
Vio dan Samuel yang berada di dalam mobil yang berhenti di depan Restaurant yang di mana Arga dan Rachel yang makan di sana. Mereka berdua duduk di kursi depan dengan telinga mereka yang berbagi heansed yang mendengarkan dengan serius dari ponsel yang mereka dengar.
"Aku terpaksa melakukannya Arga. Karena jika tidak menuruti Tony maka dia akan menyiksaku, dia akan berprilaku sangat kasar kepadaku dan kamu sudah tau bagaimana dia melakukan hal itu,"
"Apa yang di perintahkannya?"
"Dia menyukai Risya dan menginginkan Risya. Kejadian sewaktu di jepang semuanya juga perbuatan Tony. Saat itu Risya yang tidak bisa melihat dan aku baru tau Tony ingin memiliki Risya dengan cara jahat dan melibatkan ku. Aku menaruh obat di pengharum ruangan agar Risya bisa tertidur dan setelah itu Tony masuk kedalam ruangan itu untuk memperkosa Risya. Rencananya gagal. Karena Risya sadar waktu itu dan Tony juga melakukan kekerasan fisik pada Risya. Karena Risya melawan,"
"Sama dengan kejadian yang baru berlalu beberapa hari ini. Jika semua hadiah itu dari Tony dan aku tangan kanannya, aku yang melakukan semuanya untuk menuruti kemauan Tony,"
Suara penjelasan Rachel yang di perdengarkan Vio dan Samuel yang tidak di sangka-sangka yang akhirnya Rachel mengakui semuanya.
"Akhirnya," ucap Vio yang melepas headset dari telinganya.
"Kita sudah mendapatkan semuanya," sahut Samuel.
"Aku lega," ucap Vio dengan menghela napasnya.
"Sesuai rencana selanjutnya aku akan melaporkan semua ini pada polisi," ucap Samuel. Vio menganggukkan kepalanya dan langsung menghubungi Polisi.
Samuel berbicara panjang lebar di telpon dengan Polisi dengan semua yang ingin di laporkannya dan bukti yang sudah di dapatkannya dan sementara Vio hanya bernapas lega di sampingnya.
Bruk.
Tiba-tiba pintu belakang mobil di buka yang ternyata Arga yang masuk kedalam mobil.
"Semuanya lancar?" tanya Arga.
"Iya Arga, sudah di lapor polisi," jawab Vio.
Mereka ternyata membuat jebakan dan Arga memancing Rachel untuk jujur dan Arga merekam pengakuan Rachel yang barusan di dengarkan Vio dan Samuel yang sudah menjadi barang bukti yang kuat.
"Berarti kecurigaan Risya benar. Jika Pria yang dulu yang ingin menyakitinya itu saat di Jepang adalah Tony. Dan kita semua sudah mendapatkan semua buktinya," ucap Vio.
"Akhirnya," sahut Arga yang merasa lega.
"Lalu bagaimana dengan Rachel?" tanya Vio.
"Itu urusan polisi apakah dia juga akan di hukum karena terlibat atau tidak. Yang penting Tony sudah menjadi tersangka dan Rachel aku tidak tau. Aku juga sudah mengatakan semua kepada-nya," jawab Arga.
"Ya sudah sekarang masalah ini tinggal di proses oleh hukum saja," sahut Vio.
Samuel baru selesai menelpon dan mematikan telponnya.
"Bagaimana Samuel?" tanya Arga.
"Sudah aman. Polisi akan melakukan penangkapan. Jangan khawatir," jawab Samuel yang ternyata semuanya berjalan dengan lancar.
"Syukurlah kalau begitu. Kau benar-benar lega mendengarnya. Terima kasih untuk bantuan kalian berdua dan maaf Samuel aku sempat menuduhmu dan bukan ini yang pertama kali aku menuduhmu, sebelumnya aku juga sudah menuduhmu dan Risya berselingkuh," ucap Arga yang mengaku salah.
"Aku tau Arga kamu hanya cemburu pada Risya. Risya itu sangat mencintaimu dan dulu kami juga pacaran bukan seperti orang pacaran. Karena Risya hanya menjadikan ku pelampiasan karena kemarahannya kepada kamu yang menuduhnya," ucap Samuel.
