MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 231 Keinginan.


Syrala menuju kamar perawatan Hariyanto. Karena memang tujuannya ke rumah sakit untuk menjenguk Hariyanto sedang sakit.


"Assalamualaikum!" sapa Syrala.


"Walaikum salam," sahut Tantri, Vio dan Samuel yang ada di ruangan itu yang menjenguk Hariyanto.


"Tante, Om!" sapa Syrala dengan mencium punggung tangan Tantri dan juga melakukan pada Hariyanto yang mana Hariyanto masih kelihatan begitu lemas dan kelihatan tidak berdaya.


"Kamu sendirian datang Syrala?" tanya Hariyanto dengan suara lemasnya.


"Iya Om!" jawab Syrala.


"Apa Risya tidak ikut bersama kamu?" tanya Hariyanto yang sangat merindukan Risya dan ingin sekali bertemu Risya. Mendengar pertanyaan itu membuat Syrala menggelengkan kepalanya dengan tidak bersemangat.


Vio, Samuel dan Tantri yang berada di ruangan itu terlihat sendu. Rasa kekecewaan Hariyanto yang terlihat jelas. Karena tidak bisa bertemu dengan putrinya sampai saat ini dan bagaimana Hariyanto tidak sedih. Karena tidak bertemu dengan Risya. Anak kesayangannya.


"Nanti ya Om Syrala akan datang bersama dengan Risya," ucap Syrala yang menjanjikan akan datang bersama Syrala.


"Om tidak akan pernah bisa bertemu dengan Risya lagi dan mungkin ini adalah takdir sampai Om tidak akan di beri kesempatan untuk bertemu Risya," ucap Hariyanto yang pasrah dengan dirinya yang tidak akan bertemu dengan Risya.


"Jangan bicara seperti itu mas," sahut Tantri semakin sedih mendengar kata-kata suaminya itu.


"Ya Allah kasihan sekali Om Hariyanto. Pasti Om Hariyanto merindukan Risya. Kondisinya yang sangat lemah juga hanya menginginkan Risya melihatnya. Dia bisa semakin drop. Jika Risya tidak datang sekarang juga. Ya Allah apa yang harus aku lakukan. Arga saja tidak berani membujuk Risya untuk datang ke mari. Apa lagi aku," batin Vio yang jadi kasihan pada Hariyanto.


Dia ingin sekali membawa Risya menemui Hariyanto. Namun ternyata tidak bisa kareha Vio juga tidak ingin kejadian yang pernah terjadi akan terjadi lagi. Dia juga memikirkan kondisi Rista yang tidak stabil sama sekali.


***********


Syrala, Vio dan Samuel berada di luar ruangan rumah sakit yang terlihat resah dan sangat gelisah dan juga khawatir dengan keadaan Hariyanto.


"Kasihan Om Hariyanto. Dia pasti merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Risya. Dia penuh penyesalan dan sangat merindukan Risya," ucap Vio menghela napas yang terlihat begitu sedih. Karena melihat keadaan Hariyanto.


"Tapi kita juga tidak bisa melakukan apa-apa. Kita tau apa yang terjadi pada Risya tidak mudah dan jika kita memaksanya ini juga bahaya untuk kesehatannya. Kita sudah mendengar sendiri apa kata Arga mengenai kesehatan Risya dan Arga sendiri juga tidak bisa memaksa Risya," sahut Samuel.


"Belum lagi Risya hamil. Ini juga anak pertama mereka. Mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Kandungan Risya yang sangat lemah sangat tidak baik untuk kehamilannya dan bisa terjadi hal yang pernah terjadi akan terjadi lagi kembali," sahut Syrala yang mengkhawatirkan keadaan sahabatnya itu.


"Kita memang tidak bisa berpendapat dan sok tau bagaimana masalah ini karena yang merasakan adalah Risya," sahut Vio dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya.


"Kalian di sini ternyata!" tiba-tiba Boy datang.


"Boy," sahut Samuele.


"Aku mau lihat Om Hariyanto. Kalian sudah dari dalam?" tanya Boy.


"Om Hariyanto sedang istirahat. Dia baru aja drop dan sekarang sudah membaik. Makanya istrirahat," jawab Vio.


