untuk bekerja dan bukan untu hal lain," ucap Tantri mengingatkan.
Vio sampai tidak bisa berkata apa-apa. karena Tantri sudah memperingatinya dan membela Suster Devi yang terlebih dahulu menceritakan semuanya dan memojokkan dirinya.
"Sudahlah sayang kamu kenapa jadi membahas masalah Devi," sahut Samuel.
"Aku membahasnya. Karena kesan pertama aku bertemu dengannya tidak bagus," ucap Vio.
"Vio, itu karena kamu hanya salah paham," sahut Tantri.
"Aku tidak salah paham Tante," sahut Vio yang tidak terima. Jika dirimu di tidur seperti itu.
"Sayang sudah. Jangan membahasnya lagi. Kedatangan kita kemari untuk melihat Risya dan bukan untuk membahas orang lain. Jadi sudah sayang," ucap Samuel yang tidak mau ribet.
Vio mengehela napasnya yang sebaiknya tidak berbicara lagi. Karena tidak ada yang membela dirinya. Tantri benar-benar sudah di pengaruhi Devi. Entah apa yang di katakan Devi kepada Tantri sampai membuat Vio di salahkan.
"Jadi sudah yang sayang jangan membahasnya lagi," ucap Samuel kembali.
"Lihatlah. Dari apa yang di katakannya kepada Tante Tantri. Sudah jelas. Jika dia bukan orang yang baik. Dia pasti bukan wanita baik-baik dan pasti punya niat buruk baik pada Risya maupun Arga. Berani sekali dia mengataiku yang tidak-tidak kepada Tante Tantri," batin Vio yang tidak menerima hal itu. Dia benar-benar tidak menyangka. Jika Suster itu yang akan melawannya.
**********
Vio akhirnya menemui Risya setelah Risya sudah bangun. Vio hanya sendirian menemui Risya dan tidak bersama Samuel.
"Kamu sudah merasa enakan?" tanya Vio.
"Kepalaku hanya sakit dan sekarang sudah enakan," jawab Risya.
"Syukurlah kalau begitu, aku lega mendengarnya," sahut Vio.
"Bagaimana kepalaku tidak sakit. Jika orang-orang di sini terus saja mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal. Pernikahan, anak. Mereka memaksaku mengakui pernikahan yang belum aku lakukan. Kapan aku menikah dan bagaimana mungkin aku bisa menikah dengan Arga. Itu sangat tidak masuk akal Vio," ucap Risya yang mengatakan semuanya tentang apa yang di rasakannya.
"Kasihan Risya. Dia tidak mengingat apa-apa dan pasti dia kebingungan dengan semua kejadian yang di hadapinya," batin Vio yay ikut prihatin dengan sepupunya itu.
"Aku mana mungkin menikah dengan Arga sementara Arga bersama Suster itu," ucao Risya lagi yang membuat Vio mengkerutkan dahinya mendengar hal itu.
"Suster itu! Apa maksud kamu?" tanya Vio heran.
"Mungkin dia wanita yang menjadi ibu bayi itu dan Arga mungkin menikah dengannya," jawab Risya.
"Risya apa yang kamu pikirkan. Kenapa pikiran kamu sampai sejauh itu?" tanya Vio.
"Aku tidak berpikiran jauh. Karena memang itu kenyataannya. Jika mereka orang yang punya hubungan special," jawab Risya.
"Aku juga bertanya pada Suster itu," lanjut Risya.
"Lalu apa yang di katakan ya?" tanya Vio yang penasaran.
"Dari apa yang di katakannya sudah jelas dia ada hubungan dengan Arga dan anak itu pasti anak mereka dan kenapa mereka mengatakan aku istri Arga. Vio mereka membuatku bingung," ucap Risya dengan wajah bingungnya.
"Risya Suster itu hanya Suster," ucap Vio dengan menekankan.
"Mana mungkin ada Suster seperti itu," sahut Risya.
"Mereka sangat dekat, sering bersama dan mereka, anak itu ya memang sangat dekat," ucap Risya yang mengatakan apa yang sebenarnya yang sudah di lihatnya.
"Tidak Risya! Kamu jangan berpikiran yang aneh-aneh. Suster itu hanya seorang Suster dan tidak ada hubungannya dengan Arga. Jadi berhentilah mengatakan jika Suster itu ada hubungan dengan Arga," tegas Vio yang mencoba meyakinkan Risya.
"Tapi Vio dari apa yang aku lihat, sudah jelas. Jika Suster itu memang berhubungan dengan Arga!" jawab Risya dengan apa adanya dengan air matanya yang tiba-tiba keluar.
Vio langsung memeluk Risya, setelah melihat Risya tidak tenang, tubuhnya yang tiba-tiba bergerak membuat Vio menenangkannya dengan memeluknya.
"Apa sebenarnya maksud Suster itu. Kenapa dia sampai melakukan hal itu dan Risya sampai berpikiran seperti itu. Jika bukan karena ada sesuatu. Pasti hal itu tidak akan terjadi," batin Vio yang semakin mencurigai Suster tersebut.
Bersambung