MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Eps 27 Hari pernikahan.


Hari pernikahan.


Tidak ada main-main bagi Risya dan Arga. Sudah saatnya tiba di mana hari pernikahan Arga dan Risya yang di laksanakan saat weekend. Walau Arga dan Risya menikah pura-pura. Namun tetap saja pesta mewah untuk pernikahan itu di laksanakan.


Bertemakan out door dan di hadiri dengan keluarga besar baik dari Risya maupun Arga. Tidak tanggung-tanggung Arga juga mengundang teman-teman baik dari perusahaan maupun di luar perusahaan. Sama dengan Risya yang juga mengundang teman-temannya untuk menghadiri pernikahannya.


Sebenarnya Risya dan Arga malas untuk mengadakan pesta apalagi mengundang banyak orang. Karena pernikahan mereka yang pura-pura dan akan berpisah juga Nantinya. Jadi malu-maluin aja nanti kalau mereka berpisah.


Namun karena ingin sempurna dan keluarga sadar kalau mereka memang sungguh-sungguh. Jadi Risya dan Arga pun harus melakukan hal yang pasti membosankan itu dan belum lagi Risya pastinya yang ingin membuat Vio terbakar kepanasan. Jadi dia harus menunjukkan siapa dirinya pada Vio yang sama sekali tidak ada apa-apanya di bandingkan Vio.


Dan jadilah tempat pernikahan yang begitu indah dan mewah dengan tanaman-tanaman yang di import dari luar Negri dan suasana dekor yang bertemakan putih.


Tantri dan Salmah yang sebentar lagi akan menjadi besan terlihat begitu sangat bahagia dengan 2 wanita yang tampil cantik itu yang menggunakan pakaian senada berwarna-warni pink.


"Nggak nyangka ya mbak ternyata anak-anak kita akhirnya menikah juga," ucap Salmah.


"Kalau di pikir-pikir sangat aneh dengan hubungan Risya dan Arga. Kalau mereka putus lalu untuk apa juga mereka harus menikah dan sekarang kembali lagi," sahut Tantri.


"Tetapi suatu kejutan untuk kita semua yang mana Arga dan Risya yang katanya sudah tidak ada hubungan apa-apa eh mereka sudah balikan sekarang dan yang lebih mengejutkannya mereka itu langsung memutuskan untuk menikah," ucap Salmah.


"Saya juga tidak menyangka mbak jika hari ini akan ada untuk Risya dan Arga. Saya selalu menyuruh Risya buru-buru menikah sampai dia mengikuti banyak kencan. Eh ujung-ujungnya dia dan Arga juga yang menikah akhirnya," sahut Tantri.


"Terkadang kita memang sebagai orang tua seperti itu mbak, mungkin karena terlalu sayang anak jadi memaksakan kehendak kita. Namun siapa sangka masih ada cinta di antara Arga dan Risya. Makanya mereka masih tetap bersama seperti ini," ucap Salmah.


"Mbak benar, mereka saling mencintai dan kita doakan yang terbaik untuk kehidupan mereka nanti kedepannya seperti apa," sahut Tantri.


"Itu pasti mbak," sahut Salmah yang tersenyum. Kalau sudah besan saling kompak seperti itu memang tidak ada yang harus di khawatirnya sebenarnya


Undangan semakin banyak berdatangan. Termasuk Vio, Samuel, Karen dan jua Andre suaminya. Wajah Vio tidak memperlihatkan apakah Vio senang. Vio terus menunjukkan wajah juteknya.


"Kenapa sih Risya itu hidupnya seberuntung itu. Pesta ini terlalu mewah kalau hanya untuk akad nikah saja. Kenapa juga Arga mau balikan sama Risya sangat tidak penting juga Arga harus kembali dengan wanita sepertinya. Arga tidak kapok apa sudah di selingkuhi wanita sepertinya," batin Vio yang mengumpat kesal dengan kebahagiaan Risya sepupunya.


Ya kalau namanya sudah iri sejak lahir ya mau bagaimana lagi. Apa yang di lakukan Risya pasti salah saja.


"Kamu kenapa Vio?" tanya Karen yang melihat wajah Vio yang begitu ketus.


"Mama pakai nanyak lagi. Lihat ini apa yang terjadi hah! Risya menikah dengan Arga dan lihat dia mengadakan pernikahan mewah seperti ini sementara aku dulu tidak seperti ini. Hanya di gedung biasa dan ala kadarnya saja. Mama sama papa sangat pelit untuk kebahagiaan anak. Mama tidak bisa apa melihat apa yang di lakukan orang tua Risya padanya," protes Vio yang menuntut mamanya. Karena dia saat menikah dengan Samuel tidak semewah itu.


