
"Tante menampar saya!" ucap Tasya yang mengangkat kepalanya dan melihat Tantri begitu tajam.
"Berhenti mengganggu keluarga saya!" tegas Tantri dengan menunjuk tepat di wajah Tasya. Mendengar kata-kata itu membuat Tasya kaget dengan matanya yang melotot.
"Maksud Tante apa?" Tante Tasya dengan suara bergetarnya.
"Kamu jangan berpura-pura di depan saya Tasya. Saya tau siapa kamu. Jadi berhenti kamu mengganggu keluarga saya. Mengganggu Risya Putri saya dan juga suami saya!" tegas Tantri yang penuh dengan penekanan.
"Kamu pikir dengan kamu melakukan semua ini. Kamu akan mendapatkan apa hah! Kamu ingin memiliki suami saya. Pria yang kamu katakan yang sangat kamu cintai. Pria yang kamu katakan ayah kandung Putri," ucap Tantri.
"Tante tau semuanya?" tanya Tasya dengan wajah terkejutnya. Dari apa yang di katakan Tantri, memang sudah bekas jika Tantri mengetahui semuanya.
"Kamu pikir saya orang bodoh yang tidak tau wanita macam apa kamu. Kamu wanita murahan yang berani menghancurkan rumah tangga saya dan menyakiti Putri saya. Kamu seorang sekretaris yang menganggap lebih pada suami saya. Kamu berharap banyak sehingga menjebak suami saya,"
"Apa yang kamu harapkan Tasya dengan Pria yang sudah beristri hah! Apa yang kamu harapkan dengan seorang Pria yang sudah memiliki anak. Kamu ingin memilikinya. Ingin membangun keluarga bersama suami saya dengan anak hasil perbuatan zina kalian," sentak Tantri dan Tasya masih melotot dengan mata bergenang mendengar semua kata-kata Tantri.
"Kamu dengar Tasya kamu tidak akan mendapatkan apa-apa dari semua yang kamu lakukan. Kamu ingin memiliki suami saya. Kamu hanya akan bermimpi dan untuk mendapatkan hak asuh Putri kamu juga. Kamu hanya akan bermimpi saja. Jadi kamu hanya bermimpi untuk hidup bersama suami saya dan juga anak kamu. Karena saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi," tegas Tantri dengan penuh penekanan yang berbicara kepada Tasya.
Tanya tersenyum mendengar perkataan Tantri "jadi Tante sudah tau semuanya. Bagus lah kalau begitu. Jadi saya tidak perlu lagi untuk memberitahu Tante dan Risya dengan masalah ini," sahut Tasya yang menantang Tantri.
Plakkkk
Tasya mendapatkan tamparan sekali lagi yang membuat Tasya kembali kaget dengan matanya yang melotot dan tangannya memegang pipinya lagi.
"Saya sudah bicara panjang lebar kepada kamu. Ternyata kamu tidak paham juga dengan apa yang saya katakan. Saya bukan suami saya yang bisa kamu katakan dengan kata-kata seperti kamu Tasya. Jika saja berani menyentuh Risya sedikitpun. Kamu tidak akan punya tangan lagi untuk memegang pipimu yang sangat najis itu," kecam Tantri membuat Tasya terkejut.
"Kamu itu wanita yang sangat jahat, wanita licik dan wanita yang tidak punya adab. Mata saya begitu sakit ketika harus tau wanita mana yang dulu yang menjadi simpanan suami saya. Sampai saya di beri kesempatan untuk melihatnya dan ternyata hanya seperti ini dan sudah bisa di pastikan wanita itu memang sangat murahan dan seperti sampah," tegas Tantri.
"Kamu itu seorang ibu Tasya. Tetapi ternyata tuhan tidak memberikanmu kesempatan untuk merasakan anugrah seorang ibu. Makanya sampai detik ini. Kamu tidak pernah paham dengan semua perkataan saya mengenai Putri anak kamu. Karena bagi kamu semuanya tidak penting dan yang penting bagi kamu hanya keegoisan kamu,"
"Tuhan akan menghukum kamu Tasya dengan kamu yang tidak akan bisa memiliki apapun. Jika saya di beri kesempatan untuk memberi maaf suami saya itu karena tuhan memberikan anugrah untuk menjaga perasaan Risya. Karena dia tidak pantas berada di masalah ini dan sangat bertolak belakang dengan kamu yang tidak memperdulikan perasaan anak kamu," tegas Tantri.