"Iya aku tau itu dan Risya sudah pernah menceritakan itu kepadaku," jawab Arga.
"Iya ini menjadi tantangan untukku dan sekarang aku akan menemuinya lagi," ucap Arga yang memutuskan untuk menemui Risya dan ini sudah 1 Minggu dia tidak bertemu dengan istrinya itu.
"Baiklah aku sama Samuel hanya mendoakan yang terbaik untuk kalian," ucap Vio.
"Terima kasih Vio Samuel. Baiklah aku pergi dulu," ucap Samuel. Vio menganggukkan kepalanya dan Arga pun langsung keluar dari mobil tersebut.
Vio yang terlihat memijat kepalanya dengan napas beratnya.
"Kamu kenapa Vio?" tanya Samuel yang menoleh ke arah Vio.
"Tidak apa-apa aku hanya sedikit pusing saja," jawab Vio.
"Kamu pasti kecapean. Kamu sudah makan?" tanya Samuel yang tiba-tiba perhatian membuat Vio sampai terdiam dengan pertanyaan yang tidak pernah di tanyakan Samuel kepadanya.
"Vio!" lirih Samuel.
"Oh iya tadi memang belum sarapan," jawab Vio.
"Ya sudah kamu tunggu sebentar, aku cari makanan dulu. Pasti kamu lemas karena kamu belum makan," ucap Samuel yang langsung turun dari mobil yang memang mendadak sangat perhatian pada Vio.
"Tumben sekali dia baik," batin Vio heran yang melihat Samuel menyebrang jalan.
Secara tidak langsung ikut membantu Arga menyelesaikan semua masalah yang ada sebenarnya membuat Vio dan Samuel semakin dekat. Mereka sering berhubungan, sering dekat dan sering mengobrol. Alih-alih membahas masalah perceraian yang ada hubungan mereka justru semakin dekat hal yang tidak pernah terjadi justru terjadi.
Sama dengan saat ini yang dengan baiknya Samuel perhatian kepada Vio dan ini yang pertama kali di lakukan setelah pernikahan mereka dan mereka benar-benar sangat dekat belakangan ini.
**************
Sementara Rachel yang masih tetap berada di Restaurant tersebut yang menagis dengan tangannya yang menopang wajahnya.
"Maafkan aku Rachel. Aku hanya ingin memenjarakannya Tony dan aku tau semua ini perbuatannya dan juga kamu membantunya. Aku punya semua bukti jika kamu ikut terlibat dan aku hanya menginginkan pengakuan dari kamu untuk memperkuat bukti kekantor polisi,"
"Dan kamu sudah memberikan semua itu. Jadi aku benar-benar lega bisa memenjarakan Tony," ucap Arga yang sudah tidak berpegang tangan lagi dengan Rachel.
"Jadi kamu menjebakku?" tanya Rachel.
"Aku tidak menjebakmu. Tapi dengan Tony di penjara bukannya kamu juga akan terbebas," sahut Arga.
"Tapi aku juga bisa ikut di penjara," ucap Rachel.
"Setiap perbuatan ada konsekuensinya," sahut Arga dengan santai.
"Rachel aku mencintai Risya dan dia tidak ada hubungannya dengan putusnya kita. Aku jatuh cinta padanya setelah kita putus dan sampai detik ini dan akan selamanya aku akan tetap mencintainya dan Risya tidak akan pernah tergantikan," ucap Arga yang membuat Rachel hanya bisa terdiam dengan hati yang luka.
"Jadi aku mohon jangan pernah berharap lagi kepadaku. Karena aku sudah tidak punya perasaan apa-apa kepadamu," tegas Arga yang berdiri dari tempatnya dan langsung pergi.
Rachel hanya bisa menangis mengingat semua perkataan Arga yang barusan. Sudah di tegaskan kepadanya siapa yang di cintai Arga dan dia sama sekali tidak ada di hati Arga.
Sementara nasib Rachel tidak ada yang tau akan seperti apa. Ikut membantu suaminya yang terlibat dalam urusan yang lainnya membuatnya pasti juga akan di proses hukum.
Bersambung