
Pantai.
Di pinggir pantai yang terlihat sangat indah.. Banyak bunga-bunga yang di susun dengan cantik dan seperti acara wedding. Banyak bangku-bangku yang tersusun rapi. Banyak makanan yang prasmanan. Dan orang-orang juga yang ada di tempat itu menggunakan dreskot putih.
Memang itu acara wedding yang di adakan secara out dorr. Wedding siapa ya?
Ternyata pasangan pengantin yang berbahagia yang berdiri di pelaminan itu adalah Angela dan Edo. Akhirnya setelah berpacaran dengan penuh drama. Pasangan itu akhirnya menikah juga.
Angela begitu cantik menggunakan dress panjang sampai bawah dengan belahan yang juga naik sampai atas. Dress pink tanpa lengan itu sangat pas di kenakannya. Belum lagi Angela yang memakai Selayar yang panjang.
Edo juga sama sangat tampan menggunakan jas hitam dengan bunga mawar di bagian sakunya. Ya dia juga kelihatan sangat tampan sangat serasi dengan Angela. Sama-sama tampan dan sangat cantik.
Tamu-tamu yang datang juga cantik-cantik dan tampan-tampan. Seperti Risya dan Arga. Meski perut Risya sudah mulai kelihatan membesar. Tetapi dress putih yang di gunakannya sangat cocok dan dia juga kelihatan sangat anggun berdampingan dengan suaminya yang juga menggunakan dreskot putih.
Vio dan Samuel juga hadir di pernikahan Angela dan Edo. Mereka bahkan membawa bayi tampan mereka yang sangat lucu dan menggemaskan. Sejak tadi bayi mereka Tantri yang menggendongnya. Maklumlah Vio dan Samuel sibuk pacaran. Jadi anak orang yang mengurusnya.
Syrala juga hadir di pernikahan Angela. Boy juga hadir. Salmah dan Dehway juga hadir. Pernikahan Edo dan Angela hanya di hadiri orang-orang terdekat saja. Keluarga, kerabat dan juga sahabat-sahabat dari kedua belah pihak.
"Sekarang pasangan pengantin di harapkan untuk lempar bunga!" MC di pernikahan itu mulai memberi arahan.
"Para-para kaum jomblo bisa merapat," ucap sang MC dan beberapa tamu itu berkumpul untuk mendapatkan bunga dari sang pengantin yang katanya itu bunga jodoh.
"Kamu mau kemana?" tanya Arga pada Risya yang ingin pergi.
"Mau rebut bunga pengantin," jawab Risya santai.
"Lupa punya suami. Lihat tuh perut dah besar gitu," ucap Arga dengan wajah kesalnya.
"Ya kan nggak apa-apa. Hanya seru-seruan saja. Kalau dapat ya nggak apa-apa. Kalau dapat itu rezeki namanya," ucap Risya dengan santai membuat Arga menghela napas mendengar perkataan istrinya.
"Oh begitu rezeki katanya. Jadi ada niat mau punya suami dia iya," ucap Arga dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Kalau sama-sama kaya apa salahnya," sahut Risya dengan tersenyum dan langsung mendapat toyoron dari Arga.
"Issss sayang sakit tau," sahut Risya kesal dengan jari telunjuk suaminya itu menoyor dahinya.
"Makanya jangan ngomong sembarangan!' ucap Arga kesal.
"Ya nggak perlu kayak gitu juga kali," sahut Risya kesal.
"Baiklah kita mulai ya," sahut MC yang memberi arahan dan Risya masih aja mau ikut-ikutan. Arga langsung mencegahnya dengan memeluknya dari belakang. Tidak akan membiarkan istrinya itu mencari suami dua.
"Issss sayang. Kamu apa-apaan sih!" ucap Risya kesal.
"Kamu itu sudah punya suami dan jangan aneh-aneh," tegas Arga.
"Issss takut amat," sahut Risya dengan bibir sewotnya.
"Biarin takut," sahut Arga.
Risya jadi tidak bisa deh ikut-ikutan rebutan bunga. Sementara Edo dan Angela sudah membelakangi orang-orang yang ingin mendapatkan bunga jodoh dan termasuk ada Syrala juga.
