MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 190


Pengadilan.


Setelah gugatan Tasya masuk pengadilan dan panggilan untuk Edo di serahkan. Hari ini akan ada pengadilan pertama untuk kasus hak asuh Putri.


Edo pasti tidak sendiri. Ada Arga, Risya dan pasti Angela yang menemaninya untuk melawan Tasya berserta pengacaranya.


Mobil yang di kendarai Arga sudah sampai di di parkiran pengadilan dan mereka langsung ke luar dari mobil.


"Sayang papa jadi datang?" tanya Arga.


"Jadi sayang. Tapi kayaknya agak telat jadi pak Danu akan datang terlebih dahulu," jawab Risya.


"Ya sudah tidak apa-apa. Yang penting nanti Om Hariyanto datang," sahut Angela.


"Iya benar. Yang penting pak Danu datang terlebih dahulu," sahut Edo.


"Edo kamu yang semangat ya. Percayalah Putri akan jatuh ketangan kamu. Kita semua akan berdoa dan akan melakukan yang terbaik untuk Putri dan kamu," sahut Risya dengan doanya.


"Makasih ya Risya. Arga. Kalian berdua banyak membantu ku. Dari menyelesaikan masalahku dengan Angela sampai pada Putri dan bahkan mencarikan pengacara yang bisa menangani masalahku," ucap Edo yang sangat bersyukur dengan bantuan Risya dan juga Arga.


"Kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan. Dan jika masih bisa di bantu maka kami akan membantu," sahut Arga.


"Suatu saat jika kalian membutuh bantuan aku pasti akan siap melakukan apa yang di perlukan," sahut Edo yang pasti tau diri dan tidak akan lupa kacang pada kulitnya.


"Tidak perlu seperti itu Edo. Kita sama-sama berjuang di sini dan yang terpenting kamu dapat keadilan atas Putri dan setelah hak asuh Putri sepenuhnya milik kamu. Baru deh kamu memikirkan membalasnya seperti apa kepada kita," ucap Arga dengan candaan.


"Sayang kamu ini," tegur Risya.


"Nggak apa-apa supaya nggak tegang- tegang amat," sahut Arga.


"Iya tenang aja aku pasti tidak akan melupakan kenaikan kalian," sahut Edo.


"Becanda aja kali. Jangan di bawa serius," sahut Arga.


"Ya sudah sekarang sebaiknya kita masuk," sahut Risya.


Yang lain mengangguk dan mereka mulai melangkah ke gedung pengadilan. Di depan gedung pengadilan mereka berselisih dengan Tasya dan 3 pengacaranya. Dia menggandeng 3 pengacara untuk melawan Edo. Niatnya ingin menang memang sangat kompetitif. Karena pasti dia tidak akan membiarkan dirinya kalah dan Edo akan menang dan Angela bisa bahagia bersama Edo dan Putri.


Mereka sama-sama melihat. Dan tatapan Tasya terlihat meremehkan Angela dan Edo.


"Hanya kalian saja? Apa diantara kalian ada seorang pengacara?" tanya Tasya dengan sinis dengan menyunggingkan senyumnya. Tidak ada yang menjawab pertanyaan.


"Hmmm kalau begitu biar aku saja yang memperkenalkan pengacara ku kepada kalian," ucap Tasya.


"Ini tuan Robert. Lukisan Amerika dan pernah bekerja di kantor pengacara Luar Negri. Sudah menangani kasus 1000 lebih dan semua di memenangkan tuan Robert, dan ini tuan David. Beliau sering menangani kasus hak asuh anak dan semua kasus yang di tanganinya di menangkan olehnya. Dan ini juga Tuan Alex. Beliau pengacara no 1 di Indonesia. Kalian pasti mengenalnya. Pengacara para artis dan tokoh-tokoh hebat," jelas Tasya yang memperkenalkan pengacaranya itu dengan penuh kesombongan.


"Wajah kalian be-4 kelihatan sangat panik. Kita belum duduk di dalam saja. Kalian sudah terlihat ketakutan. Termasuk kamu mas. Kamu tampak ketakutan," ucap Tasya dengan tatapan meremehkan.


"Tasya kehebatan itu bukan dari perkataan. Tetapi hasil. Percuma kamu menceritakan semuanya mengenai 3 orang yang kamu kagumi ini. Kalau hasilnya tidak ada. Jadi sebaiknya kamu simpan saja kelebihan mereka. Dari pada nanti kamu malu sendiri. Karena kalah di pengadilan," sahut Risya dengan menatap sinis dan tidak kalah meremehkan Tasya.


Angela mendengarnya mendengus dengan tersenyum yang sudah ingin sekali tertawa.


"Percaya diri sekali kamu Risya. Kalian pikir kalian bisa menang melawanku," sahut Tasya.


"Yang menentukan itu pengadilan. Tidak ada gunanya menunjukkan ke ahlian di luar pengadilan. Mending di dalam saja," sahut Arga dengan tenang.


