MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 47 Panas


Risya memasuki mobilnya dengan penuh kemarahan yang langsung membanting pintu mobilnya.


"Issss, sudah kuduga wanita itu pasti ada niat jahatnya. Memang nggak pernah kapok. Cinta banget sih dia sama Arga. Kalau cinta kenap di tinggalkan. Dasar wanita sinting," umpat Risya yang mengepal tangannya yang benar-benar emosian saat bertemu dengan Rachel tadi.


"Dasar wanita murahan. Dia bangga gitu bisa menyentuh tubuh Arga. Emang nggak punya harga diri ya. Seenaknya mengejekku lagi," Risya terus saja mengumpat apa saja yang ada di hatinya. Pertemuannya dengan Rachel membuatnya murka yang ingin menghabisi Rachel. Apa lagi setelah Rachel seolah mengejeknya.


************


Setelah selesai melakukan aktivitasnya seharian dan Risya yang sangat kesal baru pulang kerumah suaminya malam hari dan Risya langsung memasuki kamar yang tidak tau dari mana dia.


Krekkk.


"Dari mana kau?" Arga langsung bertanya yang duduk di sofa setelah melihat Risya baru kembali.


"Bukan urusanmu," jawab Risya kesal yang berjalan saja. Arga membuang napasnya kasar lalu berdiri dan menahan tangan Risya.


"Ini bukan rumahmu yang harus bisa kau lakukan dengan sesukamu. Kau lihat ini jam berapa berapa. Bisa-bisanya kau pulang jam 11 malam. Kau semakin lama semakin banyak tingkah. Aku mengijinkanmu mu untuk tidak kekantor. Karena kau sedang sakit. Yang aku tau juga sebenarnya sudah tidak sakit lagi. Tapi kau malah keluyuran dan baru pulang jam segini. Aku tidak menyuruhmu untuk menghargaiku tapi orang tuaku ada di sini!" tegas Arga dengan menekan suaranya yang benar-benar serius dan terlihat marah pada Risya.


Risya langsung melepaskan tangannya dari Arga dengan kasar, "jangan berlebihan. Kita hanya menikah pura-pura dan sikapmu kepadaku sudah seperti asli saja," sahut Risya dengan suara dinginnya dan kembali pergi dan Arga kembali menahannya.


"Arga lepaskan!" berontak Risya dengan emosi.


"Aku belum selesai bicara padamu. Aku tanya kau dari mana!" sentak Arga.


"Itu urusanku. Bukan urusanmu," jawab Risya yang tidak kalah membentak Arga.


"Kau mengatakan itu urusanmu. Risya kau sadar tidak kau sudah kelewatan," banyak Arga.


"Kau yang kelewatan," sahut Risya yang juga mengeluarkan suara keras, "kau terus mengingatkan tentang pernikahan kita. Agar tidak ada yang tau. Tetapi kau malah menceritakan semauanya kepada wanita itu," teriak Risya.


"Apa maksudmu. Wanita siapa?" tanya Arga kebingungan.


"Siapa lagi jika bukan mantanmu itu hah!" sahut Risya.


"Apa yang kau katakan. Kenapa kau mengungkit masalah Rachel," sahut Arga.


"Lihatlah kau saja sangat menghafal namanya. Di pikiran mu hanya ada wanita itu, kau sangat ingin membebaskan dia dari suaminya bukan. Kau mencampuri urusannya sampai kau tidak sadar jika kau sudah memberitahu pernikahan kita sebenarnya bagaimana kepada-nya," ucap Risya dengan marah-marah dengan napasnya yang naik turun.


"Apa yang kau katakan Risya. Kau pikir aku segila itu. Harus promosi kepada orang-orang dengan pernikahan kita," sahut Arga yang mencari pembelaan.


"Jika kau tidak mengatakan apa-apa lalu kenapa dia tau," sahut Risya.


"Apa yang di ketahuinya?" tanya Arga.


"Sudahlah Arga jangan banyak drama di hadapanku. Kita sama-sama sepakat untuk menikah dengan cara dan syarat yang kita sepakati bersama. Tetapi kau malah melewati jalurku dan wanita itu terus menjadi pemenangnya. Dia terus bisa menghinaku dan membanggakan dirinya yang memilikimu!" teriak Risya dengan penuh emosi dan matanya bahkan berkaca-kaca.


