MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 198 Tasya selalu berulah.


Risya dan Hariyanto makan siang bersama di taman. Mereka makan dengan makanan yang Risya bawa. Kebetulan ada bangku di sana. Jadi mereka bisa makan bersama di sana.


"Kamu tumben sekali antar makanan pada papa?" tanya Hariyanto yang menunggu Risya menyiapkan makanan itu.


"Arga lagi ke Bandung pah. Ada meeting katanya dan Risya tidak punya teman untuk makan di kantor. Makanya Risya ke kantor papa dan beli makanan. Lalu kita berdua makan bersama deh," jawab Risya dengan tersenyum kepada sang papa


"Tapi biasanya kalau anak itu ngajak makan bersama dan bawa makanannya itu pasti di beli. Namun kali ini makanannya di beli. Maafin Risya ya pah. Kekurangan Risya yang tidak bisa memasak itu jadi tidak menyempurnakan Risya," ucap Risya.


"Siapa bilang anak papa tidak sempurna. Memasak itu bukan kekurangan. Lagian memasak yang ringan-ringan Risya bisa kok. Yang penting itu Arga menerima semua itu," ucap Hariyanto.


"Iya sih papa benar. Arga menerima itu. Beda sampa papa. Mama dulu cerita kayanya syarat utama menjadi istri papa harus pintar memasak. Jadi untung saja mama bisa memasak. Kalau tidak mama bilang mama pasti bisa di tendang oleh papa," ucap Risya dengan candaan.


"Nggak juga sayang. Papa juga menerima seperti apapun mama kamu dan hanya keberuntungan papa. Di mana mama kamu ternyata bisa memasak," ucap Hariyanto dengan tersenyum lebar.


"Yaudah sekarang papa makan aja. Ini makanan kesukaan papa yang Risya buatin untuk papa," ucap Risya.


"Makasih ya sayang," sahut Hariyanto yang langsung memakan makanan yang di bawakan putrinya itu.


"Pah seharusnya kita makan di dalam. Tetapi malah makan di Luar. Kenapa tidak di ruangan papa aja sih. Kan Risya pengen makan di sana. Sudah lama juga tidak melihat ruangan papa," ucap Risya dengan sedikit kecewa yang membuat Hariyanto kesulitan menelan salivanya. Karena mendengar keluhan Risya. Yang adanya dia mendadak panik dengan pertanyaan itu.


"Apa ada sesuatu pah?" tanya Risya dengan melihat Hariyanto begitu serius membuat Hariyanto kaget dengan terlihat semakin panik.


"Pah?" tanya Risya melihat sang papa bengong.


"Nggak! Nggak ada apa-apa," Jawa Hariyanto dengan cepat.


"Papa merasa jenuh di dalam ruangan. Jadi papa ingin makan di out door seperti ini. Bukannya lebih baik," ucap Hariyanto dengan tersenyum.


"Iya juga sih dan memang jauh lebih baik," sahut Risya dengan tersenyum lebar.


"Ya sudah Risya juga makan," sahut Hariyanto. Risya mengangguk.


"Seharusnya kalau ada Syrala bisa makan dengan Syrala. Tetapi Syrala lagi keluar Negri dan Angela juga lagi sibuk temani Edo di masa-masa sulitnya," ucap Risya yang tiba-tiba mencurahkan isi hatinya.


"Edo benar-benar mengalami hal yang paling terberat dalam hidupnya dengan pernyataan yang di katakan Tasya. Masalah Putri anak kandung siapa? Dan Angela bilang Tasya sangat ngotot ingin melakukan tes DNA pada Putri. Dari hal itu saja sudah bisa di duga omongan Tasya itu benar," jelas Risya dan Hariyanto hanya mendengarkan saja dengan wajahnya yang mulai takut dan panik.


"Menurut papa bagaimana pah? Jika Putri bukan ayah kandung Putri. Lalu siapa ayah kandung Putri?" tanya Risya.


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.


Hariyanto langsung batuk-batuk mendengar apa yang di katakan Risya. Hariyanto yang tersedak makanan.


"Ya ampun papa kenapa?" tanya Risya panik.


"Papa minum dulu!"


"Aduh papa makannya pelan-pelan dong,"


Hariyanto yang langsung minum dan mencoba untuk tenang. Bagaimana tidak kaget dengan pertanyaan Risya yang membuatnya akhirnya tersedak makanan. Setelah tenggorokan nya sudah lumayan baik. Hariyanto menghela napasnya.


"Risya!" ucap Hariyanto.


"Iya pah," jawab Risya.


"Sayang kamu sekarang sudah menikah. Jadi papa minta sama kamu untuk tidak mencampuri urusan Edo lagi. Kamu harus pikirkan suami kamu. Biar Edo dan mantan istrinya menyelesaikan masalah mereka yang sudah di luar dari apa sebelumnya," ucap Hariyanto memberi saran.


