
Mendengar suara Angela membuat Edo terkejut dan melihat ke arah pintu. Walau Edo setengah sadar namun sangat jelas dia melihat Angela.
"Angela!" lirih Edo dengan wajah kagetnya dan Edo langsung bangkit dari tubuh Tasya.
"Keterlaluan kamu mas," ucap Angela dengan air matanya yang jatuh dan Angela langsing pergi meninggalkan kamar itu.
"Angelia tunggu!" panggil Edo dengan teriakan yang keras dan ingin mengejar Angela. Namun tangannya di tarik Tasya.
"Mau kemana kamu mas?" tanya Tasya.
"Apa yang kamu lakukan Tasya? Kamu keterlaluan!" bentak Edo yang langsung menepis tangan Tasya dari tangannya dan Edo langsung mengejar Angela. Karena tidak ingin Angela pergi dengan kesalah pahaman.
"Mas Edo tunggu! Mas Edo!" teriak Tasya yang langsung menyunggingkan senyumnya.
"Akhirnya rencanaku berhasil juga. Akan terjadi perang besar yang aku tunggu-tunggu selama ini dan sangat tidak pernah kuduga bagaimana semuanya bisa begitu sempurnanya," batin Tasya dengan begitu bahagianya yang rencananya berhasil.
Bagaimana tidak Angela yang melihat kejadian itu menangis dengan berjalan cepat menuruni anak tangga. Hatinya yang begitu sakit melihat jelas di depan matanya yang tidak bisa di bayangkannya membuat air matanya yang menangis terus yang langsung berlari keluar rumah dengan cepat dan Angela yang langsung ingin masuk mobil.
"Angela tunggu!" Edo berhasil menarik tangan Angela menghentikan kepergian Angela. Namun Angela langsung menepis tangan itu dengan kasar.
Plakkk.
1 tamparan melayang ke pipi Edo. Tamparan panas dengan wajahnya yang penuh kemarahan, rasa kecewa yang bercampur aduk untuk pria yang sudah menghiyanatinya.
"Jika kamu ingin bersamanya. Seharusnya kamu menyelesaikan hubungan kita dulu dan tidak seperti ini mas!" teriak Angela dengan kemarahannya yang tidak bisa di pendamnya.
"Maafkan aku Angela? Kamu hanya salah paham Angela. Kamu salah paham. Apa yang kamu lihat tidak seperti apa yang terjadi. Tasya di pastikan menjebakku," jelas Edo berusaha untuk membela.
"Cukup!" bentak Angela.
"Kamu pikir aku bodoh hah! Kamu pikir aku buta. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana kamu dan dia. Kenapa mas? Aku mengganggu kalian iya. Kalian yang sudah bermesraan dan aku datang tiba-tiba yang mengganggu dan lihat wajah kamu begitu gelisah. Karena apa yang kamu lakukan dengan wanita itu harus berhenti," tegas Angela.
"Jadi selama ini benar. Kamu dan Dia sering seperti ini. Kamu menyuruhku untuk percaya dengan semuanya. Tetapi justru kamu sendiri yang membuat seperti ini. Bagaimana mungkin mas kamu tega melakukan seperti ini. Aku sangat mencintai kamu dan begitu sayang pada Putri. Tetapi ini balasan kamu kepadaku. Penghiyanatan. Aku benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kamu benar-benar hebat mas!" ucap Angela yang mengeluarkan seluruh isi hatinya dengan kekecewaannya pada Angela.
Air mata Angela jangan di tanya lagi. Sudah mengalir sejak tadi dan dia yang terlihat begitu kecewa.
"Aku benar-benar sangat kecewa dengan kamu mas. Kamu sangat jahat, kamu benar-benar sangat jahat, aku membencimu, sangat membencimu!" teriak Angela tepat di wajah Edo dan Angela langsung pergi meninggalkan Edo dengan memasuki mobilnya.
"Angela tunggu! Angela!" Edo berusaha untuk menghentikan Angela. Namun Angela tidak peduli dan sudah terlanjur kecewa dan langsung pergi begitu saja.
"Arhhhhh!" teriak Edo dengan memegang kepalanya dengan ke-2 tangannya yang frustasi.
"Sial, sial. Kenapa semuanya jadi seperti ini. Kenapa?"
"Argghhh!!!!!"
"Brengsek!"
Edo yang frustasi sendiri dengan apa yang terjadi terduduk lemas dengan mengusap wajahnya dengan kasar.
Sementara Tasya di atas sana yang tersenyum penuh dengan kemenangan melihat apa yang terjadi. Bahagianya dirinya yang akhirnya melihat pertengkarana yang memang itu yang di tunggu-tunggunya.
"Akhirnya semua rencanaku berhasil. Memang enak. Ya tau rasakan sendiri. Angela, Angela bagaimana rasanya. Siapa suruh ingin masuk kedalam kehidupan ku dan Edo. Sekarang kamu bisa melihat sendiri siapa yang menjadi pemenang dalam hal ini," batin Tasya yang penuh dengan kemenangan.
