MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 57 Harus jual mahal.


Arga dan Risya kembali kerumah. Setelah mereka hampir saja aneh-aneh di dalam mobil. Akhirnya mereka sampai dan sepanjang di perjalanan mereka sama sekali tidak ada bicara satu sama lain dan seperti keduanya sama-sama canggung jadi tidak ada yang mengobrol satu sama lain.


Sesampai di dalam kamar kecanggungan di antara ke-2nya juga masih terlihat dan berdiri dengan bersebelahan yang masih sama-sama canggung dengan Arga menelan salivanya dan melihat perlahan kesebelahnya kearah Risya yang mana Risya juga melihat Arga dengan sama-sama ke-2 canggung.


Arga perlahan menghadap Risya dengan menatap intens Risya dan Risya mendadak sangat gugup dengan tangannya yang saling mengatup yang pasti begitu dek-dekan. Mungkin saja Arga bisa mendengar suara detakan jantungnya.


"Kamu sudah tidak apa-apa?" tanya Arga melihat luka Risya. Risya menjawab hanya dengan gelengan kepala saja dan membuat Arga mendekati Risya yang membuat Risya semakin gugup.


Arga memegang pipi Risya dan mencium lembut kening Risya membuat Risya memejamkan matanya dan Arga bukan hanya mencium kening Risya melihat mata Risya yang terpejam dengan bibir berbentuk hati yang merah merona itu membuat Arga langsung menempelkan bibirnya pada Risya.


Merasakan ada benda kenyal yang menempel membuat Risya membuat sedikit bibirnya dan apa lagi jika bukan Arga melancarkan ciumannya yang akan mengalihkan dunia Risya dan ini yang akan membuat Risya luluh dengan Arga.


Mereka sepertinya akan melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda saat di dalam mobil tadi. Dan ini sepertinya akan lebih panas. Karena ruang yang mendukung dan suana yang mendukung dan lihatlah ciuman itu sudah sampai ketempat tidur dengan Arga yang berada di atas tubuh Risya dan satu tangan Arga kembali mencari cela untuk melepas pakaian Risya tanpa melepas ciuman panasnya dengan Risya.


Arga juga tidak hanya melakukan hal itu pada Risya bahkan Arga sudah melepas kemejanya dan memperlihatkan dadanya yang bidang dengan kotak-kotak yang pasti sangat di gilai banyak wanita dengan tubuhnya yang kekar dan Risya saja pasti akan tertarik dan sangat ingin hal-hal yang lebih dari arka.


Risya benar-benar setengah naked akibat perbuatan Arga yang di penuhi gairah dan leher Risya pasti sudah penuh dengan tanda kepemilikan dari Arga dengan sentuhan-sentuhan Argata di tempat-tempat sensitifnya yang sebenarnya dulu dia juga dan Arga pernah lah seperti itu. Tetapi tidak sampai ke bablasan.


Di tengah semua permainan itu tiba-tiba Risya membuka matanya dan wajahnya tiba-tiba berpikir sesuatu dan seakan kaget. Lalu tiba-tiba menahan dada Arga yang membuat tubuh Arga terangkat sedikit dan melihat kearah Risya dengan matanya yang penuh gairah.


"Ada apa lagi Risya?" tanya Arga dengan suara seraknya.


"Kau mau melakukan sampai kepuncak nya?" tanya Risya.


"Jadi menurutmu," sahut Arga yang ingin kembali mencium Risya dan Risya menahannya dengan menutup mulut Arga dengan kesal Arga menyinggirkan tangan Risya.


"Risya jangan membuat moodku berantakan," ucap Arga kesal.


"Masa bodo," sahut Risya, "dengar ya Arga aku ini masih perawan dan kau jangan semudah nya menjebolku," ucap Risya dengan tegas.


"Apa maksudmu?" tanya Arga dengan dahinya yang mengkerut.


"Ya sangat tidak setimpal dengan apa yang terjadi. Dulu kau pernah menghinaku yang tidak akan menyentuhku dan kau sekarang menjilat ludahmu sendiri dan kau itu juga suda banyak di sentuh wanita-wanita. Dari yang muda sampai yang tua-tua, Tante. Tubuhmu sudah di pegang sana-sani dan seenaknya semudah itu kau mau mengambil kesucianku enak aja," ucap Risya yang membuat Arga frustasi dengan Risya yang masih sempat-sempatnya mengatakan itu di tengah-tengah dirinya yang di penuhi dengan gairah panas.


"Apa maksudmu Risya. Kita sudah menikah dan apa yang akan aku lakukan kepadamu itu tidak salah," tegas Arga.


"Lalu kita tidak akan melakukannya. Walau aku bisa melihat dari wajahmu kau menginginkannya?" tanya Arga mulai kesal.


"Aku wanita yang terhormat dan selama ini bukannya kau sendiri yang mengatakannya kau sangat menjagaku dengan baik dan aku juga menjaga diriku dan pasti kau akan menjadi orang pertama yang akan memilikiku sepenuhnya. Hanya saja hatiku sudah sakit dan jika kau masih tetap ingin menjadi orang pertama yang memiliki ku. Maka berusahalah untuk mengembalikan hatiku," ucap Risya dengan tata kata yang lembut yang membuat Arga terdiam.


Di tengah mereka saling melihat Risya mendorong tubuh Arga dan membuat tubuh Arga duduk di samping Risya dan Risya juga duduk dengan mengambil pakaiannya yang sudah terlepas dan langsung memakainya dan Arga hanya melihat Risya saja dalam melakukan pekerjaannya dan Risya pun ingin turun dari ranjang.


"Kau mau kemana?" tanya Arga.


"Tidur di sofa. Aku lupa seharusnya ini giliran ku dan tadi ketiduran di tempat tidur," jawab Risya yang pergi lagi. Namun Arga menahannya kembali.


"Bukankah cara satu-satunya aku harus banyak mengalah kepadamu," ucap Arga.


"Maksudnya?" tanya Risya.


"Kau tidurlah di sini. Aku laki-laki dan aku yang harus tidur di Sofa," ucap Arga yang turun dari ranjang. Risya tersenyum mendengarnya.


"Hmmm, apa ini akan seterusnya?" tanya Risya. Arga menoleh kebelakang dan melihat Risya dengan alisnya yang terangkat.


"Kau itu benar-benar serakah pantang sekali di kasih hati langsung minta jantung," sahut Arga kesal.


"Ya kan hanya bertanya. Siapa tau aja kamu itu benar-benar sudah berubah menjadi lebih gentelment iya kan," sahut Risya dengan santai.


"Sudah tidurlah dan bukan berarti ini selamanya. Hanya malam ini saja," tegas Arga.


"Ya sama doang itu artinya nggak ada bedanya. Kayanya mau mengalah, tetap aja mengalahnya setengah-setengah," cicit Risya dengan mulutnya yang tidak pernah berhenti mengoceh.


Namun tetap saja dia harus tersenyum. Paling tidak ada kemajuan dari hubungannya dan Arga dan mereka jauh lebih baik sekarang dan Risya juga sangat bangga dan salut dengan Arga yang tadi benar-benar menahan dirinya yang padahal gairah Arga sudah di ujung.


Risya juga tidak mau kali kalau seenaknya Arga akhirnya memilikinya sepenuhnya. Dia juga ingin melihat perjuangan Arga untuk mendapatkan nya dan Arga pasti akan kembali berusaha dengan semaksimal mungkin dalam perjuangan cintanya.


Bersambung