MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 262 Ada sedih dan ada bahagia.


Bram malam ini menemui Tasya di apartemen Tasya. Padahal malam sudah larut. Tetapi Bram masih aja ke apartemen Tasya.


"Mas kenapa kamu malam-malam seperti ini datang?" tanya Tasya heran.


"Aku ingin bicara serius dengan kamu," ucap Bram.


"Bicara apa?" tanya Tasya.


"Kita harus menikah," ucap Bram langsung to the point membuat Tasya kaget mendengar kata-kata Bram.


"Menikah!" pekik Tasya dengan matanya melotot.


"Kenapa? Kamu tidak mau menikah denganku! Kamu merasa tidak pantas menikah denganku?" tanya Bram dengan melihat ekspresi wajah Tasya.


"Bukan! Bukan begitu mas. Aku hanya kaget saja dengan kamu yang tiba-tiba mengajak aku menikah," sahut Tasya.


"Bagaimana mungkin ini tiba-tiba Tasya. Kita sudah pernah membicarakan masalah ini sebelumnya dan tidak ada yang aneh dan justru kamu yang aneh yang tiba-tiba kaget dan dari wajah kamu. Kamu itu kelihatan tidak suka dan tidak ingin menikah," sahut Bram yang menuduh Tasya yang tidak-tidak.


"Apa yang kamu katakan mas! Kamu itu salah paham. Aku tidak berpikiran seperti itu. Aku kaget itu hal yang wajar dan aku pasti sangat senang dengan kamu yang melamarku," Tasya berusaha mengembalikan mood Bram yang sudah berantakan.


" Ya sudah intinya kamu mau menikah apa tidak denganku?" tahta Bram memastikan. Pertanyaan seolah Tasya yang membutuhkan dirinya. Padahal itu pernikahan dan terkesan di anggap spele oleh Bram.


"Malah melamun lagi kamu mau apa tidak?" tanya Bram lagi.


"Iya mas aku mau," jawab Tasya yang tidak punya kesempatan untuk berpikir. Bram menyunggingkan senyumnya yang seperti ada sesuatu yang di rencanakannya.


Tiba-tiba Tasya mendekati Bram dan langsung memeluk pinggang Bram dan bermanja di dada bidang Bram.


"Aku sangat senang dengan kamu yang akhirnya melamarku. Aku tidak percaya jika sebentar lagi kita akan menikah, kita akan menjadi suami istri," ucap Tasya dengan tersenyum.


"Aku memang harus menikah cepat-cepat dengan kamu. Sebelum teman-teman mu yang sok tau itu akhirnya tau tentang hubunganku dan juga Vika," batin Bram.


Alasannya buru-buru menikah dengan Tasya. Pasti ada hal yang besar. Bram sepertinya tidak ingin melepas Tasya dan juga wanita yang sudah menjadi pasangannya di belakang Tasya. Ya tidak tau apa yang membuat Bram harus selingkuh di belakang Tasya dan apa yang membuat Bram juga harus mempertahankan Tasya. Intinya Tasya tidak tau apa-apa dengan apa yang telah terjadi.


"Walau aku senang dengan mas Bram yang menikahi ku. Tetapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh. Apa memang begini cara mas Bram melamarku. Seperti mengajak makan di luar sangat aneh dan tidak ada hal-hal romantis dan wajahnya juga terlihat sangat datar," batin Tasya dengan perasaannya yang aneh dan penuh dengan kebimbangan di hatinya.


Tasya tidak bisa bertanya banyak kepada Bram. Karena jika Tasya bertanya ini dan itu yang adanya Bram akan marah dan mengamuk kepada Tasya. Mereka bisa ribut hanya karena masalah spele. Makanya Tasya tidak mau menimbulkan sesuatu hal yang kecil yang bisa menjadi besar.


Ya hubungan Tasya dan Bram hanya Tasya yang banyak mengalah dan semuanya di lakukannya untuk menjaga hubungannya dengan Bram. Tasya yang memang kelihatan kecintaan kepada Bram sehingga menutup mata untuk kelakukan Bram.


*********


Arga dan Risya berada di dalam kamar dengan Arga yang berada di pangkuan Risya. Mereka di atas tempat tidur. Kaki Risya di luruskannya dan kepala Arga berada di atasnya sembari mengelus-elus perut buncit istrinya itu dengan sekali-kali menciumnya.


"Sayang kalau benar wanita itu ternyata ada hubungan dengan Bram bagaimana?" tahta Risya yang memulai pembicaraan yang tiba-tiba memikirkan sesuatu.


"Jika itu terjadi. Kita juga tidak punya kuasa untuk bicara pada Tasya. Karena seperti yang kamu bilang sebelumnya. Kamu dan Tasya tidak dekat. Tiba-tiba mengatakan hal itu jelas suatu hal yang aneh dan Tasya juga mana mungkin percaya," ucap Arga.


"Tapi jadi kasihan Putri," ucap Risya.