**************
Angelia harus merasakan sakit hati dengan kejadian yang di depan matanya yang tidak pernah di duganya. Air matanya yang mengalir terus dengan sembari menyetir mobil.
"Keterlaluan kamu mas. Kamu benar-benar begitu jahat. Kamu tidak peduli dengan diriku. Kamu jahat mas. Kamu sangat jahat mas," umpat Angela dengan menangis sengugukan yang terus menangis dengan air matanya yang sangat deras. Yang memukul-mukul stri mobil dengan tangannya.
**************
Boy yang ingin menutup pagar pintu bengkelnya. Namun tiba-tiba Boy menghentikannya ketikan ada mobil yang berhenti.
"Bukannya itu Angela!" gumam Boy yang melihat dengan jelas mobil Angela. Dan memang benar apa adanya yang keluar dari mobil itu memang Angela dan Angela langsung berlari kepada Boy dan memeluk Boy yang membuat Boy kaget.
"Angela!" ucap Boy pelan yang melihat Angela menangis di pelukannya suara tangis yang sangat kuat membuat Boy benar-benar tidak tau apa yang terjadi pada Angela. Tangisan dengan terisak-isak.
"Angela ada apa? Apa yang terjadi Angela. Angela kamu kenapa menangis?" tanya Boy dengan panik.
"Jahat!"
"Dia sangat jahat!"
"Dia kenapa bisa melakukan semua itu?"
"Kenapa dia begitu sangat jahat!"
"Kenapa jahat!" ucap Angela yang mengadu kepada Boy. Dan Boy tidak mengerti apa yang di katakan Angela. Namun Boy pun memeluknya dengan begitu erat yang berusaha menenangkan Angela. Walau tidak tau apa yang terjadi dengan Angela.
Ternyata di sebrang jalan sana ada Syrala yang masih di dalam mobilnya yang tadinya ingin keluar dari mobilnya. Namun tidak jadi karena melihat Angela dan Boy yang berpelukan.
Melihat hal itu membuat wajah Syrala tampak sendu dengan menghela napas panjang yang begitu berat. Pelukan yang pasti membuat hati Syrala juga cemburu dan terasa sangat sesak melihat pemandangan itu.
Boy yang sudah melepas pelukan itu dengan memegang ke-2 pipi Angela yang menyeka air mata Angela. Lalu memegang tangan Angela dan membawa Angela masuk kedalam rumahnya dan Syarla yang melihat hal itu yang pasti hatinya sangat terluka dengan matanya yang berkaca-kaca.
Syrala kembali menaikkan kaca mobilnya dan melajukan mobilnya dengan menghela napasnya yang berusaha untuk tenang dengan apa yang di lihatnya. Bagaimana mungkin Syrala bisa tenang. Hatinya sedang panas dengan semua yang di lihatnya.
**********
Setibanya di dalam rumah Boy. Angela yang duduk di ruang tamu yang menangis dengan kedua tangannya menutup wajahnya. Boy menghampirinya dengan membawakan segelas air untuk Angela.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Boy. Angelia tidak menjawab sama sekali.
"Kamu sebaiknya minum dulu!" ucap Boy lagu yang berusaha untuk menenangkan Angela.
Angela mengangguk dan langsung meminum air yang di berikan Boy dan Angela mengatur napasnya.
"Sudah lebih baik?" tanya Boy. Angela menganggukkan kepalanya.
"Kamu mau cerita?" tanya Boy dengan lembut.
"Aku merasa hidupku sia-sia. Aku memberikan cinta pada orang yang salah. Semuanya sia-sia. Dia menghiyaniku dan menghancurkan semua kepercayaan yang aku berikan. Semua pengorbanan ku di balas dengan sebuah penghiyanatan," ucap Angela yang menangis mengeluarkan apa yang di pendamnya dengan sengugukan.
"Edo maksud kamu?" tebak Boy. Angela mengangguk-angguk.
"Aku melihatnya berdua bersama Tasya di dalam kamar mereka berdua, mereka...." Angela tidak sanggup melanjutkan kalimatnya.
"Dia sangat jahat, mas Edo keterlaluan," ucap Angela yang kembali menangis dengan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya dan Boy mendekatinya yang membawa Angela kepelukannya. Memeluk Angela dengan erat untuk menenangkan Angela yang wajah Angela berada di dada bidang Boy.
"Semuanya sia-sia cinta yang aku berikan sia-sia," keluh Angela dengan suaranya yang sudah serak.
"Kamu tenang dulu Angela. Jangan memikirkan apa-apa. Belum tentu semuanya seperti apa yang kamu lihat adalah kebenarannya. Kamu harus kendalikan diri kamu," ucap Boy yang berusaha untuk menenangkan Angela.
Bersambung