MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 183


Risya yang berada di depan pintu yang melihat Arga mengantarkan Edo menuju mobil. Pagi-pagi sekali Edo sudah berkunjung kerumah mereka dan pasti mengejutkan Arga dan Edo. Ketika Edo yang sudah masuk mobil dan langsung pergi dengan melajukan mobilnya.


Arga menghela napasnya dan langsung memasuki rumah yang istrinya ada di depan pintu.


"Ada apa sayang sebenarnya?" tanya Risya yang cemas.


"Angela salah paham dengan Edo," jawab Arga.


"Maksudnya?" tanya Risya heran.


"Angela tidak ada mengabari kamu apa-apa?" tanya Arga.


"Belum ada," jawab Risya, "memang apa yang terjadi sayang?" tanya Risya.


"Ayo masuk aku akan ceritakan," ajak Arga merangkul bahu istrinya dan Risya mengikut saja yang mereka langsung masuk kedalam rumah.


Setibanya di kamar Risya dan Arga duduk berdua di pinggir ranjang dengan wajah Risya yang sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Karena tadi hanya Arga yang berbicara dengan Edo.


"Sayang katakan kepadaku. Ada apa sebenarnya?" tanya Risya.


"Tasya menjebak Edo sehingga membuat Angela salah paham. Angela melihat Edo dan Tasya di kamar berduaan dan saat itu dalam keadaan Edo dan Tasya berciuman," jelas Arga membuat Risya terkejut sampai Risya menutup mulutnya dengan satu tangannya.


"Kok bisa seperti itu?" tahta Risya.


"Edo juga tidak tau apa yang terjadi padanya. Sebelumnya Edo hanya mengingat dia pulang kerja dan tiba-tiba saja kepalanya terasa berat dan Tasya ada di rumahnya. Edo juga merasakan ke anehan dalam dirinya dengan reaksi tubuhnya yang panas dan tidak dapat mengendalikan dirinya. Dia seolah di kuasai dan bahkan berusaha untuk menjauhkan Tasya darinya. Namun Tasya sepertinya sengaja menggunakan kesempatan itu dan sampai Angela melihat semuanya," jelas Arga.


"Edo datang kepadaku, menanyakan Angela dan menceritakan semuanya dan pasti meminta bantuan untuk menyelesaikan kesalah pahaman itu," jelas Arga.


"Lalu bagaimana jika Edo bisa membuktikan itu kesalah pahaman. Lagian ngapain juga Tasya ada di rumahnya malam-malam dan bagaimana Angela harus percaya akan hal itu. Aku saja mendengarnya tidak percaya jika itu kesalahpahaman," sahut Risya. Hari dan pemikiran wanita memang berbeda.


"Dia mengatakan akan membuktikannya dan sangat yakin jika semua ini ulah Tasya. Lagi pula sayang Edo melakukan semua itu. Dan aku percaya kepadanya. Apa lagi melihat kepanikannya saat mengatakan kepadaku," ucap Arga.


"Lalu bagaimana sekarang. Pasti sebentar lagi Angela akan cerita kepadaku dan aku akan mendengarkan cerita dari persi yang berbeda lagi," ucap Risya yang sudah tau ujungnya.


"Kamu benar sayang dan justru itu. Kamu coba untuk membuat Angela paham dan kalau memang ini benar salah paham ya kita akan coba untuk membantu Edo menyelesaikannya," ucap Arga.


"Ya sudah lah," ahaut Risya yang juga sulit untuk berpikir dan memang tidak bisa berpikir dengan jernih.


************


"Mas Edo tunggu! dengarkan aku dulu!" ucap Tasya yang mengejar Edo yang keluar dari rumah yang mana Edo ingin memasuki mobil


"Mas Edo!"


"Cukup Tasya!" bentak Edo membuat Tasya kaget dengan Pria yang penuh amarah di depannya itu.


"Apa kamu belum puas Tasya melakukan semua ini hah!" bentak Edo.


"Cukup! Jangan bersandiwara di hadapanku. Kau pikir aku bodoh dan tidak tau. Jika semua ini adalah ulahmu. Kau sengaja menjebakku dengan semua rencana licik mu untuk menghancurkan hubungan ku dengan Angela!" teriak Edo.


