MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 155 Rumah sakit.


"Ya sudah sekarang kamu istirahat aja. Lain kali jangan seperti ini lagi. Ingat kesehatan itu sangat mahal," ucap Risya mengingatkan.


"Iya Risya," sahut Angela.


"Arga mana Risya?" tanya Boy.


"Kantor. Nanti dia nyusul kemari," jawab Risya.


"Enak ya Risya punya suami yang bos kalau mau izin kapan aja bisa," sahut Syrala. Risya memang minta ijin sama Arga saat sudah berada di kantor saat mendengar temannya yang masuk rumah sakit dan mana mungkin Arga tidak mengijinkan.


"Nggak enak juga sih. Tetapi lumayanlah," sahut Risya.


"Selamat pagi!" tiba-tiba ada yang menyapa mereka membuat mereka semua melihat kearah pintu yang ternyata Edo dan Putri yang datang dan Putri terlihat memegang boucket bunga dan Edo membawa paper bag yang tidak tau apa isinya.


"Pagi," sahut Risya dan yang lainnya yang melihat kedatangan Edo.


Angela sendiri heran dengan Edo yang tiba-tiba datang kerumah sakit. Padahal dia tidak memberitahu sama sekali mengenai dirinya yang ada di sana. Tetapi Boy terlihat tidak suka dengan kedatangan Edo.


"Kenapa Edo dan Putri ada di sini?" batin Angela dengan penuh kebingungan.


"Tante Angela!" sapa Putri yang langsung menghampiri Angela.


"Putri," sapa Angela kembali dengan datar. Namun wajahnya masih penuh tanya.


"Aku yang telpon Edo. Aku memberitahu Edo kamu ada di rumah sakit," sahut Risya yang ternyata Risya yang ada di balik semua itu.


"Risya kenapa di beri tahu segala sih," batin Angela yang terlihat tidak suka dengan kedatangan Edo.


"Angela kamu baik-baik saja?" tanya Edo yang kelihatan khawatir.


"Ya jelas tidak baik-baik ajalah. Dia kayakgini juga karena kalian," cicit Syrala.


"Syrala!" tegur Risya.


Edo hanya menghela napas dan mungkin memang iya. Angela masuk rumah sakit karena masalah dirinya dan Angela.


"Tante Angela ini Putri bawa bunga," ucap Putri memberikan bunga itu pada Angela.


"Makasih Putri," sahut Angela.


"Makasih sama papa Tante. Karena papa yang beli dan katanya Tante suka bunga," ucap Putri.


Angela hanya menanggapi dengan senyum datar saja dan tidak mungkin mengucapkan terima kasih pada Edo.


"Aku juga bawa beberapa makanan untuk kamu," sahut Edo.


"Hmmm," sahut Angela dengan suara deheman saja.


"Tante Angela. Kenapa bisa masuk rumah sakit? Bukan karena alergi seperti Putri kan?" tanya Putri.


"Tidak Putri. Tante tidak alergi. Hanya saja perut Tante bermasalah," jawab Angela.


"Ohhhh, pasti gara-gara makan pedas kemarin yang smapai makanan Tante begitu merah," sahut Putri yang bisa menebaknya.


"Putri benar. Tante Angela memang sangat suka cari penyakit," sahut Risya.


"Jangan seperti itu lagi Tante. Tante harus jaga perut Tante. Tuhan bisa ambil nyawa Tante lo nanti," ucap Putri yang bicara langsung ke nyawa yang membuat negri.


"Putri amit-amit ngomongin nyawa," sahut Syrala yang malah merasa ngeri.


"Makanya harus jaga kesehatan," sahut Putri.


"Iya Putri," sahut semuanya serentak.


Namun Boy hanya diam saja yang sejak tadi menatap Edo dengan penuh tatapan sinis. Wajah Boy sudah menunjukkan sangat tidak menyukai Edo. Mungkin karena Boy khawatir pada Angela.


********


Risya, Syarla, Boy sedang makan di depan rumah sakit yang kebetulan ada Restaurant di sana.