"Ya ampun Vio ini juga pasti uang keluarganya Arga. Ya itu karena Risya dapat mertua yang kaya raya. Ya coba aja kamu dapat juga seperti itu. Pasti pestanya akan lebih meriah lagi," sahut Karen yang menyindir Samuel menantunya yang memang keluarga Samuel tidak mengeluarkan banyak uang untuk acara pernikahan Samuel dan Vio.


Seakan tidak ada etikat baik dari keluarga Vio, keluarga Vio juga sombong dan membuat keluarga Samuel malas menjalin silaturahmi dan makanya sampai detik ini Vio tidak dekat dengan mertuanya.


"Jangan menyalahkan ku masalah pernikahan. Itu gunanya ada diskusi untuk ke-2 belah pihak dan bukan hanya sendiri-sendiri saja. Karena dalam pernikahan yang menikah itu bukan hanya satu orang saja. Tetapi dua keluarga," sahut Samuel yang menyindir balik mertuanya dan Samuel juga langsung pergi.


Telinganya bisa sakit dengan dua orang itu yang banyak bicara nantinya dan pasti akan membuat keributan sana-sini. Jadi mending dia pergi.


"Samuel mau kemana?" tanya Vio memanggil.


"Mama sih, lihatkan dia jadi marah, mama kenapa sih mengungkit hal itu," sahut Vio kesal dengan moodnya yang semakin buruk. karena mamanya yang membuat suasana hatinya semakin buruk dengan marahnya sang suami.


"Mama hanya mengatakan apa adanya saja," sahut Karen.


"Issss, tetap aja," sahut Vio kesal dengan mood yang bertambah parah.


Karena sang mama juga pasti ikutan kesal dengan Risya yang selalu saja menemukan kebahagiaannya sementara sang anak tidak sama sekali. Karena hanya membuang napasnya perlahan kedepan dan melihat-lihat di sekitarnya melihat tamu yang semakin banyak datang yang pasti bukan tamu sembarangan dan Karen pasti ikutan kesal dengan seperti Vio.


Namun tiba-tiba arah pandang Karen berhenti di suatu titik dengan melihat ke suatu arah yang tampak begitu fokus.


"Eh Vio kamu lihat itu deh," ucap Karen yang membuat Vio pun melihat ke arah mata Karen.


Mereka melihat wanita muda yang cantik dengan memakai dress putih selututnya dengan lengan panjang.


"Bukannya itu Rachel," sahut Vio.


"Iya kamu benar, itu kan Rachel mantannya Arga. Dia datang juga ke pesta ini," ucap Karen.


"Ya, kalau dia datang ya pasti di undang lah mah," sahut Vio.


"Kamu lihat Arga deh Vio. Arga terus melihat Rachel," sahut Karen yang melihat ke arah lain.


Di sana ada Arga yang bersama boy dan Arga melihat ke arah Rachel yang baru masuk dari pintu utama.


"Arga seperti masih ada rasa dengan Rachel mah," ucap Vio menebak-nebak.


"Bukannya Rachel itu cinta pertamanya. Jadi wajar dia ada rasa dan Risya kan hanya pelampiasan Arga saja saat hubungannya selesai dengan Rachel," ucap Karen.


"Mama sok tau deh masalah hubungan Arga dan Rachel dan Risya," ucap Vio.


"Ya Taulah, kamu sendiri bagaimana. Masa iya tidak tau atau pura-pura tidak tau. Ayo kamu jangan sok tidak tau deh," ucap Karen dengan menatap Vio dengan selidik.


"Apa menurut mama ini suatu keuntungan?" tanya Vio.


"Ya apalagi, kasihan juga ya nasib sepupu kamu itu," sahut Karen dengan tersenyum miring dan Vio juga tersenyum yang sepertinya ada sesuatu di antara keduanya yang mereka rencanakan.


Namun Arga yang begitu tampan dengan memakai setelan kemeja putih juga terus melihat kehadiran Rachel di pernikahannya.


"Kamu mengundangnya?" tanya Boy.


"Tidak aku tidak mengundangnya. Aku tidak tau kenapa dia bisa datang ke pesta ini," ucap Arga yang juga terkejut dengan datangnya Rachel.


"Kalau begitu jangan lihat terus. Calon istrimu sudah tiba," ucap Boy membuat Arga mengalihkan pandangannya dan melihat kearah lain yang ternyata Risya yang di gandeng Hariyanto yang terlihat begitu cantik yang sudah memasuki area lokasi


Bersambung