MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 284 Masih tetap keras kepala.


Pembicaraan Risya, Syrala dan Angela di dengar oleh Arga yang berdiri di depan pintu yang terbuka sedikit. Arga sudah tidak tau lagi harus bagaimana. Bisa-bisanya Risya lupa ingatan. Padahal dia menunggu istrinya begitu lama. Dari Risya kritis sampai koma, bangun dari koma. Tetapi tetapi hasilnya seperti ini dia terlupakan oleh istrinya.


"Arga!" tegur Boy membuat Arga menoleh ke arah Boy.


"Kamu lihat sendiri bagaimana Risya. Aku tidak tau apa yang ada di pikiran Risya. Kenapa dia bisa melupakan jika aku suaminya dan hanya mengingat jika aku mantan kekasihnya," ucap Arga yang kesal sendiri.


"Arga Dokter bilang ini hanya sebentar. Jadi bersabarlah," sahut Boy yang hanya bisa memberi semangat pada sahabatnya itu.


"Bersabar bagaimana Boy. Aku sudah menunggunya begitu lama. Bangun-bangun aku yang menjadi orang pertama yang di lupakannya. Jadi aku harus bersabar seperti apa lagi," ucap Arga semakin kesal.


"Tante Tantri akan bicara kepada Risya. Jika Risya itu sudah menikah dengan kamu dan bahkan kalian sudah punya anak," ucap Boy.


"Percuma!" sahut Arga yang sudah tidak bersemangat dan terlihat begitu kesal. Boy tidak bisa melakukan apa-apa selain hanya memberikan semangat untuk Arga sahabatnya.


Arga lagi masa kesal- kesalnya. Jadi wajar Arga bawaannya mengoceh terus. Ya maklumlah siapa yang tidak kesal. Jika istri yang kita tunggu melupakan kita.


**********


Tantri berada di ruangan Risya sembari memberikan Risya makan.


"Kamu sudah menikah dengan Arga. Kamu nggak bisa melupakan semua itu," tegas Tantri.


"Mama kenapa sih. Dari tadi bilang Risya sudah menikah dan dengan Arga lagi. Mama pikir itu masuk akal. Di alam mimpi pun Risya tidak mungkin menikah dengan Arga!" tegas Risya sembari mulutnya yang mengunyah.


"Kamu ini di bilangi ngeyel ya. Kamu sudah menikah dengan Arga dan kalian sudah punya anak. Kamu itu baru saja melahirkan!" tegas Tantri.


"Sudah cukup mah!Jangan mengatakan Risya sudah menikah atau belum. Risya ini masih perawan. Jadi jangan bilang Risya sudah menikah, punya anaklah dengan Arga lagi. Ihhhhh nggak sudi," sahut Risya dengan mengedikkan bahunya.


"Perawan dari mananya. Sudah punya anak di bilang perawan. Kalau kamu itu nggak baru siuman udah mama jedotin kepala kamu itu ketembok," ucap Tantri kesal sendiri melihat putrinya itu.


"Apa sih," sahut Risya menarik ujung bibirnya yang sewot.


"Mah. Risya itu tau mama itu maunya Risya itu cepat-cepat menikah. Tetapi mama itu nggak perlu menghayal mengatakan Risya sudah menikah dan punya anak. Jangan menambahi sakit kepala Risya," sahut Risya menegaskan.


"Kalau kamu tidak percaya lihat ini!" sahut Tantri yang geram dan langsung mengambil ponselnya. Untung ada photo pernikahan Risya dan juga Arga di ponselnya.


"Bagaimana? Masih mau mengatakan kamu belum menikah dan kamu menikah dengan Arga!" tegas Tantri.


"Mama itu niat sekali sih," sahut Risya.


"Apa maksud kamu?" tanya Tantri.


"Mama itu otaknya sudah di racuni oleh Arga ya. Sehingga niat sekali ingin punya menantu seperti dia dan sampai mengedit photo-photo seperti ini. Ma Risya itu tidak bego dan tau mana yang asli dan yang palsu," ucap Risya.


"Kamu bilang ini palsu!" pekik Tantri dengan matanya melotot. Dengan santainya Risya menganggukkan kepalanya.


"Kamu ini!" Tantri yang sudah tidak bisa menahan dirinya langsung menoyor kepala Risya.


"Mama sakit!" keluh Risya.


