MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 199 Hampir.


Hariyanto yang masih membaca pesan itu kaget pastinya dan dia merasa Tasya semakin lama memang semakin nekat dan bahkan tidak perduli dengan dirinya dan juga ancamannya.


"Kurang ajar kau Tasya," batin Hariyanto dengan mengumpat dan Hariyanto langsung menuruni ranjang dengan hati-hati yang takut istrinya akan terbangun. Hariyanto keluar kamar dengan perlahan-lahan seperti seorang pencuri.


**********


Ternyata Hariyanto berada di luar di dekat kolam renang yang sedang menelpon.


"Berani sekali kau Tasya menelponku!" umpat Hariyanto.


"Aku akan menelpon mu terus. Sampai mas melakukan tes DNA," jawan Tasya.


"Sampai matipun aku tidak akan melakukannya," tegas Hariyanto.


"Kenapa? Kau takut hasil tesnya positif. Jika kau takut itu artinya kau memang sudah merasakan jika Putri adalah anakmu," ucap Tasya.


"Tutup mulutmu Tasya. Putri bukan anakku dan kau berhenti melibatkanku. Jika Edo bukan ayah kandungnya. Kau cari saja ayah kandungnya," ucap Hariyanto.


"Kamu ayah kandungnya mas," tegas Tasya.


"Aku bukan ayah kandungnya. Kau mengerti itu!" bentak Hariyanto dengan suaranya yang keras yang semakin tidak bisa mengendalikan dirinya.


"Pah!" tiba-tiba terdengar suara yang membuat Hariyanto kaget dengan matanya yang melotot yang mendengar suara itu. Hariyanto menelan salivanya dan perlahan menurunkan ponselnya dari telinganya dan menoleh kebelakang dengan perlahan-lahan.


"Mamah," lirih Hariyanto yang kaget melihat istrinya itu.


"Papa sedang apa?" tanya Tantri.


"Oh ini lagi mengangkat telpon klien papa," jawan Hariyanto dengan gugup.


"Kenapa di luar mengangkatnya?" tanya Tantri dengan heran.


"Oh hanya takut saja mama terganggu tidurnya. Makanya mengangkatnya di Luar," jawab Hariyanto dengan alasannya.


"Oh lalu kenapa papa harus marah-marah?" tanya Tantri lagi yang sepertinya mendengar suara bentakan Hariyanto.


"Di sasa ada kesulitan jaringan. Jadi makanya papa teriak-teriak dan bukan marah," jawab Hariyanto dengan tersenyum.


"Oh begitu. Ya sudah sekarang kalau sudah selesai menelponnya. Ayo kita masuk!" ajak Hariyanto dengan tersenyum dan Tantri mengangguk saja.


"Maafkan papa ya mah. Papa sudah mengganggu tidur mama," ucap Hariyanto merangkul bahu istrinya.


"Nggak apa-apa pah," jawab Tantri dengan tersenyum.


Hariyanto menghela napas yang untung saja dia tidak ketahuan. Namun hal itu pasti akan terulang lagi. Karena Tasya memang tidak akan tinggal diam yang akan terus mengganggu keluarga Hariyanto yang menginginkan pengakuan dari Hariyanto atas anaknya yang sebenarnya juga belum tau benar atau tidak Putri adalah anak dari Hariyanto.


**********


Pagi-pagi seperti ini Risya dan Arga sarapan bersama di tempat tinggal mereka. Namun di tengah sarapan itu terlihat Arga yang tampak murung yang seperti memikirkan sesuatu. Namun tidak ada yang tau apa yang di pikirkannya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Risya yang melihat ada sesuatu dengan suaminya itu.


"Hmmmm tidak apa-apa sayang," jawab Arga dengan tersenyum yang padahal bohong yang jelas dari wajahnya dia terlihat sedang penuh dengan pemikiran.


"Yakin kamu tidak apa-apa?" tanya Risya.


"Iya sayang. Aku tidak apa-apa," jawab Arga.


"Oh iya sayang hari ini aku tidak masuk kantor ya. Aku ingin menemani Angela ke acara ulang tahun teman Putri. Soalnya Angela takut membawa Putri sendirian. Takut ada Tasya yang tiba-tiba akan membawa Putri," ucap Risya dengan meminta izin kepada Arga


"Hmmmm istriku bolos lagi?" tanya Arga dengan menaikkan 1 alisnya.