"Kenapa pah?"


"Risya tidak ikut campur pah dan lagian Risya hanya membantu apa yang ingin Risya bantu dan lagian juga Arga juga sama-sama ingin membantu Edo. Jadi tidak ada masalah dengan pernikahan kami," ucap Risya dengan apa adanya.


"Walaupun sayang papa tidak ingin kamu terlalu fokus untuk masalah mereka. Jadi biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka," jelas Hariyanto. Apa yang di katakan Hariyanto sudah jelas ingin melindungi Risya dari Tasya.


"Papa takut Risya Tasya akan mengganggu kamu. Papa takut semuanya akan terbongkar dan papa takut kamu akan kecewa kepada papa," batin Hariyanto dengan matanya yang sendu melihat putrinya yang tersenyum simpul itu.


"Jangan melamun. Nih papa makan lagi!" Risya langsung menyodorkan makanan itu kepada Hariyanto dengan menyuapi Hariyanto. Hariyanto membuka mulutnya dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Papa harus makan yang banyak. Risya perhatikan papa sekarang kurusan," ucap Risya yang membuat Hariyanto tersenyum dengan matanya yang berkaca-kaca.


********


Di rumah Edo. Di mana Tasya yang datang kerumah itu ingin mengambil Putri yang menghalanginya dan pasti tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


"Kau Tidak bisa menghalangiku mas. Putri anak kandungku dan kau bukan ayah kandungnya!" tegas Tasya.


"Jaga bicaramu. Aku tidak percaya dengan kata-kata mu," bantah Edo.


"Kalau begitu ayo tes DNA. Kau terus menghindari tes DNA!" tantang Tasya.


"Aku tidak perlu melakukan tes DNA untuk anak kandungku sendiri. Jadi berhenti menyuruhku untuk melakukan tes DNA. Karena Putri anak kandungku dan tidak ada kata-kata tes DNA untuk Putri," tegas Edo.


"Kalau begitu aku akan membawa Putri pergi!" ucap Tasya yang ingin masuk rumah dan langsung di cegah Edo dengan mendorong Tasya.


"Aku peringatkan sama kamu. Jangan membawa Putri dan berani menemuinya!" bentak Edo.


"Baiklah mas Edo. Hari ini aku masih berbaik hati. Aku akan memberimu kesempatan. Jika dalam seminggu ini kamu tidak mau melakukan tes DNA. Maka aku akan membawa Polisi kerumah ini untuk membawa Putri," ancam Tasya dengan penuh penekanan dan penegasan yang membuat Edo tidak bisa melakukan apa-apa.


"Jadi jangan macam-macam kepadaku," ucap Tasya yang langsung pergi dari hadapan Edo dan Edo diam terpaku dengan napasnya yang naik turun yang apa di katakan Tasya jelas membuatnya sedikit takut.


*********


Sementara Putri sedang bersama Angela di dalam kamar.


"Mama kenapa mama Tasya datang kerumah ini marah-marah dan malah bertengkar dengan papa?" tanya Putri dengan wajah sedihnya.


"Itu hanya urusan mama dan papa Putri. Putri tidak perlu khawatir dan memikirkan apa-apa," ucap Angela.


"Lalu Putri tadi dengar mama mau bawa Putri pergi. Karena katanya papa tidak pantas bersama Putri. Putri bukan papa," ucap Putri yang memang sempat mendengarkan hal itu tadi.


"Tidak ada yang mengatakan hal itu Putri. Putri jangan mendengarkan dan jangan memikirkan apa yang tidak perlu Putri dengarkan. Jadi semua itu tidak benar," ucap Angela yang mencoba menenangkan pemikiran Putri.


"Jadi semua itu tidak benar?" tanya Putri.


"Iya dong sayang," jawab Angela.


"Pokoknya Putri nanti hanya ingin sama mama Angela dan papa saja Putri tidak ingin dengan siapa-siapa," ucap Putri.


"Pasti sayang," sahut Angela yang memeluk Putri sembari mengusap-usap pucuk kepala Putri.


*************


Sementara di kamar Hariyanto. Hariyanto yang sedang istirahat bersama istrinya yang berada di kamar yang sudah malam dan sekarang sedang tidur.


Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt


Ponsel yang berada di atas nakas di samping Hariyanto berdering membuat Hariyanto terbangun dan melihat panggilan masuk itu dengan matanya yang sipit. Namun dengan cepat melotot saat melihat no baru yang di kenalinnya. Tasya, Hariyanto langsung panik dan melihat ke sampingnya. Melihat istrinya yang masih tertidur nyenyak.


"Mari lakukan tes DNA untuk membenarkan omongi ku. Jika kamu tidak mau aku akan mengatakan semuanya kepada Risya," tulis Tasya dengan ancamannya pada Hariyanto.


Bersambung