MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 126 Perseba panjang.


Sejak pulang makan malam bersama dengan teman-temannya. Angela yang berada di mobil Edo yang hanya diam saja yang duduk di samping Edo yang menyetir.


"Kamu kenapa sejak tadi diam saja?" tanya Edo yang merasa perubahan pada Angela.


Angela diam dan tidak bicara atau menjawab Edo. Dia malah melihat ponselnya yang tidak tau juga apa yang di lihatnya.


"Angela aku bicara. Kamu bisa meletakkan ponselmu dulu," ucap Edo. Angela masih diam dan tidak mempedulikan Edo.


"Angela! Angela!" tegur Edo dengan suaranya sedikit naik.


"Kenapa masih bertanya. Apa kamu tidak sadar apa yang terjadi tadi," sahut Angela kelihatan kesal dan baru pertama kali ini dia marah kepada Edo sampai membuat Edo kaget.


"Apa maksud kamu. Diamnya kamu menyalahkanku?" tanya Edo.


"Lalu siapa yang salah. Aku yang salah yang sudah berekspetasi tinggi dengan percaya diri memperkenalkan kamu pada teman-teman ku, dan aku bahkan sampai sombong yang sebentar lagi akan menikah. Tetapi ternyata tidak ekspetasi ku tidak sesuai bukannya mereka kagum padaku dan memuji-muji ku dan aku malah jadi bahan tertawa mereka," ucap Angela yang mengeluarkan semua uneg-uneg nya.


"Apa maksud kamu. Kamu menyesal memperkenalkan aku kepada mereka?" tanya Edo.


"Aku hanya meminta satu padamu dan aku aku sudah katakan dari jauh-jauh hari. Tolong jangan buat mereka tidak nyaman dan tolong hanya aku saja yang di buat seperti itu. Karena tidak semua orang bisa menerima.Tetapi apa kamu tidak melakukannya dan malah mengeluarkan semua kepintaran kamu dan sok taunya kamu dengan teori ini dan itu yang membuat mereka tidak nyaman,"


"Aku pernah menertawakan Risya saat Risya menceritakan teman kencannya dan nyatanya aku yang sekarang menjadi bahan tertawaan. Meski aku menutupi apa yang aku alami. Tetapi kamu sendiri yang menunjukkan semuanya," ucap Angela yang panjang lebar bicara pada Edo yang masih tetap menyetir.


"Jadi selama ini kamu keberatan dengan setiap apa yang aku katakan dan aku lakukan ke padamu?" tanya Edo.


"Aku tidak mengatakan keberatan. Tetapi kamu tidak melakukan kepada teman+teman ku. Itu sama saja membuat mereka merasa aku sangat bodoh," tegas Angela.


"Jadi menjadi kekasihku adalah hal bodoh bagimu?" tanya Edo.


"Kenapa jadi lari ke sana. Apa aku pernah protes dengan semua yang kamu lakukan, apa aku pernah membantah," ucap Angela.


"Tetapi dengan semua yang kamu katakan ini sudah menyatakan. Jika kamu terpaksa menjalin hubungan denganku dan kamu harus tau Angela aku melakukan semua ini demi kebaikan kamu. Aku peduli dan malah marah-marah karena hanya makan malam tadi yang padahal aku juga hanya memberi pesan pada mereka dan semuanya....."


"Berhenti! Aku mau turun!" ucap Angela yang memotong pembicaraan Edo membuat Edo kaget.


"Kamu bilang apa?" tanya Edo sekali lagi.


"Aku bilang berhenti!" bentak Angela dan Edo merem mendadak mobil itu sampai akhirnya berhenti dengan Angela yang langsung buru-buru membuka sabuk pengamannya.


"Kamu mau kemana Angela?" tanya Edo.


"Percuma bicara sama kamu. Kamu hanya terus merasa menang, merasa paling benar dan aku tidak akan pernah di dengar," ucap Angela yang turun dari mobil.


"Angela! Angela tinggu!" Edo langsung keluar dari mobil mengejar Angela sampai akhirnya Edo memegang tangan Angela untuk menghentikan Angela dan Angela menepis tangan itu.


