
Risya sangat cantik dengan gaun yang di kenakannya. Gaun putih yang indah yang bagian depan gaunnya di beri mutiara-mutiara yang menambah kemewahan gaun tersebut dan di bagian bawahnya juga terlihat begitu indah dengan, kemewahan yang membuat Risya semakin cantik dan menjadi perhatian para tamu.
Dengan di samping ayahnya yang sangat tampan yang menggandeng putri semata wayangnya dan di ikuti dengan dua teman dekat Risya yang menjadi brismaid di belakang Risya. Syarla dan Angela dengan gaun berwarna peach.
Mata Arga jadi tersorot tanpa berkedip karena melihat Risya yang begitu cantik dan memang harus di akuinya. Jika mantan kekasihnya itu sangat cantik.
Raut wajah Risya sendiri yang tersenyum yang seolah menggambarkan dia bahagia hari ini. Tidak tau senyumnya pura-pura atau tidak karena ini pernikahan pura-puranya. Namun raut wajahnya yang berseri-seri bisa di lihat orang-orang jika Risya sangat bahagia.
Namun Risya yang tadinya terus melihat kedepan. Tiba-tiba saja Risya tidak sengaja melihat ke arah lain yang mana melihat Rachel.
"Rachel," batin Risya yang terkejut melihat kedatangan Rachel yang ada di sana dan Rachel bahkan terus melihat Arga.
"Pasti si Arga si biang kerok yang mengundangnya. Mau nya apa sih," umpat Risya dengan emosi yang wajah Risya sudah tidak terlihat senyuman indah lagi.
"Risya, senyum, wajah kamu jangan di buat seperti itu," tegur Hariyanto yang tidak melihat senyuman Risya.
"Hmmmmm," jawab Risya dengan deheman yang terlihat emosi dengan Arga dan senyum Risya sudah tidak adalagi sampai tiba di depan Arga. Dan Arga harus berakting dengan tersenyum pada Risya dan bahkan mengulurkan tangannya untuk menggandeng Risya.
Namun wajah judes Risya tidak bisa di tutupinnya dan malah tidak menghiraukan Arga.
"Nih anak apaan sih, mau bikin malu apa," batin Arga yang berusaha tersenyum menutupi umpatannya.
"Risya, sambut calon suami kamu," tegur Hariyanto. Dan Risya terpaksa menyambut gandengan itu dengan menggandeng Arga. Namun bukan Risya namanya jika tidak mencubit perut Arga membuat Arga menggeliat kesakitan. Namun harus di tahan karena banyak orang.
"Auhhh," keluh Arga kesakitan. Yang membuat Hariyanto, Boy, Syarla dan Angela saling melihat dengan tatapan heran.
"Kamu kenapa Arga?" tanya Hariyanto.
"Oh tidak apa-apa Om," sahut Arga tersenyum getir dan melihat kesal Risya.
"Risya kau itu apa-apaan sih," ucap Arga dengan pelan yang menekan suaranya.
"Kau yang apa-apaan, siapa yang menyuruhmu mengundang mantanmu itu hah!" sahut Risya dengan kesal.
"Maksud mu Rachel," sahut Arga yang berbicara berbisik-bisik pada Risya.
"Kau masih mengingat namanya," sahut Risya dengan kesal.
"Eh, aku tidak pernah mengundangnya. Jangan sembarang bicara," tegas Arga.
"Bohong. Kalau bukan kau siapa lagi," sahut Risya kesal.
"Kalian berdua kenapa masih berdiri. ayo buruan jalan, penghulu sudah menunggu!" ucap Hariyanto.
"Iya pah," sahut Risya yang sudah tidak mood dan Arga hanya menghela napasnya saja yang mendapat tuduhan dari Risya dan sepertinya memang bukan Arga yang melakukannya.
Risya dan Arga pun menduduki tempat duduk de depan penghulu dengan Syarla yang memakaikan pakaian selendang ke atas kepala mereka berdua.
"Semangat!" ucap Syarla yang memberikan semangat pada Risya dan wajah Risya sudah di tekuk tanpa senyuman lagi. Syarla hanya menghela napas saja.
"Eh kondisikan wajahmu. Orang-orang akan berpikir jika kau terpaksa menikah denganku," ucap Arga dengan kesal.
"Memang aku terlaksana menikah denganmu," sahut Risya.
"Ya paling tidak berpura-pura lah," ucap Arga dengan menghela napasnya.
"Ogah," sahut Risya kesal.
Arga hanya berdecak kesal yang rasanya juga ingin melempar Risya ke alam barja sekalian. Hanya saja dia harus lebih waras sekarang di bandingkan Risya. Agar pernikahan pura-pura mereka berjalan dengan lancar.
"Sudah pak mulai saja dengan cepat," sahut Arga. Bukan berati dia tidaj sabaran menikahi Risya. Namun dia ingin cepat-cepat selesai pernikahan itu agar beres.
"Baiklah kita mulai," sahut penghulu mengulurkan tangannya dan langsung di sambut Arga.
