MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Bab 124 Pertemuan lucu


Hari ini Risya dan Arga akan memenuhi makan malam yang di adakan Angela di salah satu Restaurant. Akhirnya ada juga waktu bagi Angela untuk memperkenalkan calon suaminya itu. Karena memang bukan teman-temannya yang tidak ada waktu. Namun calon suaminya yang tidak ada waktu dan harus menyesuaikan jadwal seluruhnya.


"Di sini tempatnya?" tanya Arga yang sudah sampai di depan Restaurant.


"Katanya sih iya mereka menunggu di sini," jawab Risya.


Tin-tin.


Tiba-tiba terdengar bunyi klakson dan membuat Risya dan Arga menoleh kebelakang yang ternyata mobil yang di kenali mereka yaitu mobil Boy.


Dan sang pengemudi keluar dari mobil itu yang ternyata Syarla.


"Hay," sapa Syarla yang menghampiri Risya dan Arga.


"Kalian baru datang. Aku pikir sudah di dalam," ucap Risya.


"Iya tadi mobil ku mogok dan aku telpon boy yang kebetulan masih di jalan. Jadi dia jemput aku deh," jawab Syarla.


"Bagaimana Boy. Hati aman?" tangan Arga.


"Apa sih Arga. Ya aman-aman aja lah," sahut Boy dengan santai.


Risya, Syarla dan Arga tersenyum penuh dengan arti.


"Apa sih kalian senyum-senyum nggak jelas kayak gitu," ucap Boy rada-rada kesal dengan ke-3 temannya itu.


"Kalau aku jadi Boy sih. Aku pasti bakal datang bawa cewek. Ya paling tidak buat nutupi aja hati yang sakit," ejek Syarla.


"Jangan mulai deh Syarla. Aku sama sekali tidak berpikir apa-apa," sahut Boy.


"Sudahlah Boy jangan sok tegar," sahut Risya.


"Kalian ini benar-benar hanya bisanya menjatuhkan teman saja. Mengejek saja. Sudah ayo masuk buruan," tegas Boy dengan kesal.


"Yang sudah tidak sabar melihat saingannya," goda Arga.


" CK. Arghhh," Boy hanya berdecak kesal dan langsung masuk terlebih dahulu dan Risya, Arga dan Syarla yang tertawa-tawa pun akhirnya ikut masuk.


Di dalam Restaurant sudah ada Angela dan Edo yang duduk berhadapan yang mana mereka menunggu teman-teman Angela. Mereka juga sengaja memesan tempat yang hanya untuk beberapa orang yang sesuai yang di inginkan Angela.


"Kenapa teman-teman kamu belum datang?" tanya Edo yang melihat arloji di tangannya.


"Sebentar lagi juga pasti datang," jawab Angela.


"Apa mereka tidak punya jam. Atau jangan-jangan tidak pernah belajar masalah waktu. Bagaimana harus mengutamakan datang tepat waktu karena waktu itu sangat mahal," ucap Edo yang berbicara sangat serius membuat Angela hanya menghela napas saja mendengar Edo yang mulai berceramah.


"Itu mereka sudah datang," tunjuk Angela yang akhirnya melihat teman-temannya dan Edo sama sekali belum melihat teman-teman Angela. Karena masih membelakangi.


"Hmmm, mas Edo ingat ya pesan ku sebelumnya. Jangan samakan aku dengan mereka. Nanti mereka tidak nyaman," ucap Angela yang kembali mengingatkan.


"Ini sudah sampai yang ke 32 kali kamu mengatakan hal yang sama," ucap Edo.


"Ya kan supaya ingat," ucap Angela dengan santai yang memang harus mengingatkan Edo berkali-kali.


Angela mengangkat tangannya agar Risya dan yang lainnya melihatnya dan akhirnya Risya dan yang lainnya melihat Angela dan mereka langsung menghampiri tempat duduk Angela.


"Hay Angela, maaf ya kami datang agak lama. Biasalah tadi ada kendala," ucap Syarla.


"Tidak apa-apa," sahut Angela yang berdiri dari tempat duduknya.


"Mas Edo, kenalkan teman-teman ku," ucap Angela. Edo mengangguk dan berdiri dari tempat duduknya dan langsung memutar tubuhnya untuk melihat teman-teman Angela.


Saat sudah berhadapan semuanya tampak kaget. Termasuk Risya yang langsung melotot yang pasti mengenal Edo dan Arga yang mengkerutkan dahinya yang mengingat-ingat pria itu yang sepertinya pernah di temuinya. Namun dia masih mencoba membongkar memorinya.


"Edo!" bukan Risya atau Arga yang menyahut. Namun Syarla ternyata.


"Syarla, Risya," sahut Edo yang mengenal Syarla juga ternyata.


Angela yang kebingungan yang ternyata calon suaminya sudah di kenal.


"Kalian saling kenal?" tanya Angela.


