
"Maksud kamu itu apa Syrala? kenapa kamu bicara seperti itu yang menyudutkan ku," sahut Angela yang mengeraskan suaranya yang mulai terpancing dan bahkan orang-orang yang sedang makan di Restaurant itu melihat ke meja para wanita yang sekarang bertengkar itu. Risya semakin bingung cara mengatasi teman-temannya itu.
"Udah cukup! Kalian jangan bertengkar di sini. Malu di lihati orang," sahut Risya yang mencoba untuk menenangkan ke-2 temannya.
"Dia yang duluan Risya. Seperti kebakaran jenggot yang tiba-tiba marah tanpa sebab dan mengataiku seenaknya, menyuruhku berkaca dan mengatakan ini karma. Seolah aku punya kesalahan besar," ucap Angela yang membela dirinya.
"Aku tidak marah. Hanya mengingatkan mu saja untuk kamu itu sadar diri dan apa yang aku katakan adalah kenyataannya," tegas Syrala.
"Apa maksud kamu," sahut Angela dengan suara menantang.
"Kamu marah dan menangis melihat Edo bersama wanita lain. Lalu apa kabar dengan kamu. Sudah punya calon suami. Tetapi masih nempel-nempel dengan pria lain. Lalu kamu pikir jika Edo tau dan melihat hal itu dia tidak akan marah hah!" tegas Syrala.
"Siapa yang nempel-nempel dengan Pria lain," sahut Angela bingung.
"Udahlah Angela nggak usah pura-pura tidak tau. Kami itu sering bersama Boy. Bermesraan dengan Boy. Atau jangan-jangan kamu memanfaatkan Boy yang menjadikan Boy sebagai cadangan," tegas Syrala.
"Boy. Kenapa kamu bawa-bawa nama Boy? Apa hubungannya dengan Boy semua ini?" tanya Angela.
"Jelas semua berhubungan. Karena kamu itu wanita egois yang mau sama ini dan sama itu. Kami bertengkar dengan Edo kamu langsung mendekati Boy menjadikannya cadangan. Jika kalian sudah baikan dengan Boy kamu melupakannya. Kamu hanya mempermainkan perasaan Boy," tegas Syrala yang mengeluarkan unek-uneknya.
"Syrala aku tidak pernah punya niat seperti itu. Boy itu sahabat kita dan apa salahnya aku datang kepadanya dan curhat kepadanya," sahut Angela.
"Kamu yang menganggapnya sahabat Angela. Tetapi Boy punya perasaan kepada kamu," sentak Syrala dengan suaranya yang semakin keras.
"Syrala sudah," sahut Risya yang sejak tadi hanya jadi penengah.
"Aku tidak akan berhenti Risya. Menyadarkan wanita egois ini. Kamu bukan hanya menyakiti perasaan Boy saja tetapi juga aku. Karena aku benar-benar muak dengan tingkah mu Angela," tegas Syrala menunjuk tepat di wajah Angela.
"Kau mempermainkan semua orang. Jika kau memang hanya menginginkan Edo. Seharusnya kau fokus pada Edo dan tidak kesana kemari dengan cowok lain dan jika kau ingin Boy. Maka selesaikan hubungan mu dengan Edo dan tidak seperti wanita murahan yang ingin Pria ini dan Pria itu," tegas Syrala.
"Cukup Syrala," bentak Angela yang berdiri dari tempatnya.
"Kau bicara seperti ini seakan menganggapku wanita murahan. Dan apa salahnya aku cerita pada Boy. Sama dengan kalian. Namun sikapmu seakan kau itu adalah kekasihnya Boy. Apa kau menyukai Boy hah!" teriak Angela.
"Lalu kalau iya kenapa?" sahut Syrala jujur yang juga berdiri dari tempat duduknya.
"Kau puas mendengarnya. Kau ingin tertawa sekarang. Tertawa Angela. Di mana aku harus menjadi korban akibat perbuatanmu," teriak Syarla.
"Kenapa kau menyalahkan ku," sahut Angela.
"Karena semua kesalahanmu yang sangat Egois dan pantas saja Edo selingkuh dari mu. Karena kau juga tukang selingkuh," kecam Syrala.
"Jaga bicaramu," sahut Angela.
"Apa kau hah!" tantang Syrala.
Yang keduanya malah adu mulut yang berdiri saling berhadapan dan saling menantang satu sama lain.
"Sudah cukup hentikan," bentak Risya yang berdiri di tengah dua manusia yang di landa emosi itu.
"Kalian berdua ini apa-apaan sih. Kalian tidak tau malu. Lihat kalian menjadi tontonan," tegas Risya. Syrala dan Angela yang dengan napas naik turun melihat di sekeliling mereka yang mana semua orang menjadikan mereka tontonan.
