MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 252 Rasa Bangga.


Mereka semua masih menikmati pesta pernikahan itu dengan mereka yang sama-sama terlihat begitu bahagia. Putri yang masih aja di gendong Edo. Karena ke-2nya yang sama-sama merindukan satu sama lain.


Tiba-tiba Putri melihat Risya dan Arga yang sekarang ke-2nya makan bersama di meja bulat bersama Tantri, Salmah dan Dehway.


"Pah Putri boleh ke sana tidak?" tanya Putri menunjuk meja Tasya.


"Boleh sayang," sahut Edo yang langsung menurunkan Putri dari gendongannya.


"Ya sudah mama papa. Putri ke sana sebentar ya," ucap Putri pamit.


"Iya Putri, nanti balik lagi ya ke mari!" ucap Angela.


"Iya mah," sahut Putri yang langsung pergi meninggalkan pelaminan tersebut.


Putri langsung menghampiri meja Risya dan yang lainnya.


"Tante Risya!" sapa Putri dengan tangannya yang melambai.


"Eh Putri!" sapa Risya dengan tersenyum yang memegang dagu Putri.


"Hallo semuanya! Om Arga, Tante tantri, Tante salmah dan Om Dehway," sapa Putri dengan tersenyum kepada semuanya.


"Hay Putri!" semuanya juga ikut menyapa Putri dengan semuanya tersenyum.


"Tante Risya apa kabar?" tanya Putri.


"Tante baik-baik saja aja Putri. Putri sendiri Bagaimana apa baik-baik saja?" tanya Risya.


"Baik kok Tante. Tante bisa lihat. Oh iya Tante Putri sekolah di tempat yang bagus dan teman-teman Putro baik. Tidak seperti sekolah Putri yang dulu tidak ada temannya!" Putri begitu cerewet menceritakan keadaannya kepada Risya dan yang lainnya. Orang-orang yang ada di sana tersenyum mendengar cerita Putri.


"Jadi bagaimana? Apa Putri Happy di sana?" tanya Arga.


"Happy. Tetapi tetap aja kurang Happy. Karena tidak ada papa bersama Putri. Tetapi kamu sering kok Putri dan papa VC dan sering ngobrol," jawab Putri.


"Baiklah Putri sayang.Putri duduk sini dan cerita semua kepada Tante apa aja yang terjadi di sana," ucap Risya yang menepuk bangku di sebelahnya dan Putri mengangguk-anggukan kepalanya. Lalu langsung duduk di samping Risya.


"Ayo sayang katakan kepada Tante tentang apa yang terjadi?" tanya Risya lagi.


"Putri mau makan tidak?" tanya Arga.


"Iya Putri. Putri harus makan. Di sini makananya enak-enak," sahut Salmah.


"Boleh-boleh!" sahut Putri.


"Putri mau makan apa. Biar Tante ambilkan," sahut Tantri.


"Apa aja Tante. Karena sekarang Putri sudah bebas makan apa aja. Yang penting makanannya sehat," jawab Putri.


"Baiklah sayang. Kita ambil makananya dulu ya," sahut Tantri. Putri menganggukkan kepalanya.


Putri mengobrol di meja Risya dan Arga. Semuanya di ceritakan Putri dengan semangat dan cara Putri bercerita sangat kelihatan Putri begitu bahagia dengan tinggal di tempat barunya. Putri juga semakin pintar membuat Risya dan yang lainnya mendengarkan ceritanya tersenyum. Termasuk Tantri yang sangat tulus mendengarkan cerita Putri.


"Senyumnya itu tidak ada duanya. Sangat indah dan terus memperhatikan gerak bibi gadis kecil itu.


"Tasya ternyata menepati janjinya. Putri tumbuh berkembang dengan baik dan Putri tampak sangat bahagia. Tasya menggunakannya kesempatan itu dengan baik. Dia menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu," batin Tantri yang sangat senang mendengarkan cerita Putri.


"Kamu lega?" tanya Angela.


"Aku sangat lega. Ini yang terbaik dan ternyata Putri baik-baik saja bersama Tasya. Tidak ada yang salah dan dia berkembang dengan baik," ucap Edo dengan bahagianya melihat perkembangan Putri.


"Putri juga tampaknya bahagia bersama Tasya," sahut Angela.


"Selama ini dia tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu dan ketika dia mendapatkannya. Wajar dia tampak bahagia sekali," ucap Edo dengan tersenyum.