"Mau kemana kamu?" tanya Edo.


"Aku mau pulang sendiri!" tegas Angela.


"Kamu pergi bersamaku dan juga harus pulang bersamaku," tegas Edo.


"Tapi aku tidak mau. Aku capek menghadapi mu," tegas Angela yang langsung pergi dari Edo dan kebetulan ada Taxi Angela langsung menyetop Taxi dan langsung masuk ke dalam Taxi.


"Angela tunggu! Angela! Angela!" Edo memanggil-manggil Angela sampai berusaha membuka pintu Taxi namun Angela yang memang sudah sangat marah tidak peduli dan bahkan Taxi itu sudah berjalan dan meninggalkan Edo.


"Kenapa semuanya jadi seperti ini," ucap Edo dengan mengusap kasar wajahnya dan mengatur napasnya.


************


Risya, Syarla dan Angela sedang makan siang di tempat mereka biasa makan. Namun ada yang berbeda. Terlihat Angela yang murung yang hanya mengaduk-aduk makanannya dengan menopang pipinya sebelah dengan tangannya.


"Kamu kenapa sih Angela. Bukannya makan malam di mainin gitu makannya?" tanya Risya dengan mengunyah makanannya.


"Tau nih kayak orang galau aja," sahut Syarla.


"Oh jangan-jangan benar lagi ya. Lagi galau ya Angela?" tebak Risya dengan penuh selidik pada temannya itu.


"Nggak juga," jawab Angela.


"Ya lalu kenapa kok mukanya di tekuk seperti itu. Kelihatan sangat bete tau," sahut Syarla.


"Kalian berdua kok nggak mengungkit kejadian kemarin malam?" tanya Angela yang menegakkan duduknya dan bersandar pada kepala bangku.


"Kejadian apa?" tanya Risya.


"Makan malam itu," jawab Angela.


"Memang apa yang harus di ungkit?" tanya Risya aneh.


"Ya kalian berdua tidak bertanya kepadaku dan juga tidak menasehati ku. Masalah hubunganku dengan mas Edo. Atau mungkin menertawakanku," ucap Angela.


"Kamu itu mikir apa sih Angela. Ya ngapain juga kita mengungkit ke arah sana. Jika kamu saja hanya diam dan tidak membahasnya," sahut Risya.


"Dan kenapa juga kami harus tertawa," sahut Syarla.


"Ya bukannya menurut kalian dia aneh?" tanya Syarla.


"Ya aneh sih. Tetapi kamu tidak mengatakan apa-apa dan kita juga tidak punya hak untuk ikut berkomentar dan ikut campur. Beda dengan Risya waktu itu yang menceritakan segalanya. Ada bahan tertawaan. Karena Risya memberi peluang dan sekarang kan masalahnya beda kamu dan dia punya hubungan special dan kami tidak ada hak untuk ikut berkomentar," ucap Syarla dengan bijak.


"Tapi kalian pasti tidak nyaman dengan malam itu dan menganggap aku bodoh," ucap Angela yang berpikiran sangat jauh.


"Apakah Angela. Kenapa sampai mikir seperti itu. Edo itu pilihan kamu dan tentang kita kepadanya itu tidak ada urusannya yang menjalani itu nanti kamu kedepannya buka kita," sahut Risya.


"Benar kata Risya," sahut Syarla setuju.


"Kamu baik-baik aja kan sama dia?" tanya Risya.


"Lagi tidak baik-baik aja," jawab Angela jujur.


"Kalian bertengkar?" tebak Syarla.


"Iya. Aku sangat marah kepadanya dengan sikapnya malam itu dan lagi-lagi aku capek," jawab Angela.


"Angela itu sudah pilihan kamu dan apa yang kamu pilih sudah kamu pertimbangkan dan kamu harus tetap bertanggung jawab dengan pilihan kamu," ucap Risya memberi pesan.


"Aku setuju sama Risya," sahut Syarla yang ikut saja. Namun Angela hanya menghela napas yang memang otaknya sedang mumet dengan hubungannya dan Edo.


Bersambung