"Syrala aku tau perasaan kamu. Tapi kamu harus kendalikan diri kamu dan Angela juga tidak tau apa-apa tentang hal ini," ucap Risya yang mencoba untuk menenangkan Syrala.
"Enak banget ya menjadi orang yang paling di cintai. Tidak perlu tau apa-apa. Tetapi sudah menyakiti banyak hati," sinis Syrala dengan tersenyum getir.
"Angela jika kamu batal menikah dengan Edo. Tuh Boy masih mau kok sama kamu. Jadi nggak usah drama nangis-nangis. Sana kamu makan tuh Boy," ucap Syrala dengan tersenyum getir dan mengambil tasnya yang langsung pergi.
"Syrala tunggu kamu mau kemana?" cegah Risya memegang tangan Syrala.
"Syrala tunggu!" panggil Risya yang tidak bisa mengejar Syrala dan Angela menghela napasnya dengan terduduk yang mengusap wajahnya sampai kerambutnya. Angela juga mencoba untuk menenangkan dirinya yang sejak tadi terpancing emosi.
"Angelia!" tegur Risya memegang lengan Angela.
Angela menyinggirkan tangannya dari wajahnya dan melihat ke arah Risya "Jadi sikap Syrala selama ini kepadaku berbeda. Karena dia ada perasaan pada Boy?" tanya Angela dengan suara beratnya.
"Aku juga tidak bisa memastikan semuanya. Tapi baru tadi semua kata-kata itu keluar dari mulut Syarla. Selama ini aku hanya menebak," jawab Risya.
"Dan itu artinya tanpa aku sadari aku menyakitinya," ucap Angela yang sekarang sadar jika apa yang di lakukannya salah dan tadi dia ikut marah karena terpancing dengan Syrala dan juga Syrala yang mengeluarkan kata-kata kasar yang membuatnya juga yang sedang tidak baik-baik saja mana bisa diam saja.
"Kamu tenangan diri kamu dulu. Nanti aku akan bicara pada Syrala," ucap Risya yang harus netral. Angela hanya mengangguk dengan lemas yang pasti yang terjadi sangat tidak mudah baginya.
************
Di dalam mobil di jok belakang Arga dan Risya duduk. Yang kebetulan mobil itu di kendarai supir.
"Sayang kamu kenapa mukanya di tekuk terus? Tanya Arga.
"Aku tidak bisa menghubungi Syrala," jawab Risya.
"Kamu beri dia waktu dulu. Mungkin dia perlu menenangkan diri," ucap Arga memberi saran.
"Sayang bagaimana jika nanti persahabatan kami akan berantakan karena hal ini. Siapa yang harus bertanggung jawab untuk semua ini," ucap Risya yang sudah menakutkan hal itu.
"Kamu jangan berpikiran terlalu jauh. Syrala, Angela dan Boy bukan anak remaja mereka orang-orang dewasa dan pasti masalah ini akan selesai dan tidak smapai pada persahabatan," ucap Arga yang berpikiran positif.
"Tapi sayang aku takut," sahut Risya. Argantara menghela napasnya dan membawa Risya ke dalam pelukannya.
"Kamu tidak perlu takut Risya. Semua itu Tidka akan terjadi," ucap Arga dengan yakin yang juga menenangkan pikiran istrinya yang over thinking dan sebenarnya itu wajar di takutkan Risya.
**********
Kediaman Edo.
Edo yang berbicara dengan pembantu rumah tangganya di dapur.
"Jadi bukan kamu yang membuatkan saya minuman?" tanya Edo.
"Benar tuan. Nyonya Tasya yang membuatnya dan setelah selesai nyonya Tasya membuat minuman itu saya di suruh untuk mengantarkannya," jelas Bibi.
"Kurang ajar. Sudah kuduga ada yang tidak beres dengan minuman itu," umpat Edo dengan mengepal tangannya.
Edo melihat ke arah tong sampah yang ada di dapur dan Edo langsung menghampiri Ting sampah itu menumpahkan isinya dan mencari-cari sesuatu yang membuat bibi bingung apa yang di lakukan tuannya itu.
Sampai akhirnya Edo menemukan botol kecil yang botol di buang Tasya saat Tasya memberi kan Edo minuman.
"Apa ini," gumam Edo yang mengamati botol itu dan Edo membaca keterangan di botol tersebut yang membuat Edo terkejut dengan wajahnya yang kelihatan sangat marah.
"Tasya. Jadi kau menjebakku dengan obat ini. Kau benar-benar kurang ajar Tasya aku tidak akan mengampuni mu," batin Edo dengan penuh kemarahan.
Edo yang sekarang sudah menemukan bukti perbuatan Tasya yang menjebak dirinya dan membuat Angela salah paham yang mengakibatkan hubungannya dan Angela berantakan.
Setelah menemukan obat itu Edo langsung pergi meninggalkan dapur dan bibi hanya diam saja dengan penuh kebingungan.
Bersambung