"Semoga kita semua bisa silaturahmi terus dengan Putri. Aku berharap Putri bisa dewasa dengan baik dan Tasya juga bisa semakin berproses dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu," ucap Angela.


"Kita doakan saya yang terbaik," sahut Edo dengan tersenyum yang sekarang perasannya jauh lebih tenang dengan melihat Putri yang hidup bersama Tasya dengan baik.


"Untuk pengantin baru di harapkan untuk berdansa!" sahut MC memberikan arahan yang membuat semua tamu undangan langsung bertepuk tangan.


"Kita dansa!" ajak Edo yang sudah mengulurkan tangannya mengajak istrinya untuk berdansa.


"Mari kita dansa," sahut Angela dengan senang hati yang langsung menyambut uluran tangan itu. Pasangan yang berbahagia itu berdansa dengan begitu romantis yang membuat semua orang-orang yang ada di pesta pernikahan itu menjadi iri.


Tetapi pasti mereka semua ikut bahagia. Menjadi saksi kebahagiaan Edo dan Angela.


"Putri senang mama Angela dan papa sudah menikah. Semoga nanti Putri di beri kesempatan untuk tinggal sama mama dan papa sebentar. Putri juga kangen sama Jakarta," ucap Putri.


"Nanti kalau liburan sekolah. Putri bisa nginap sama papa ya," sahut Tasya yang sudah berada di dekat Putri.


"Baik mama," sahut Putri yang selalu menurut apa kata Tasya. Cara Tasya yang lembut dalam mendidik Putri membuat Putri nyaman dan patuh pada Tasya. Karena Tasya juga ingin menjadi seorang ibu yang di banggakan anaknya.


Tasya dan Edo masih berdansa. Dan pada puncak mereka berdua berciuman romantis. Tasya yang melihat hal itu langsung menutup mata Putri dengan tangannya. Wajah kaget Tasya yang luar biasa. Huhhh tidak seharusnya anaknya melihat hal seperti itu.


***********


Masih di lokasi pesta tersebut. Namun agak jauh menepi sedikit di pinggir pantai. Tasya yang berdiri bersama dengan Tantri yang melihat gelombang lautan.


"Saya tidak percaya. Jika saya bisa sebahagia ini," ucap Tasya dengan tersenyum melihat lurus kedepan.


"Terima kasih. Tante sudah memberi kesempatan kepada saya dan ini sangat luar biasa bahagianya dalam hidup saya. Saya menjalani tugas saya sebagai seorang ibu saya menikmati semuanya dan semua itu sangat indah," ucap Tasya yang tidak akan lupa kacang dengan kulitnya yang memang mendapatkan anugerah yang berbesar.


"Kamu tidak perlu berterima kasih Tasya. Jika sudah seperti ini. Kamu syukuri saja dan itu yang terbaik. Saya juga sangat bahagia melihat perkembangan Putri yang luar biasa. Dia sangat baik dan bahagia bersama kamu. Itu artinya kamu menjalankan kesempatan yang di berikan pada kamu dengan baik," ucap Tantri.


"Selama ini saya tidak pernah menjadi Ibu. Hanya karena tidak mencintai mas Edo saya mengabaikan tugas saya sebagai ibu. Bahkan ketika kami bercerai. Saya malah tidak ingin bersama Putri. Tetapi setelah mas Edo merawatnya saya malah datang membuat kekacauan. Saya mengakui diri saya salah dan tidak berharap apa-apa. Termasuk untuk mengasuh Putri. Ternyata di luar dugaan. Masih ada orang yang peduli kepada saya," ucap Tasya yang melihat ke arah Tantri.


"Wanita yang saya sakiti yang justru berada di sisi saya dan begitu baik yang sudah membantu saya. Saya merasa malu dengan masa lalu yang saya lakukan," ucap Tasya dengan matanya berkaca-kaca.


Tantri menghela napasnya dan memegang ke-2 tangan Tasya dengan Tantri tersenyum.


"Mengakui kesalahan dan bertaubat itu sudah cukup dan semua orang punya kesalahan. Tetaplah seperti ini Tasya. Jadi pribadi yang baik dan tetap menjadi seorang yang berhati luas," ucap Tantri dengan tersenyum.


"Pasti Tante," sahut Tasya dan mereka berpelukan.


Jika sudah berdamai dengan masa lalu. Maka bagi Tantri hati yang luka itu sudah sembuh. Dia jauh lebih bahagia sekarang.


Bersambung