"Om Hariyanto drop. Memang apa yang terjadi?" tanya Boy dengan wajah cemasnya.


"Apa lagi jika tidak ingin bertemu dengan Risya," jawab Vio.


"Jadi sampai saat ini Risya belum datang kerumah sakit?" tanya Boy.


Mereka ber-3 mengangguk dengan tidak bersemangat dan kelihatan lesu. Boy yang melihat hal itu menghela napasnya yang pasti sangat berat dan tidak percaya dengan apa yang terjadi. Hal itu membuat Boy juga tidak bisa melakukan apa-apa.


"Kami selalu memberi informasi pada Arga dan Arga juga sering kok datang untuk melihat keadaan Om Hariyanto," sahut Syrala.


"Lalu apa dia sudah tau Om Hariyanto sekarang drop?" tanya Boy.


"Vio tadi sudah menelpon," jawab Syrala.


"Semoga kali ini Risya bisa datang," ucap Boy dengan penuh harapan untuk Risya bisa bertemu dengan Hariyanto.


"Kita doakan saja yang terbaik," sahut Samuel.


"Bukannya itu Om sok tau?" tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing. Membuat Boy, Syrala, Vio dan Samuel melihat ke arah suara tersebut.


Ternya ada Putri bersama Edo dan Angela. Mereka kebetulan lewat dan tidak sengaja melihat Boy membuat Putri berhenti.


"Putri kita pulang aja ya. Putri kan sudah selesai cek up. Jadi kita berdua pulang ya," ucap Angela yang tidak ingin membuat masalah semakin besar.


"Mama tidak mau menyapa teman-teman mama dulu?" tanya Putri dengan polosnya.


"Putri harus istirahat dan kita harus pulang," ucap Angela dengan tersenyum getir yang tidak ingin melihat ke arah Syrala dan yang lainnya.


Angela takut kedatangannya membuat kacau dan akhirnya salah paham terjadi. Sementara tatapan mata Putri penuh dengan kebingungan. Anak kecil yang pasti bertanya-tanya dengan apa yang terjadi. Kenapa mamanya yang biasa sangat akrab dan heboh sendiri. Sekarang tidak bertegur sapa dan sangat asing.


"Ayo Putri!" ajak Edo. Putri menganggukkan kepalanya dan mengikut saja. Angela menghela napas dan pergi begitu saja tanpa berpamitan.


Syrala yang juga melihat keadaan seperti itu hanya menghela napas saja.


"Aku salah paham padanyanya dan sempat menuduhnya," sahut Syrala yang mengakui kesalahannya.


"Memang apa yang kamu lakukan?" tanya Vio.


"Aku pikir dia kerumah sakit untuk mempertemukan Putri dengan Om Hariyanto. Ternyata tidak. Aku sempat marah-marah dan mengatakan ini itu. Ternyata mereka hanya membawa Putri untuk cek up," ucap Syrala yang bercerita dengan menghela napas.


"Sudahlah Syrala. Situasi yang terjadi sekarang memang sangat tidak mudah. Dan memang kita hanya takut Risya kenapa-kenapa. Sampai semua ini kebawa-bawa dengan pikiran kita yang kemana-mana. Mungkin Angela tidak ada maksud apa-apa. Tetapi yang terjadi sudah sangat besar dan kita hanya berusaha untuk melindungi Risya," ucap Vio.


"Semoga saja masalah ini cepat selesai dan kita juga tidak ada perselisihan lagi dengan Angela. Semoga kita semua semakin dewasa menghadapi masalah ini dan semoga semuanya baik-baik saja," sahut Boy dengan bijak.


"Kita doakan saja yang terbaik," sahut Samuel.


"Tetapi tetap saja aku tidak enak dengan Angela. Perkataan ku tadi seolah dia adalah musuh," sahut Syrala yang masih kepikiran dan merasa bersalah dengan apa yang terjadi tadi.


"Sudahlah Syrala jangan memikirkan itu lagi," sahut Vio mengelus-elus bahu Syrala.


"Ya sudah aku mau cari makan sebentar. Kalau mau ada yang di titip tidak?" tanya Boy.


"Kami ikut kamu aja mau makan apa," sahut Samuel.


"Kamu Syrala bagaimana?" tanya Boy.


"Samakan aja," jawab Syrala.


Bersambung