
Arga berada di dalam ruangannya yang sibuk dengan pekerjaannya yang sangat banyak. Biasalah namanya juga bos pasti pekerjaannya banyak. Di tengah-tengah pekerjaannya Arga menelpon dengan menggunakan telepon kantor.
"Novi suruh Risya ke ruanganku!" titah Arga pada sekretarisnya.
"Baik tuan," jawab Novi sang sekretaris dan Arga langsung menutup telpon yang dan melanjutkan pekerjaannya kembali.
Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt. Telpon yang baru saja di tutupnya berdering kembali.
"Maaf tuan nona Risya tidak ada di ruangannya," ucap Novi.
"Kemana dia? ini bukan jam makan siang sudah keluyuran aja," sahut Arga dengan mengkerutkan dahinya.
"Saya tidak tau tuan. Tadi nona Risya tidak meninggalkan pesan," jawab Novi.
"Ya sudah kalau begitu. Kalau dia sudah kembali langsung suruh keruangan saya," ucap Kevin dengan penuh penegasan.
"Baik tuan," jawab Novi yang langsung menutup telponnya dan begitu juga dengan Arga.
"Kemana lagi sih dia. Kebiasaan pergi dengan suka-sukanya. Padahal belum kam makan siang sudah keluyuran aja. Dia pikir ini perusahaan suaminya apa," umpat Arga dengan kesal.
"Ya ini memang perusahaan suaminya," sahut Arga yang baru sadar. Jika ini adalah perusahaan dia dan Risya kan istrinya.
"Tapi tetap aja, mau ini perusahaan miliknya sekalipun dia tidak boleh pergi tanpa izin dan seharusnya izinnya double. Karena aku suaminya. Jadi dia harus dapat izin kantor dan izin suami," gumam Arga yang bergerutu sendiri perkara Risya yang pergi dan Arga sepertinya sudah nyaman dengan status pernikahannya dengan Risya. Walau mereka menikah pura-pura.
********
Risya ternyata kembali ke club dan Risya pergi sendiri tanpa temannya Syarla dan juga Angela. Club tersebut merupakan kunci bagi Risya untuk membuktikan segalanya kepada suaminya. Namun kemarin mereka tidak mendapatkan apa-apa sama sekali dan Risya pun tidak akan pernah menyerah dan akan memanfaatkan kesempatan yang di berikan Arga kepadanya.
Huffffff
Suara hembusan napas Risya yang begitu berat, "aku harus mendapatkan bukti hari ini juga. Aku masih ingat jelas saat merayakan ulang tahunku bersama dengan Syarla dan Angela, kami datang ke club ini dan aku tidak ingat apa-apa lagi setelah itu dan tiba-tiba sudah ada di Apartemen bersama Samuel dan Arga ada di sana, Aku harus mendapatkan buktinya," batin Risya dengan yakin dengan penuh usahanya dalam melakukan apapun yang bisa di lakukannya.
Karena masih siang. Jadi Club ramai dan juga belum buka sebenarnya. Namun sepertinya bebas-bebas aja siapa yang mau masuk. Karena tetap ada pelayannya, jadi mau pesan juga boleh hanya saja musik DJ tidak ada. Risya menghampiri salah seorang wanita dan kelihatan Risya berbincang-bincang dan tidak tau apa yang mereka bahas dalam perbincangan mereka.
Sampai beberapa detik mereka berbincang-bincang dan wanita itu pun akhirnya pergi dan wajah Risya terlihat datar saja yang tidak tau ada hasilnya atau tidak sebenarnya.
"Apa yang harus aku lakukan lagi," batin Risya dengan penuh beban. Dan mata Risya melihat-lihat kesekitarnya. Namun mata itu tiba-tiba berhenti pada suatu titik yang membuat Risya terkejut.
"Bukannya itu Rachel," gumamnya saat melihat jelas Rachel ada di sana, "iya benar itu Rachel," ucap nya dengan yakin yang sangat jelas melihat Rachel.
"Mau ngapain dia di sini?" batin Risya dengan penuh kecurigaan, " dari pada aku bertanya-tanya di sini mending aku cari tau aja kenapa dia ada di sini. Ini jangan- jangan ada hubungannya dengan masalah yang aku hadapi lagi. Ohhhh aku yakin pasti ada kaitannya," -ucap Risya yang langsung bergerak cepat yang mengikuti Rachel.
Risya benar-benar mengikuti Rachel dengan mengendap-endap seperti pencuri. Dia memang harus tau tujuan Rachel dan siapa tau dia mendapatkan petunjuk dari bertemunya Rachel di tempat tersebut.