"Kita mulai ya. 1, 2, 3," titah MC dan mereka langsung melemparnya. Sasarannya sepertinya akan sampai pada Syrala dan membuat Syrala melompat agar lebih cepat menangkap bunga tersebut dan bersamaan dengan tangannya yang memegang bunga itu ada juga tangan yang memegangnya.
Keduanya saling melihat yang ternyata itu adalah Boy. Mereka saling melihat ketika sama-sama mendapatkan bunga pengantin itu.
"Langsung jadian!" teriak Vio yang gemes sendiri melihat Boy dan Syrala masih aja tetap saling melihat. Bagi keduanya itu adalah taman dan tidak ada orang di sana dan hanya mereka berdua.
"Mereka itu cocok!" ucap Arga yang masih memeluk istrinya dari belakang.
"Syrala menyukai Boy dan pasti perasaan Syrala belum hilang," ucap Risya yang juga senyum-senyum melihat Boy dan Syrala.
Akhirnya Boy dan Syrala sama-sama sadar dan keduanya kelihatan salah tingkah.
"Untuk kamu aja bunganya," ucap Boy memberikan pada Syrala.
"Kenapa bukan buat kamu aja?" tanya Syrala dengan gugup.
"Ya untuk kamu aja," jawab Boy.
"Hmmmm, baiklah," sahut Syrala yang mengambil bunga itu dan keduanya masih sama-sama kelihatan salah tingkah dengan wajah keduanya yang tampak memerah
*********
Masih di tempat pernikahan Edo dan Angela. Pasangan pengantin itu sekarang sedang bersalaman dengan tamu-tamu. Banyak tamu yang memberikan ucapan selamat serta doa-doa yang terbaik untuk ke-2nya.
"Papa!" tiba-tiba suara yang khas itu membuat Edo mengalihkan pandangannya. Siapa lagi jika bukan Putri yang datang bersama Tasya.
"Putri!" sahut Edo yang sangat bahagia melihat kedatangan Putri dan Putri langsung berlari menghampiri Edo dengan mereka yang langsung berpelukan. Edo sampai berjongkok yang merindukan Putri. Sampai pelukannya begitu kuat.
Angela tersenyum melihat Putri yang datang di pernikahannya dan mungkin itu hadiah pernikahan untuk mereka. Tasya juga tersenyum yang langsung di sapa Vio dan Samuel.
"Ya ampun kamu datang ternyata!" ucap Edo yang sudah melepas pelukan itu.
"Putri harus datang dong untuk mama dan juga papa. Maaf ya Putri datangnya telat," ucap Putri.
"Siapa bilang Putri datang telat dan mau telat atau tidak papa senang Putri sekarang ada di sini. Makasih ya sayang sudah mau datang ke pernikahan papa dan mama," ucap Edo.
"Sama-sama papa. Selamat ya untuk mama dan papa. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah warahmah dan sampai tua selalu menemani dan semoga Putri cepat dapat adik," ucap Putri dengan doanya yang sangat menggemaskan itu.
"Makasih Putri," sahut Angela dengan memegang dagu Putri.
"Mama sama papa sangat serasi," lanjut Putri dengan mengacungkan 2 jempolnya dan membuat Edo dan Angela tersenyum.
"Mau gendong papa?" tanya Edo. Putri mengangguk dan Edo langsung menggendong Putri. Jangan tanya rindunya Edo pada Putri seperti apa. Tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata.
"Mas Edo Angela selamat ya untuk kalian berdua," ucap Tasya yang juga memberikan ucapan selamat.
"Makasih ya Tasya kamu sudah datang," sahut Angela.
"Aku mana mungkin tidak datang di hari pernikahan kalian dan Putri juga menunggu-nunggu hari ini. Jadi aku sama Putri harus datang dan memang ada kendala sedikit makanya kami lama datangnya," ucap Tasya.
"Tidak apa-apa yang penting kalian ada di sini," sahut Edo.
Tasya mengangguk. Dia juga senang bisa membawa Putri ke hari pernikahan mantan suaminya itu. Sudah lebih 2 bulan Edo tidak bertemu secara langsung dengan Putri. Jadi wajar kalau kangen. Selama ini mereka hanya berkomunikasi lewat telpon saja.
Bersambung