MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 160 2 bayi gede.


Risya yang sedang duduk di meja makan yang sekarang sedang di masakkan Salmah ibu mertuanya makan malam. Sebelumnya Risya request ingin di masakan ayam woku dan masakan Salmah itu sangat enak. Jadi sangat wajar Salmah minta di masakin ayam woku.


"Risya tidak merepotkan mama kan?" tanya Risya.


"Tidak dong sayang. Justru mama senang bisa masakin kamu. Kan kamu lagi pengen ayam woku. Lagian ini juga buat calon cucu mama," ucap Salmah.


"Jadi mama masak hanya karena calon cucu mama?" tanya Risya dengan alisnya yang terangkat.


"Mama akan melakukan apa saja untuk calon cucu mama," sahut Salmah sembari melanjutkan pekerjaannya.


"Ohhhh jadi hanya karena cucu. Berarti sama Risya tidak sayang dong," sahut Risya membuat Salmah tersenyum dan melihat ke arah Risya yang wajahnya mulai manyun.


"Ya nggak juga dong sayang. Mama masak untuk kamu dan calon anak kamu dan jika mama sayang sama kamu. Itu juga berarti mama sayang sama anak kamu dan sebaliknya seperti itu," ucap Salmah.


"Benar?" tanya Risya masih aja butuh kepastian.


"Iya benar dong masa iya mama bohong," sahut Salmah.


"Risya tau itu kok," sahut Risya yang tersenyum dengan bahagianya.


"Ya sudah mama buruan masak. Perut Risya sudah lapar," keluh Risya dengan manja yang mengelus-elus perutnya.


"Iya sayang," sahut Salmah.


Tulusnya sayang Salmah. Bukan lagi seperti menantu. Tetapi sudah seperti anak yang sangat tulus pada Risya. Sama dengan Dehway yang juga menyayangi Risya. Bahkan sering membela Risya kalau lagi ribut dengan Arga di kantor. Ya Arga juga sering di marahi hanya karena bertengkar dengan Risya.


"Masakannya selesai," ucap Salmah yang masakannya sudah selesai saja.


"Wau enak sekali," sahut Risya yang begitu bahagianya menghirup aroma masakan yang di letakkan Salmah di atas meja.


"Pakai nasi ya," ucap Salmah.


"Boleh," sahut Risya.


Salmah juga mengambil nasi kedalam piring dan bersama ayam woku kesukaan Risya


"Ayo sayang di makan," ucap Salmah yang selesai mengambilkan untuk Risya.


"Mau di suapi," sahut Risya yang manjanya kelewat batas.


Salmah tersenyum dan tidak menolak untuk menyuapi menantunya itu dan langsung membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Salmah.


"Enak?" tanya Salmah.


"Sangat lezat, mama pintar sekali memasak," ucap Risya yang memang merasa begitu nikmat masakan itu.


"Jadi ini sangat enak?" tanya Salmah. Risya menganggukkan kepalanya yang memang sangat enak.


"Ya sudah kamu makan lagi dan sampai habis," ucap Salmah.


"Itu pasti mah," sahut Risya yang makan begitu lahap.


Arga yang pulang kerja ternyata sejak tadi berdiri di depan pintu dapur dan melihat kegiatan istrinya dan mamanya yang begitu manis membuat Arga tersenyum.


Istrinya memang bukan hanya manja padanya. Bahkan juga pada Salmah dan juga pada Dehway. Dan Arga sangat memaklumi itu dan orang tuanya juga sangat menyayangi Risya. Risya memang sangat beruntung memiliki suami dan mertua yang sangat mencintainya.


"Sayang kamu sudah pulang!" sahut Risya yang melihat suaminya hanya berdiri saja di sana.


"Arga kenapa berdiri di sana? Ayo kemari!" ajak Salmah.


Arga menganggukkan kepalanya dan menghampiri istri dan juga mamanya.


"Soalnya takut mengganggu," ucap Arga.


"Apa sih. Memang apa yang di ganggu?" tanya Risya heran.


"Ya ini kegiatan suap-suapan seperti ini. Membuat aku iri aja. Aku aja semenjak dewasa mama tidak pernah menyuapiku dan Risya malah di suapi," sahut Arga yang tampak cemburu dengan wajahnya yang merengut.


"Namanya mama itu lebih sayang padaku dari pada kamu," sahut Risya memanas-manasi dengan candaan.


"Oh iya benarkah itu mah?" tanya Arga melihat mamanya serius yang butuh kepastian atas perkataan Risya.