"Kamu ini benar-benar keterlaluan. Ahhhhh capek bicara sama kamu," Tantri sampai geram sendiri dengan Risya dan bahkan ingin berteriak. Risya hanya menyerngitkan dahinya yang bingung melihat mamanya itu.


"Bagaimana aku mengembalikan ingatan anak ini. Bisa brabe dia melupakan suaminya. Sudah menunjukkan photo-photo pernikahan mereka. Risya juga tidak percaya dan malah mengatakan editan. Anak ini sungguh di luar batas. Bisa-bisanya ingatannya separah itu," batin Tantri yang mulai pusing dengan kelakukan Risya.


**********


Salmah, Dehway dan Arga sedang mengobrol serius yang pasti mengenai Risya.


"Tapi Dokter mengatakan ini hanya sebentar saja. Perlahan ingatan Risya akan kembali," sahut Dehway.


"Tapi kapan pah. Mau sampai kapan dia berpikiran jika dia belum menikah. Dia sudah menikah dan punya anak dan anaknya butuh dia," sahut Arga.


"Benar juga pah kata Arga. Kasihan bayi mereka," sahut Salmah.


"Arga maafkan mama ya. Mama sudah berusaha untuk mengembalikan ingatan Risya. Mama sudah melakukan banyak hal, bicara ini dan itu. Tapi Risya yang tetap yakin jika dia belum menikah," ucap Tantri yang merasa tidak enak dengan menantunya itu.


Dia tau menantunya itu sangat menunggu-nunggu kesembuhan Risya dan begitu Risya bangun. Justru dia yang terlupakan.


"Itu bukan kesalahan mama. Memang Risya aja yang otaknya sudah bergeser," sahut Arga semakin lama semakin kesal dengan Risya dan semenjak Risya siuman. Arga belum pernah berbicara berdua dengan Risya. Ya karena Risya mengingat Arga itu mantan kekasihnya. Jadi jika mereka bertemu yang adanya akan terjadi cekcok besar-besaran di antara keduanya.


"Saya punya ide," sahut Salmah tiba-tiba.


"Apa itu mbak?" tanya Tantri.


"Ikatan batin seorang Ibu sangat kuat dengan anaknya. Kita bawa saja bayi Arga dan Risya dan memberikan pada Risya. Siapa tau dengan begitu Risya ingatan Risya akan kembali," ucap Salmah yang tiba-tiba punya ide.


"Itu ide bagus. Papa juga sempat berpikiran seperti itu. Ya siapa tau aja dengan begitu Risya kembali mengingat. Jika dia sudah menikah dan bahkan punya anak," sahut Dehway yang langsung setuju.


"Kalau begitu tunggu apa lagi. Kita sekarang bawa bayi Risya," sahut Tantri yang juga setuju.


"Tapi apa Dokter sudah mengijinkan?" tanya Arga yang sebenarnya masih ragu untuk mendapatkan ijin.


"Kita coba aja dulu Arga," sahut Salmah.


"Ya sudah aku mengikut saja. Semoga berhasil dan Dokter juga mengijinkan," sahut Arga. Dia lebih ke pasrah karena sudah pusing memikirkan istrinya.


*********


Di sisi lain Putri dan Tasya akan pulang. Setelah mendapatkan perawatan beberapa hari. Akhirnya mereka bisa pulang dan kondisi mereka juga sudah baik-baik saja.


Angela dan Edo membantu Tasya Putri untuk persiapan pulang, dari mengurus administrasi sampai mengemas barang-barang mereka.


"Bagaimana kondisi Risya?" tanya Tasya.


"Masih seperti itu dia masih tidak mengingat. Jika dia sudah menikah dan aku juga tidak tau bagaimana selanjutnya," jawab Angela.


"Tapi ini hanya bersifat sementara kan?" tanya Tasya.


"Iya sih tapi tetap aja. Kasihan Arga. Kita doakan aja yang terbaik ingatannya bisa pulih," sahut Angela.


"Amin," sahut Tasya.


"Ya sudah kita semua sudah selesai. Sudah bisa pulang sekarang," sahut Edo.


"Ya sudah ayo!" sahut Angela.


"Putri ayo sayang!" ajak Edo.


"Iya pah," sahut Putri.


Mereka pun akhirnya keluar dari ruangan itu.


Bersambung