"Aku juga kasihan," sahut Arga.


"Jika memang Bram itu jodoh Tasya. Ya mau bagaimana lagi. Mungkin aja kita yang salah dan salah paham pada Bram. Ya semoga aja Bram bukan orang seperti itu dan wanita yang kita temui itu tidak ada hubungannya dengan Bram," Risya hanya berharap yang positif saja. Meski kenyataannya sudah di lihatnya.


"Iya dan percaya. Kalau mereka tidak berjodoh kebenaran pasti akan terungkap dan kita doakan saja yang terbaik untuk Bram dan Tasya. Semoga memang tidak ada apa-apa," sahut Arga yang juga berpikiran positif.


"Oh iya sayang mengenai Putri kemarin saat kita temui di kafe. Kamu lihat atau hanya perasaan ku saja. Jika Tasya itu seperti melarang Putri untuk menghampiri kita?" tanya Risya.


"Hmmm, aku lihat kok dan memang aku juga berpikiran seperti itu. Tetapi mungkin Tasya sedang buru-buru dan makanya seperti itu," sahut Arga.


"Ya sudah Kita jangan memikirkan mereka lagi. Sekarang sebaiknya kita tidur," sahut Arga. Risya menganggukkan kepalanya.


Arga mencium perut istrinya itu, "selamat malam sayang. Kamu jangan bandel-bandel di dalam perut mama. Nanti mama kamu ngamuk," ucap Arga dengan mengajak anaknya bicara dan Risya hanya tersenyum mendengarnya.


*********


Edo kelihatan murung berdiri di depan jendela kamar. Dengan kedua tangannya yang di masukkan kedalam saku celananya. Mungkin saja Edo kepikiran Putri. Makanya wajahnya di tekuk seperti itu. Napasnya juga terus menghembus begitu berat.


Angela keluar dari kamar mandi dengan tersenyum yang sepertinya begitu bahagia. Namun ketika melihat suaminya yang murung membuat senyumnya langsung memudar. Angela menghela napasnya dan menghampiri suaminya itu.


"Sayang!" panggil Angela dengan memegang pundak Edo dan membuat Edo menolah kebelakang.


"Angela!" sahut Edo menghadap istrinya.


"Ada apa?" tanya Angela.


"Tidak apa-apa," jawab Edo dengan tersenyum yang memegang pipi Angela. Dia juga tidak ingin Angela harus kebawa-bawa dengan masalah yang di hadapinya.


"Jangan bohong! Kamu lagi memikirkan Putri!" tebak Angela. Sudah pasti Angela memang tau hal itu.


"Sayang aku tau perasaan kamu. Tetapi Tasya tidak mungkin akan mengenyampingkan Putri. Putri anak Tasya dan dia akan mengutamakan Putri. Tasya bukannya sudah banyak berubah," ucap Angela yang berusaha untuk membuat suaminya itu mengerti.


"Sudah yang kamu jangan over thinking lagi. Kita doakan saja yang terbaik dan Putri baik-baik saja," ucap Angela.


"Iya. Aku memang tidak seharusnya memikirkan hal yang buruk-buruk," sahut Edo membuat Angela tersenyum.


"Baguslah kalau begitu aku senang mendengarnya," sahut Angela.


"Ya sudah sekarang kita istirahat saja," ucap Edo.


"Tunggu dulu. Aku ada sesuatu untuk kamu," sahut Angela.


"Apa itu?" tanya Edo.


"Tutup mata dulu!" titah Angela yang tersenyum.


"Harus banget tutup mata?" tanya Edo dengan menaikkan alisnya. Angela menganggukkan kepalanya.


"Udah buruan tutup mata nya!" Angela memaksa suaminya itu untuk menutup matanya dan Edo pun menurut saja.


"Jangan ngintip ya!" tegas Angela.


"Iya sayang! Buruan apaan," sahut Edo yang juga penasaran.


"Baiklah sekarang buka!" sahut Angela. Edo perlahan membuka matanya dan melihati ke arah benda kecil yang di pegang istrinya. Berupa tespeck dengan harus 2 yang membuat Edo kaget.


"Kamu hamil!" pekik Edo. Angela menganggukkan kepalanya membuat Edo mendengus dengan rasa tidak percaya.


"Sungguh!" tanya Edo lagi.


"Iya sayang aku hamil," jawab Angela dan Edo langsung memeluk Angela begitu erat.


"Angelia ini kabar yang sangat besar. Aku benar-benar bahagia," Edo sampai tidak bisa berkata-kata dan memeluk istrinya itu begitu erat dengan rasa terharu mendengar kehamilan Angela. Hamil anak pertama mereka.


Angela juga begitu bahagia dengan kehamilannya dan dia juga tidak percaya. Jika akan langsung di berikan kepercayaan di awal pernikahannya. Usia pernikahannya baru saja 2 bulan dan Allah memberikan hadiah terbesar itu dalam pernikahan mereka.


Bersambung