MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 149 Pertemuan tak terduga.


Angela seperti biasa akan menjemput Putri ke sekolah. Angela sudah menunggu di depan gerbang sekolah Putri yang berdiri di depan mobilnya dengan beberapa kali melihat arloji di tangannya. Tidak lama menunggu akhirnya Putri yang di tingginya muncul juga.


Angela tersenyum dan menaikkan tangannya ke atas melambai pada Putri agar Putri melihat dirinya. Putri juga akhirnya melihat Angela dan sama Putri juga tersenyum dan mempercepat jalannya menuju Angela.


"Hay Tante?" sapa Putri ketika sudah berada di depan Angela.


"Hay Putri cantik. Bagaimana sekolahnya hari ini?" tanya Angela.


"Lancar sekali dan Tante tau tidak teman-teman Putri sekarang tidak ada yang mengejek Putri lagi dan semua itu karena Tante yang sudah menegur mereka," ucap Putri dengan wajahnya yang menggemaskan yang terlihat begitu senang.


"Alhamdulillah kalau begitu. Tante senang banget mendengarnya. Mereka memang tidak akan berani dengan Putri lagi dan kalau sampai macam-macam pada Putri Tante akan maju untuk itu," ucap Angela yang menunjukkan wajah garangnya.


"Asyik," sahut Putri yang kesenangan.


"Ya sudah sayang sekarang sebaiknya kita pulang," ucap Angela.


"Oke. Tapi Tante kerumah Putri ya. Soalnya Putri mau menggambar Tante harus nilai gambar Putri," ucap Putri.


"Iya sayang aman! Kamu jangan khawatir," ucap Angela.


"Baiklah ayo kita pulang!" ajak Putri dengan semangat dan mereka langsung memasuki mobil dengan Putri yang sangat happy dengan hari-harinya bersama Angela.


Angela memang selalu menyempatkan waktu untuk menjemput Putri. Karena dia juga tidak sibuk di kantor. Tidak lama akhirnya mereka sampai di rumah Putri dan Angela bersama Putri langsung turun dari mobil dengan tangan mereka yang saling bergandengan yang sudah seperti anak kandung saja.


Namun tiba-tiba langkah ke-2nya terhenti ketika melihat seorang wanita yang berdiri di depan pintu membuat Angela heran dengan wanita itu.


"Mama!" ucap Putri tiba-tiba. Membuat Angela melihat ke arah Pitri yang ternyata wanita itu adalah mamanya kandungnya.


"Putri!" sahut wanita itu yang langsung menghampiri Putri dan langsung memeluknya dan tangan Angela lepas perlahan dari genggaman tangan Putri.


"Mama kangen banget sama kamu sayang," ucap wanita itu yang berlutut memeluk Putri.


"Putri juga," sahut Putri yang tidak terlalu exsaitid bertemu dengan mamanya itu.


"Mama. Jadi ini mama kandung Putri. Kenapa dia ada di sini?" batin Angela yang bertanya-tanya dan baru kali ini bertemu dengan mamanya Putri.


Wanita yang berpelukan dengan Putri itu melepas pelukannya dan memegang ke -2 bahu Putri.


"Putri baru pulang sekolah?" tanya wanita itu.


"Iya mah," jawab Putri.


Wanita itu melihat ke arah Angela yang sejak tadi hanya diam dan berdiri saja di samping Putri.


"Hmmm, siapa dia Putri?" tanya wanita itu yang langsung berdiri.


"Oh ini Tante Angela. Ini pacar papa," jawab Putri yang apa adanya.


"Pacar," batin wanita itu tampak kaget.


"Hay, aku Tasya mama kandung Putri," ucap wanita yang bernama Tasya itu mengulurkan tangannya pada Angela.


"Angela," sahut Angela yang tersenyum menyambut uluran tangan itu.


"Kamu yang jemput Putri?" tanya Tasya.


"Iya aku yang jemput Putri," jawab Angela.


"Ya sudah Tante sebaiknya kita masuk yuk Putri mau menggambar," sahut Putri.


"Putri mau menggambar?" tanya Tasya.


"Iya mah," jawab Putri.


"Mama jadi pengen lihat gambar Putri. Apa Senin desain mama menular pada Putri," ucap Tasya.


"Memang mama bisa gambar?" tanya Putri.


"Mama seorang desainer. Jadi pasti sudah bisa menggambar," jawan Tasya.


"Wau keren," sahut Putri.


"Apa Putri mau lihat gambar mama?" tanya Tasya.


