MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 66 Luapan.


Ciuman itu semakin romantis dan tidak ada yang peduli apa ada yang melihat mereka atau tidak bagi keduanya hanya ingin kenikmatan yang bahkan Arga menjauhkan piring yang sejak tadi masih di pegang Risya meletakkannya di atas meja dan bahkan membaringkan tubuh Risya untuk mempermudahnya mencium Risya.


Rachel sebagai penonton hanya diam dengan tangan terkepal yang harus tertampar dengan kenyataan dan bukan hanya kali ini Rachel tertampar dengan Risya dan Arga. Namun sudah sering. Tetapi Rachel tidak sadar-sadar nya. Ternyata Tony berdiri di teras lantai dua dan melihat istrinya yang kelihatan penuh kecemburuan dan amarah.


Tony juga melihat siapa yang di tonton istrinya dan ternyata Arga dengan Reya yang membuat Tony menyunggingkan senyumnya dengan geleng-geleng kepala lalu meninggalkan tempat itu.


Kelihatannya Tony tau jika Rachel istrinya ada perasaan dengan Arga dan makanya


nya kelihatan marah saat Arga dan Risya berciuman romantis. Setelah kepergian Tony. Rachel pun akhirnya pergi juga dan tidak ingin semakin panas dengan penuh kecemburuan gara-gara melihat hal itu.


Risya dan Arga yang berciuman yang semakin romantis akhirnya saling melepas dengan napas ke-2nya yang sama-sama dan sama-sama tidak bisa mengendalikan diri dengan mereka yang saling melihat.


"Karena Rachel makanya ingin melakukannya?" tanya Arga dengan suara seraknya yang masih menatap Risya.


Risya tidak menjawabnya dan sibuk dengan mengatur napasnya membuat Sean mengecup bibir Risya dengan lembut dan Arga langsung duduk dengan menarik tangan Risya dan kembali Risya duduk seperti awal.


"Kau melihat Rachel juga?" tanya Risya.


"Hmmm, dan kau sengaja sepertinya ingin membuatnya panas," ucap Arga.


"Dia sangat menyebalkan dan memuakkan. Selalu mengikutiku dan ingin kepo dengan urusanku," ucap Risya dengan wajah cemberutnya.


"Aku sudah mengatakan kepada kamu untuk tidak memikirkannya. Semakin kamu memikirkannya kamu hanya akan fokus kepadanya," ucap Arga yang memberikan arahan.


"Mana bisa tidak memikirkannya," sahut Risya.


"Kenapa? kamu kelihatan sangat takut. Jika aku kembali kepincut pada Rachel," ucap Arga.


"Mulai lagi deh tingkat kepedean nya," sahut Risya dengan sewot.


"Sudah makanlah makanan mu," sahut Arga


"Aku sudah tidak selera makan," kawan Risya


"Kenapa? makanan dari mulutku jauh lebih enak?" tanya Arga dengan alisnya yang terangkat.


"Jangan sok tau. Tidak sama sekali," sahut Risya dengan kesal dengan wajahnya yang kembali di tekuk.


"Kalau begitu makanlah dan bergabung dengan anak-anak. Kau juga harus menyiapkan pekerjaan mu," ucap Arga.


"Ini sudah malam Arga dan aku capek. Aku mau istirahat. Besok saja mengerjakannya," ucap Risya manja.


"Baiklah lakukan semaumu. Tetapi hanya untuk hari ini. Aku sudah mengatakan tidak akan ada lah sepesial. Meski itu untuk dirimu. Kau yang meminta untuk ikut. Jadi kau juga harus bertanggung jawab," tegas Arga.


"Iya-iya," sahut Risya.


"Sudah makan kembali. Jangan banyak protes sejak tadi," ucap Arga menegaskan Risya mengangguk dan mau tidak mau kembali makan walau kayanya sebelumnya dia sudah tidak selera untuk makan.


*********


Sementara Rachel kembali kekamarnya dengan mengumpat penuh kekesalan karena di penuhi dengan api cemburu melihat kedekatan Risya dan Arga dan bahkan berciuman yang membuatnya panas.


"Tidak punya mulut untuk menjawab?" tanya Tony yang melangkah terus mendekati Rachel membuat Rachel mundur perlahan sampai kakinya terbentur pinggir ranjang dan tidak bisa lagi mundur dengan Tony yang sudah berada di depannya dengan sangat dekat.


"Katakan kau habis dari mana?" tanya Tony dengan menekan suaranya.