"Jangan asal menuduh kamu mas. Aku tidak pernah punya niat sejahat itu," sahut Tasya mengelak.


"Terus saja kau bermain drama dan tidak mengakui perbuatanmu. Kau itu perempuan ular. Jadi kau pergi dari rumahku dan jangan menggangguku. Jika aku pulang dan kau masih ada di sini. Maka jangan salahkan aku. Jika aku melakukan hal yang lebih parah kepadamu!" ancam Edo yang menunjuk tepat di wajah Tasya dan Edo yang tidak banyak bicara langsung pergi meninggalkan Tasya.


"Mas Edo, kau tidak bisa mengancamku, aku mengubah keputusanku. Jika kau berani mengancamku dan mengataiku seenaknya," teriak Tasya yang memukul-mukul kaca mobil Edo untuk menghentikan Edo. Namun Edo tidak peduli dan tetap melakukan mobilnya.


"Mas Edo!" teriak Tasya dengan amarahnya.


"Argggg, sial!"


"Kau pikir bisa mengancamku. Ingat mas Edo aku punya pegangan yaitu Putri dan kau tidak akan bisa lari dari ku dan apa lagi kau ingin kembali pada Angela. Wanita itu juga tidak akan mau lagi," batin Tasya dengan wajahnya yang penuh kelicikan yang merasa menang dengan semua rencananya yang berhasil.


**********


Angela memang benar-benar cerita pada Risya. Sesuai dengan apa yang di tebak Risya. Namun Risya tidak mengatakan jika sebelumnya dia bertemu dengan Edo. Bukan hanya Risya. Namun ada juga Syrala di sana.


Angela mengajak bertemu dan kebetulan Risya dan Syrala ada di apartemen Risya. Jadi Angela langsung ke sana dengan menceritakan semuanya. Syrala yang mendengarnya hanya dia dengan fokus pada makananya.


"Tapi kamu yakin semua itu sudah benar?" tanya Risya.


"Memang ada yang salah Risya. Aku melihat sendiri dengan mata kepalaku. Bagaimana mereka berciuman di dalam kamar dan aku yakin hal itu bukan pertama kali dan pasti sering dan pasti lebih dari itu," ucap Angela yang berbicara dengan merasa begitu sesak.


"Tapi belum tentu juga. Kamu harus dengarkan penjelasan Edo," ucap Risya yang.


"Apa lagi yang harus aku dengarkan Risya semuanya sudah jelas. Hati ku sudah hancur. Perempuan mana yang tidak sakit hati melihat semua itu. Dia dengan wanita lain yang tidak pantas di lakukannya," ucap Angela.


"Lalu menurut kamu apa yang kamu lakukan sudah pantas. Kamu marah jika pria mu dengan wanita lain. Lalu bagaimana denganmu apa kamu sudah merasa suci dan paling setia," sahut Syrala dengan suara beratnya yang melihat Angela dengan serius dan Angela mendengar kata-kata itu kaget dan Risya juga yang tidak percaya Syrala mengeluarkan kalimat itu.


"Apa maksud kamu Syrala?" tanya Angela.


Syrala menyunggingkan senyumnya dengan menghentikan makannya.


"Angela. Dari pada kamu menangis tidak jelas menceritakan hal itu yang membuat kuping orang panas. Mending kamu ngaca. Kamu sudah setia belum, sudah merasa benar belu," tegas Syrala dengan ketus.


"Syrala sudah kamu apa-apa sih!" tegur Risya yang melihat suasana semakin panas.


"Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan Syrala dan seolah kamu menyalahkan ku dalam hal ini," sahut Angela.


"Itu memang kesalahan kamu. Karena apa yang kamu alami adalah karma untukmu. Jadi jangan merasa paling tersakiti. Apa yang terjadi padamu itu imbas dari perbuatanmu sendiri," tegas Syrala dengan penuh penekanan.


"Syrala sudah," Risya yang mencoba menenangkan dengan wajah panik Angela.


Bersambung