"Hanya 1 hari sayang," jawab Risya dengan suara mengayun yang sangat manja.


"Tapi harus potong gaji. Karena dalam bulan ini kamu itu banyak sekali liburnya," ucap Arga.


"Issss sayang perhitungan amat sama istri sendiri," sahut Risya.


"Iya-iya bercanda sayang," jawab Arga.


"Iya sayang boleh," jawab Arga dengan tersenyum.


"Yes," sahut Risya dengan kesenangan karena mendapatkan izin dari suaminya itu.


**********


Hariyanto keluar dari Perusahannya yang menuju mobilnya. Hariyanto langsung masuk mobilnya dan tiba-tiba ada yang masuk kedalam mobilnya dari samping pengemudi yang membuat Hariyanto kaget yang ternyata adalah Tasya.


"Tasya! Apa yang kau lakukan disini?"


"Keluar kau!" usir Hariyanto.


"Tidak akan. Aku ingin melakukan tes DNA," ucap Tasya dengan mendesak.


"Hentikan omong kosong mu dan sekarang kamu keluar dari sini!" tegas Hariyanto yang mengusir Tasya mendorong Tasya keluar dari mobil.


"Tidak mas! Aku tidak mau! Kamu jangan memaksaku!" berontak Tasya.


"Kurang ajar kau Tasya!" umpat Hariyanto yang berusaha mengusir Tasya dari dalam mobilnya. Namun Tasya tetap kekeh dan tidak mau mengalah.


Namun tiba-tiba terlihat mobil Arga yang berhenti di tempat di depan mobil Hariyanto. Dan Arga yang keluar dari mobil. Ingin memasuki Perusahaan itu melihat mobil Hariyanto.


"Bukannya itu mobil papa," batin Arga yang melihat dari kejauhan dan Arga seperti melihat ada orang di dalam mobil itu.


Di mana Hariyanto dan Tasya masih ribut dengan Hariyanto yang tetap ingin mengusir Tasya.


"Kamu ingin aku keluar dan Arga akan melihat ku keluar dari mobilmu," ucap Tasya yang membuat Hariyanto kaget dan melihat ke arah depan di mata mata Tasya juga melihat ke arah depan.


Hariyanto begitu terkejut saat melihat Arga yang melangkah mendekati mobilnya dan Hariyanto langsung menyalakan mesin mobilnya dengan memundurkan kebelakang dengan cepat sebelum Arga melihat di dan Tasya di dalam mobil itu.


Arga pun tidak sempat mengetahui siapa yang ada di dalam mobil mertuanya itu yang keburu mobil itu sudah pergi.


"Kenapa papa buru-buru sekali perginya?" batin Arga dengan kebingungan yang melihat mobil itu yang semakin jauh.


"Siapa orang yang bersama papa dan aku melihat sepertinya seorang wanita. Apa itu klien papa," batin Arga yang hanya menduga-duga saja.


"Arggh sudahlah," gumam Arga yang tidak mau ambil pusing dengan siapa yang berada di dalam mobil mertuanya itu.


**********


Sementara Hariyanto menyetir mobil dengan kecepatan tinggi.


"Kamu ketakutan sekali mas. Jika menantumu tau. Jika aku ada di dalam mobil bersamamu.


"Diam kamu!" bentak Hariyanto.


"Kamu tidak perlu marah-marah mas. Aku hanya ingin kamu melakukan tes DNA," ucap Tasya.


"Aku tidak akan melakukannya dan hal itu memang tidak perlu aku lakukan!" tegas Hariyanto.


"Jika kamu tidak melakukannya. Maka selanjutnya aku akan seperti ini. Lalu kamu mau apa mas!" tegas Tasya.


Mobil tersebut berhenti di pinggir jalan.


"Turun kamu!" usir Hariyanto.


"Kau gila mas. Ini di tengah jalan dan tidak ada siapa-siapa," ucap Tasya.


"Aku bilang turun kamu!" bentak Hariyanto.


"Aku tidak mau," tegas Hariyanto.


Tasya tetap tidak mau membuat Hariyanto langsung keluar dari mobilnya dan langsung membuka pintu mobilnya yang menarik paksa Tasya keluar dari mobilnya tersebut.


Bersambung