
Risya berada di ruang makeup yang malam ini acara pesta pernikahan masih berlanjut dan Risya sudah mengganti pakaiannya lebih santai lagi dengan dress berwarna coklat muda dengan di penuhi bling-bling mutiara yang membuat kemewahan pada dress itu.
Dengan panjang dress sampai menyapu lantai. Namun jangan tanya belahannya sampai ke paha Risya ya sama saja tidak ada gunanya panjangnya mau seberapa.
Rambut Risya sendiri di kucir satu lurus memanjang. Ya namanya pesta pernikahan jadi Risya yang terlihat elegan. Jadi Risya tidak mau yang ribet-ribet yang memang apa yang di pakaiannya lebih membuat Risya terlihat sangat enjoy.
"Nona tinggal pakai lipstiknya," ucap perias itu yang ingin memakaikan Risya lipstik. Risya hanya mengangguk yang menurut saja.
"Lipstik ini sudah yang paling terbaik, Jadi kalau nanti berciuman dengan tuan Arga. Lipstik nya tidak akan menempel pada tuan Arga atau tidak akan luntur. Karena ini waterproof," jelas perias tersebut.
"Ciuman," sahut Risya terkejut dengan dahinya yang mengkerut.
"Iya bukannya di akhir dansa nanti akan ada ciuman romantis antara dua pasangan suami istri. Jadi ini lipstik yang paling cocok untuk berciuman," ucap wanita itu sembari memberi Risya lipstik di bibir Risya.
"Apah! Aku dan Arga berciuman, masa iya sih, issss ogah, aku tidak akan terima hal itu," batin Risya dengan gelisah yang tidak mau berciuman dengan Arga.
"Aku harus melakukan sesuatu agar Arga tidak menciumku. Harus, Risya kamu harus bertindak," batin Risya yang mulai mencari cara agar tidak berciuman dengan Arga.
"Sudah selesai nona," ucap perias tersebut kepada Risya.
"Iya makasih," sahut Risya tersenyum tipis dan perias itu pun segera pergi.
Namun tiba-tiba Risya melihat dari cermin yang mana Vio memasuki ruangan make-upnya.
"Untuk apa kau masuk kemari?" tanya Risya tampa membalikkan tubuhnya dan hanya melihat Vio dari cermin yang Vio berdiri di belakangnya dengan melipat ke-2 tangannya dan tersenyum pada Risya.
"Aku tidak menyangka jika Arga masih belum move dengan mantannya cinta pertamanya itu, wanita yang sangat di cintainya sebelum kau," ucap Vio yang mencari masalah dengan Risya dengan menyinggung mantan Arga.
"Apa maksudmu?" tanya Risya.
"Kau pasti melihat dia ada di sini bukan dan kau juga melihat dia dan Arga yang saling berbicara bukan dan pasti kau sudah tau apa yang aku maksud," ucap Vio dengan ke-2 tangannya yang di lipat di dadanya yang sengaja membuat Risya panas.
"Kasihan sekali dirimu Risya. Padahal ini hari pernikahan mu," sahut Vio mengejek Risya.
"Maaf ya Vio. Tetapi sayangnya aku tidak kepikiran tuh dengan hal itu. Jadi mau Arga mengundang dia atau tidak itu juga bukan urusanku. Mau berapa banyak mantan di undangnya itu tidak pengaruh dengan otakku. Jadi kamu nggak usah repot-repot sampai mengurusiku. Apa lagi harus bersimpatikk pada ku dengan kata-kata kasihan, nikmati aja pestanya. Karena kamu itu undangan dari mama dan papa. Jangan sampai aku menyuruh scurity untuk mengusirmu,x ucap ahut Risya yang membalas ucapan Rachel dengan tersenyum yang masa bodo dengan perkataan Rachel.