"Risya aku belum selesai bicara padamu. Aku yang seharusnya marah dengan apa yang kau lakukan hari ini. Kau membuatku sangat kesal Risya dan malah sekarang kau yang marah-marah dan menuduhku ini itu," ucap Arga.


Risya tidak mendengar lagi dan langsung memasuki kamar mandi.


"Apa lagi sih. Dia yang membuat ulah dia yang marah," umpat Arga dengan geleng-geleng yang melihat Risya.


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk. Risya tiba-tiba batuk-batuk di kamar mandi dan bahkan terdengar suara muntahan yang membuat Arga kaget.


"Apa lagi ulahnya," umpat Arga yang langsung menghampiri Risya kekamar mandi tanpa Arga mengetuk pintu.


"Kau kenapa lagi?" tanya Arga yang berdiri di samping Risya dan melihat Risya memuntahkan isi perutnya.


Arga mengkerutkan dahinya melihat hal itu dan hidungnya yang mengendus-endus yang seperti mencium bau yang sangat menyengat.


"Kau minum alkohol Risya?" tebak Arga yang sangat jelas mencium baunya.


Risya tidak mempedulikan Arga dan menghidupkan keran air. Lalu langsung mencuci mulutnya dengan kondisinya yang lemah dan setelah merasa lega dengan apa yang di muntahkannya, Risya langsung pergi dari kamar mandi yang melewati Arga begitu saja yang tidak peduli pada Arga.


"Risya!" panggil Arga yang sejak tadi menahan dirinya dengan meredakan emosinya akibat perbuatan Risya.


Risya pun yang berjalan dengan lemas menuju tempat tidur dan Arga menyusulnya dengan menarik tangan Risya.


"Aku belum selesai bicara padamu. Berani sekali kau minum-minum dengan kondisi seperti ini. Kau tau itu sangat bahaya," sentak Arga yang jelas sangat marah dengan perbuatan Risya.


Risya melepaskan tangannya dari Arga, "kau bicara seperti ini. Seakan sangat peduli kepadaku," ucap Risya dengan suara dinginnya yang membuat Arga terdiam dan Risya yang terlihat lelah kembali pergi dari hadapan Arga.


Arga membuang napas beratnya dan kembali mendekati Risya dengan menarik tangan Risya lagi dan Risya menepisnya kembali dan malah membuat Arga jatuh mendekat pada Risya dan tubuh Risya yang tidak seimbang membuat ke-2nya malah jatuh keatas tempat tidur dengan Arga yang menindih Risya.


Wajah ke-2nya saling berdekatan dengan mata mereka yang saling beradu pandang dengan hati yang pasti hanya mereka yang tau.


"Apa yang kau lakukan Risya? kenapa kau berani-beraninya minum alkohol. Kau tau aku sangat membenci hal itu," ucap Arga dengan suara seraknya yang berbicara tanpa melepas tatapannya dari Risya.


Risya mengangkat kepalanya dan menempelkan bibirnya pada bibir Arga yang membuat Arga terkejut. dengan Risya yang menyosor terlebih dahulu dan jarak mereka yang dekat memang sangat mendukung hal itu. Namun pasti Arga kebingungan dengan Risya yang telah menciumnya.


Emosi Risya sepertinya harus di luapkan pada Arga dan Risya tidak tau bagaimana cara mengatasi dirinya yang sangat frustasi dengan pertemuannya dan Rachel. Ciuman yang di berikan Risya di awalan membuat Arga bukannya menolak. Malah membalas ciuman itu dengan Arga dan Risya yang sama-sama memejamkan mata mereka dengan mereka yang berciuman panas yang sepertinya ke-2nya sangat ahli dalam melakukannya.


Atau mungkin saat pacaran pasti pernah terjadi. Dan mungkin ke-2nya sangat merindukan hal itu. Namun kali ini terlihat Risya yang tidak bisa mengendalikan dirinya yang ingin menguasai Arga.


Risya bahkan mengalungkan tangannya pada leher Arga dan membuat Arga memberinya lebih banyak sentuhan kenikmatan dengan memberi ruang pada Arga yang sekarang Arga menciumi leher jenjangnya.


Sama-sama panas yang di lakukan ke-2nya dan bahkan tangan Risya menuntun tangan Arga untuk berada di dadanya dan kucing yang di pancing pasti tidak tinggal diam yang bisa-bisanya Arga juga langsung membuka kancing kemeja Risya dan tangan Risya juga membuka kancing kemeja Arga dengan mereka yang kembali berciuman panas.


Bersambung