MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 36 Mengadu pada mama mertua.


Mendengar kata teman dari istrinya membuat pria itu melihat Rachel dan Arga secara bergantian.


"Mas, ini Arga sahabat ku," sahut Rachel yang takut-takut mengatakan hal itu lada suaminya.


"Teman. Tetapi sangat tidak sopan yang mencampuri urusan orang lain. Urusan dalam rumah tangga orang lain. Kau pikir siapa dirimu hah! Dia ini istriku dan semua yang terjadi di antara kami. Tidak seharusnya kau campuri. Dan kau Rachel. Jangan berani-beraninya kau melibatkan orang lain dalam permasalahan kita. Jika tidak kau akan mendapatkan resiko dari perbuatan mu," tegas Pria itu.


"Aku tidak melibatkan siapa-siapa," sahut Rachel mencari pembelaan.


"Dia memang tidak melibatkan ku. Aku hanya tidak sengaja melihat kalian dan aku rasa apa yang kau lakukan sangat berlebihan," ucap Arga.


"Kau berani mengguruiku?" tanya pria itu.


"Bukan begitu," sahut Arga.


"Mas. Tapi apa yang di katakan Arga benar. Arga tidak tau apa-apa," sahut Rachel yang juga membela Arga.


"Alah bohong!" Bentak Pria itu dan membuat Arga tidak sabaran dan ingin membela Rachel.


"Kau mau apa lagi!" bentak pria itu pada Arga saat melihat Arga ingin maju yang pasti ikut campur lagi.


"Kau dengar. Jika kau berani ikut campur urusan rumah tangga kami. Maka jangan salahkan aku. Jika aku akan menghabisi mu," tegas pria itu yang mengancam Arga dengan menunjuk tepat di wajah Arga.


Pria itu tidak banyak bicara lagi dan kembali menarik paksa Rachel membawa Rachel langsung pergi dan Arga tidak bisa melakukan apa-apa lagi yang melihat Rachel di paksa masuk kedalam mobil.


"Apa yang terjadi. Kenapa suaminya begitu kasar dan ternyata itu suami Rachel selama ini," ucap Arga yang terlihat khawatir dan Arga membuang napasnya perlahan kedepan. Lalu melihat ke arah Risya yang tidak jauh darinya yang di pastikan Risya mendengar semuanya.


Risya yang berdiri dengan ke-2 tangannya berada di dadanya hanya geleng-geleng saja dan langsung berbalik badan yang meninggalkan Arga.


"Risya!" panggil Arga yang mengejar Risya.


"Hey kau mau kemana?" tanya Arga yang memegang tangan Risya menghentikan Risya.


"Jangan pegang-pegang! lepas tanganku!" tegas Risya menepis tangan Arga.


"Apa sih kenapa kau jadi marah hah!" sahut Arga.


"Lihat dirimu. Kau itu hanya bisa bertanya saja. Tanpa melakukan apa-apa. Kau lihat sendiri apa yang kau lakukan hah! Kau itu sibuk mengurusi orang lain, mengurusi pernikahan orang lain dan nanti kalau ada yang salah kau itu baru menyalahkan ku. Ini lah dirimu yang sebenarnya sangat memuakkan dan menyebalkan," umpat Risya yang emosi tingkat dewa dengan Arga.


"Apa maksudmu hah! Apa itu karena Rachel hah?" tanya Arga yang sudah bisa menduga.


"Jadi menurutmu apa lagi hah!" sahut Risya, " kau sudah mengundangnya di pernikahan kita dan sekarang kau mau jadi sok pahlawan dalam permasalahannya. Kau tidak sadar hah! dengan apa yang kau lakukan, ikut campur aja taunya," geram Risya


"Kenapa bicara panjang lebar dengan penuh marah-marah Risya. Bilang saja to the point kenapa kau harus marah-marah, apa karena kau cemburu," ucap Arga menduga-duga.


"Risya Arga!" tegur Salmah yang tiba-tiba datang yang membuat Risya dan Arga saling melihat dan sama-sama melihat ke arah Salmah yang sekarang sedang menghampiri mereka berdua.