"Kau sendang menghibur dirimu sendiri ya Risya. Jangan berprilaku seperti itu Risya. Aku itu sangat kasihan padamu dan kau memang pantas di kasihani. Sudah dulu menjadi pelarian Arga dan sekarang di nikahi Arga eh cinta pertamanya datang. Sangat memperhatikan dirimu," ejek Vio membuat Risya menghela napasnya.
Risya sampai mengepal tangannya yang terpancing dengan kata-kata Vio. Namun dia harus menahan dirinya dengan elegan dan hanya menanggapi dengan senyuman yang berdiri berhadapan dengan Vio.
"Kamu salah orang Vio jika mengatakan hal itu. Kamu juga salah jika harus mengungkit Rachel di hadapanku. Karena nyatanya aku sama sekali tidak peduli dan itu bukan masalah untukku. Jadi jangan banyak berbicara kepadaku. Ini hari pernikahan ku, hari bahagia ku. Jika kamu tidak bisa ikut berbahagia aku tidak bisa memaksamu. Jadi jangan memaksakan diri untuk membuatku ikut menyedihkan sepertimu," ucap Risya tersenyum.
"Apa maksudmu, kau mengatakan aku yang menyedihkan," sahut Vio yang kelihatannya tersungging.
"Hmmm, kau sangat menyedihkan hari ini. Ada apa. Jangan-jangan kau iri kepadaku. Karena dulu kau menikah tidak seperti ini. Kau menikah malah tidak mengundang banyak orang. Ya namanya juga sekalian menutup aib. Jadi mana mungkin harus ada pesta besar. Jadi aku sangat mengerti perasaan mu Vio. Kau pasti sangat sedih di hari pernikahan ku. Karena kau tidak bisa seperti ku. So tidak apa-apa kamu harus kuat ya," ucap Risya menepuk bahu Risya dengan tersenyum penuh ejekan.
"Lain kali kamu harus lebih kuat lagi ya dan jangan bersedih di pernikahan orang," ucap Risya sinis dan langsung pergi dari hadapan Vio yang tidak ingin banyak berkata-kata pada sepupunya itu.
Vio yang mendapat kata-kata seperti itu jadi kesal sendiri dengan mengepal kuat tangannya.
"Argghhh!" teriak Vio yang akhirnya kesal sendiri.
"Brengsek kau Risya. Kau seenaknya mengejekku. Kau pikir aku begitu menyedihkan, kau yang menyedihkan," Vio berteriak-teriak sendiri dengan marah-marah. Dia yang mencari masalah dia pula yang terbakar sendiri akhirnya. Ya Risya di lawan.
Sementara Risya yang mendengar teriakan Vio menyunggingkan senyumnya.
"Dasar mulut ular," desis Risya yang langsung pergi membiarkan Vio di ruangan itu berteriak heboh.
*********
Tamu undangan sangat menikmati pesta tersebut. Namun Risya sedang asyik di dapur yang mencari-cari sesuatu. Entah apa yang di lakukan Risya.
"Nah ini dia," ucap Risya yang menemukan jengkol.
"Aku makan saja ini. Dengan begitu Arga tidak akan menciumku, mana mungkin dia mau mencium bau jengkol," batin Risya tersenyum miring yang tiba-tiba punya ide Random hanya demi menghindari berciuman dengan suaminya.
Risya mulai mencucinya dan ragu-ragu untuk memakannya. Karena dia juga baru pertama kali makan jengkol dan Risya tau makanan itu dari internet. Begitu mendengar dari perias jika dia berciuman. Maka Risya dengan cepat putar otak bagaimana caranya untuk gagal berciuman dan itu yang di dapatkannya.
Karena jika mulutnya bau. Arga tidak mungkin menciumnya dan Risya harus mengorbankan dirinya yang dia sendiri juga jijik memakan jengkol itu karena tidak tahan dengan baunya. Tapi ya semua demi ciumannya yang tidak akan di ijinkannya Arga pra yang menyebalkan itu yang mencium dirinya.
Bersambung