"Baiklah kalau begitu. Kita lihat saja siapa yang akan menang dan kamu mas Edo akan menjadikan semua ini akan menjadi penyesalan terbesar kamu. Karena kamu tidak akan pernah bertemu dengan Putri lagi. Karena hak asuh Putri akan jatuh ketanganku," ucap Tasya dengan yakin.


"Masih pagi Tasya. Jadi jangan bermimpi di pagi hari," jawab Edo dengan singkat.


"Ayo kita masuk ke dalam. Jangan membuang waktu dan energi di sini," ucap Edo dengan santai dan sangat tenang.


"Ayo mas," sahut Angela menggandeng tangan Edo dengan melihat ke arah Tasya yang seolah ingin membuat Tasya panas.


Sementara Tasya hanya mengepal tangannya merapatkan bibirnya yang geram dan kesal dengan Angela, Edo, Risya dan Arga yang membuatnya sangat emosi.


"Kalian percaya diri sekali akan menang. Kalian Tidka akan bisa melawanku," batin Tasya.


"Nona Tasya apa kita belum masuk?" tanya Alex.


"Kalian bertiga harus memenangkan kasus ini," ucap Tasya.


"Kami akan melakukan yang terbaik," sahut Robert.


"Ayo masuk!" ajak Tasya yang akhirnya mereka semua masuk.


*********


Konteks di dalam pengadilan berjalan. Hakim dan yang lainnya sudah berkumpul. Pak Danu pengacara Edo juga sudah datang dan sekarang menjalani proses pengadilan.


Pasti terjadi debat antara pengacara yang sama-sama kuat untuk membela klien mereka. Namun Edo, Angela Risya dan Arga tampak tenang dan tidak ada yang mereka takuti mungkin karena pengacara dari papa Risya memang pengacara yang pintar dan sangat tenang membuat mereka juga berfikir positif dan menjalani persidangan dengan tenang dan mempercayakan sepenuhnya pada pengacara tersebut.


Berbeda dengan Tasya. Wajahnya sejak tadi panik dan gelisah. Beberapa kali memegang kuat tangannya sendiri. Seperti ada yang di takutinya dan padahal dia menggandeng 3 pengacara hebat sesuai dengan keahlian yang sebelumnya di jelaskannya. Tapi kok malah dia yang panik ya.


"Baiklah sidang kita lanjutkan Minggu depan untuk para pengacara silahkan untuk menyiapkan berkas selanjutnya," ucap pak hakim dengan mengetuk palu yang melanjutkan sidang sepekan kemudian.


Risya dan Arga saling melihat dan sama-sama tersenyum yang tampaknya hasil sidang pertama sangat memuaskan dan membuat mereka ber-4 tampak lega dan bahkan berjabatan tangan dengan pak Danu dengan raut wajah yang senang yang kelihatan tidak ada beban sama sekali.


Berbeda dengan Tasya yang 3 pengacaranya saling berdiskusi dan Tasya seperti orang frustasi yang sejak tadi memijat kepalanya. Tanya melihat ke arah Angela. Dan Angela tersenyum penuh kemenangan kepada Tasya. Lebih tepatnya senyum ejekan.


"Sial!" umpat Tasya dengan kesal.


*************


Setelah proses sidang pertama berjalan dengan lancar. Akhirnya mereka semua menuju mobil yang ada di parkiran.


"Terima kasih Pak Danu untuk hari ini," ucap Edo.


"Sama-sama Pak Edo kita sama-sama berjuang untuk Minggu depan dan pasti hasilnya akan jauh lebih baik. Saya sangat yakin hak asuh Putri jatuh pada Edo," ucap Danu dengan yakin.


"Alhamdulillah kalau begitu," sahut Edo.


Tidak lama Tasya muncul di dekat mereka dan 3 pengacara Tasya tidak terlihat lagi.


"Maaf Bu Tasya ada yang bisa saya bantu?" tanya Pak Danu.


"Saya hanya ingin mengatakan kepada kalian. Jangan senang dulu. Keputusannya baru Minggu depan," ucap Tasya dengan sinis.


"Ya nggak apa-apa dong Tasya kalau senang dulu. Dari pada hari ini tidak senang dan Minggu depan juga tidak," sahut Risya dengan sindiran yang membuat Tasya pasti kesal.


"Risya!" tiba-tiba ada yang memanggil Risya membuat Risya melihat yang ternyata mamanya dan menyusul papanya yang baru keluar dari mobil.


"Mama," sahut Risya dengan senang hati. Arga dan yang lainnya juga tersenyum melihat Hariyanto dan Tantri.


Tetapi ada yang aneh saat Tasya melihat kearah Pria yang berjalan di belakang Tantri. Di mana wajah Tasya begitu terkejut melihat Hariyanto. Hariyanto sendiri yang tadinya berjalan biasa tiba-tiba menghentikan langkahnya ketika melihat Tasya dan seperti Hariyanto juga terkejut dengan Tasya. Bahkan wajah Hariyanto yang tadinya tersenyum jadi shock.


Bersambung


...Jangan lupa untuk mampir ke Novel terbaru aku. Silahkan untuk vote dan like dan di komen....