
Angela yang sudah sembuh dan kondisinya sudah sangat baik. Dia bahkan sudah bisa kembali bekerja dan malahan sekarang menyetir memberhentikan mobilnya di depan sekolah Putri.
Kalau sudah jam segini waktunya Putri pulang sekolah dan Angela harus menjemput Putri. Begitu Angela mematikan mesin mobilnya. Angela langsung keluar dari mobil.
Saat Angela menghampiri ruang tunggu yang biasa banyak orang, langkahnya terhenti ketika melihat seseorang wanita di sana yang pasti tidak asing.
"Angela!" tegur Tasya yang berdiri dari tempat duduknya yang menghadap Angela.
"Ngapain dia di sini! Dia mau jemput Putri," batin Angela.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Tasya.
"Tante Angela!" panggil Putri membuat Angela tidak sempat menjawab pertanyaan Tasya. Putri berlari menghampiri Angela dan juga Tasya.
"Hay Putri," sapa Angela dengan tersenyum.
"Hay Tante," sapa Putri kembali dengan ceria.
"Putri," sahut Tasya.
"Halo mah," sapa Putri juga tidak kalah cerianya.
"Kamu sudah pulang sekolah sayang?" tanya Tasya.
"Sudah mah," jawab Putri.
"Sudah jelas-jelas Pulang sekolah. Pakai di tanya lagi," batin Angela dengan kesal.
"Ya sudah sayang sekarang kita pulang yuk, mama datang kemari untuk jemput Putri," ucap Tasya. Wajah Angela langsung datar. Ya seharusnya dia sudah tau memang itu maksud kedatangan Tasya.
"Hmmm, tapi papa bilang Putri hari ini di jemput Tante Angela," sahut Putri membuat Angela sedikit mengeluarkan senyum.
Tasya yang gantian menunjukkan wajah datar dan melihat ke arah Angela.
"Iya mas Edo menelponku dan menyuruh menjemput Putri," sahut Angela yang apa adanya.
"Tapi aku juga datang untuk menjemput," sahut Tasya.
"Dan aku juga menjemputnya," sahut Angela yang tidak mau kalah.
"Tapi Putri anakku dan aku ibunya," sahut Tasya membuat Angela tidak punya jawaban lagi.
"Putri kamu ikut sama mama ya. Mama yang jemput kamu. Jadi pulang sama mama," ucap Tasya.
"Maaf mah, Putri pulang sama Tante Angela. Karena papa tadi pesannya seperti itu," jawab Putri dan Angela pun merasa lega dengan Putri yang tetap memilihnya.
"Putri tapi mama itu adalah mama kamu," ucap Tasya yang membawa-bawa status yang menjadi kelemahan Angela. Karena memang dia bukan siapa-siapa.
"Tapi Tante Angela juga akan menjadi mama Putri. Jadi itu sama saja," jawab Putri yang sangat bijak membuat Tasya kaget dan Angela juga kaget.
Angela pasti tidak percaya. Jika kata-kata itu keluar dari mulut Putri yang membuat Tasya langsung terdiam dan Angela tersenyum seolah sangat bahagia mendengar kata-kata dari Putri yang membuat hatinya bergetar.
"Jadi Putri pulang sama Tante Angela. Mama kembali ke hotel saja. Ayo Tante kita pulang!" ajak Putri yang memegang tangan Angela dan Angela mengangguk.
"Dada mama!" ucap Putri melambaikan tangannya yang langsing pergi bersama Angela dan Tasya tidak bisa melakukan apa-apa yang hanya terdiam saja dengan apa yang terjadi. Melihat kepergian Putri dan Angela dan terlihat jelas betapa kesalnya Tasya dengan Putri yang lebih memilih orang lain di bandingkan dirinya.
**********
Angela dan Putri yang berada di dalam mobil dengan suasana hati Angela yang sangat bagus. Bagaimana tidak dia memang melihat perubahan Edo yang sangat mendahului dan menghargai dirinya dan tidak mendahului Tasya walau Tasya adalah ibu kandung Putri.
"Tante Angela!" tegur Putri.