"Mama lebih sayang Arga apa Risya?" tanya Arga dengan serius yang menuntut jawaban.


"Kalian ini apa-apaan sih. Mama sayang dua-duanya lah," sahut Salmah dengan geleng-geleng kepala.


"Tapi lebih banyakan Risya kan mah," sahut Risya yang ingin beda terus.


"Iya lebih banyak kamu," sahut Salmah yang membuat Risya tersenyum dan bahkan menjulurkan lidahnya pada Arga yang mengejek Arga.


"Aku sepertinya harus melakukan tes DNA," ucap Arga.


"Untuk apa?" tanya Salmah dengan dahi mengkerut.


"Aku merasa bukan anak kandung mama dan papa," sahut Arga dengan kesal yang membuat Risya dan Salmah tertawa melihat Arga yang kesal dengan wajah cemberutnya Arga.


"Jangan ngambek Arga. Sini mama suapi juga," sahut Salmah.


"Udah telat," sahut Arga.


"Jangan ngambek kayak gitu aja. Ayo buka mulutnya," sahut Salmah dan Arga membuka mulutnya seperti anak kecil yang di paksa makan. Risya yang melihat hal itu hanya tertawa-tawa saja. Ya dia memang yang paling bahagia melihat hal tersebut.


Risya dan Arga benar-benar anak kecil yang di manjakan Salmah dan Salamah seperti mengurus bayi gede.


*************


Angela, Putri dan Edo sekarang sedang makan malam. Di mana Edo yang waktunya ada kosong mengajak Putri dan Angela untuk kencan bersama. Sebelumnya mereka juga mengajak Putri main-main dan juga nonton bareng dan sekarang di lanjutkan dengan makan malam yang nikmat. Nikmat untuk persi mereka dengan makanan yang pas dengan lidah mereka.


"Putri happy?" tanya Angela.


"Pasti Tante," jawab Putri membuat Angela tersenyum.


"Kami sendiri bagaimana? Apa sangat happy?" tanya Edo.


"Jalan sama kamu dan Putri mana mungkin tidak happy. Jadi aku sudah pasti sangat happy," jawab Angela yang memang sangat bahagia.


"Syukurlah kalau begitu," sahut Edo yang memegang tangan Angela dan jarinya yang mengusap-usap punggung tangan tersebut.


"Papa kapan Tante Angela tinggal bersama kita?" tanya Putri tiba-tiba. Angela mengkerutkan dahinya mendengarnya.


"Sayang kenapa Tante harus tinggal di sana?" tanya Angela.


"Papa bilang kalau Tante Angela dan papa sudah menikah. Jadi Tante akan tinggal di rumah Putri bersama Putri," ucap Putri.


"Kalau begitu papa harus menikahi Tante Angela dulu," sahut Edo.


"Kapan nikahnya?" tanya Putri.


"Secepatnya sayang," sahut Edo.


"Baiklah pah. Harus cepat. Biar Putri bisa terus sama Tante Angela," ucap Putri yang emang sudah sesayang itu pada Angela.


"Iya sayang," sahut Edo.


"Oh iya Tante Angela. kalau Tante Angela sudah nikah sama papa. Putri boleh dong manggil mama," ucap Putri membuat Angela kaget mendengarnya sampai tidak bisa berkata-kata. Yang pasti sangat terkejut kata-kata itu bisa keluar dari mulut Putri.


"Putri mau manggil Tante mama?" tanya Angela. Putri menganggukkan kepalanya.


"Mama baru untuk Putri. Kata guru di sekolah Putri seorang ibu yang baik itu akan dapat kita rasakan dan Putri merasa Tante Angela sayang banget sama Putri. Jadi Putri tidak mau panggil Tante. Maunya panggil mama dan bilang sama teman-teman Putri kalau Putri punya mama baru yang baik sekali," ucap Putri yang sangat tulus bicara membuat Angela sampai berkaca-kaca.


"Tante. Tante harus terus sama Putri ya. Jangan tinggalin Putri dan papa juga jangan buat Tante Angela marah. Karena Putri tidak mau Tante Angela jauh dari Putri," ucap Putri.


"Iya sayang papa akan melakukan itu," sahut Edo.


"Jadi bagaimana Putri akan manggil mama kan?" tanya Putri yang butuh kepastian.


"Iya boleh," sahut Angela yang begitu terharu.


"Makasih Tante. Eh salah mama," sahut Putri. Angela dan Edo sama-sama tersenyum dalam keharuan.


Bersambung