"Cukup!" sahut Tasya dengan tangannya yang terkepal.
"Kenapa kalian hanya memikirkan Risya saja. Bukan hanya Risya saja anak kandung mas Hariyanto dan Putri juga adalah anak kandung mas Hariyanto dan kalian hanya melindungi Risya dan memikirkan perasaannya. Lalu bagaimana Putri. Saya hanya ingin mendapatkan hak Putri dan hanya ingin mas Hariyanto bertanggung jawab atas Putri!" tegas Tasya mencari pembelaan.
"Jadi aku tegaskan kepadamu untuk berhenti. Kamu sudah mencelakakai Vio dan membuatnya hampir kehilangan nyawa dan juga bayi mereka dan apa yang kamu lakukan adalah tindakan kriminal. Jadi jika kamu tidak berhenti. Maka saya yang akan menghentikan kamu dengan membawa masalah ini ke kantor Polisi," tegas Tantri dengan penuh ancaman yang membuat Tasya kaget.
"Jadi kamu bersiap-siap saja. Karena kamu harus bangun dari mimpi kamu untuk tidak akan pernah mendapatkan hak asuh Putri dan apalagi bermimpi untuk punya keluarga dengan suami saya. Jadi punya harga dirilah sedikit dan punya rasa malu Tasya," tegas Tantri yang begitu mengejutkan Tasya.
Bagi Tasya tidak percaya. Jika Tantri tau dia dan Hariyanto mempunyai anak dan hasil perselingkuhan mereka. Mungkin keluarga itu akan hancur. Tetapi ternyata Tasya salah. Justru Hariyanto mempunyai kekuatan untuk menghancurkan Tasya dan sekarang di depan matanya Tantri jelas-jelas memberikan ancaman dan tidak akan membiarkan Tasya mengganggu keluarganya.
Perseteruan 2 wanita yang satu masih mempertahankan keluarganya dan yang satu ingin menuntut hak dengan menghilangkan rasa malu. Di luar semua itu ada Arga yang bersandar pada dingding yang ternyata mendengarkan semua percakapan ibu mertuanya itu dengan Tasya.
Wajah Arga terlihat shock yang akhirnya pertanyaan yang selama ini bersarang di kepalanya terjawab sudah. Arga begitu lemas mendengar adanya rahasia besar yang di sembunyikan dari istrinya dan masalah ini pastinya tidak main-main.
***********
Arga, Tantri, Risya, Hariyanto, Samuel sedang makan di ruang perawatan Vio. Vio juga ikut makan yang sekarang sedang di suapi suaminya.
Makanan yang di beli Arga di makan semua. Namun ternyata Arga yang tampak tidak selera makan dan hanya memperhatikan Risya yang makan sembari mengobrol dengan Hariyanto dan bahkan sekali-kali Hariyanto menyuapi Risya. Apa yang mungkin di dengan Arga sebelumnya pasti terasa sakit bagi Arga ketika melihat senyum istrinya yang bisa saja hilang. Karena akan mengetahui semuanya.
"Risya apa yang akan terjadi pada kamu selanjutnya jika pada akhirnya kamu tau semuanya. Semuanya tidak seperti apa yang kamu pikirkan Risya. Ayah yang sangat kamu sayangi dan kamu banggakan menghiyanati kamu dan pasti kamu akan penuh dengan kekecewaan Risya ketika kamu akhirnya mengetahui semua ini," batin Arga yang sangat mencemaskan istrinya.
"Arga kamu kenapa?" tanya Tantri yang melihat menantunya yang terlihat bengong.
"Oh tidak apa-apa kok mah," jawab Arga dengan tersenyum.
"Lalu kenapa tidak makan sayang?" tanya Risya yang juga heran dengan suaminya itu.
"Aku mau makan kok sayang. Ini mau makan," sahut Arga.
"Ya sudah kamu makanlah," sahut Risya. Arga menganggukkan kepalanya dengan tersenyum yang menyimpan sesuatu.
"Bahkan semua ini juga di ketahui Vio. Risya akan merasa terkhiyanati jika hanya dirinya yang tidak tau semua ini," batin Arga yang melihat ke arah Vio.
Bersambung