MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 119


Karena kondisi Risya yang sangat panas membuat Arga langsung memanggil Dokter malam itu juga dan Dokter langsung memeriksa Risya dengan Arga yang panik, cemas bercampur aduk menunggu istirnya yang di periksa oleh Dokter.


"Bagaimana keadaan istri saya Dokter?" tanya Sean dengan penuh rasa khawatir yang ternyata Dokter sudah selesai memeriksa Risya.


"Ini panas akibat penyakit yang di alaminya. Jadi baru sekarang meluapnya ke tubuhnya. Tetapi Alhamdulillah pak Arga cepat memanggil Dokter sehingga istri bapak bisa teratasi dengan cepat," ucap Dokter.


"Lalu apa Risya baik-baik saja?" tanya Arga.


"Iya panasnya akan segera turun. Saya sudah suntikkan obat dan jika nanti Bu Risya siuman berikan saja obatnya dan jangan lupa untuk mengkompres nya. Agar panasnya semakin turun," ucap Dokter memberikan saran.


"Baiklah Dokter. Terima kasih Dokter untuk semuanya," ucap Arga.


"Baik pak Arga. Untuk tambahan obat saya sudah tuliskan resepnya dan bapak bisa ambil di apotik besok," ucap Dokter.


"Iya Dokter," sahut Arga.


"Kalau begitu saya permisi dulu!" ucap Dokter pamit.


"Mari saya antar," sahut Arga yang mempersilahkan Dokter untuk keluar yang mengantar Dokter sampai pintu. Setelah dokter pulang Arga kembali ke kamar Risya untuk melihat ke adaan Risya.


Arga melangkah mendekati Risya dan duduk di samping Risya. Wajah istrinya masih sangat pucat dengan bibir Risya yang juga begitu pucat membuat Arga menatap dengan penuh simpatik kepada Risya.


"Risya!" lirih Arga memegang tangan istrinya yang sangat hangat itu.


"Maafkan aku. Seharusnya aku tidak meninggalkanmu. Aku tidak tau apa yang kamu alami saat aku tidak ada. Maafkan aku sayang," ucap Arga dengan penuh merasa bersalah kepada Risya.


Dia hanya merasa Risya berlebihan yang hanya ingin manja-manjanya padahal Risya tidak demam dan sebenarnya tidak masalah bagi Arga Risya manja padanya. Karena itu hal yang di sukainya. Namun karena ada rapat mendadak Arga harus meninggalkan istrinya yang saat itu keadaannya baik-baik saja.


Namun siapa sangka akan seperti ini jadinya. Saat Arga pulang sudah mendapati kondisi Risya yang seperti itu. Jadi sangat wajar Arga begitu khawatir kepada Risya dan merasa bersalah.


Arga pun mengganti kompres istrinya, mengikuti apa yang di katakan Dokter. Agar kondisi istrinya cepat membaik.


Dalam sakitnya Risya membuat tubuh Risya kadang menggigil dan kadang juga mengigau meracau hal-hal yang aneh. Memang seperti itu kalau Risya sudah sakit.


Namun Arga akan tetap setia berada di samping istrinya yang menemani istrinya terus menerus dengan ada di sisinya. Sama dengan apa yang di lakukan Risya kepada Arga saat Arga sakit dan sekarang gantian Arga yang akan merawat sang istri dengan penuh cinta dan ketulusan.


**************


Mentari pagi kembali tiba. Arga tidak tidur semalaman dan selalu menemani istrinya. Tidak membiarkan sang istri kenapa-kenapa. Bolak balik mengecek suhu tubuh Risya dan mengkompres bolak-balik sampai pagi ini Arga masih setia merawa Risya.


Dengan Arga yang memegang dahi Risya dengan punggung tangannya.


"Alhamdulillah kondisi Risya sudah lumayan membaik," gumam Arga yang melihat banyak penurunan dari panas tubuh istrinya.


Tidak lama dari situ Risya membuka matanya perlahan dengan berat dia membuka matanya. Rabun memandang wajah Arga sampai akhirnya memandang Arga dengan jelas.


"Risya kamu sudah bangun," ucap Arga dengan lembut.


"Kamu sudah pulang kerja?" tanya Risya.


"Iya sayang, aku sudah pulang dan ini sudah pagi," jawab Arga dengan tersenyum.


"Ini sudah pagi!" pekik Risya dengan wajah terkejutnya.