"Sayang!" sapa Risya dengan manja yang memeluk pinggang suaminya itu dan Arga mencium pucuk kepala Risya. Boy dan Syrala ya sudah biasa jadi obat nyamuk.


"Bagaimana Angela?" tanya Arga yang langsung duduk di samping istrinya.


"Edo ada di dalam lagi menemaninya. Kata Dokter dia hanya bermasalah pada pencernaannya ya karena ulahnya sendiri," jawab Risya.


"Tetapi tidak ada hal yang serius kan?" tanya Arga.


"Tidak ada sayang. Angela hanya perlu istirahat saja," jawab Risya.


"Syukurlah kalau begitu," sahut Arga yang menghela napasnya.


"Kamu kenapa nelpon Edo Risya?" tanya Boy.


"Ya nggak kenapa-kenapa. Kan Edo kekasihnya," jawab Risya.


"Bukannya hubungan mereka lagi tidak baik!" ucap Boy.


"Ya justru tidak baik Boy. Makanya harus di perbaiki," sahut Risya.


"Dan kamu lihat Edo langsung datang tadi. Itu artinya dia memang ingin hubungannya baik-baik aja dengan Angela," ucap Risya.


"Tapi tetap aja jadi laki-laki hanya plin-plan saja," sahut Boy kesal.


Syrala yang duduk di sampingnya hanya melihat kekesalan Boy terhadap Edo.


"Udahlah biarin aja. Itu urusan mereka," sahut Syrala


"Benar lagian Edo juga effort nya sangat bagus. Malah sampai bawa bunga segala. Edo kelihatan romantis. Angela suka bunga dan langsung di berikan Edo. Sayang kamu kenapa sih tidak suka bunga," ucap Risya yang tiba-tiba mengeluh kepada suaminya.


"Kamu ini ya, orang seperti itu mau diikuti aja. Cara orang itu berbeda terhadap wanitanya," ucap Arga.


"Iya-iya. Hanya saja sekali-kali pengen di kasih bunga juga," sahut Risya dengan manjanya.


"Issss Risya jijik tau lihat kamu kayak gitu," sahut Boy yang semakin kesal.


"Issss apa sih sirik aja," sahut Risya yang semakin di tegur semakin manja dengan suaminya. Ya namanya suaminya jadi suka-suka dia.


"Sudah-sudah kita makan aja. Kamu juga Boy dari tadi wajahnya kesal begitu. Tadi pengen cepat-cepat kerumah sakit mau lihat Angela sampai sini wajahnya di tekuk terus aneh," oceh Syrala.


"Bagaimana aku tidak kesal. Syrala baru menceritakan tentang apa yang terjadi dan Angela masuk rumah sakit dengan kebodohannya dan laki-laki itu datang begitu saja dan Angela hanya diam seolah apa yang terjadi bukan hal besar. Angela kenapa sih kamu jadi bodoh sekali dengan cinta mu ini," batin Boy yang ternyata moodnya yang berantakan karena Edo dan Angela.


**********


Di dalam ruangan perawatan Angela. Putri yang belajar di sofa sementara Edo yang sekarang duduk di samping Angela yang menyuapi Angela makan.


"Perut kamu sudah lumayan?" tanya Edo dengan lembut.


"Iya," jawab Angela singkat.


"Jangan melakukan hal itu lagi. Aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa," ucap Edo.


"Iya," hanya iya yang terus di jawab Angela.


"Angela aku benar-benar minta maaf dengan kesalah pahaman di antara kita. Aku janji hal ini tidak akan terulang lagi," ucap Edo.


"Bukannya kamu juga pernah berjanji dan hal ini terulang lagi," ucap Angela.


"Iya kamu benar. Aku tidak sadar jika hal yang aku anggap kecil bagi kamu sangat besar dan aku benar-benar minta maaf Angela. Kamu wanita yang akan bersamaku di masa depan dan aku tidak mungkin kemabli ke masa lalu," ucap Edo yang berusaha meyakinkan Angela.


"Ya sudahlah aku anggap saja. Ini kesempatan terakhir dan jangan seperti ini lagi," ucap Angela.


"Iya aku janji," sahut Edo yang tersenyum tipis.


Bersambung