"Ya ampun Angela. Ya aku tau Edo. Dia ini dulu yang di kenalkan teman kantorku yang aku atur kencannya sama Risya dan bukannya kalian sempat bertemu kan Risya," ucap Syarla yang mengingat hal itu.


"Oh pantesan wajahnya tidak asing. Ya kita juga pernah bertemu. Kamu itu mantan kencan istri saya yang tidak jadi dan kamu sudah bukan," sahut Arga yang akhirnya mengingatnya.


"Arga!" tegur Angela di mana Arga harus menyebutkan status.


"Jadi sudah pernah menikah," batin Boy yang terlihat menahan tawanya.


"Ya ampun sangat kebetulan sekali kita bertemu di sini. Risya saya juga tidak percaya bisa bertemu kamu dan kalian ini teman Angela bukan?" tanya Edo.


"Iya," sahut Risya dengan lemah.


"Jadi ini calon suami kamu Angela?" tanya Syarla yang ingin memastikan. Angela mengangguk.


"Ohh," sahut Syarla dengan jawaban yang tidak dapat di mengerti. Syarla sampai garuk-garuk leher yang tidak gatal sama sekali.


"Risya pernah menceritakan siapa Pria ini. Oh My good Angela akan bersamanya," batin Syarla yang menelan salivanya.


Ya pasti tidak terduga baginya bagaimana mungkin temannya itu menjalin hubungan yang Syarla dan Risya sudah tau seperti apa pria yang pernah membuat Risya trauma dalam kencan buta.


"Ya sudah sekarang mari duduk," sahut Edo. Yang lain hanya mengangguk dan duduk pada tempatnya masing-masing.


"Aku tidak percaya. Risya kamu pernah kencan dengan mas Edo," ucap Angela dengan pelan.


"Ya begitulah dan kalian sudah tau itu," sahut Risya.


"Aku dan Risya tidak berjodoh yang mungkin kami tidak sepaham dan siapa sangka justru temannya akan menjadi jodoh saya," sahut Edo.


"Bagaimana mungkin dia berbicara sepaham. Hanya dengan sekali pertemuan bisa langsung mengambil keputusan tidak sepaham," batin Risya dengan kesal.


"Wau tampaknya dunia emang sangat kecil," sahut Arga yang sejak tadi juga menahan tawa. Kalau bertemu Edo membuat Arga memang merasa lucu. Karena langsung mengingat istrinya.


"Sudah-sudah sekarang sebaiknya kita pesan makanan aja," sahut Angela.


"Boleh pesan sendirikan?" tanya Risya yang pasti mengingat kejadian yang pernah terjadi padanya.


"Ya silahkan," sahut Edo dengan mempersilahkan yang membuat Angela bernapas lega. Ya jangan sampai calon suaminya itu mengatur pesanan teman-temannya.


Akhirnya pesanan mereka pun datang dan Syarla langsung melihat apa yang di pesan Angela hanya salad sayur dengan air mineral yang sama dengan pesanan Edo membuat Syarla heran.


"Sejak kapan Angela mau makan sayur," batin Syarla.


Namun Risya sudah tersenyum miring. Sudah dapat di tebaknya hal itu akan terjadi.


"Ayo kita makan!" ucap Edo. Yang lainnya menganggu dan mulai makan.


"Ehmmm, kamu sedang diet Angela?" tanya Boy.


"Tidak," jawab Angela.


"Lalu sedang vegetarian. Sampai-sampai hanya memesan salad saja," ucap Boy.


"Lagi pengen," sahut Angela dengan santai.


"Ini adalah makanan yang sehat yang cocok untuk tubuh dan juga kulit kita akan terawat. Kalian bisa melihat orang-orang Jepang yang sangat kuat meski usianya sudah tua tetapi mereka tetap sehat dan itu karena rajin makan sayur," jelas Edo yang akhirnya ceramah.


Angelia sudah menunduk saja dengan memegang kepalanya yang sebenarnya dia sangat malu.


"Lalu makan kami ini tidak sehat dong?" tanya Boy.


"Ya ampun Boy kenapa di tanya sih. Akan panjang lagi ini," batin Angela yang sudah pasrah.


"Kami sudah berumur dan seharusnya tau kalori di makanan kamu berapa banyak," jawab Edo singkat.


Uhuk.


Arga sampai terbatuk dan hampir tersedak mendengar jawaban yang langsung itu.


"Oh iya-iya saya memang sudah berumur," sahut Boy yang mengangguk-angguk dengan menahan kesal.


Risya sebenarnya sejak tadi menahan tawa saja. Dia pernah ada di posisi Angela dan pasti tau apa yang di rasakan Angela. Risya hanya beberapa jam saja dan Angela sudah lama. Tidak tau apa yang membuat Angela bertahan dengan pria yang pernah menjadi kencan butanya itu.


Bersambung