"Benar Risya," jawab Arga.


Risya menoleh ke arah jendela dan memang benar cahaya matahari sudah cerah.


"Aku tidak tau kamu pulang kapan. Tau-tau ini sudah pagi saja," ucap Risya yang masih sangat lemas saat berbicara.


"Tidak apa-apa. Bagaimana keadaan kamu. Apa ada yang sakit?" tanya Arga.


"Ya sudah tidak apa-apa. Sebentar lagi kamu juga akan baik-baik saja," ucap Arga.


"Kamu hari ini mau pergi kekantor?" tanya Risya.


"Tidak. Aku akan menemani kamu di sini. Aku tidak akan meninggalkan kamu," ucap Arga.


"Iya jangan pergi. Seperti tadi malam, aku kedinginan dan sulit untuk mengambil air minum, mau menelpon juga tidak ada tenaga. Jadi jangan kemana-mana," rengek Risya dengan manja.


"Iya sayang. Aku tidak akan kemana-mana. Kamu jangan khawatir. Aku akan tetap di sini bersama kamu. Aku tidak akan membiarkan kejadian tadi malam terulang lagi. Kamu jangan takut ya," ucap Arga.


"Janji?" tanya Risya dengan mengacungkan jari kelingkingnya yang langsung di sambut Arga.


"Aku janji," sahut Arga membuat Risya tersenyum.


"Lalu sekarang kenapa tidak bertanya padamu. Aku mau makan apa tidak?" tanya Risya yang benar-benar ingin di manjakan seperti ratu.


Arga mendengus dengan senyuman mendengarnya.


"Baiklah sayang. Kamu mau makan apa?" tanya Arga dengan lembut.


"Aku mau makan soto," jawab Risya.


"Kamu sudah sangat lapar?" tanya Arga. Risya mengangguk dengan cepat.


"Ya sudah kalau makan soto. Aku akan belikan," ucap Arga.


"Kamu pergi membelinya?" tanya Risya.


"Aku akan memesannya. Kan aku sudah bilang tidak akan kemana-mana," sahut Arga. Risya tersenyum mendengarnya dan Arga mengelus-elus rambut Risya dengan mencium kening Risya dengan lembut.


***********


Tidak lama akhirnya Risya makan juga dan ternyata bukan hanya soto yang di pesan Arga sangat banyak dengan berbagai jenis makanan dan semua itu pasti Risya yang menginginkannya. Risya ini memang rada-rada aneh. Biasanya orang sakit makannya pasti berkurang, selera makan yang hilang.


Namun tidak dengan Risya yang makan dengan lahap dan pasti Risya tidak pura-pura sakit. Karena memang dia sakit parah dan seharusnya Arga senang. Karena tidak ribet mengurus istrinya yang harus membujuk makan istrinya.


"Kamu makannya sangat banyak. Apa perut kamu masih muat?" tanya Arga yang sejak tadi menyuapi Risya


"Ya muat lah bukannya kalau makan banyak akan cepat sembuh kamu nggak mau apa istri kamu cepat sembuh," ucap Risya dengan mulutnya yang penuh dengan makanan.


"Tidak mau. Karena jika sembuh dia tidak akan bisa manja-manja seperti ini lagi. Jadi lebih baik istri aku seperti ini saja," jawab Arga.


"Isss kamu ini jahat sekali mendoakan istrinya sakit," ucap Citra.


"Aku hanya bercanda sayang. Lagian kalau kamu sakit. Nanti kita tidak akan bisa bermesraan," ucap Arga menggoda Risya.


"Jangan membicarakan hal itu. Bagaimana nanti kalau kita ke bablasan lagi yang adanya kamu kembali sakit dan lama-lama kita berdua tidak ada yang sembuh. Kamu mau hal itu terjadi?" tanya Risya.


"Tidak mau. Baiklah kita berdoa saja supaya kamu cepat sembuh. Jadi kita bisa seperti awal lagi," ucap Arga.


"Kesembuhan tergantung kamu bagaimana merawatku," sahut Risya.


"Iya-iya yang paling pintar merawat. Aku merawatmu dengan penuh kasih sayang dan cinta. Supaya kamu cepat sembuh," ucap Arga yang membuat Risya tersenyum.


"Sudah ayo makan lagi, semua makanan ini harus habis," ucap Arga. Risya menganggukkan kepalanya dan makan dengan lahap.


Bersambung