Arga melihat dulu kearah Risya dan wajah Risya tetap saja kesal.
..."Saya nikahkan Arga Mateo dengan Risya Artamevia Jaya dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan emas 25 karat," ucap penghulu....
..."Saya terima nikahnya Risya Artamevia Jaya dengan mas kawin tersebut," sahut Arga dengan satu kali tarikan napas....
..."Bagaimana saksi sah?" tanya penghulu....
..."Sah," sahut semuanya dengan serentak....
Syarla dan Angela tersenyum sembari saling melihat yang ikut bahagia dengan pernikahan temannya. Tantri dan Salmah juga sama-sama bahagia yang pasti ke-2 ibu itu sama-sama menginginkan menantu yang sama dan mereka berdua tampak sangat bahagia.
Namun pasti dalam pernikahan itu ada yang tidak suka dan ada yang suka. Vio dan Karen pasti menjadi orang yang pertama tidak suka dengan Risya yang akhirnya menikah dan tidak ada lagi yang dapat di Bullynya, di ejeknya dan di hinanya karena Risya yang tidak menikah dan Samuel suaminya tampak tidak ikhlas melihat Risya menikah. Apakah Samuel masih punya perasaan pada Risya. Sepertinya masih makanya Samuel tampak galau.
Sama dengan Rachel mantan dari Arga yang tidak tau kenapa ada di sana. Di mana mantannya itu juga terlihat sendu yang seakan sangat kecewa dengan pernikahan itu.
Risya dan Arga hanya menghela napas saja yang akhirnya mereka menikah dan menurut mereka berdua pernikahan itu hanya kebebesan untuk mereka berdua dari tekanan keluarga mereka.
Setelah berdoa selesai Risya dan Arga slaing memakaikan cincin pernikahan mereka dan terlihat sangat manis dengan cepretan kamera yang memotret mereka.
"Ayo silahkan kamu cium tangan suamimu!" titah penghulu. Risya mengangguk dan menurut saja yang menghadap Arga dan mencium tangan Arga.
Dan setelah itu Arga mencium kening Risya dengan lembut. Tidak ada yang tau jika apa yang terlihat itu seperti sandiwara. Karena semuanya begitu indah dan manis yang membuat orang-orang terharu dan merasa ikut bahagia karena aura yang di pancarkan Risya dan Arga. Mungkin akting Risya dan Arga benar-benar sangat berhasil dan mereka cocok mendapatkan piala award tahun ini.
**********
Akad nikah selesai dan Risya dan Arga juga menjalani proses adat yang sebelumnya ada sungkem dengan drama tangisan haru dan semaanya berhasil di lalui Risya dan Arga dengan penuh drama dalam adat-istiadat yang mereka jalani ya keduanya mungkin sudah latihan dan peran mereka benar-benar sangat mendukung acara berlanjut.
Sekarang Risya dan Arga yang menyapa para tamu dengan mereka yang sendiri-sendiri yang tidak bersama di mana Risya bersama dengan Syarla dan Angela yang mengobrol.
"Aku itu nggak nyangka Risya akhirnya kamu dan Arga menikah juga," ucap Syarla.
"Benar banget, ya ampun ternyata kalau jodoh itu nggak kemana ya," ucap Angela yang sebagai sahabat yang sangat bahagia. Namun Risya hanya santai saja yang tidak terlalu menanggapi apa yang di katakan 2 sahabatnya itu.
"Oh iya Risya, aku itu melihat mantannya Arga tadi. Arga yang mengundangnya ya," ucap Syarla.
"Tuh mantannya sudah nyamperin Arga," sahut Angela yang melihat Rachel menghampiri Arga dan sepertinya memberi ucapan selamat terlihat mereka saling berjabat tangan.
"Ya iyalah dia mengundangnya dasar selalu aja cari masalah," umpat Risya kesal.
"Dan kamu tidak marah Risya," sahut Syarla.
"Ya ampun Syarla bagaimana Risya tidak marah, kamu lihat wajah Risya tampak sangat kesal," sahut Angela.
"Lalu kenapa kamu setuju Risya. Atau jangan-jangan kamu nggak tau lagi ya, kalau Arga mengundangnya," sahut Syarla.
"Ya pasti Risya tidak taulah. Tapi sudahlah Risya mantan itu hanya berada pada tempat yang tidak seharusnya dan kamu sudah menikah dengan Arga dan aku dengar-dengar katanya mantannya itu juga sudah menikah ya," ucap Angela.
"Iya benar. Lalu kenapa dia datang menemui Arga dan dari wajahnya terdapat secercah harapan gitu," sahut Syarla.
"Argggg, sudahlah kalian itu bicara apa sih, sudah cukup, aku itu nggak mau membahas wanita itu. Bikin kesal aja," geram Risya yang moodnya semakin buruk yang membuat ke-2 temannya itu tidak berani bicara lagi. Karena sudah marahi Risya.
Bersambung