"Aku_ aku_ aku tadi habis dari kolam renang," jawab Rachel yang memang benar dia sedang dari sana.


Tony mendengus kasar mendengarnya dengan tersenyum penuh arti dan mencorong Rachel sampai Rachel berbaring di atas tempat tidur dan Tony menaiki ranjang dengan menindih Rachel dan mencengkram pipi Rachel dengan satu tangannya yang pasti membuat Rachel kesakitan dengan wajah memohon untuk di lepaskan dengan tangannya yang memegang tangan Tony memegang tangan kekar itu.


"Apa yang kau lakukan di sana?" tanya Tony dengan suara menekannya dan Rachel yang tidak bisa bicara geleng-geleng kepala untuk menjawab pertanyaan Tony.


"Kau sedang melihat pria itu berciuman dengan menunjukkan wajahmu yang penuh amarah itu," ucap Tony yang membuat Rachel kaget karena suaminya tau apa yang di lakukannya dan Rachel semakin ketakutan dengan Tony yang mengetahui hal itu.


Dengan kasar Tony langsung melepas cengkraman tangannya dari pipi Rachel yang membuat wajah Rachel langsung kekiri dan Rachel hanya ketakutan dengan ke kasaran suaminya.


"Aku sudah mengatakan kepadamu jangan membuat ulah. Apa kau tidak mendengarku?" teriak Tony dengan membuat Rachel memejamkan matanya yang ketakutan.


Tony pun langsung membungkam bibir Rachel dengan ciuman kasar dan Rachel mana mungkin bisa memberontak yang akan mendapatkan hukuman dan kekerasan yang lebih parah lagi dari Tony.


Sampai akhirnya Tony melepas ciuman kasar itu yang membuat bibir Rachel berdarah karena ulah Tony.


"Apa kau masih menyukai mantan kekasihmu itu?" tanya Toni menatap Rachel dengan tatapan tajam yang membuat Rachel menelan salivanya dengan wajah ketakutan dan sekalian menahan rasa sakit di bibirnya akibat perbuatan Tony.


"Dari mana Tony tau. Jika dia adalah mantan kekasihku," batin Rachel yang panik.


"Kenapa kau diam. Apa kau ingin aku menganggap diam mu ini adalah jawaban?" tanya Tony.


"Tidak. Aku-aku tidak menyukainya. Kamu hanya salah paham aku sama sekali tidak menyukainya," jawab Rachel pasti berbohong yang takut dengan Tony yang semakin mengamuk kepada-nya.


"Apa aku bisa mempercayaimu?" tanya Tony dengan menyunggingkan senyumnya.


"Kau bisa percaya kepadaku. Jika apa yang aku katakan memang benar apa adanya. Kalau aku tidak menyukainya sama sekali," ucap Rachel yang berusaha untuk meyakinkan Tony.


"Buka!" titah Tony membuat Rachel kaget


"Maksudnya?" tanya Rachel.


"Pakaian ku. Kau sudah membuat mataku sakit tadi karena ulahmu itu. Jadi kau harus membayarnya," ucap Tony.


"Tidak Tony aku tidak bisa melakukannya. Aku sedang tidak enak badan," sahut Rachel menolak.


"Kau mau aku memperkosamu?" tanya Tony dengan memberikan ancaman membuat Rachel meneteskan air matanya yang tidak bisa melakukan apa-apa.


"Lakukan perintahku ini hukuman untukmu," ucap Tony dan Rachel menghela napasnya dengan memejamkan matanya yang mau tidak mau harus melayani Tony sebelum Tony mengamuk dengan Rachel membuka satu persatu kancing kemeja Tony.


Namun Tony menghentikannya dengan menahan tangan Rachel, "kau terlalu lama melakukannya!" ucap Tony yang langsung merubah dress Rachel dan langsing mencium kasar bibir Rachel dan lagi-lagi Rachel tidak bisa melakukan apa-apa dan pasrah dengan tubuhnya yang menjadi sasaran Tony.


Sebenarnya tidak ada bedanya dengan mperkosa sama saja dan Tony pria kasar yang pasti melakukan hal itu dengan kasar dan tidak peduli dengan Rachel yang tadi sempat mengeluh sakit. Baginya hanya ingin kepuasan karena baru mendapatkan kemarahan akibat perbuatan Rachel ya salah sendiri Rachel yang mencari gara-gara. Sudah tau suami nya toxix masih cari masalah.


Bersambung