"Boleh-boleh," sahut Putri yang mengangguk-anggukan kepalanya.


"Boleh," sahut Putri.


"Ya sudah ayo Tante Angela kita masuk," sahut Putri.


"Hmmm, Putri kayaknya Tante nggak bisa menemani kamu. Karena Tante harus kembali kekantor," ucap Angela yang tiba-tiba berubah pikiran.


"Kok gitu," sahut Putri yang tampak sedih.


"Iya sayang maaf ya," ucap Angela.


"Putri tidak apa-apa. Biar mama yang temani Putri," sahut Tasya.


"Ya sudah. Kalau begitu Tante hati-hati ya," ucap Putri.


"Iya, da sayang," sahut Angela yang menuju mobilnya dengan menghela napasnya. Sepertinya Angela sengaja pergi. Karena sudah ada Tasya yang bersama Putri.


"Ayo Putri kita masuk!" ajak Tasya pada Putri yang masih melambaikan tangannya pada Angela.


"Iya ma," jawab Putri dan akhirnya masuk bersama Tasya.


**********


Angela, Risya dan Syrala sedang berada di kafe sembari nongkrong.


"Jadi kamu bertemu dengan mama kandungnya Putri?" tanya Syrala yang cukup kaget mendengar cerita Angela.


"Iya datang kerumah mas Edo," jawab Angela yang mengaduk-aduk orens jus dengan sedotan dan wajahnya tampak lesu.


"Kalian berkenalan?" tanya Risya yang sembari mengunyah makanannya.


"Hanya kenalan nama saja dan tidak bertanya yang lain," jawab Angela.


"Lalu Edo bilang apa?" tanya Risya.


"Sejak siang aku belum ada mengabari Edo. Kalau ibu kandung Putri ada di rumah Putri yang itu berarti ada izin dari Edo dan lagian itu juga anak dia dan tidak ada hal yang harus bagaimana," ucap Angela yang tidak mau ribet


"Ini mah suatu pertanda," celetuk Syrala.


"Maksudnya?" tanya Risya.


"Kalau mantan istri yang nggak pernah datang dan tiba-tiba datang di saat suaminya ingin menikah. Ya apa lagi kalau bukan ujung-ujungnya di mantan ingin memperbaiki rumah tangganya," ucap Syrala yang menduga-duga.


"Maksudnya dia mau balikan sama Edo gitu?" tanya Risya.


"Ya ngapain dia datang tiba-tiba dan lagian banyak kemungkinan bukan. Mereka punya anak dan Putri juga masih kecil. Dia juga pasti butuh sosok ibu," ucap Syrala.


"Tapikan kalau aku lihat-lihat. Putri itu nyaman banget sama Angela dan Angela juga calon ibu untuk Putri yang memberikan Putri kasih sayang," sahut Risya.


"Ya tetap aja beda. Di mana-mana kasih sayang dari ibu kandung itu yang akan kenak di hati dan pasti tetap aja beda," sahut Syrala.


"Udahlah kalian berdua ngapain sih membicarakan mereka," sahut Angela yang kesal sendiri.


"Ya orang kamu yang mulai," sahut Syrala.


"Angela kamu nggak perlu mikir yang aneh-aneh. Hubungan kamu itu sama Edo dan kalian berhubungan saat Edo masih singgel dan masalah hubungan Putri dengan ibu kandungnya itu hal yang wajar dan tidak ada yang salah yang penting bagaimana kamu dan Edo tetap saling percaya dan lagian juga bukannya punya komitmen," ucap Risya yang mencoba memberikan temannya itu arahan.


"Ya tapi tetap Risya. Edo juga harus tegas dalam hal ini," sahut Syrala.


"Ya kan Angela belum bicara sama Edo," sahut Risya.


"Sudah-sudah ya kalian berdua stop untuk ribut. Aku hanya kaget kehadiran ibu kandungnya dan selebihnya tidak apa-apa. Jadi kalian itu jangan memperbesar masalah itu. Aku juga tidak mikir apa-apa," tegas Angela.


"Iya-iya deh," sahut Syrala.


"Sudahlah kita makan aja kembali. Nggak usah ngobrol melulu," sahut Risya.


Mereka pun kembali melanjutkan makan mereka. Namun wajah Angela masih terlihat senduh yang masih berpikiran panjang lebar.


"Lagian kenapa mas Edo tidak cerita jika mantan istrinya ada di Jakarta dan ingin menemui Putri," batin Angela yang memikirkan hal tersebut. Dia masih kaget dengan pertemuan pertama dengan mantan istrinya.


Bersambung