Langkah Rachel terhenti dan Risya langsung bersembunyi di balik tembok, agar tidak ketahuan Rachel.
Sampai pada seketika Risya melihat Rachel berbicara dengan seorang pria yang tidak dapat di kenali Risya.
"Siapa itu? kenapa dia berbicara begitu serius dengan Pria itu?" batin Risya dengan penuh tanya yang mengamati dengan mengintip 2 orang itu. Sampai akhirnya Risya pun mencari cela untuk mendekat agar Risya bisa mendengar apa yang di katakan 2 orang itu.
"Pokonya jika wanita itu bertanya ini dan itu kamu bilang aja tidak tau," titah Rachel pada pria itu.
"Aku yakin Risya akan datang ke club ini. Jadi kamu harus melakukan apa yang harus kamu lakukan. Kamu harus dengarkan aku dan jangan sampai Risya mendapatkan buktinya.dan kamu akan mendapatkan bayaran kamu yang lebih banyak lagi," tegas Rachel pada pria itu.
"Berapa dia membayarmu!" tiba-tiba terdengar suara lantang yang membuat Rachel kaget dengan jantungnya yang berdebar kencang dan sepertinya tau itu suara siapa.
Dengan Rachel membalikkan tubuhnya dengan perlahan dan benar-benar sangat terkejut melihat Risya dengan ke-2 tangan Risya di lipat di dadanya dan juga dengan matanya yang menatap dengan tantangan Rachel.
"Risya!" lirih Rachel.
"Berapa banyak dia membayarmu sampai kau harus menuruti perintahnya?" tanya Risya pada Pria itu yang mana Pria itu jadi kebingungan.
"Untuk apa kau di sini? kau mengikuti? kau menguntit selama ini?" tanya Rachel.
"Kalau iya kenapa," sahut Risya dengan wajah menantang, "dan aku mendengar kalau kau memerintahkan pria ini untuk tidak memberi tahu apa-apa kepadaku dengan bayaran yang aku tidak tau apa bayaran itu sangat tinggi," ucap Risya yang membuat Rachel panik.
"Eh kau, aku akan membayar mu lebih dari pada tawaran wanita ini. Jika kau berpihak padaku," tegas Risya yang langsung menawar pria itu.
"Jangan ikut campur kau Risya ini urusanku dan dia dan kau sangat lancang dan berani-beraninya mengikutiku. Kau belum tau siapa aku. Aku bisa menggunakan suamiku, kekuasaan suamiku untuk menyinggirkanmu," ucap Rachel dengan memberi ancaman pada Risya yang langsung di tanggapi Risya dengan menyunggingkan senyumnya.
"Apa kau katakan kau bisa apa kau bilang?" tanya Risya yang tersenyum dengan ejekan pada Rachel, "suamimu katamu. Jadi kau menganggapnya suamimu sekarang dan sekarang butuh perlindungan. Eh Rachel kau pikir aku takut. Biar aku saja yang menyampaikan kepadanya. Jika istrinya telah datang ke suamiku dan meminta suamiku untuk membebaskanya dari suaminya. Nggak usah repot-repot. Jadi biar aku yang melakukannya," sahut Risya yang kembali menantang.
Dan sepertinya Rachel tidak bisa mengatakan apa-apa. Malah sebaliknya dia yang takut dengan perkataan Risya.
"Dan apa katamu. Aku tidak ikut campur. Sudah jelas-jelas kau itu menutupi semua bukti, menghilangkan bukti dengan membayar pria ini dan kau masih mengatakan aku tidak ikut campur. Eh kau tidak sedang sakit jiwa kan," sahut Risya dengan kesal.
"Jangan bicara sembarangan Risya aku sudah mengatakan aku tidak tau apa-apa dengan urusanmu dan juga dengan apa yang telah terjadi," ucap Rachel yang masih saja mengelak.
"Kau pikir aku tuli hah! aku jelas mendengar sendiri. Jika kau itu berniat menghilangkan bukti agar Arga tidak mempercayaiku," tegas Risya.
"Dan kau!" tunjuk Risya pada Pria itu, "kau tau segalanyakan. Dari apa yang kau bicarakannya kepada-nya. Berarti kau tau apa yang terjadi. Katakan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi!" tegas Risya yang mendekati Pria itu.
Namun Rachel menghalangi Risya dengan berdiri di depan Pria itu, "kau jangan berani-beraninya bicara kepada-nya. Dia itu orangnya," tegas Rachel dengan panik.
"Kau pikir aku peduli hah! kau minggir!" Risya mencoba menggeser Rachel dari hadapan pria itu supaya Risya bisa bicara dan pasti Rachel akan tetap dalam pertahanannya.
Bersambung