"Iya sayang kenapa?" tanya Angela.
"Tante harus Minggu nanti Putri ada kegiatan di sekolah. Kegiatan dalam pertandingan olahraga anak-anak. Jadi Tante Angela harus ikut untuk menemani Putri," ucap Putri.
"Asyik. Putri juga udah bilang sama papa kok dan justru papa yang nyuruh Putri ajak Tante Angela," ucap Putri.
"Oh iya. Lalu kenapa bukan papa Putri yang ngajak Tante sendiri?" tanya Angela heran.
"Nggak tau tuh. Kayaknya papa tidak berani. Karena kalau katanya nanti papa yang ajak pasti tidak akan di jamin Tante mau atau tidak ya 50:50 lah. Tetapi kalau Putri yang ajak papa bilang pasti Tante usah langsung mau," jawab Putri.
"Oh iya papa bilang gitu?" tanya Angela. Putri menganggukkan kepalanya.
"Ada-ada aja papa kamu. Karena memang hari Minggu jadi Tante bisa pergi. Karena lagi weekend dan kalau hari biasa mungkin Tante akan pikir-pikir dulu. Jadi ini hanya karena weekend saja," ucap Angela.
"Asyik kalau begitu Putri jadi senang ada temannya," ucap Putri yang membuat Angela tersenyum.
"Oh iya Tante. Tante juga ajak Tante lebay ya," ucap Putri membuat Angela mengkerutkan dahinya.
"Tante Lebay. Siapa itu?" tanya Angela heran.
"Itu Tante yang suka manja-manjaan dan yang cantik itu loh," ucap Putri.
"Tante Risya maksudnya?" tebak Angela.
"Iya Tante Risya," sahut Putri.
"Ada-ada saja namanya Tante lebay. Memang dia lebay apa?" ucap Angela geleng-geleng.
"Memang iya kok, lihat aja kalau Putri lihat Tate itu sama Om tampan yang diam itu yang selalu manja-manjaan sama Om itu...."
"Om Arga maksudnya," sahut Angela memotong pembicaraan Putri.
"Iya Om Arga. Tante Risya suka kayak anak kecil. Sangat manja dan makan aja harus di suapi. Apa tidak lebay mamanya," ucap Putri dengan wajah manyunnya.
"Ya namanya juga suaminya. Jadi wajar dong Putri," sahut Angela.
"Jadi nanti kalau Tante nikah sama papa, bakal kayak gitu juga?" tanya Putri.
"Hmmm bisa jadi, Putri jangan cemburu ya," sahut Angela dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Tidak Putri tidak cemburu. Hanya saja papa pasti tidak bisa seperti itu," sahut Putri yang pasti mengenal papanya yang sangat cuek.
"Iya sih Putri benar," sahut Angela yang memang yakin Edo mana seperti Arga yang bisa mengimbangi ulah Risya yang memang kadang-kadang Risya sangat lebay.
"Ya pokoknya Tante ajak Tante lebay dan Om tampan pasrah itu," ucap Putri yang ada-ada saja memberi nama orang. Angela hanya tersenyum saja mendengarnya.
"Dan ajak juga Tante yang banyak cerita dan sembarangan itu," ucap Putri membuat Risya heran lagi. Siapa lagi yang di maksud Putri.
"Siapa lagi itu sayang?" tanya Angela.
"Yang sering sama Tante," ucap Putri.
"Tante Syrala maksudnya?" tanya Angela menebak.
"Ya siapa lagi dan Om yang sok tau itu di ajak juga," ucap Putri lagi.
"Om Boy maksudnya?" tebak Risya lagi.
"Iya Tante. Pokoknya ajak aja mereka semua biar dukung Putri dan Putri bertambah semangat," ucap Putri.
"Baik tuan Putri yang suka ganti-ganti nama orang," ucap Angela yang membuat Putri tersenyum.
Putri ternyata sering memperhatikan teman-teman Angela sampai Putri punya nama untuk julukan mereka semua dan Angela hanya pasrah saja teman-temannya di nilai Putri seperti itu.
Bersambung