"Kalian sedang apa?" tanya Salmah, "Dan tadi mama mendengar kalian berdua bertengkar dan membawa-bawa nama siapa tadi. Oh iya Rachel," sahut Salmah yang tidak tau kapan ada di sana dan mendengar Arga dan Risya yang bertengkar.


"Tidak apa-apa kok mah, Itu hanya kesalahpahaman saja," sahut Arga dengan cepat.


"Bohong," sahut Risya tiba-tiba membuat Arga kaget dan langsung melihat kearah Risya.


"Dia itu bohong mah. Kita memang sedang bertengkar. Karena dia mencari gara-gara. Mama harus tau. Jika yang pertama dia mengundang mantannya di pernikahan kami dan tadi dia itu rela bela-belain ingin di hajar suami orang gara-gara ikut campur pada Rachel mantannya itu. Karena Rachel dan suaminya bertengkar dan dia mau jadi pahlawan kesiangan," ucap Risya yang mengatakan apa yang sebenarnya dan masa bodo dengan Arga.


"Benar itu Arga?" tanya Salmah yang langsung menatap Arga horor.


"Ti- ti-,"


"Apa kau masih berbohong hah! Kau jangan suka bohong pada orang tuamu. Katakan saja yang sebenarnya," sahut Risya, "mama!" Risya langsung memeluk Salmah dengan manja pada salmah yang meletakkan kepalanya di dada Salmah.


"Kalau dia terus seperti ini. Risya tidak akan tahan mah, di dizalimi terus, masa iya baru menikah 1 hari dia itu ada rencana mau selingkuh. Batin Risya bisa hancur mah, Risya tidak mau seperti ini," ucap Risya dengan rengekan manjanya pada ibu mertuanya itu dan Arga hanya mengatur napas dengan kasar dengan napas yang naik turun dengan sandiwara Risya menambahi cerita.


"Arga kamu benar-benar ya!" geram Salmah yang pasti akan menyalahkan Arga dan 100 persen percaya pada Risya.


"Mah apa yang di katakan Risya tidak benar," sahut Arga membela diri.


"Lihatlah dia tidak mau jujur. Padahal mama juga melihat mantannya itu hadir di pernikahan kami bukan?" tanya Risya.


"Iya mama lihat sendiri," sahut Salmah yang memang melihatnya.


"Nah dengar itu dan tadi kau malah lebih peduli kepadanya di bandingkan aku. Kau benar-benar jahat kepadaku," ucap Risya dengan air mata buayanya yang membuat Arga di marahi Salmah.


"Jangan berlebihan Risya. Aku tadi hanya....."


"Hanya apa hah! Hanya khawatir padanya," sahut Risya memotong pembicaraan Arga yang mana Risya tidak akan mengijinkan Arga untuk membela dirinya


"Sudah stop Arga. Kamu ini benar-benar keterlaluan. Lihat istri kamu jadi menangis seperti ini dan kamu tidak merasa bersalah sama sekali. Kamu benar-benar sangat jahat, mama itu kecewa pada kamu," ucap Salmah memarahi Arga.


"Awas kau Risya," batin Arga yang hanya menghela napas kasar yang tidak bisa melakukan apa-apa. Sementara Risya di pelukan Salmah tersenyum yang merasa dia menang dan di bela salmah.


"Emang enak syukurin," batin Risya tersenyum penuh dengan kemenangan dan Arga melihat hal itu dan bukannya Risya menghilangkan senyumnya. Dia malah menjulurkan lidahnya yang mengejek Arga.


Arga hanya bisa merapatkan giginya melihat dan dia tidak bisa melakukan apa-apa. Mama nya tidak akan percaya. Bahkan Salmah sekarang mengelus-elus rambut Risya yang di pelukannya untuk menenangkan Risya. Risya memang sangat beruntung punya mertua seperti Salmah yang lebih sayang padanya ketimbang pada Arga.


Bersambung